Sinopsis My Little Princess Episode 6 - 1

Sinopsis My Little Princess Episode 6 - 1

Episode 6: Orang yang menyakitimu biasanya adalah orang yang paling mencintaimu.


Mempercayai Chu Yao sebagai Kesatria Beruang-nya, Xing Chen membuntutinya dan melihatnya menolong seorang mahasiswa yang di-bully.

Xing Chen jadi semakin yakin kalau Chu Yao adalah kesatria beruangnya dan bukan orang yang kejam.


Tapi saat dia hendak berbalik, tak sengaja dia bertabrakan dengan Nian Yu hingga membuat kopinya tumpah ke bajunya. Nian Yu minta maaf, tapi Xing Chen langsung ngomel-ngomel kesal menuduh Nian Yu yang menabraknya duluan.

Tapi yang tidak Xing Chen sangka, Nian Yu tiba-tiba melepaskan cardigannya dan memakaikannya pada pada Xing Chen untuk menutupi bekas tumpahan kopinya lalu pergi. Xing Chen merasa tersentuh dengan sikap manis Nian Yu... sampai saat dia teringat pada Chu Yao.


Xing Chen langsung pergi mencari Chu Yao tapi tak menemukannya dimanapun. Xing Chen langsung menggerutu kesal menyebut nama Zheng Chu Yao dengan cukup lantang, kalau bukan karena Chu Yao adalah kesatria beruangnya maka dia tidak akan repot-repot mencarinya.

Dia tak menyadari kalau dia sedang dibuntuti oleh si Gangster yang mendengarkan gerutuannya dan percaya kalau si beruang bernama Zheng Chu Yao.

 

Xing Chen akhirnya menemukan Chu Yao dan berusaha mengajaknya pulang bersama. Tepat saat itu, mereka didekati dua gangster.

Xing Chen langsung mundur ke belakang Chu Yao dan diam-diam mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Nian Yu. si Gangster tiba-tiba mengancam Chu Yao dengan pistol dan memaksa mereka ikut dengannya.


Nian Yu hendak pulang saat dia menerima telepon Xing Chen tapi yang terdengar malah suara panik Xing Chen yang menyebut-nyebut pistol dan arah mereka pergi.

Nian Yu makin panik mendengar suara pria yang berusaha mendiamkan Xing Chen. Nian Yu langsung pergi menyusul ke arah yang ditunjuk Xing Chen.


Para gangster itu terus menggiring Xing Chen dan Chu Yao. Sepanjang perjalanan, Xing Chen dengan sengaja menyebut berbagai tempat yang mereka lewati dengan suara lantang, untungnya para gangster itu tidak menyadari maksud Xing Chen. Dalam waktu singkat, Nian Yu pun berhasil menemukan mereka di sekitar parkiran sepeda.

Nian Yu cepat-cepat bersembunyi untuk melihat situasi sementara Chu Yao mulai mengkonfrontasi para gangster itu.

Chu Yao dengan kesal memperingatkan mereka kalau dia sudah hapal wajah mereka jadi kalau mereka berani macam-macam dengannya maka keluarganya tidak akan membiarkan mereka hidup tenang.

Xing Chen yang ketakutan malah menutup matanya dan mata Chu Yao sambil menyatakan kalau mereka tidak lihat-lihat apa-apa dan berjanji akan memberikan uang berapapun yang mereka minta. Chu Yao langsung protes, biasanya Xing Chen begitu galak lalu kenapa sekarang malah ciut.


Yang Yang tak sengaja lewat dan langsung menghampiri Nian Yu dengan riang. Nian Yu langsung menyeretnya menunduk dengan panik dan menyuruhnya untuk pergi mencari bantuan. Yang Yang ragu meninggalkannya sendirian, tapi Nian Yu mendorongnya pergi.


Tanpa mempedulikan celotehan mereka, si gangster langsung menyuruh kedua rekannya untuk mencari ponsel mereka.

Salah seorang dari mereka berhasil merebut tasnya Xing Chen dan mendapatinya sedang menelepon seseorang sedari tadi.

Jelas si gangster langsung kesal. Chu Yao dengan sok jago berusaha memukul d**a si gangster... tapi malah mental. wkwkwk!

Dia berusaha memukul gangster kedua, tapi lagi-lagi gagal. Sementara dia berusaha menyerang kedua gangster yang lain. Gangster pertama malah mengeluarkan pistolnya.


Saat itulah Nian Yu nekat menyerangnya dan sukses merebut pistol. wuiiih, keren! tapi saat pistol itu ada di tangannya, dia malah menyadari kalau itu pistol air. wkwkwk!


Xing Chen menjerit saat seorang gangster menganggunya, Nian Yu langsung menyerangnya dan menyelamatkan Xing Chen. Dia berusaha menyeret Xing Chen dari sana, tapi gangster pertama berhasil menarik Xing Chen dan menggotongnya.

Chu Yao langsung menyerangnya dengan tinju dan teriakan lebai ala pendekar kungfu tapi malah dia sendiri yang kesakitan, malah si gangster dengan mudahnya mendorong Chu Yao dari hadapannya.


Nian Yu tiba-tiba melompat dan menendang si gangster hingga sukses mengambil alih Xing Chen dalam gendongannya.

Saat si gangster hendak menyerang mereka, Nian Yu menyuruh Xing Chen menendang si gangster dengan sepatu high heels-nya.

Gangster kedua menyerang dan Nian Yu langsung memutar Xing Chen untuk menghajar gangster itu sebelum akhirnya memutar Xing Chen kembali kedalam plukannya. Tepat saat itu juga, teman-teman mereka datang. Para gangster pun terpaksa harus mundur.


Mereka bertiga pun akhirnya bisa lega... sampai saat Chu Yao melihat Xing Chen dan Nian Yu saling bergandengan tangan.

Menyadari apa yang sedang Chu Yao lihat, Xing Chen pun cepat-cepat melepaskan pegangan tangan Nian Yu.

Chu Yao tak berkata apapun tapi wajahnya tampak kesal dan langsung pergi. Xing Chen langsung mengejarnya dengan panik.

Yang Yang langsung menghampiri Nian Yu dengan cemas. Dia kalut melihat-lihat tubuh Nian Yu dan mendapati Nian Yu luka kecil di lengan.


Xing Chen akhirnya bisa mengejar Chu Yao dan bertanya apakah dia baik-baik saja. Tapi Chu Yao masih sok mengklaim kalau dia pasti bisa mengalahkan para gangster itu sendiri kalau saja Nian Yu tidak muncul tadi.

Tapi tiba-tiba dia melihat ada darah di jari Xing Chen dan juga di lengannya. Tapi Xing Chen yakin kalau dia tidak merasa terluka.

Xing Chen bingung sampai saat dia menyadari bahwa itu mungkin darahnya Nian Yu. Dia langsung cepat-cepat kembali mencari Nian Yu.


Tapi malah mendapati Nian Yu sedang diobati oleh Yang Yang. Xing Chen tak suka dan akhirnya beralasan kalau dia kembali karena kehilangan lipstiknya di sini.

"Hei, Senior Xiao Yu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanmu" protes Yang Yang

"Emang kenapa?"

"Kau yang kenapa..."

Tak mau kedua wanita itu bertengkar, Nian Yu cepat-cepat menyeret Yang Yang pergi dan menasehati Xing Che untuk pergi dari sana juga karena para gangster itu mungkin saja akan kembali. Xing Chen langsung menggerutu sebal setelah mereka pergi.

"Kalau kau peduli padaku, kenapa kau tidak menyarankanku pergi bersamamu?"


Xing Chen pulang dengan kepala tertunduk sedih dan asistennya menyambutnya dengan cemas karena barusan dia dapat kabar tentang Xing Chen yang bertemu orang-orang jahat di kampus.

Xing Chen meyakinkan kalau dia baik-baik saja lalu bertanya-tanya tentang luka gores. Asistennya berpikir kalau Chu Yao yang terluka tapi Xing Chen menyangkalnya dan mengklaim kalau dia cuma penasaran saja.


Sementara itu, si gangster ditampar bos gangster dan diomeli habis-habisan karena dia membawa pistol mainan itu untuk membully kedua buruan mereka di kampus.

Bahkan sekalipun itu cuma pistol mainan dan dia melakukan itu supaya cepat menyelesaikan misinya, tapi tetap saja tidak seharusnya dia mengancam kedua anak itu dengan pistol.

"Sekarang kau harus menghilang untuk sementara waktu. Dan lagi, kau tidak boleh membiarkan keluarga Lin dan keluarga Zheng mengetahui hubunganmu denganku"


Perusahaan keluarga Lin, Dolly, tampaknya sedang ada masalah. Dalam rapat, Nyonya Chen diberitahu pegawainya bahwa ada perusahaan lain yang sedang berusaha membeli semua saham perusahaan mereka. Nilainya bahkan cukup besar walaupun bank belum melakukan tindakan apapun.

Tepat saat itu, Nyonya Chen mendapat telepon dari bos gangster. (Oh, ternyata mereka saling mengenal). Bos gangster langsung menyindir kesusahan hidup yang pastinya sedang dialami Nyonya Chen sekarang lalu memberitahu kalau dia sudah mulai membeli saham-saham Dolly.

"Aku hanya takut perusahaan yang kau bangun dengan kerja keras, sebentar lagi akan berada dibawah kendaliku. Aku juga mau bilang padamu, jika kau setuju untuk berlutut di hadapanku sekarang maka aku mungkin akan mempertimbangkan untuk memberimu belas kasihan"

"Jangan mimpi! Selama aku masih hidup, Dolly tidak akan pernah berada dalam kendalimu"


Malam harinya, Xing Chen galau harus mengirim pesan bagaimana untuk Nian Yu. Dia mengkhawatirkan lukanya, tapi dia tidak mau mengirim pesan bernada terlalu perhatian.

Setelah gulung-gulung gaje di kasur, akhirnya dia memutuskan untuk mengirim pesan. "Kau adalah apa yang kau makan."

 

Keesokan harinya, diam-diam dia memasukkan sekotak makanan kedalam lokernya Nian Yu.

Setelah itu dia latihan orkestra dengan Nian Yu sebagai konduktor dan sepanjang latihan, Xing Chen terus menerus melirik Nian Yu.

Setelah latihan selesai, Nian Yu langsung berjalan pergi tanpa melirik Xing Chen sedikitpun. Xing Chen cepet-cepat menghentikannya, mengomentari lukanya yang sepertinya bukan luka serius lalu dengan canggung bertanya dia mau makan siang dimana?


"Kantin" jawab Nian Yu. Xing Chen langsung kecewa. Tapi kemudian Nian Yu berkata "Terlalu asin. Lain kali jangan beli sup di restoran itu lagi. Pokoknya terima kasih" ujarnya sambil mengusap kepala Xing Chen seperti biasanya.

Xing Chen tentu saja senang. Dan tak ada satupun diantara mereka yang menyadari tatapan cemburu Yang Yang dan Chu Yao pada mereka.

Setelah memberitahu Xing Chen untuk mereview pelajaran les mereka malam nanti, Nian Yu pun pergi.

Xing Chen begitu bahagia dengan perlakuan Nian Yu, sama sekali tak menyangka kalau si muka es itu barusan tersenyum padanya.


Tak suka melihat cengiran lebar Xing Chen bahkan sekalipun Nian Yu sudah pergi, Chu Yao langsung menggerutui Nian Yu dan mengatai Nian Yu sok hebat, dia benci orang yang terlalu sombong seperti Nian Yu itu.

Yang Yang mengerti kekesalan Chu Yao pasti karena dia tak suka melihat calon istrinya dekat dengan pria lain. Tapi Chu Yao tetap ngotot menyatakan Xing Chen bukan calon istrinya.


Walaupun bersikeras mengklaim kalau dia tidak cemburu, tapi dia langsung mengejar Nian Yu dan memperingatkan Nian Yu untuk tidak berpikir kalau dia bisa melakukan sesuatu melebihi tugasnya sebagai guru les pada Xing Chen.

"Kau dan dia itu mustahil" ujar Chu Yao. Dia mengklaim kalau dia mengenal Xing Chen selama bertahun-tahun jadi dia tahu betul tentang Xing Chen, termasuk orang yang akan Xing Chen pilih dan Nian Yu sudah pasti tidak akan dipilih oleh Xing Chen.

"Kau cemburu, kan? Seingatku kau pernah bilang kalau kau tidak punya hubungan apapun dengannya"

"Dia partnerku. Aku tidak mengizinkan partnerku dekat dengan pria lain, mengerti tidak?"

"Kalau begitu aku harus mengecewakanmu. Karena aku akan mengajarnya malam ini. Ah, dan kami akan berduaan saja. Selain itu, aku adalah pelatih dansanya. Dia sudah belajar dengan bahagia"


Tepat saat itu, Xing Chen muncul. Chu Yao langsung memerintahkannya untuk membatalkan lesnya malam ini lalu menyeret Xing Chen untuk latihan dansa bersamanya.

Tapi Nian Yu langsung menghentikannya dengan menarik tangan Xing Chen yang satunya sambil mengingatkan Xing Chen bahwa dia tidak bisa kuliah lagi kalau dia gagal dalam ujian. 

Chu Yao tak terima, mengklaim kalau kampus ini didirikan oleh keluarganya jadi dia yang paling punya hak untuk membuat keputusan.

Jadilah Xing Chen yang tak bersalah dan bingung dengan pertengkaran mereka, harus menjadi korban tarik-tarikan sampai dia kesakitan.

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment