Sinopsis Love O2O Episode 19

Sinopsis Love O2O Episode 19

 

Wei Wei akhirnya punya teman setelah Er Xi juga kembali ke Beijing untuk memulai magangnya. Begitu masuk ke apartemen Xiao Ling, Er Xi langsung terkagum-kagum melihat kemewahan apartemen itu, bahkan kamarnya pun luas.


Saking kagumnya, saat Xiao Ling menelepon tak lama kemudian, Er Xi langsung menyatakan cinta dan ingin menikahi Xiao Ling. wkwkwk!

"Pergilah ke neraka" jijik Xiao Ling "Aku ini cewek normal, tahu?!"


Er Xi penasaran, apakah Da Shen sebelumnya pernah datang kemari. Wei Wei menolak menjawab, membuat Er Xi semakin curiga kalau Xiao Nai pasti sudah pernah kemari sebelum dia datang. 

Wei Wei tetap menolak menjawab dan cepat-cepat kabur dengan alasan harus kembali ke kantor. Tapi sebelum pergi, dia memberitahu Er Xi bahwa yang membersihkan dapur adalah Xiao Nai.


Setelah merapikan baju-bajunya, Er Xi menelepon Cao Guang. Tapi mereka malah saling sindir menyindir masalah tanggung jawab Er Xi atas kerusakan kamera. 

Er Xi mengklaim kalau dia akan bertanggung jawab, tapi dia baru bisa memberi 2,000 yuan sementara sisanya yang sebesar 3,000 yuan akan dia bayar nyicil.

"Hei, kau tidak berencana menyicilnya selama 3 tahun kan? Jaman sekarang nilai inflasi naik dengan cepat, berapa banyak aku harus mengambil bunga darimu"

"Si*lan lo! Kita kan teman. Apa kau berencana memperkaya dirimu dengan menarik bunga yang tinggi dariku? Uang 2,000 yuan ini sudah setengah dari biaya hidupku selama satu semester"

"Bagaimana kalau kau bekerja padaku untuk membayar hutangmu? Catat alamatku. Datang kemari dalam kurun waktu satu jam atau kau harus terima konsekuensinya. Dan belilah makanan dalam perjalanan kemari"


Er Xi cepat-cepat mencatatnya lalu buru-buru ke rumahnya Cao guang. Tapi sesampainya di sana, Cao Guang menyatakan kalau Er Xi telat 15 menit jadi dia akan mengurangi gajinya. 

Er Xi langsung protes, dia telat gara-gara Cao Guang sendiri yang minta dibelikan makanan. Begitu masuk ke dalam rumah Cao Guang, Er Xi baru sadar kalau mereka cuma berduaan.


Dia langsung terang-terangan mengomentari rumah besar Cao Guang. Tapi Cao Guang tak suka mendengar sikap Er Xi yang menurutnya kurang berkelas. 

Dia hampir saja membandingkan Er Xi dengan Wei Wei sebelum akhirnya sadar dan cepat-cepat menutup mulutnya.

Tapi Er Xi yakin betul kalau Cao Guang hendak membandingkannya dengan Wei Wei. 

Cao Guang langsung menyangkal, bahkan dengan kesal menyatakan bahwa walaupun Wei Wei ada di sini, dia akan lebih memilih Er Xi. 

Er Xi tak terima sahabatnya dibicarakan dengan cara seperti itu. Hanya karena tidak berhasil mendapatkan Wei Wei saja, Cao Guang jadi ngambek. Cao Guang langsung sinis mengatai Wei Wei itu aktris yang hebat.


Tepat saat Er Xi hendak protes lagi, seekor kucing tiba-tiba melompat ke kakinya. Dia kucing peliharaan Cao Guang bernama Coffee, tapi tampaknya Er Xi takut kucing. 

Cao Guang melihat ketakutannya dan langsung usil menggoda Er Xi dengan mendekatkan Coffee padanya dan Er Xi langsung menjerit-jerit heboh bahkan sampai mengancam akan bunuh diri melompat dari gedung ini jika Cao Guang mendekat selangkah lagi.

"Kalau begitu aku tidak akan tenang meninggalkan Coffee dalam pengawasanmu. Kalau begitu kau harus membayarku 3,000 yuan"

"Hah? Kau mau aku merawat kucing itu sebagai ganti hutangku?"

"Iya, aku mungkin akan keluar kota sementara waktu. Aku ingin kau mengurus Coffee"

Er Xi keberatan tapi Cao Guang malah menawarkan gaji harian yang cukup tinggi. Sontak Er Xi berubah pikiran dan mulai memuji-muji kucing itu, tapi saat Cao Guang mendekatkannya Er Xi langsung menjerit heboh lagi. 

Cao Guang masih belum bisa mempercayai Er Xi dan karenanya dia memutuskan untuk mengetes Er Xi terlebih dulu.


Cao Guang menjelaskan detil apa saja yang harus Er Xi kerjakan setiap hari dalam merawat Coffee dan karena dia masih punya waktu beberapa hari sebelum dia pergi, jadi dia akan membantu mengajari Er Xi. 

Dan pelajaran pertama adalah membersihkan kotoran kucing. wkwkwk! pelajaran pertamanya nggak enak banget. Er Xi mencoba melakukannya tapi malah mengenai bajunya. Er Xi langsung cepat-cepat membersihkan diri di kamar mandi.


Tapi begitu keluar dia malah langsung pergi. Apa Er Xi menyerah secepat ini? labrak Cao Guang. 

Er Xi menyangkalnya, hari ini dia harus melapor untuk magang jadi dia harus pergi sekarang, lagipula Cao Guang besok masih di sini kan, jadi Cao Guang bisa mengajarinya lagi besok.


A Shuang memanggil Wei Wei. Tapi saat Wei Wei datang, dia langsung melompat ketakutan. 

Dengan agak tergagap dia menyuruh Wei Wei untuk melakukan uji coba drop rate pada bos level terakhir, tapi dia memperingatkan Wei Wei bahwa drop rate-nya satu banding seribu jadi Wei Wei harus melakukan uji coba puluhan ribu kali untuk mendapatkan hasil yang akurat. 

Wei Wei menerima tugasnya tapi dia penasaran apakah ada masalah dengan laporan yang dia buat.

"Tidak ada" jawab A Shuang

"Kalau begitu itu artinya, aku tidak membuat masalah untukmu, kan?"


Kembali ke meja kerjanya, Wei Wei stres juga memikirkan uji coba puluhan ribu kali yang harus lakukannya, kapan selesainya kalau begitu. 

Akhirnya dia berinisiatif untuk menciptakan program otomatis saja biar lebih cepat. Tapi saat A Shuang melihatnya, dia langsung mengkritik Wei Wei dan mengatai para wanita itu pemalas.


Er Xi buru-buru datang ke Zhen Yi untuk magang. Saat dia sedang menunggu lift, Shao Xiang melihatnya dan sengaja berjalan mendekatinya mungkin untuk tebar pesona pada Er Xi yang dia kira Reed Wei Wei itu.

Er Xi berbalik tepat saat Shao Xiang mendekat, mereka saling kontak mata sesaat tepat saat lift membuka dan Er Xi langsung masuk kedalam lift tanpa benar-benar memperhatikan Shao Xiang. 

Tapi resepsionis melihat kontak mata mereka dan langsung melaporkan hal itu pada pegawai HRD yang menangani para pegawai magang hari ini.


Er Xi kedapatan magang di departemen general affair. Anehnya dia disambut lebih hangat oleh si pegawai HRD daripada para pegawai magang lainnya. 

Bahkan saat pegawai magang lainnya harus pergi sendiri ke departemen masing-masing, Er Xi malah diantarkan ke meja kerjanya. 

Dia juga diberitahu bahwa gajinya lebih tinggi daripada pegawai magang lainnya karena Er Xi dinilai sebagai pegawai magang terbaik. Er Xi sampai keheranan sendiri mendengarnya, tapi tak ayal semua ini membuatnya sangat senang.


Lebih anehnya lagi, saat semua pegawai yang lain sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, Er Xi malah belum dikasih kerjaan apapun. 

Bahkan saat dia mencoba menawarkan diri untuk membantu, tawarannya malah ditolak. Akhirnya yang dikerjakannya cuma nyantai saja sambil berpikir kalau pekerjaannya mudah sekali.


Saat si pegawai HRD dan seorang pegawai GA di kamar mandi, mereka langsung menggosipkan Er Xi. 

Si pegawai HRD meyakini kalau Er Xi itu ada hubungannya dengan Shao Xiang makanya dia menempatkan Er Xi di GA. 

Mereka heran kenapa Shao Xiang bisa punya selera aneh terhadap cewek semacam Er Xi yang kelihatan bodoh itu.

 

Tak lama setelah mereka pergi, Nana muncul dari dalam bilik dengan wajah kesal dan cemburu setelah mendengar gosipan mereka tentang hubungan Shao Xiang dan Er Xi.


Di sebuah cafe, A Shuang bertemu dengan seseorang yang memberinya seamplop uang. 

A Shuang tampak ragu dan bimbang, tapi dia tidak menolak amplop tebal itu. Hujan turun saat dia keluar dari cafe dan dia basah kuyup sesampainya di kantor. 

Gara-gara itu dia jadi bersin-bersin, Ban Shan mencemaskannya dan berniat membelikan obat flu untuknya.


Tapi saat dia hendak pergi, dia ditelepon seorang klien yang memintanya untuk mengirimkan dokumen sekarang. 

Akhirnya dia meminta bantuan Wei Wei untuk pergi membelikan obat untuk A Shuang.


Tak lama kemudian, Xiao Nai dan Ban Shan hendak pergi tepat saat Wei Wei kembali dalam keadaan bsah kuyup. 

Xiao Nai langsung cemas dan Ban Shan keheranan kenapa Wei Wei basah kuyup padahal dia cuma menyuruhnya beli obat.

Sontak Xiao Nai langsung mempelototi Ban Shan. Tak ingin Xiao Nai marah pada Ban Shan, Wei Wei meyakinkan Xiao Nai bahwa ini bukan salahnya Ban Shan. 

Ban Shan pun langsung menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

Xiao Nai langsung memerintahkan Ban Shan untuk melepas jasnya dan memberikannya pada Wei Wei. Dia menyerahkan obatnya pada Ban Shan lalu membawa Wei Wei pulang.


Tapi bukannya memulangkan Wei Wei ke apartemennya Xiao Ling, Xiao Nai malah membawa Wei Wei ke apartemennya sendiri dengan alasan letaknya lebih dekat. 

Sesampainya di sana, Xiao Nai menjelaskan kalau dia jarang punya tamu jadi dia cuma punya satu sandal rumah dan menyerahkan satu-satunya sandal rumahnya itu untuk Wei Wei, sementara dia sendiri nyeker.


Dia lalu mengambil handuk dan membantu Wei Wei mengeringkan rambutnya sambil mengomelinya karena tidak bawa payung tadi dan tidak memberitahunya tentang A Shuang yang menyusahkannya. 

Wei Wei mengaku kalau dia tidak mengadu karena hal itu hanya akan membuat berpengaruh buruk pada imagenya Xiao Nai sebagai bos. Lagipula dia yakin kalau pendapat A Shuang padanya akan berubah.

Ucapan dan pemikiran bijaknya itu membuat Xiao Nai semakin mengaguminya dan mencintainya. Mereka saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya Xiao Nai menc***nya.


Tak lama kemudian, Xiao Nai memberikan sebuah ganti baju miliknya dan menyuruh Wei Wei mengganti baju basahnya dengan baju itu. 

Wei Wei malah jadi panik sendiri memikirkan harus memakai bajunya Xiao Nai jadi dia memutuskan untuk menolaknya.

"Apa kau mau memakai baju yang sedang kupakai ini?" gda Xiao Nai. Wei Wei malah tambah panik dan cepat-cepat mengambil baju yang Xiao Nai serahkan.


Keesokan harinya, Xiao Nai ke kantor dengan baju yang jarang dia pakai (err... itu kan baju yang dia kasih ke Wei Wei semalam?). 

Dia bertemu Hao Mei dan A Shuang di lift. Hao Mei bertanya-tanya kemana Wei Wei, kenapa mereka tidak berangkat bareng.

"Hari ini hari sabtu, lagipula dia sedang sakit" ujar Xiao Nai (sepertinya dia sengaja menyebut informasi terakhir itu di hadapan A Shuang)


A Shuang jadi merasa bersalah mendengarnya lalu mengajak Xiao Nai bicara di luar. 

Dia berusaha menjelaskan kalau dia sebenarnya tidak bermaksud mempersulit Wei Wei, tapi Xiao Nai langsung menyelanya. Dia tidak mempermasalahkan pekerjaan yang A Shuang berikan pada Wei Wei.

Hanya saja sekarang dia mulai menyadari kalau masalah A Shuang sepertinya bukan dia takut wanita tapi hanya tidak suka saja dengan IT wanita. Karena itulah dia berharap Wei Wei bisa mengubah pendapat A Shuang.

"Aku pernah dimanfaatkan" aku A Shuang

"Manusia itu berbeda-beda, jangan menyamakannya. Tapi jangan khawatir, pelan-pelan saja"

"Bos, keluargamu... maksudku, Bei Wei Wei... dia memang beda" ujar A Shuang. Xiao Nai pun senang mendengarnya.


Er Xi pamit mau berangkat kerja, tapi anehnya Wei Wei tidak mau keluar kamar. 

Dia sudah bangun dan membungkus dirinya dalam selimut. Tapi saat Er Xi mengetuk pintunya, dia pura-pura menyatakan mau tidur lagi. Dari luar pintu, Er Xi meminta Wei Wei untuk membantunya.

Er Xi mengaku kalau belakangan ini sedang sedang berlatih menempa di game karena dia berencana membuat sebuah pedang berkualitas terbaik untuk dia berikan pada teman gamenya. 

Tapi berhubung sekarang dia sibuk kerja dan mumpung Wei Wei lagi libur, jadi dia meminta Wei Wei untuk menggantikannya. Wei Wei dengan tak sabaran menyetujuinya hanya supaya Er Xi cepat pergi.


Setelah memastikan Er Xi sudah keluar, Wei Wei baru berani keluar kamar lalu cepat-cepat masuk kamar mandi untuk mengoleskan concealer di lehernya yang tampak ada bekas sesuatu (Hmm... Mencurigakan).


Setelah sukses menutupi bekas mencurigakan di lehernya itu, teleponnya berbunyi dari Xiao Nai yang mencemaskan kondisinya. 

Wei Wei mengaku baik-baik saja, tapi kalau dia kena flu nanti maka itu salahnya Xiao Nai karena semalam Xiao Nai tidak langsung memulangkannya lalu cepat-cepat menutup teleponnya dengan malu. 

Bahkan saat Xiao Nai mengsmsnya untuk mengajaknya makan siang bareng, Wei Wei menolak. Dia lalu masuk ke gamenya Er Xi dan membantu Er Xi membuat pedang.


Pulang kerja, Er Xi langsung pergi ke rumahnya Cao Guang. Sementara dia mengurus Coffee, Cao Guang log in ke gamenya dan melihat Joyful Xi sedang online. 

Tentu saja dia tidak tahu kalau Joyful Xi sekarang dipegang langsung oleh Wei Wei yang sama sekali tak mengenalnya. Baru saat Cao Guang mengirim chat, Wei Wei memperhatikannya.

Wei Wei ingat kalau Wei Guang adalah muridnya Er Xi di game. Dia hendak memberitahu Wei Guang kalau dia bukan Joyful Xi, tapi kemudian dia ingat kalau Er Xi tak punya banyak teman di game jadi pedang ini kemungkinan mau dia berikan pada Wei Guang. 

Akhirnya dia membatalkan niatnya dan pura-pura jadi Joyful Xi lalu cepat-cepat log off.

Bersambung ke episode 20

0 komentar

Post a Comment