Sinopsis Accidentally in Love Episode 6 - 1

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 6 - 1


Kedua wanita langsung bersitatap dengan sengit. Xin Ya tersenyum sinis padanya, apalagi kemudian Nan Xi mengaku bahwa Qing Qing bisa masuk menjadi anggota organisasi kemahasiswaan itu berkat Xin Ya.

Karena itulah, sekarang mereka berdua berada dalam satu divisi. Dia bahkan menyuruh mereka berdua untuk berjabat tangan.


Qing Qing mengulurkan tangan dengan setengah hati, tapi Xin Ya dingin mengacuhkannya. "Tugas sekretariat sangat menuntut. Jangan pikir kau bisa masuk organisasi, kau bisa hidup dengan santai. Menurut aturan, kita akan mengadakan masa percobaan satu minggu. Jika dalam waktu itu kemampuan kerjamu tidak memenuhi harapan kami, maka maaf, kau harus bersedia keluar."

Canggung berada di antara kedua wanita itu, Nan Xi buru-buru pamit dengan alasan ada pekerjaan lain. Mereka berdua harus akur, yah.


Tepat setelah dia pergi, muncullah seorang pria gemulai bernama Hua Mu Nia yang nyerocos panjang kali lebar tentang rencana acara festival mereka.

"Hua Mu Nian, mulai minggu depan, dia akan menjadi asistenmu." Ujar Xin Ya. "Kerjaan keras ataupun kotor, biarkan dia yang melakukannya. Sekalian bantu aku mengawasi apakah Qing Qing melakukan apa yang perlu dia lakukan untuk tetap berada di organisasi kemahasiswaan kita. Jika menurumu kemampuannya tidak sesuai harapan kita, maka berakhir deh."

 

Mu Nian tampak ramah pada Qing Qing dengan mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya adalah Ketua Divisi Seni Budaya. Tapi saat Qing Qing menjabat tangannya, Mu Nian malah tak suka lalu menyeka tangannya pakai tisu. 

Mu Nian menjelaskan kalau dia hanya sangat mementingkan kebersihan. Dia lalu nyerocos panjang lebar tentang betapa beruntungnya Qing Qing masuk ke dalam proyek ini dan betapa tidak beruntungnya dia karena harus mengurus anak baru seperti Qing Qing.

Dia santai saja mendekat... saat tiba-tiba saja Qing Qing bersin tepat ke bajunya. Mu Nian sontak memekik heboh, menjijikkan! Qing Qing cepat-cepat membantu menyeka bajunya, tapi Mu Nian malah jadi makin heboh. Jangan sentuh! Sabun untuk mencuci jaket ini mahal, tahu!

"Langit memberimu otak yang sederhana dan juga penampilan yang polos, jadi kau harus hidup harmonis."


"Hehehe. Eh, menurutku cara bicaramu sangat menarik."

Mendengar itu, Mu Nian mendadak berhenti marah dan merasa tersanjung. Tapi dia penasaran, kenapa Qing Qing cari masalah dengan si penyihir Xin Ya itu. Dia harus berhati-hati terhadap Xin Ya.

"Waktu aku memakai merek yang sama dengannya, dia langsung memelototiku seperti seorang teroris." Ujar Mu Nian.

"Ketua, bisakah kau memberiku tugasku sekarang?"

"Di sebelah ada beberapa kursi, bawa mereka ke ruang pertunjukkan."

 

Oke! Qing Qing antusias ke ruangan yang ditunjuk Mu Nian. Tapi seketika itu pula senyumnya memudar... melihat beberapa kursi yang dimaksud Mu Nian, ternyata puluhan tumpuk kursi. Pfft!



Jadilah Qing Qing harus bersusah payah memindahkan puluhan tumpuk kursi itu seorang diri. Tapi tugasnya tidak selesai sampai di situ, Mu Nian masih memberinya tugas untuk membeli segala macam perlengkapan pesta seorang diri.

Parahnya lagi, saat Qing Qing minta dana, Mu Nian malah cuma memberinya beberapa receh. Kalau kurang... bisnis jasa pesan-antarnya Qing Qing kan sukses. Qing Qing jelas sebal mendengarnya.


Di cafe, salah satu fans-nya Feng mengumumkan kabar baik pada yang lain. Feng akan tampil dalam pesta penyambutan mahasiswa baru Akademi Ming De. Kontan saja keempat fans itu langsung heboh menyanyikan lagu idola mereka.

Tapi kemudian perhatian mereka teralih pada sebuah webtoon. Tokoh utama webtoon itu jelas Feng, tapi sepertinya si pembuat webtoon itu tidak menyukai Feng karena dalam webtoon itu Feng dikisahkan mengalami banyak kesialan dan penderitaan. Mereka penasaran, siapa yah penulisnya? (Apa mungkin Qing Qing?) 

Mereka kemudian melihat penulis webtoon itu bernama Hei Bian Tao dan langsung mencari akun weibo si penulis untuk dibuli.


Di kelas, muka Qing Qing asem banget membaca berbagai komentar tentang dirinya yang rata-rata mengutukinya. (Pfft! Jelas dialah si pencipta webtoon itu)

Qing Qing jelas tidak diterima dihina dina seperti itu dan langsung membalas rutukan mereka dengan tak kalah sadis.


Feng baru bangun saat itu. Qing Qing mau langsung mulai sesi mentoring mereka, tapi Feng malah mau menghindar dengan alasan mau ke kamar kecil. Qing Qing tak percaya dan langsung mengancam akan melaporkan Feng ke Bu Guru Penyihir Tua.

Mendengar itu, Feng langsung duduk manis dan mulai menuruti perintah Qing Qing untuk memulai pelajaran mereka. Tapi kemudian perhatian Qing Qing teralih gara-gara dia mendapat sms dari         yang menanyakan masalah pengeluaran biayanya.

Feng berniat mau pakai penggaris, tapi Qing Qing malah melarang dan langsung mengejek IQ-nya Feng yang kayak oksigen di gunung Himalaya.

"Seperti apa itu?" Tany Feng nggak nyambung.

"Sangat rendah."

Feng sontak ngambek dan beranjak pergi. Dia mau latihan, dadah!

 

Feng rekaman lagu terbarunya, sebuah lagu melo yang yang berjudul Breathing. Sang presdir benar-benar kagum, tak disangka kalau Yang Mulia ternyata bisa menggubah lagu yang luar biasa seperti ini.

Akan tetapi... dia tidak setuju untuk memasukkan lagu ini ke album terbaru Feng karena lagu ini tidak cocok. Feng kecewa, kenapa tidak cocok?

Presdir Wang sangat terkesan dengan keinginan Feng untuk bereksperimen dengan musik. Tapi jenis musiknya yang satu ini bukanlah hal baru. Pasar saat ini sangat kompetitif, langkah ini hanya akana membunuh karirnya Feng.

Daniel setuju dengan pendapat Presdir Wang. Mereka kan mengorbitkan Feng untuk jadi penyanyi-penari pop, jadi rasanya kurang tepat kalau Feng tiba-tiba menyanyikan lagu balad.

Feng kecewa. "Jadi aku tidak bisa menyanyikan lagu yang kusuka?"


Daniel mendadak berubah pikiran mendukung Feng, sepertinya bereksperimen dengan musik adalah sesuatu yang bisa mereka promosikan.

Tapi keputusan Presdir Wang sudah bulat. Perusahaan mereka selalu mengikuti tren. Feng memanga memiliki kemampuan, tapi dengan situasi sekarang ini, yang harus Feng lakukan adalah mengeluarkan lagu yang diminati.

Daniel mendadak berubah pikiran lagi mendukung Presdir Wang. Belum sempat melanjutkan masalah ini lebih jauh, Presdir Wang tiba-tiba mendapat telepon lalu pergi.

Daniel meyakinkan Feng untuk tidak khawatir. Dia janji akana mencoba membantu Feng memperjuangkan lagu ini. Tapi jelas dia tidak tampak terlalu meyakinkan.


Ge Yang berjalan di koridor dan kebetulan berpapasan dengan seorang pria yang memakai jaket yang sama dengannya. Ge Yang kontan menatap lekat-lekat pria itu sampai membuata pria itu merasa terintimidasi. Ketakutan, pria itu cepat-cepat mencopot jaketnya sambil meminta maaf lalu kabuuurrrr!

Saat Ge Yang hendak melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba dia mendengar suara nyanyian Feng. Dari cela pintu, dia melihat Feng sedang memperdengarkan lagu balad terbarunya pada Nan Xi.


Menurut Nan Xi, dari semua lagu yang ada di album terbarunya Feng, dia paling suka lagu yang ini. "Apa karena Xin Yu?" Tanya Nan Xi.

Feng dengan sedih membenarkannya. "Lagu ini, aku tulis untuknya."

"Aku yakin dia akan bisa mendengarnya."

Entah siapa Xin Yu, tapi sepertinya dia wanita yang cukup penting bagi Feng dan Ge Yang pun tampak jadi gelisah begitu mendengar nama itu disebut.

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment