Sinopsis My Sunshine Episode 19

Sinopsis My Sunshine Episode 19


Setelah mengabarkan kalau mereka akan mewawancarai Ying Hui untuk edisi bulan depan, kepala editor menunjukkan Yi Qing dan Mo Sheng untuk melakukan tugas ini. 

Mo Sheng menolak dengan alasan masih banyak proyek lainnya yang belum dia selesaikan dan menyarankan Yuan Feng saja yang pergi. Kepala editor setuju-setuju saja.

Maka Yi Qing dan Yuan Feng lah yang akhirnya pergi mewawancarai Ying Hui. Tapi Ying Hui yang menanti-nanti kedatangan Mo Sheng, tentu saja sangat kecewa melihat mereka berdua. 

Bahkan tanpa ragu, ia menuntut fotografernya harus Mo Sheng. Saking ngototnya, Ying Hui bahkan menyatakan kalau dia bersedia menyesuaikan jadwalnya dengan jadwalnya Mo Sheng. 

Ying Hui beralasan kalau dia menerima interview ini karena dia adalah penggemarnya Mo Sheng. Ying Hui bahkan berkata bahwa sewaktu di Amerika, dia ingin sekali bekerja sama dengan Mo Sheng.


"Kalau begitu aku akan kembali dan memberitahu Mo Sheng. Kalau Mo Sheng tahu anda adalah penggemarnya, dia pasti akan sangat bahagia" kata Yuan Feng

"Apa kalian berdua akrab?"

"Kami teman baik"

"Teman baik? Kalau begitu ayo kita makan bersama kapan-kapan"

Ajakan Ying Hui itu tentu saja terasa sangat aneh bagi Yuan Feng dan Yi Qing yang langsung saling berpandangan dengan bingung.


Mereka kemudian menelepon kepala editor untuk memberitahukan tuntutan Ying Hui ini. Kepala editor kemudian menyampaikannya ke Mo Sheng dan menyuruh Mo Sheng berangkat sekarang juga. Mo Sheng tampak ragu tapi karena sudah tidak punya pilihan lain, terpaksa dia menyetujuinya.

Saat Mo Sheng tengah bersiap-siap, Xiao Hong dan yang lainnya langsung mengerubungi Mo Sheng. Mereka heran kenapa Ying Hui menginginkan Mo Sheng dan lagi Ying Hui lah yang duluan menawarkan wawancara tanpa alasan. Xiao Hong curiga apakah Ying Hui sedang berusaha mengejar Mo Sheng?


"Xiao Hong, jangan bicara omong kosong. Presdir Ying dan aku pernah bertemu di Amerika dan kami berdua hanya teman biasa"

"Teman biasa? Presdir Ying dari perusahaan INSO hanya teman biasa? Kenapa kami tidak pernah mendengarmu membicarakan hal ini?" Xiao Hong tidak percaya

"Apa yang harus dibicarakan? Kalau aku juga pernah bertemu alien? Aku tidak mau bicara denganmu lagi, aku pergi"


Setelah Mo Sheng pergi, semua orang kembali melanjutkan acara menggosip mereka. 

Mereka merasa aneh kalau Mo Sheng memang sudah mengenal Ying Hui lalu kenapa Mo Sheng tidak pergi mewawancarai Ying Hui sejak awal?


Sesampainya di INSO, Mo Sheng disambut langsung oleh Linda yang kemudian membawanya masuk menemui Ying Hui. 

Mo Sheng tidak melihat Yi Qing ataupun Yuan Feng disana, Ying Hui berkata kalau rekan-rekannya sudah selesai mewawancarainya jadi sekarang mereka sudah kembali ke kantor majalah.


"Kenapa? Apa kau tidak mau bicara berdua denganku?"

"Tidak"

"Kenapa bukan kau yang datang mewawancaraiku hari ini?"

"Kebetulan aku ada beberapa pekerjaan lain yang menghalangiku"

Ying Hui kecewa karena ternyata dia tidak cukup penting hingga Mo Sheng tidak mengesampingkan pekerjaannya yang lain demi dirinya. bleh!


Mo Sheng berterima kasih pada Ying Hui karena Ying Hui menyelamatkannya dari insiden di restoran kemarin. 

Ying Hui berkata kalau dia memang harus menyelamatkan Mo Sheng karena setelah ini dia mungkin akan membutuhkan bantuan Mo Sheng.


"Aku harus membantu apa?"

"Kau sudah banyak membantu. Kau membantuku memahami apa yang seharusnya kukejar. Makanya aku kembali"

Ying Hui dengan wajah memelas bercerita bagaimana dulu dia selalu berharap memiliki kehidupan yang tidak rumit dimana dia bisa selalu bertemu keluarganya setiap hari, sayangnya impian kecilnya itu tidak terwujud. 

Ying Hui mengaku bahwa walaupun orang lain mengira dia kembali ke Cina untuk urusan bisnis tapi sebenarnya tujuan utamanya kembali adalah untuk mencari cintanya yang hilang.

Karena mengira yang dimaksud adalah mantannya Ying Hui, Mo Sheng pun memberitahu kalau mantannya Ying Hui itu sekarang sudah menikah. 

Ying Hui membenarkan kalau mantannya itu memang sudah menikah tapi dia tidak meralat kalau mantan yang dia maksud itu Mo Sheng.

Ying Hui berkata kalau dia tidak peduli mantannya sudah menikah atau tidak. Mo Sheng kaget mendengarnya, apakah itu artinya Ying Hui berniat untuk menghancurkan rumah tangga mantannya itu? Ying Hui dengan santainya bilang "So what?"


Ying Hui berkata bahwa jika mantannya itu sekarang bahagia, dia tidak akan mengganggunya, tapi saat ini mantannya itu tidak bahagia. Mo Sheng tanya dari mana Ying Hui tahu?

"Karena aku akan memberinya lebih banyak kebahagiaan. Walaupun saat ini dia baik-baik saja tapi dibandingkan dengan apa yang akan dia dapatkan dariku nanti, maka saat ini dia bisa dianggap tidak bahagia" (Errr... what logic is that?)

Ying Hui bilang hidup tidaklah sederhana dan sempurna, siapapun yang punya kemampuan maka dia harus berjuang mendapatkan kebahagiaannya. 

Jika dia menyerah, maka dia hanya akan membuat penderitaannya semakin berkepanjangannya. Karena itulah, Ying Hui ingin mengakhiri penderitaan mantannya dan membuatnya bahagia.


"Sebaiknya kita tidak membicarakanku terus. Bagaimana denganmu, apa kabarmu selama ini? Apa hubungan kalian berdua baik?"

"Kami sudah menikah"

"Secepat itu? Mo Sheng kau pasti akan memiliki kehidupan pernikahan yang penuh kebahagiaan"

Mo Sheng mengira Ying Hui merestui pernikahannya maka dia pun berterima kasih atas doanya itu. Hmmm... tapi aku ngerasa ucapan Ying Hui itu lebih ditujukan untuk pernikahannya sendiri dengan Mo Sheng yang masih belum berakhir.


Setelah selesai melakukan tugasnya memotret Ying Hui, Mo Sheng pun pergi. Ying Hui sudah menyiapkan mobil untuk mengantar Mo Sheng tapi Mo Sheng menolaknya dengan tegas. 

Setelah Mo Sheng pergi, sekretarisnya Ying Hui memberitahu bahwa Ying Hui mendapat undangan reuni dari teman alumninya.


Sementara itu, Linda mendatangi firma hukum untuk rapat bersama trio pengacara membahas masalah kerja sama mereka. 

Linda menyebutkan tingginya harga penawaran kerja sama yang mereka berikan untuk firma hukum Yuan Xiang He. 

Tapi trio pengacara ternyata memutuskan untuk mundur. Linda nyinyir, apakah mereka tidak percaya diri untuk bekerja sama dengan mereka?


Xiang Heng menyangkal bahkan memberitahu Linda bahwa bayaran firma hukum mereka ini sangat tinggi dan pastinya mereka selalu memberikan pelayanan terbaik pada para klien mereka. 

Lao Yuan membenarkannya, kehebatan firma hukum mereka ini sudah tersebar luas, pendapatan mereka sangat tinggi, bahkan mereka sudah mulai berkembang pesat. 

Linda berusaha membujuk mereka dengan cara menyesuaikan harga negoisasi, tapi Yi Chen dengan tegas menyudahi rapat ini dengan berkata bahwa mereka akan memberitahu Linda keputusan akhir mereka minggu depan.


Setelah Linda pergi, Lao Yuan terheran-heran kenapa Yi Chen ngotot mundur dari kerja sama ini padahal harga yang INSO tawarkan sangat tinggi.

"Mereka menggunakan uang untuk menekan kita. Kalau seperti ini caranya, maka sebaiknya mereka menekan kita lebih banyak lagi (mengeluarkan lebih banyak uang)"

"Kenapa aku merasa dia (Linda) datang untuk memamerkan kekuatan mereka?"

"Mungkin saja"

Xiang Heng teringat insiden di restoran malam itu, dia jadi penasaran apakah ini ada hubungannya dengan hubungan Mo Sheng dan Ying Hui? 

Yi Chen membenarkannya tapi dia tidak memberitahu apa hubungan Mo Sheng dan Ying Hui di masa lalu. 

Kedua pengacara mengerti, ternyata keputusan Yi Chen ini ada hubungannya dengan persaingan cinta. 

Xiang Heng sekarang bingung, haruskah sekarang mereka bekerja sama dengan INSO? Apalagi perwakilan INSO barusan datang untuk menekan mereka dengan menggunakan uang. 

Yi Chen berkata sebaiknya mereka menyelidiki INSO sesuai prosedur standar dan jika INSO memang perusahaan yang bersih maka sebaiknya mereka menerima tawaran kerja sama ini apalagi harga penawaran yang INSO tawarkan sangat tinggi.


Linda melapor pada Ying Hui tentang Yi Chen dan kedua partnernya, tentang betapa bijak dan luar biasanya Yi Chen dan juga kedua partnernya. 

"Dia pasti hebat. Jika tidak, mana mungkin Mo Sheng akan merindukannya selama 7 tahun? Tapi aku ingin Mo Sheng tahu siapa yang lebih hebat"

"Ying, menghadapi orang seperti nona Zhao, terkadang menjadi lebih lemah jauh lebih efektif untuk mendapatkan hatinya"

"Benar juga, dia memang wanita yang sangat baik"

(aku rada bingung apa sih hubungan Ying Hui dengan Linda? kenapa Linda manggil Ying Hui pakai nama depannya, kayak manggil teman sendiri dan bukannya atasannya)


Yuan Feng menemui Yi Mei di kantornya dengan membawakan buah-buahan yang dia beli di desa. Yi Mei heran kenapa Yuan Feng datang kemari karena seingatnya Yuan Feng tadi berkata kalau dia mau pergi mewawancarai Ying Hui. 

Yuan Feng membenarkan kalau dia memang mewawancarai Ying Hui tapi ternyata Ying Hui menuntut Mo Sheng lah yang harus jadi fotografernya, makanya sekarang dia ada waktu menemui Yi Mei.


Yi Mei kaget mendengarnya, dia lalu bertanya penasaran apalagi yang Ying Hui katakan? Yuan Feng dengan polosnya bercerita kalau dia dan rekannya yang lain merasa aneh mendengar tuntutan Ying Hui itu. 

Yang lebih aneh lagi, Ying Hui bilang kalau dia penggemarnya Mo Sheng. Dan saat dia berkata kalau dia dan Mo Sheng teman dekat, Ying Hui langsung memberinya kartu nama bahkan mengajaknya makan bersama kapan-kapan. 

Dari semua itu, Yuan Feng yakin kalau Mo Sheng dan Ying Hui pasti saling mengenal.

Yi Mei curiga, bagaimana bisa Mo Sheng berteman dengan orang seperti Ying Hui. Yuan Feng tidak terlalu ambil pusing masalah itu, mungkin saja mereka bisa berteman. 

Tapi kalau mereka teman lalu kenapa Ying Hui menghubungi pihak majalah dan bukannya menghubungi Mo Sheng langsung? tanya Yi Mei. 

Yuan Feng menduga mungkin hubungan mereka tidak terlalu dekat. Tapi Yi Mei merasa hubungan Mo Sheng dan Ying Hui tidak sesederhana itu.

Yi Mei bertanya apalagi yang belum Yuan Feng katakannya padanya? Yuan Feng langsung mengalihkan topik dan bertanya jam berapa Yi Mei pulang kerja karena dia ingin mereka makan bersama. 

Yi Mei kecewa, dia berusaha menolak ajakan Yuan Feng itu secara halus dengan menyarankan kapan-kapan saja makan bersama... tapi kemudian dia berubah pikiran dan menyarankan agar sebaiknya Yuan Feng mengajak Yi Chen dan Mo Sheng makan bersama mereka. Yuan Feng tentu saja langsung senang dan langsung bergerak cepat membooking restoran.


Firma hukum kedatangan klien wanita cantik, klien itu aslinya kliennya Yi Chen tapi Yi Chen kemudian menyerahkan kasus wanita itu ke Lao Yuan.

Wanita itu terang-terangan mengaku kalau dia tidak mau Lao Yuan yang menjadi pengacaranya, dia tetap menginginkan Yi Chen apalagi selama ini Yi Chen selalu mewakili ayah dan pamannya dalam kasus mereka.

Lao Yuan berkata kalau saat ini jadwalnya Yi Chen sangat sibuk dan baru kosong sekitar 4 bulan yang akan datang. Wanita itu tidak peduli, dia tetap ngotot menginginkan Yi Chen dia bahkan bersedia membayar dobel. 

Tidak punya pilihan lain, Lao Yuan pun akhirnya memberitahu kalau Yi Chen baru saja menikah jadi mungkin sebentar lagi Yi Chen akan cuti untuk bulan madu.

Setelah mendengar kabar itu, wanita itu jadi kecewa dan langsung tidak mau lagi dengan Yi Chen. Bahkan dengan cepat dia berubah haluan dan minta Xiang Heng saja yang jadi pengacaranya. 

Beberapa saat kemudian setelah membicarakan kasusnya dengan Xiang Heng, wanita itu pun pergi.


Setelah mengantarkan wanita itu sampai ke pintu depan, Lao Yuan terheran-heran wanita itu sebenarnya datang untuk mencari pengacara atau mencari suami? (hahahaha).

Saat Lao Yuan melihat Yi Chen turun dari kantornya, dia langsung protes karena Yi Chen telah banyak mencuri kasus pengacara lain dengan wajah tampannya.


Yi Chen lalu mengajak mereka berdua rapat membahas INSO. Dia telah menyelidiki INSO dan dia menemukan INSO banyak melakukan pelanggaran sehubungan dengan hak cipta. 

Jika mereka menerima kerja sama ini maka masalah ini bisa saja menyeret firma hukum mereka jatuh sampai ke dasar. Karena itulah Yi Chen menyarankan sebaiknya mereka mundur dari kerja sama ini.


Trio pengacara kemudian menyampaikan keputusan mereka ini pada Linda yang kemudian minta bicara berdua saja dengan Yi Chen. 

Begitu Lao Yuan dan Xiang Heng pergi, Linda langsung menyindir Yi Chen karena menurutnya Yi Chen membatalkan proyek besar yang bisa membawa banyak keuntungan untuk firma hukumnya ini hanya karena takut mengambil sedikit resiko.

Linda yakin keputusan Yi Chen ini pasti karena alasan pribadi. Linda pun langsung berbohong kalau Mo Sheng pergi meninggalkan Ying Hui karena bertengkar masalah anak yang mereka adopsi. 

Gara-gara masalah itu, Mo Sheng marah dan langsung kembali ke Cina. Dan sekarang Ying Hui kembali ke sini untuk mengikuti Mo Sheng. (Wah kurang ajar bener deh! tega amat pakai acara manfaatin Xiao Jia!)


Yi Chen tentu saja kaget mendengar Ying Hui dan Mo Sheng punya anak adopsi. Melihat reaksi Yi Chen itu, Linda menyadari kalau Ying Hui ternyata benar Yi Chen memang tidak tahu menahu tentang anak adopsinya Ying Hui dan Mo Sheng. 

Maka Linda pun semakin bersemangat meneruskan kebohongannya, ia mengatakan kalau Mo Sheng dan Ying Hui mengadopsi anak itu saat Mo Sheng masih belum menyelesaikan studinya karena mereka berdua ingin menjadi ayah dan ibu. 

Gara-gara perpisahan mereka, anak adopsi mereka itu sekarang kehilangan orang tua angkatnya dan keadaannya sekarang jadi sangat menyedihkan, bahkan anak itu terus menerus menelepon karena ia sangat berharap ibunya akan kembali.

Merasa berhasil membohongi Yi Chen, Linda menasehati Yi Chen bahwa walaupun Yi Chen dan Mo Sheng adalah cinta pertama masing-masing tapi sekarang segalanya sudah berubah. 

Sayangnya, Yi Chen sama sekali tidak terperdaya oleh kebohongannya. Dengan sikap tenangnya, Yi Chen memberitahu Linda bahwa Linda telah membuka semua kartunya terlalu cepat dan itu artinya Linda sudah tidak punya tipuan lain.

"Mengungkapkan informasi yang direncanakan dengan seksama agar terlihat seolah tak disengaja. Bagi seorang pengacara, itu adalah kejadian biasa. Taktik ini tidak akan mengalahkan musuh sesuai rencanamu" ujar Yi Chen


Linda langsung terdiam kalah. Pertemuan mereka terpotong cepat saat Mei Ting datang mengabarkan kedatangan klien Yi Chen yang lain. 

Saat tengah membicarakan kasus bersama kliennya yang lain, Yi Chen tiba-tiba ditelepon Ying Hui yang telah mendapat kabar penolakan kerja sama ini.

Ying Hui bertanya kenapa Yi Chen menolak kerja sama ini, apa karena hubungannya dengan Mo Sheng? 

Yi Chen menegaskan kalau dia tidak pernah mencampuradukkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan, lagipula firma hukum ini bukan miliknya seorang jadi dia tidak akan membiarkan masalah pribadinya mempengaruhi kepentingan orang lain.


"Baguslah kalau begitu. Aku tidak mau kau salah paham" ujar Ying Hui

"Jangan khawatir, presdir Ying. Tidak ada kesalahpahaman. Anda sudah tahu bahwa kami sudah menikah. Karena kami sudah memutuskan untuk menikah jadi kami tidak peduli dengan masa lalu"

Mendengar sindiran itu, Ying Hui langsung mengingatkan bahwa Yi Chen juga pernah menjadi masa lalu. Dia juga mengingatkan Yi Chen bahwa segala sesuatu di dunia ini bisa berubah. 

Menyadari Ying Hui tengah menyatakan perang dengannya, Yi Chen dengan santainya memberitahu Ying Hui bahwa Ying Hui menggunakan taktik menyerang lawan dengan segala cara, sementara dia menggunakan taktik menunggu lawannya kelelahan dulu.

Ying Hui dengan sinis berkata kalau Yi Chen sangat pintar bicara dan karena itulah dia ingin bicara panjang lebar dengan Yi Chen... tapi setelah dia kembali dari Hong Kong nanti.


Di acara reuni, teman-teman Ying Hui dan mantan pacarnya sudah datang. Mereka saling ngobrol membicarakan kehidupan masing-masing dengan ribut sementara mantannya Ying Hui (Tong Xin Ying) menatap keluar jendela seorang diri. 

Pembicaraan mereka mulai beralih menggosipkan Xin Ying dan Ying Hui. Bagaimana dulu Xin Ying mencampakkan Ying Hui, tapi sekarang setelah Ying Hui jadi orang kaya mereka yakin kalau Xin Ying pasti menyesal.

Mereka bertanya-tanya apakah Ying Hui akan datang. Banyak yang ragu karena Ying Hui sekarang orang besar. 

Tapi yang tidak disangka-sangka, Ying Hui tiba-tiba muncul dan mereka semua pun langsung menyambutnya dengan hangat. Hanya Xin Ying yang tampak sangat gugup dan takut mendekati Ying Hui.


Salah seorang pria kemudian mempersilahkannya duduk dan memberinya kursi disamping Ying Hui. Tapi Ying Hui hanya menyapanya dengan anggukan kepala seolah mereka tak punya hubungan akrab di masa lalu. 

Mereka mulai memuji-muji kesuksesan Ying Hui tapi tiba-tiba Linda datang untuk membisiki sesuatu pada Ying Hui. Entah apa yang dikatakan Linda, tapi sepertinya kabar itu sangat penting karena Ying Hui langsung pamit pergi. Walaupun tidak mengatakan apapun, tapi Xin Ying tampak sangat sedih dengan kepergian Ying Hui yang sangat mendadak.

Tak lama setelah Ying Hui pergi, Xin Ying juga pergi. Tapi ternyata Ying Hui tidak benar-benar pergi, dia sebenarnya sedang menunggu di luar bersama Linda. 

Menunggu apakah Xin Ying akan menyusulnya atau tidak, dan ternyata dugaannya tepat begitu mereka melihat Xin Ying turun dengan wajah sedih.

Ying Hui memberitahu Linda kalau Xin Ying sangat pintar menunjukkan ekspresi seperti itu. 

Bahkan saat Xin Ying memutuskannya dulu, Xin Ying juga berekspresi seperti itu. Ekspresi seolah Xin Ying lah yang dicampakkan dan bukannya sebaliknya.


Saat Xin Ying melihat Ying Hui, Linda bertanya-tanya akankah Xin Ying menghampiri Ying Hui? Dan ternyata dugaannya tepat, Xin Ying langsung menghampiri Ying Hui dengan senyum manis. 

Xin Ying bertanya kenapa Ying Hui masih belum pergi? Ying Hui mengaku kalau dia sebenarnya sedang menunggu Xin Ying, Ying Hui mengaku kalau dia ingin menemui Xin Ying untuk melihat apakah Xin Ying bahagia. 

Xin Ying meminta maaf atas apa yang dilakukannya di masa lalu. Xin Ying berkata kalau dia tidak punya pilihan lain saat itu karena waktu itu ayahnya sakit.


"Bagaimana bisa aku menyalahkanmu. Memikirkan masa lalu, kita telah kehilangan banyak hal"

"Kita tidak kehilangan apa-apa. Kau berhasil meraih jauh lebih banyak. Aku sangat bangga dengan keberhasilanmu"

"Apa kau tahu apa yang kumaksud? Kita sudah tidak muda lagi dan tidak usah terus menunggu. Kau mengerti apa maksudku kan?"

"Aku kan sudah bilang, kebahagiaan terbesarku adalah melihatmu bahagia"

Menyadari kekeraskepalaan Xin Ying, Ying Hui pun cepat-cepat menyudahi percakapan mereka dengan memberitahu Xin Ying kalau dia sudah memanggil supirnya untuk mengantarkan Xin Ying pulang. Xin Ying menerima tawaran Ying Hui itu dengan senang hati.


Setelah Xin Ying pergi, Ying Hui memberitahu Linda kalau Xin Ying ternyata masih sama seperti dulu. Sekali lihat, dia bisa langsung tahu kalau Xin Ying itu cuma berakting. 

Ying Hui heran pada dirinya sendiri kenapa dulu dia tidak bisa melihat hal itu? Linda berkata bahwa cinta itu buta, Linda menyarankan agar sebaiknya Ying Hui memberikan hadiah untuk Xin Ying. 

Hadiah atas apa yang dilakukan Xin Ying pada Ying Hui di masa lalu, hadiah yang dimaksudkan untuk mengembalikan semua rasa sakit yang pernah Xin Ying berikan pada Ying Hui dulu.


Yi Mei dan Yuan Feng mengundang Yi Chen dan Mo Sheng makan bersama. Tak lama kemudian, Yi Chen datang tapi dia tidak bersama Mo Sheng karena dia barusan dari daerah lain yang tidak satu arah dengan kantornya Mo Sheng. 

Yi Chen bertanya kenapa tiba-tiba Yi Mei mengajak mereka makan bersama. Yi Mei bilang tidak ada alasan tapi kemudian dengan cepat niat aslinya mulia ketahuan saat dia mulai membahas tentang Ying Hui yang hanya mau diinterview oleh Mo Sheng.

Yi Chen cukup kaget mendengarnya karena biasanya dia tidak membicarakan masalah pekerjaan dengan Mo Sheng. 

Mendengar itu, Yi Mei semakin bersemangat menyinggung (dengan cara halus) tentang kedekatan Mo Sheng dan Ying Hui yang mungkin tidak biasa. Dia bahkan menyindir (dengan cara halus juga) keberhasilan Mo Sheng dalam mendapatkan pria sehebat Yi Chen di kampus dan pria sehebat Ying Hui di Amerika. Hadeeh... kukira Yi Mei mau nyerah beneran, ternyata enggak yah -_-


Bersambung ke episode 20

Post a Comment

0 Comments