Sinopsis My Sunshine episode 12

Sinopsis My Sunshine episode 12


Majalah TREASURE punya proyek baru yaitu mewawancarai pria elite. Pria muda yang tampan, jomblo, sudah mapan, punya pekerjaan yang bagus dan berasal dari latar belakang yang baik. Ada 2 pria kandidat, yang satu seorang arsitek yang baru memenangkan sebuah penghargaan dan yang kedua adalah He Yi Chen.

Xiao Hong mengenali Yi Chen karena pernah melihat Mo Sheng bersama Yi Chen tapi saat dia menanyakannya ke Mo Sheng, Mo Sheng malah diam saja.


Para pegawai yang lain mengenali Yi Chen sebagai pengacaranya Xiao Xiao, kepala editor membenarkannya. Memang pihak majalah dan Yi Chen pernah punya masalah dulu tapi sekarang masalah mereka sudah selesai. Kepala editor yakin kalau mereka bisa mewawancarai Yi Chen, maka mereka pasti bisa membuat sejarah.

Yi Qing setuju jika mereka mewawancarai Yi Chen apalagi baru-baru ini Yi Chen memenangkan sebuah kasus besar, dia yakin nama Yi Chen pasti akan membawa keuntungan bagi mereka. 

Salah seorang pegawai tidak setuju, menurutnya yang bisa membawa keuntungan bagi mereka bukanlah nama Yi Chen tapi wajahnya. Jadi lebih baik jika mereka menggunakan wajah Yi Chen untuk bagian cover.


Yuan Feng pesimis kalau mereka akan bisa mewawancarai Yi Chen apalagi Yi Chen bukan cuma pengacara hebat tapi penghasilannya per konsultasi pun sangat amat besar. Tapi kepala editor tetap bersikeras ingin menjalankan proyek ini, dia lalu bertanya siapa diantara mereka yang bersedia menjalankan proyek ini?

Yi Qing langsung angkat tangan, dia ternyata lulusan universitas yang sama dengan Yi Chen, terlebih lagi dia dan Yi Chen dulu pernah terlibat dalam sebuah acara di kampus, jadi dia yakin kalau Yi Chen pasti mau memberinya kesempatan untuk wawancara (Hmm... sepertinya dia ga kenal Mo Sheng, mungkin waktu dia mulai kuliah, Mo Sheng udah pergi ke Amerika).


Xiao Hong punya calon lain yang menurutnya lebih baik untuk menjalankan proyek ini yaitu Mo Sheng yang dekat dengan Yi Chen. Kepala editor jadi bertanya-tanya, apakah Mo Sheng dan Yi Chen punya hubungan lain selain pertemuan untuk membahas kasusnya Xiao Xiao?

Saat Mo Sheng cuma diam, kepala editor jadi yakin dengan dugaannya. Tapi saat dia hendak menyerahkan proyek ini pada Mo Sheng, Mo Sheng malah menolaknya. Mo Sheng berkata kalau dia tidak punya hubungan apapun dengan Yi Chen lalu cepat-cepat pamit pergi. Kepala editor akhirnya menyerahkan proyek ini ke Yi Qing yang sangat percaya diri kalau dia pasti bisa membuat janji dengan Yi Chen.


Keesokan harinya, Yi Chen baru tiba di kantor saat Mei Ting memberitahunya bahwa ada telepon dari majalah TREASURE yang ingin mewawancarainya. Tapi Yi Chen yang marah pada Mo Sheng, langsung menolak tawaran wawancara itu tanpa mau bicara sedikitpun dengan perwakilan majalah. Dia bahkan menegaskan pada Mei Ting kalau dia tidak mau menerima telepon siapapun dari TREASURE.


Saat tiba waktunya pulang, Yi Chen masih sibuk dengan pekerjaannya. Lao Yuan datang untuk memberitahunya kalau malam ini akan ada acara kumpul-kumpul bersama pengacara yang lain. Dia sangat yakin kalau Yi Chen pasti tidak mau datang ke acara itu. Tapi secara mengejutkan, Yi Chen tiba-tiba beranjak bangkit dan menyatakan kesediaannya untuk ikut.


Para pengacara yang lain pun kaget saat melihat Yi Chen datang. Hmm... tapi sepertinya Yi Chen ikut hanya supaya dia bisa melampiaskan stresnya dengan minum-minum.


Setelah menghabiskan beberapa gelas, mendadak Yi Chen langsung pamit pergi dengan alasan masih ada pekerjaan yang lain. Lao Yuan dan Xiang Heng benar-benar heran dengan sikap Yi Chen yang tidak seperti biasanya hari ini. Mereka menduga mungkin Yi Chen buru-buru pergi untuk menemui Mo Sheng.


Nope! He goes straight home. Yi Chen berusaha berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaannya tapi pada akhirnya dia menyerah dan menutup laptopnya.


Tak lama kemudian, Xiang Heng nyelonong masuk ke rumah Yi Chen. Yi Chen sendiri sampai heran melihatnya. Ternyata Xiang Heng mendapatkan kunci rumah Yi Chen dari cadangan kunci yang Yi Chen simpan di kantor. Yi Chen bertanya apakah Xiang Heng membuka pintu kantornya?

Xiang Heng menjawab kalau dia bukan membuka tapi menerobos. (err... apanya yang musti diterobos? kantor firma hukum mereka kan ga ada pintunya, kecuali pintu depan) Yi Chen langsung berceramah tentang hukuman bagi orang yang menerobos masuk ke properti orang lain... bla bla bla... tapi Xiang Heng sama sekali tidak mempedulikan ceramahnya. Xiang Heng datang karena mencemaskan Yi Chen, ia lalu mengajak Yi Chen minum-minum lagi karena dia membawa wine mahal.


Yi Chen pergi ke dapur untuk mengambil gelas. Yi Chen ingat dia masih menyimpan satu set teko yang dia beli bersama Mo Sheng waktu itu. tapi sekarang dia memutuskan untuk membuang satu set teko itu di gudang.


Sambil menikmati wine-nya, Xiang Heng bertanya ada apa dengan Yi Chen? Apa karena Mo Sheng? Yi Chen langsung membenarkannya. Xiang Heng jadi bertanya-tanya bagaimana rasanya ditolak 2 kali oleh satu wanita yang sama? Yi Chen langsung protes apa Xiang Heng datang hanya untuk menabur garam pada lukanya?

"Apa kau tahu kenapa aku tidak bersimpati padamu?" tanya Xiang heng "Karena kau sendiri yang memintanya (tidak ingin dikasihani). Kau ingin menggambar gunung dan dataran yang penuh bunga-bunga tapi kau malah menggambar pohon biasa. Lalu bagaimana kau akan bisa menggambar keseluruhan gambarnya?"


Sebagai teman yang baik, Xiang Heng berusaha mengalihkan perhatian Yi Chen pada wanita lain. Dia memberitahu Yi Chen kalau tadi dia bertemu dengan seorang wanita cantik yang turun di lantai apartemennya Yi Chen. Xiang Heng yakin kalau wanita itu pasti menyukai Yi Chen karena tadi wanita itu tanya padanya apakah dia temannya Yi Chen. Xiang Heng menyarankan agar Yi Chen ngobrol dan mendekati wanita itu.

"Kau saja yang mendekatinya kalau kau tertarik padanya" jawab Yi Chen, ia lalu menghabiskan winenya dengan sangat cepat sampai Xiang Heng protes, itu kan wine mahal bagaimana bisa Yi Chen menghabiskannya dengan cara seperti itu. Yi Chen tidak peduli apalagi dia merasa red wine itu kurang nendang jadi dia memutuskan untuk minum white wine saja.


Sementara itu di Amerika, Ying Hui menonton berita tentang perusahaan INSO yang akan diinvestigasi oleh Federal Trade Commision karena INSO dicurigai melakukan praktek anti-trust (praktek monopoli). Gara-gara berita ini, Ying Hui terpaksa harus menunda semua jadwalnya termasuk keberangkatannya ke Cina.


Mo Sheng pergi ke lapangan olahraga di kampus, ia menangis sedih mengenang kata-kata kejam Yi Chen malam itu.

 

Ia kemudian memutuskan untuk cuti dan kembali ke kampung halamannya. Kedatangannya disambut oleh hujan deras. Saat berjalan keluar dari stasiun kereta, Mo Sheng teringat kenangan masa lalunya dengan Yi Chen di stasiun kereta itu. Saat dulu dia mengejar Yi Chen dan berusaha meminta nomor telepon rumahnya Yi Chen tapi Yi Chen tetap menolaknya. Semua kenangannya bersama Yi Chen di kota ini, selalu menyertai setiap langkahnya saat ia berjalan menyusuri kota kampung halamannya ini.


Mo Sheng ternyata kembali ke kampung halamannya untuk menemui ibunya tapi saat ia mengetuk pintu, tidak ada yang membukanya.


Kebetulan saat itu bibi tetangga baru pulang dan melihat Mo Sheng. Mo Sheng bertanya apakah ibunya masih tinggal disini? Bibi tetangga mengiyakannya. Bibi tetangga sepertinya tidak tahu hubungan Mo Sheng dan ibunya yang renggang, ia bahkan mengomeli Mo Sheng karena menurutnya Mo Sheng membiarkan ibunya tinggal sendirian dan tidak pernah memberi kabar.


Flashback,
Mo Sheng kecil berusaha mencari perhatian ibunya dengan menunjukkan gambarnya yang mendapat nilai seratus tapi ibunya sama sekali tidak peduli bahkan tidak pernah sedikitpun melirik hasil kerja Mo Sheng.


Bahkan saat Mo Sheng demam pun, dengan cueknya dia menyerahkan urusan merawat sakitnya Mo Sheng ke ayahnya Mo Sheng. Bahkan setelah ayahnya meninggal dunia pun, ibunya menyuruhnya untuk tidak menghubunginya lagi dan tidak usah kembali ke Cina.


"Ayahmu telah menghancurkan hidupku. Sekarang aku bisa hidup dengan tenang. Aku tidak mau lagi bertemu dengan siapapun yang punya kaitan dengannya" itulah yang pernah ibunya Mo Sheng ucapkan padanya (Tega amat nih ibu! biarpun benci sm suaminya tp masak segitunya sm anak sendiri?)


Kembali ke masa kini,
Mo Sheng bertanya tentang kesehatan ibunya. Bibi tetangga bilang ibunya Mo Sheng sehat tapi saat ini ibunya Mo Sheng sedang pergi liburan dan mungkin akan kembali 5 hari lagi. Mengetahui ibunya ternyata sehat bahkan hidup dengan baik, Mo Sheng memutuskan untuk pergi saja. Tapi sebelum pergi, ia bertanya pada bibi tetangga tentang letak makam ayahnya.


Setelah mendapatkan informasi dari bibi tetangga, Mo Sheng langsung mengunjungi makam ayahnya. Mo Sheng menyesal karena butuh waktu lama baginya untuk mengunjungi makam ayahnya tapi dia mengaku kalau dia sebenarnya tidak mau kembali, dia merasa lemah dan sulit menerima kenyataan kalau ayahnya sekarang hanya tinggal nama. Mo Sheng masih ingat saat ayahnya membelikannya cheese cake sebelum ia berangkat ke Amerika dulu.

"Waktu itu ayah menipuku. Ayah menyuruhku pergi ke Amerika untuk melihat apakah tempat itu bagus atau tidak. Ayah bilang kalau tidak bagus aku boleh pulang"

Kenyataannya walaupun tempat itu tidak bagus tapi dia malah tetap saja tidak bisa pulang. Tapi walaupun begitu, Mo Sheng ingat betapa besar cinta ayahnya padanya dulu.

 

Mo Sheng lalu memberitahu ayahnya kalau Yi Chen ingin memulai hubungan mereka dari awal lagi. Mo Sheng bertanya apakah menurut ayahnya itu ide yang bagus, karena sejujurnya dia merasa itu bukan ide yang bagus.

Yi Chen pria yang sangat luar biasa dan ada banyak sekali wanita yang menyukainya. Yi Chen pasti bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik. Mereka sudah berpisah cukup lama dan sekarang hubungan mereka lebih seperti orang asing. 

Jadi kalau mereka memulai hubungan mereka kembali, Mo Sheng yakin mereka akan saling bertentangan, pada akhirnya Yi Chen pasti akan sangat kecewa padanya. 

Mo Sheng takut kalau mereka sampai berpisah lagi, kalau sampai itu terjadi dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya nanti. Mo Sheng merasa lebih baik bertahan dengan keadaannya yang sekarang karena setidaknya dia sudah terbiasa.


Saat Mo Sheng kembali ke kantor, dia melihat kepala editor dan Yi Qing tengah menonton acara TV-nya Yi Mei yang mewawancarai Yi Chen. Setelah membahas masalah hukum, Yi Mei bertanya tentang hal lainnya yang tidak berhubungan dengan hukum tapi pastinya membuat para penonton penasaran: Apa Yi Chen masih single?

"Sekarang iya, tapi sebentar lagi tidak" jawab Yi Chen. Jawaban itu cukup mengejutkan bagi Yi Mei tapi dengan cepat kembali melanjutkan pekerjaannya dengan profesional sampai selesai.


Setelah menonton acara interview itu, kepala editor langsung menyukai Yi Chen. Menurutnya Yi Chen sangat tampan dan para wanita pun pasti akan sangat tertarik padanya. Saat mereka melihat Mo Sheng, kepala editor memberitahunya bahwa dia sudah memutuskan untuk menugaskan Yi Qing dan Mo Sheng dalam proyek terbaru mereka (Mo Sheng bertugas sebagai fotografernya, Yi Qing bertugas menulis artikelnya).

Tapi karena Yi Chen menolak tawaran interview mereka, kepala editor menyarankan Yi Qing untuk mencari pria lain saja. Bagaimana kalau si arsitek? saran kepala editor. Tapi Yi Qing tetap bersikeras mewawancarai Yi Chen. Yi Qing sudah punya solusi, dia punya seorang teman yang bekerja di stasiun TV yang pasti bisa membantunya untuk menghubungi Yi Chen, temannya itu pernah bekerja sama dengan Yi Chen di sebuah acara dulu.


Yi Qing dan Mo Sheng bekerja sama mewawancarai seorang pria pengoleksi barang antik. Setelah selesai, Yi Qing mengajak Mo Sheng makan bersama. Awalnya Mo Sheng menolak karena Yi Qing akan makan bersama dengan temannya tapi Yi Qing bilang tidak apa-apa, dia sudah bilang pada temannya kalau dia bersama Mo Sheng.

Mo Sheng akhirnya ikut makan bersama Yi Qing dan temannya (kakak Li). Kakak Li adalah presenter yang bekerja di stasiun TV. Kakak Li bisa menebak dengan tepat kalau Yi Qing mengajaknya makan pasti untuk meminta bantuannya dalam proyek mewawancarai Yi Chen. Yi Qing membenarkannya dan meminta kakak Li untuk membantunya menghubungi Yi Chen.


Yi Qing merasa penolakan Yi Chen mungkin karena Yi Chen tidak ingat padanya padahal dulu mereka pernah menjadi MC bersama di acara festival kampus. Kakak Li tidak percaya karena dia yakin kalau wanita cantik seperti Yi Qing pasti akan meninggalkan kesan yang mendalam pada pria. (err... definitely not for Yi Chen y'know).

Kakak Li bahkan menyemangati Yi Qing untuk memanfaatkan kesempatan ini mendekati Yi Chen karena setahunya Yi Chen masih belum punya pacar, apalagi Yi Chen benar-benar kandidat sempurna untuk menjadi suami dan menantu. Yi Qing jadi malu karena kakak Li membicarakan masalah seperti ini dihadapan rekan kerjanya. (Pfft! mereka membicarakan Yi Chen tanpa tahu siapa Mo Sheng dan hubungannya dengan Yi Chen)


Kakak Li tidak yakin kalau Yi Chen akan bersedia diwawancarai apalagi oleh majalah wanita. Dulu waktu dia mengundang Yi Chen ke acara TV-nya, dia benar-benar membutuhkan banyak perjuangan membujuk Yi Chen. Yi Chen saat ini sangat sibuk dan tidak ingin terlibat dalam program TV manapun. Dia mau muncul dalam acara TV-nya Yi Mei pun berkat permintaan dari Yi Mei sendiri yang notabene adalah adiknya Yi Chen sendiri.

Yi Qing meminta kakak Li untuk mencoba bicara dengan Yi Mei, tapi kakak Li tidak yakin karena Yi Mei sangat protektif terhadap kakaknya dan lagi hubungannya dengan Yi Mei tidak begitu dekat. Tapi kakak Li ingat saat dia mengundang Yi Chen ke acara TV-nya 2 tahun yang lalu, Yi Chen pernah bertanya apakah wawancara ini bisa membuatnya berdiri di tempat yang bisa dilihat semua orang?

Waktu itu kakak Li tidak begitu mengerti apa maksud Yi Chen tapi kemudian dia menyadari bahwa sepertinya Yi Chen menanyakan itu karena Yi Chen sangat peduli dengan rating acaranya dan apakah acaranya akan dilihat oleh banyak orang. Dari situ, kakak Li menyadari sebenarnya Yi Chen tidak sesederhana yang dia kira. Walaupun tidak terlalu yakin tapi kakak Li berjanji akan mencoba membantu Yi Qing.


Saat keluar restoran, mereka melihat orang-orang sedang menata sebuah panggung. Yi Qing heran kenapa Mo Sheng menatap orang-orang itu dengan begitu intensnya. Mo Sheng berkata kalau dia hanya teringat pada masa lalunya.

 

Dulu dia dan temannya pernah berjalan-jalan disini, tapi mereka terpisah dan Mo Sheng butuh waktu sangat lama untuk menemukannya. Mo Sheng bilang pada temannya bahwa jika dia masih belum bisa menemukannya maka dia akan naik ke atas panggung.

"Kenapa?" tanya Yi Qing

"Dia juga bertanya seperti itu. Aku bilang padanya, karena aku tidak bisa menemukannya maka aku akan berdiri ditempat dimana dia bisa melihatku agar dia bisa menemukanku"

Hmmm... jadi Yi Chen bersedia diwawancara oleh kakak Li 2 tahun yang lalu itu dengan harapan supaya Mo Sheng melihatnya dan kembali padanya.


Yi Qing bertanya apakah Mo Sheng menyukai temannya itu? Mo Sheng membenarkannya, dia mengaku kalau dia sangat menyukai temannya itu.

Teman yang sangat disukai Mo Sheng itu, saat ini sedang rapat membahas sebuah kasus. Tapi saat Yi Chen baru mulai mempresentasikan kasusnya, tiba-tiba dia mengeluh sakit di bagian perutnya.



Bersambung ke episode 13

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam