Sinopsis Le Coup de Foudre Episode 6 - 1

 Sinopsis Le Coup de Foudre Episode 6 - 1

Tahun 2006...

Qiao Yi dan Wu Yi belanja kartu ucapan tahun baru di toko buku dan Wu Yi tanpa ragu memilih yang mahal. Dia akan beli dua, yang satu buat Guru Gao dan yang satu pastinya buat Da Xiong.


Karena kartu itu mahal banget, Qiao Yi menyarankannya untuk tidak melepas label harganya biar mereka melihat ketulusan Wu Yi pada mereka. Tentu saja, Wu Yi memang akan melakukan itu.

"Tapi, kau belum memilih kartu untukku." Protes Wu Yi.

Qiao Yi agak ragu, mungkin karena harga-harganya yang mahal. Tapi Wu Yi ngotot mau kartu-kartu yang dijual di sini, soalnya kartu-kartu yang dijual di gerbang sekolah jelek banget.

Dia bahkan langsung memilih sendiri... dan memutuskan untuk memilih yang paling murah (Heee, Wu Yi pengertian banget). Dia memilih dua kartu gambar kucing. Yang satu adalah hadiah Qiao Yi untuknya, dan yang kedua adalah hadiahnya untuk Qiao Yi.


Ibunya Yan Mo sedang memasak saat Yan Mo pulang sekolah. Hmm... tapi sepertinya ia tidak pintar masak. Masakannya malah jadi gosong. (Pfft! Mungkin karena ini Yan Mo lebih suka makan sandwich)

Mereka akhirnya makan sandwich yang lebih layak makan. Dari curhatannya, Ibu ternyata menikah muda dulu. Tapi karena ia selalu sibuk tour kemana-mana, Ibu jadi tidak pernah punya waktu untuk belajar memasak.


Ibu lalu memasukkan jemurannya Yan Mo ke dalam lemari tapi malah kaget melihat ada kaos Tom and Jerry di antara deretan kaos putih polosnya Yan Mo.

Ibu langsung penasaran dengan kaos itu, apa ini kaosnya Da Chuan? Yan Mo canggung mengaku kalau itu kaosnya sendiri. Ibu jadi tambah heran mendengarnya, dia beli sendiri? Bukankah Yan Mo biasanya cuma mengenakan satu jenis kaos?

"Itu hadiah gratisan waktu aku beli CD," alasan Yan Mo.

"Kalau begitu akan ibu sumbangkan saja."

Yan Mo langsung panik menghentikannya sambil beralasan kalau kualitas kaos itu bagus, jadi mending disimpan saja. Pfft! Ibu jadi semakin heran mendengarnya.


Keesokan harinya di sekolah, Da Chuan langsung menanyainya tentang kakak sepupunya yang sudah pulang. Berapa lama dia akan tinggal kali ini.

"Dia akan tinggal bersamaku selama libur musim dingin."

"Kalau begitu, aku akan ke rumahmu malam ini. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Aku merindukannya. Oke, yah?"

Yan Mo mengiyakannya saja sambil bersin-bersin. Qiao Yi jadi cemas, apa dia kena flu? Apa dia sudah minum obat? Tapi Yan Mo mengaku kalau dia tidak minum obat.

Neneknya seorang dokter. Sejak kecil, neneknya selalu bilang bahwa semua obat ada efek sampingnya. Manusia memiliki sistem imun, cukup dengan minum banyak-banyak air putih dan berolahraga maka dia pasti akan sembuh.


Wu Yi membeli banyak sekali kartu dan menyuruh Qiao Yi untuk membantu menulisnya. Qiao Yi ragu, soalnya tulisan tangan mereka kan beda. Wu Yi santai, tidak akan ada seorangpun yang akan memperhatikan tulisan tangannya.

Wu Yi sendiri cuma akan menulis dua kartu yang dia peruntukkan khusus untuk Guru Gao dan Da Xiong.


Tapi saat Wu Yi memberikan kartu itu untuk Da Xiong, dia bahkan tidak tampak tertarik sedikitpun, malah nyinyir mengatai Wu Yi kekanak-kanakan.

Bahkan saat Wu Yi tanya apakah dia tidak akan membacanya, Da Xiong berkilah kalau sekarang lagi banyak orang jadi nanti saja bacanya. Dia beralasan kalau dia lagi stres gara-gara persiapan ujian akhir, tapi makasih yah atas kartunya ini (Preet! Padahal sebelum Wu Yi datang tadi, dia malah lagi asyik flirting sama cewek lain).

Wu Yi memperhatikan Da Xiong punya jam tangan baru. Da Xiong beralasan kalau ini hadiah dari kakaknya dari Jepang.

"Lalu, apa kau menyiapka hadiah tahun baru untukku?" Tanya Wu Yi penuh harap.

"Tentu saja... Happy New Year."

Udah? Itu doang? Wu Yi jelas kecewa. Kartu itu jelas tidak berarti apapun baginya, dia bahkan langsung melemparnya ke laci meja begitu kembali ke kelas.


Di kelas, Qiao Yi sedang sibuk menulis kartu-kartu itu sementara Miao Miao and the geng asyik sendiri menggosip tentang produk baru sepatu Nike.

Miao Maio bahkan sumbar tentang janji ibunya bahwa jika dia masuk 5 besar, maka ibunya akan membelikannya sepatu Nike model baru itu.

Mereka terus saja ngomong ngalor-ngidul tentang sepatu merk itu sampai ujung-ujungnya mereka mulai mencari siapa yang tidak pakai sepatu bermerk dan melihat Wu Yi pakai sepatu Nike KW.

Wu Yi langsung minder. Guan Chao mendengar gosipan mereka, tapi Wu Yi lah yang maju nyinyirin sepatu bermerk itu dan buru-buru membubarkan grup gosip itu dengan mengklaim kalau guru mereka mau mengadakan ujian sebentar lagi.


Ibu baru selesai membuat kue saat Da Chuan dan Yan Mo pulang. Yan Mo langsung masuk kamar mandi sementara Da Chuan langsung lari penuh semangat ke kue yang baru matang itu.

Mumpung Yan Mo di kamar mandi, Ibu langsung memanfaatkan kesempatan untuk mencari tahu asal-usul kaos Tom and Jerry itu dari Da Chuan. Apa da yang membully Ya Mo di sekolah? Lihatlah kaos ini? Ini kan bukan gayanya Yan Mo, dia pasti menderita shock mental hingga jadi begini.


Da Chuan santai saja mengiyakan semuanya sambil terus makan. Ibu sampai kesal menghentikannya dan menyuruhnya untuk mencari tahu tentang kaos ini.

"Kurasa Qiao Yi yang memberikan kaos ini." Ujar Da Chuan.

Ibu langsung senang mendengar putranya punya teman. "Apa mereka dekat?"

"Lumayan."

"Cowok apa cewek?"

"Cewek."

"Pacarnya?"

"Bukan."

Ibu terus saja tanya-tanya tentang si Qiao Yi itu, tapi Da Chuan mulai kesulitan menjawab karena Ibu menanyakan segala informasi personal Qiao Yi yang jelas tidak Da Chuan ketahui.


Ibu langsung gregetan menepuki d~~a Da Chuan sambil memaksanya untuk mencari segala informasi tentang Qiao Yi. Da Chuan sampai keselek gara-gara perbuatan Ibu itu.

Yan Mo baru keluar dari kamar mandi saat itu, Ibu buru-buru menyembunyikan kaos itu sambil diam-diam mengisyaratkan Da Chuan untuk menyembunyikan masalah ini Yan Mo. Yan Mo geli sendiri melihat Da Chuan keselek, mengira Da Chuan keselek gara-gara kue buatan ibunya nggak enak.


Di rumah, Qiao Yi tiba-tiba ngotot mau bantu Ibu memetiki sayuran. Tapi Ibu tegas menolak dan menyuruh Qiao Yi fokus belajar saja, sebentar lagi dia akan menghadapi ujian akhir semester.

Tapi Qiao Yi jelas lagi ada maunya dan langsung memberanikan diri mengutarakan keinginannya, dia ingin membeli sepatu baru. Sepatunya yang sekarang kan sudah cukup lama, kakinya juga semakin besar sekarang.

Tapi Ibu malah berkata kalau tadi Guan Chao bilang mau beli sepatu juga, jadi Ibu kasih Guan Chao uang untuk beli sendiri. Qiao Yi jelas kesal.

"Ibu rasa toko sepatu di pasar ada diskon, ibu akan membawamu ke sana besok."

Qiao Yi terpaksa mengiyakannya lalu masuk kamar dengan lesu dan kecewa. Sementara itu, Guan Chao tampak baru saja membeli sepatu Nike di sebuah mall.


Qiao Yi bercerita bahwa sejak dulu, dia selalu iri sama anak tunggal. Kalau di keluarganya kan ada dua anak, jadi semuanya harus serba dua.

Tapi karena keluarganya tidak kaya, jadi sering kali jika Guan Chao menyukai sesuatu, dia akan langsung bersikap manja dan bermulut manis pada ibu biar dibeliin.

Dia tahu kalau uangnya ibu terbatas, makanya dia tidak tega ngomong. Karena itulah, berebut kesempatan sangatlah penting di dalam keluarganya.


Keesokan harinya, Guan Chao lagi-lagi bekerja nyervis komputer di warnet. Bos warnet itu perhatikan kalau Guan Chao sepertinya sedang menabung cukup banyak uang, mau dia buat apa?

"Begini, aku selalu takut pergi ke rumah sakit sejak kecil. Makanya impianku adalah membuka sebuah rumah sakit. Semua dokter dan perawatnya harus wanita dan semua wajib pakai rok pendek." Canda Guan Chao.

Bersambung ke part 2

1 komentar:

  1. Ceritanya sangat menarik 😍 , ditunggu episode-episode selanjutnya 💪💪

    ReplyDelete