Saturday, April 27, 2019

Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 7 - 2

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 7 - 2

Wei Yi kembali ke asramanya dan menapati Ah Ke sedang ngobrol di telepon sama pacarnya tentang acara club gathering.


Tapi Wei Yi malah mendapati lemarinya sudah diobarak-abrik. Parahnya lagi, dia tidak menemukan kaos kakinya di lemari. Ke mana semua kaos kakinya?

Temannya yang satu lagi memberitahu kalau Ah Ke mengambilnya untuk diberikan ke ceweknya buat menyembunyikan boiler. Ah, ternyata pacarnya Ah Ke itu Meng Lu.

"Eh, pacarnya nelpon dia untuk mengajak kita ke acara club gathering, apa kau mau ikut?"

Wei Yi menolak. Ah Ke mencoba membujuknya untuk ikut dan membantu pacarnya, ini acaranya pacarnya untuk menaikkan nilai extra-kulikulernya. Tapi Wei Yi ngotot menolak, dia tidak tertarik.


Mo Mo duduk semeja dengan Meng Lu di kantin. Tapi tiba-tiba dia melihat Meng Lu dadah-dadah ke arah... Wei Yi? Hah? Mo Mo heran, mereka saling mengenal.

"Dia pacarku."

"Hah?! Kau punya pacar baru?"

"Sudah berapa lama kita tidak saling berbagi rahasia? Aku kan sudah putus sama mantanku. Lalua bertemu cowok baru melalui game kampus kita digabung. Masa aku belum pernah memberitahumu? Perasaan sudah deh."

Mo Mo bingung. Tepat saat itu juga, dia malah melihat Wei Yi berjalan ke arah mereka. Dia sontak panik menutupi mukanya, padahal bukan cuma Wei Yi yang datang, Ah Ke juga.


Meng Lu akhirnya memperkenalkan Ah Ke, dan baru saat itulah Mo Mo mengerti. Ah Ke pun memperkenalkan Meng Lu pada Wei Yi sebagai pacarnya.

"Aku tahu," ujar Wei Yi.

Mo Mo heran, bagaimana bisa dia malah tidak tahu apa-apa? Terus, Wei Yi dan Ah Ke...?

"Teman sekamar."

Sepasang kekasih baru itu benar-benar romantis saling menyuapi satu sama lain. Wei Yi sepertinya iri, mungkin ingin melakukan hal yang sama pada Mo Mo. Hehe.


Meng Lu penasaran apakah Ah Ke sudah memberitahu Wei Yi tentang acara club gathering-nya? Mo Mo tambah bingung, acara apaan? Kenapa dia tidak tahu apa-apa?

"Akan kuajak kau bersenang-senang. Pokoknya ikut saja."

Tapi sepertinya Mo Mo tidak akan bisa ikut, dia kan harus magang. Meng Lu meyakinkan kalau acaranya ini akan dilakukan sebelum jadwal magangnya Mo Mo dimulai.

Acara ini bisa membantunya menaikkan nilai ekstrakurikulernya, jadi Mo Mo wajib membantunya. Lagian apa dia tidak mau bersenang-senang dulu sebelum magang?... acaranya ke pantai loh.

Mo Mo mendadak antusias, "kalau begitu aku ikut."

"Apa kau juga akan ikut?" Tanya Meng Lu ke Wei Yi.

"Dia tidak akan ikut." Mo Mo yakin.


Tapi yang tak disangka semua orang, Wei Yi malah berkata. "Aku ikut." (Pfft!)

Ah Ke bingung, "Kau bilang tadi tidak mau ikut?"

"Kau tidak bilang kita mau ke pantai."

Ah Ke hampir saja mau nyolot, tapi Meng Lu yang lebih peka situasi, dengan cepat menginjak kaki Ah Ke untuk membungkam mulutnya.  

Usai makan siang, kedua pasangan itu pun berpisah. Mo Mo lalu mengajak Wei Yi untuk membantunya mengepak sisa barangnya di asrama, nanti dia traktir semangka deh. Wei Yi setuju dengan senang hati.


Stres teringat kejadian waktu itu, Fu Pei langsung melampiaskannya dengan asal melempar bola basketnya. Tapi bola basket itu malah mental tepat mengenai d~~anya sampai dia roboh.

Saat dia kembali ke asrama, Ah Ke sedang sibuk di teleponnya untuk menyiapkan segala sesuatu untuk acara gathering itu. Tapi sepertinya ada masalah dengan perhitungan orangnya.

"Bagaimana bisa cuma 14 orang? Apa kau sudah memasukkan Si Tu Mo?"

Kontan saja nama itu langsung menarik perhatian Fu Pei dan dia langsung menyatakan mau ikut acara itu juga.

 

Wei Yi dan Mo Mo naik lift menuju apartemen mereka sambil membawa beberapa barang-barangnya Mo Mo. Karena dia cuma bawa sedikit barang, Mo Mo ingin membantu Wei Yi berbagi beban, tapi Wei Yi menolak dan menyuruh Mo Mo untuk mengambil kunci di kantong depan tasnya.

Err... di situ kan ada k~~~~m. Wkwkwk! Mo Mo menemukan kuncinya beserta kotak yang dia kira permen karet itu. Dia langsung saja membuka isinya bahkan sebelum Wei Yi sempat mencegahnya dan langsung melotot kaget melihat isinya. Wkwkwk!

Kontan saja keduanya langsung kagok. Lift tiba-tiba terbuka, sontak keduanya langsung rebutan ingin keluar tapi malah mendapati kalau mereka masih di lantai satu.


Tak lama kemudian, mereka duduk dengan canggung menghadapi benda itu. Mo Mo pasti salah mengira itu permen karet waktu itu dan asal saja mengambilnya. Lalu... apa mau disimpan di lacinya Wei Yi?

"Buang saja."

"Yakin?"

"Kau boleh menyimpannya kalau mau."

"Dibuang saja." Tapi sebentar, Mo Mo penasaran. "Kenapa kau menyimpannya di dalam tasmu... apa ada aktivitas tertentu malam ini?"

Malu, Wei Yi dengan cepat menutupinya sambil bergaya sok playboy. "Mau bergabung?"

Pfft! Mo Mo langsung membuang benda itu dan pergi.


Sesuai janjinya, Mo Mo memberikan setengah bagian semangkanya untuk Wei Yi. Tapi... dia penasaran, di mana surat kontraknya? Berikan surat kontrak itu padanya.

Wei Yi kontan memalingkan mukanya dengan canggung, dia tidak menyimpannya kok. Terus ada di mana benda itu, tidak ada padanya juga. Yakin Wei Yi tidak mengambilnya?

"Ngapain juga aku mengambilnya?"

"Iya juga sih. Kau tidak mungkin se-gabut itu untuk menyimpannya untuk membantu ibuku mengancamku."

Mo Mo akhirnya pergi untuk mencarinya di tempat lain, padahal barang yang dicari-carinya itu ada di dalam lacinya Wei Yi dan sekarang Wei Yi bingung di mana lagi dia harus menyembunyikannya.


Beberapa hari berlalu begitu saja, mereka menjalani segalanya bersama-sama. Keluar rumah bersama, main game bersama, dan lain sebagainya... hingga tibalah saatnya pergi ke acara club gathering itu.

Tapi saat Mo Mo membuka pintu mobil, dia malah mendapati Fu Pei juga ikut dan itu kontan membuat senyumnya menghilang.


Mereka tiba di pantai tak lama kemudian dan langsung bekerja sama membangun tenda-tenda... lalu menceburkan diri ke laut dan bermain air dengan gembira.

Tapi cuma Wei Yi seorang yang ragu masuka ke air dan cuma menonton mereka di tepi. Melihat itu, Fu Pei langsung menyeretnya paksa ke air hingga akhirnya dia bisa juga menikmati suasana.


Begitu keluar dari air, Mo Mo berniat mau masuk tenda kosong, tapi Niu Niu dan Meng Lu sengaja mendorongnya ke tenda yang ada Shan Shan di dalamnya biar kedua gadis itu bicara lagi.

Mengira yang masuk ada Meng Lu, Shan Shan memintanya untuk membantunya mengikat rambutnya. Mo Mo yang awalnya berniat menghindar, akhirnya memutuskan untuk membantu Shan Shan.

Menyadari yang bersamanya ternyata Mo Mo, Shan Shan tiba-tiba usul agar mereka berkompetisi secara adil... untuk mendapatkan Fu Pei. Mo Mo geli mendengarnya. Dia tidak akan melakukan itu.

"Apa maksudmu?"

"Hanya saja... aku tiba-tiba merasa tidak menyukainya lagi."

"Apa karena aku?"

"Aku bersumpah bukan karenamu."

Kedua gadis itu akhirnya akur lagi, Meng Lu dan Niu Niu pun senang.


Mo Mo berniat mau menerbangkan layang-layang sendirian, tapi malah tak sengaja menubruk Wei Yi. Wei Yi akhirnya membantunya menerbangkan layang-layang itu dan kali ini sukses, Mo Mo senang.

Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba dia melihat Fu Pei juga sedang bermain layang-layang bersama para wanita lainnya dan itu kontan membuat Mo Mo sedih.

"Apa kau baik-baik saja?" Cemas Wei Yi.

"Beberapa orang itu seperti layang-layang, tetap terbang selama benangnya dipegang. Tapi mereka tidak pernah berpikir bahwa orang yang memegang benangnya mungkin lelah. Mereka tidak mau melepaskannya karena rasanya berat melakukan itu."

Mendengar itu, Wei Yi langsung saja memutus benangnya. "Tidak sesulit itu kok (untuk memutuskannya)."

Tapi Mo Mo malah kesal. "Gu Wei Yi, aku susah payah menerbangkan layang-layang itu, akan kubunuh kau!"


Mereka sontak kejar-kejaran dengan riang gembira dan Fu Pei hanya bisa melihat mereka dengan sedih. Shan Shan pun sedih melihat ekspresi Fu Pei itu.


Saking semangatnya mengejar Wei Yi, sandalnya Mo Mo sampai copot dana jadilah mereka bermain-main membuat jejak kaki. Mo Mo mendadak antusias bermain-main dengan cangkang-cangkang kerang di sekitarnya.

"Kudengar kalau kita bisa mendengar suara laut dari cangkang kerang. Apa kau tidak pernah melihat Spongebob, ada sebuah kerang ajaib yang mengetahui semua rahasia di laut. Kerang yang ini juga pasti mengetahui banyak rahasia juga."

Dia mencoba menempelkan kerang itu ke telinganya dan langsung heboh mendengar suara-suara dari dalamnya. Tapi Wei Yi malah menghancurkan kebahagiaannya dengan mengklaim kalau yang Mo Mo dengar itu cuma suara aliran darah yang mengalir ke otaknya dan suara udara.

Ujung-ujungnya dia jadi ceramah tentang ilmu fisika yang intinya adalah suara yang Mo Mo dengarkan dari dalam cangkang itu adalah suara udara yang mengalir masuk ke dalam cangkang itu dan suara aliran darahnya.

 

Mo Mo langsung ngambek dan menyuruh Wei Yi mengambili cangkang-cangkang itu. Dan Wei Yi benar-benar menurutinya. Da hendak mengambil salah satu kerang... tepat saat Fu Pei mendadak muncul hendak mengambil kerang yang sama.

Epilog:


Suatu pagi, Mo Mo baru keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Wei Yi yang hendak masuk kamar mandi. Tapi Mo Mo mendadak panik melarangnya masuk sekarang, tunggu dulu sebentar. Pfft! Kayaknya dia habis BAB dan masih bau.

Bersambung ke episode 8

1 komentar:

Hai, terima kasih telah berkunjung. Tinggalkan komentar kalian, yah ^^