Sunday, April 14, 2019

Sinopsis About is Love Episode 15 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 15 - 1

Tanpa tahu apa yang sedang dilakukan Wei Qing, Zhou Shi sontak menerobos masuk ke ruangan itu sambil marah-marah menuduh Wei Qing yang mengganti bajunya. Pfft!


Jelas saja Wei Qing jadi panik dan buru-buru menutup laptopnya, Asisten An pun cepat-cepat memutus sambungan mereka. Ngapain Zhou Shi masuk kemari? Dia lagi rapat, tahu! Zhou Shi tak percaya, cuma ada Wei Qing seorang di sini, rapat apaan?

"Video meeting, memangnya kau tidak tahu itu apa?"

"Aku mana ngerti teknologi semacam itu... tunggu, mereka bisa melihatmu? Bearti mereka juga bisa...?"

"Melihatmu."

"Oh, tidak! Memalukan! Ini salahmu!"

"Menyalahkanku? Kau sendiri yang tidak ketuk pintu dulu."


"Apa yang sebenarnya terjadi semalam? Bagaimana bisa bajuku ganti?"

"Apa kau... mengingat sesuatu?"

"Ingat apa?"

"Mengingat apa yang terjadi antara kita berdua."

Zhou Shi kontan mendorongnya dengan kasar, memangnya apa yang terjadi di antara mereka. Tapi karena Zhou Shi benar-benar tidak ingat, Wei Qing akhirnya berbohong tidak terjadi apapun di antara mereka.

Zhou Shi tak percaya. Katakan saja apa yang terjadi, dan siapa yang mengganti bajunya. Wei Qing malah sengaja menggodanya dan mengklaim kalau di rumah ini cuma ada mereka berdua. Jadi menurut Zhou Shi, siapa yang mengganti pakaiannya.

 

Zhou Shi sontak murka dan menyerang Wei Qing dengan ganas... saat tiba-tiba saja terdengar suara bibi pembantu memanggil Wei Qing untuk sarapan. Zhou Shi jadi bingung, katanya cuma ada mereka berdua di sini?

"Rumah sebesar ini, mana mungkin cuma ada mereka berdua. Sudah pasti ada pembantu yang mengurusnya. Dia juga yang mengganti pakaianmu."

"Sungguh."

"Kalau tidak percaya, tanya saja sama bibi."

Wei Qing lalu mengajaknya keluar dan sarapan bersamanya.


Melalui aplikasinya, Qiu Jing mendapati lokasinya Zhou Shi masih belum berubah sedari kemarin. Berarti dia menginap di rumah Wei Qing. Fei Fei muncul saat itu dan penasaran, siapa yang menginap di rumah siapa?

Dia langsung mengecek kamarnya Zhou Shi dan mendapatinya kosong. Dia tidak pulang semalam? Bukannya mereka berdua menghadiri pesta bersama semalam? Di mana Zhou Shi sekarang?


Justru sekarang ini Qiu Jing sedang mencarinya. Tapi tepat saat itu juga, ada orang yang tiba-tiba meretas aplikasinya biar Qiu Jing tidak bisa melacak Zhou Shi lagi. Dan orang itu ternyata Ming Cheng

Qiu Jing jelas kesal. Dasar bodoh, nih orang pikir kalau ini bakalan bisa menghentikannya. Dia bisa membuat versi update-annya kali! Bego!

Ming Cheng mulai cemas melihat Qiu Jing bergerak cepat membenahi aplikasinya. Maka dia buru-buru nge-chat Qiu Jing dan mengiming-imingnya dengan proyektor konstalasi bintang yang baru saja datang... dan sukses! Qiu Jing seketika melupakan Zhou Shi dan bergegas pergi.


"Hei, kau mau ke mana? Kau bilang ke mana Zhou Shi pergi!"

"Ke mana Kak Zhou Shi?" Cemas Ning Fei yang baru saja mendengar percakapan mereka.

"Pendengaranmu bagus juga. Apa kau tidak memperhatikan tuanmu tidak pulang semalam?"

Ning Fei cemas dan usul agar mereka mencarinya saja. Fei Fei langsung kesal menolak, ngapain juga dia harus menuruti perintah Ning Fei?


Zhou Shi tidak selera makan saking penasarannya dengan kejadian semalam. Katakan saja, apa sih yang terjadi semalam? Dia benar-benar merasa tidak nyaman kalau Wei Qing tidak mau bilang.

Baiklah. Wei Qing pun mulai bercerita kronologi kejadian semalam sejak saat Zhou Shi salah ngasih hadiah, tapi dia sengaja melewatkan bagian tentang ci*man mereka dan langsung ke masalah tenggelamnya Zhou Shi hingga akhirnya dia membawa Zhou Shi ke kamar dan bibi pembantu membantunya ganti baju.

Zhou Shi lega. Cuma se-simple itu? Mereka tidak... Wei Qing mengiyakannya. Fiuh, syukurlah. Lega, Zhou Shi akhirnya bisa makan dengan lahap.


"Aku sudah tahu kalau kau itu seorang gentleman, kau tidak akan mengambil keuntungan saat aku tak sadarkan diri."

"Bukankah aku inis iblis dunia bisnis? Sejak kapan aku jadi gentleman?"

"Segalanya bisa berubah seriring waktu. Sebelumnya aku tidak tahu. Kadang-kadang kau kelewatan, jadi wajar kalau aku salah paham. Tapi sekarang, kau sepertinya orang baik."

"Karena aku orang baik, bisakah kita lebih banyak berinteraksi sekarang?"

"Oke!... Tapi cuma jadi teman."

"Bahkan sekalipun kau ingin lebih, aku tidak akan mau." Ketus Wei Qing. Tapi sekilas, dia tampak agak kecewa begitu mendengar ucapan Zhou Shi itu.

 

Tepat saat itu juga, Wei Qing menerima email daftar resume para pelamar kerja... yang salah satunya ternyata Ming Cheng. Kenapa dia?

Penasaran, Zhou Shi ikutan melongok tabletnya dan dia juga sama kagetnya dengan Wei Qing. Kenapa Wei Qing bisa punya resume-nya Ming Cheng?

Wei Qing menjelaskan bahwa perusahaannya setiap tahun selalu merekrut orang-orang berbakat lulusan universitas. Sepertinya Ming Cheng juga mendaftarkan diri.


Tapi Zhou Shi tidak mengerti. Kenapa Ming Cheng mengirim resumenya ke Yun Ma? Ming Cheng kan jurusan fisika, seharusnya dia melamar kerja jadi peneliti atau semacamnya.

Wei Qing merasa biarpun resume-nya Ming Cheng bagus, tapi untuk menjadi kandidat potensial, dia kurang pengalaman diantara para pelamar lainnya. Masih banyak orang yang mau kerja di Yun Ma, banyak yang sudah berusaha keras tapi gagal.

Zhou Shi tidak terima, kenapa Wei Qing tidak mau mempertimbangkannya? Ming Cheng sangat berbakat, jangan melewatkannya cuma karena ini bukan bidangnya.

"Maksudmu...?"

"Kusarankan sebaiknya kau bertemu dulu dengannya. Bahkan sekalipun kau mau menolaknya, setidaknya kau tetap memberinya kesempatan, bukan?"

"Sejak aku mengambil alih Yun Ma, aku tidak pernah mewawancarai seseorang secara langsung. Tidak pula para eksekutif penting. Kenapa juga aku harus mewawancarainya? Terutam orang yang sepertinya bakalan gagal."

"Tapi Kak Ming Cheng tuh beda."

"Apanya yang berbeda dari dia. Itu cuma pikiranmu saja. Aku tidak akan membuat perkecualian."

Lagian kalau dia mewawancarai Ming Cheng secara langsung, bukankah itu tidak adil bagi para pelamar lainnya? Iya sih, tapi... berhubung Zhou Shi sudah mengetahuinya, dia tidak bisa tidak membantu Ming Cheng. Dia pasti akan merasa menyesal setiap kali dia bertemu Ming Cheng kalau dia tidak membantu Ming Cheng.


Wei Qing akhirnya mau mengalah. Dia akan mewawancarai Ming Cheng, tapi... masalah dia akan dipekerjakan atau tidak, itu tergantung pada kemampuan Ming Cheng sendiri.

Tentu saja. Ming Cheng tidak boleh tahu kalau dia mendapat kesempatan wawancara melalui koneksi. Kalau Ming Cheng sampai tahu, Ming Cheng pasti akan dendam padanya.

"Cepat makan. Setelah selesai, akan kuantar kau ke kampus." Ujar Wei Qing dengan wajah cemberut.


Ming Cheng dengan antusias menyalakan proyektor bintang terbarunya untuk Qiu Jing sambil nyerocos panjang lebar tentang kehebatan alat itu.

Qiu Jing benar-benar kagum, dia mau beli alat ini, rasanya seperti melihat lautan bintang, dia mau bawa alat ini pulang.

"Sebenarnya, kau tidak perlu membelinya. Datang saja ke klub astronomi untuk menggunakan alat ini."

"Itu beda dong."

"Kalau kau sangat menyukainya, akan kupinjamkan alat ini padamu dan gunakanlah selama beberapa hari."
 

Senang, Qiu Jing kontan menyandarkan kepalanya ke Ming Cheng dengan manja sambil memuji-mujinya, dia bahkan berjanji akan mengurangi mengolok Ming Cheng, dia sama sama sekali tidak menyadari Ming Cheng yang jadi gugup gara-gara sikapnya.

"Cuma mengurangi? Kalau kau menyukai astronomi sebesar ini, kenapa kau mempelajari kimia?"

"Karena orang tuaku melarangku mengendarai kapal." (Hah?)


Ternyata cita-cita Qiu Jing adalah menjadi pelaut. Tapi di akademi ilmu pelayaran hanya adalah pelatihan profesional. Orang tuanya ingin dia minimal sarjana. Sayangnya, universitas mereka ini tidak ada jurusan itu.

Dan karena dia direkomendasikan, dia jadi dia tidak bisa memilih universitas lain. Makanya dia terpaksa mengambil jurusan kimia. Sebentar! Ming Cheng jadi bingung, kalau Qiu Jing direkomendasikan, terus kenapa dia mengikuti tes masuk universitas?

Soalnya tes itu kan perkara besar di negeri ini, setiap orang hanya punya satu kesempatan. Sayang sekali kan kalau dia melewatkannya. Yang penting Qiu Jing sudah punya pengalaman itu lah.

"Lalu bagaimana dengan masalah kegagalan di ujian bahasa?"

Itu karena pada malam sebelum ujian, Qiu Jing keracunan makanan setelah makan seafood. Jadi keesokan harinya, dia harus melakukan pembersihan usus di rumah sakit.

Wei Qing tak percaya mendengarnya. "Jadi sebenarnya kau tidak peduli, kan? Kau menganggap ujian itu cuma permainan."

"Terus? Kau mengikuti banyak ujian tapi kau masih belum mengerti kebahagiaan masa muda."


Ming Cheng ngaku kalah lagi deh. Qing Jing memang benar, menang atau kalah itu tidak penting, yang penting menikmatinya.

Tepat saat itu juga, Ming Cheng mendapat sms wawancara kerja jam 3 sore. Wow, kok bisa secepat ini dia mendapat jawaban? Qiu Jing penasaran dia melamar kerja di mana?

"Yun Ma."

Bersambung ke part 2

1 komentar:

  1. Lanjut.. .. Penasaran entr zhou shi gmn jdnya ama weiqing

    ReplyDelete