Recap Once We Get Married Episode 1 & 2

Bercita-cita menjadi seorang fashion designer, Gu Xi Xi memiliki banyak pengetahuan seputar fashion dan kain-kain. Berkat pengetahuannya itu, Xi Xi berhasil membongkar penipuan seorang wanita licik yang hendak menipu ibunya yang menjalankannya usaha laundry.

 

Usahanya sendiri adalah menjalankan toko online berupa jastip bersama seorang temannya, Lin Xiao Ya. Suatu hari, ada seorang klien yang tak ragu sedikit pun untuk menggunakan jasanya untuk membeli sebuah gaun pengantin super mahal yang merek-nya 'Marry Me', buatan seorang designer kenamaan bernama Alex. 

Gaun pengantin buatan Alex biasanya sangat amat mahal karena jumlahnya yang sangat terbatas dengan kualitas terbaik. Si klien besar itu bahkan bersedia memberikan DP yang jumlahnya sangat besar yang dia transfer saat itu juga.

Jadilah Xi Xi harus putar otak untuk mendapatkan gaun pengantin super mewah itu. Kebetulan Alex sedang berada di kota yang sama dan mengadakan pesta. Dengan bantuan Xiao Ya, Xi Xi pun berhasil mendapatkan undangan pesta itu dengan mudah.

Namun dalam perjalanan ke pesta, dia malah hampir menabrak orang gara-gara mobil lain yang menyalipnya dengan kecepatan tinggi. Untungnya orang yang hampir ditabraknya tidak kenapa-kenapa tapi mobil sewaannya jadi tertubruk pohon. Tapi entah kenapa pria itu tampak ketakutan.

Namun saat Xi Xi muncul di hadapannya dan mencemaskannya, pria itu kontan terpesona lalu tiba-tiba teringat akan kenangan masa kecilnya yang pernah mengalami kejadian serupa. Dulu entah apa yang terjadi padanya, dia tertunduk sedih di jalan, lalu seorang gadis remaja muncul di hadapannya dan mencemaskan keadaannya. Hmm, gadis yang sama kah?

Dengan canggung dan malu, pria itu mengaku kalau dia baik-baik saja, dia hanya sering teringat hal-hal buruk saat hujan seperti ini. Tepat saat itu juga, sekretaris pria itu datang. Pria itu pun langsung memerintahkan sekretarisnya untuk mengurus mobilnya Xi Xi lalu mengantarkan Xi Xi ke pestanya.

Pria itu tampak jelas tertarik pada Xi Xi, bahkan menggunakan alasan mobil itu untuk mendapatkan nomor kontaknya Xi Xi. Pria itu yakin sekali bahwa Xi Xi adalah si gadis remaja yang dulu, sayangnya, Xi Xi sudah tidak ingat padanya.


Namun gara-gara insiden tadi, Xi Xi malah jadi kehilangan undangan pestanya yang ketinggalan di mobil sehingga dia tidak bisa masuk. Tapi Xi Xi dengan cerdiknya mencari orang yang menurutnya paling tepat untuk dimanfaatkan biar dia bisa masuk.

Pandangan pertamanya jatuh pada seorang pria muda yang datang sendirian. Dia pura-pura menabrak pria muda itu, lalu sok akrab merapikan jas dan dasi kupu-kupunya Si Chen, lalu mengintilinya agak di belakangnya, membuat para penjaga mengira kalau mereka datang bersama.

Yang tidak Xi Xi ketahui, pria muda itu adalah Yin Si Chen, orang yang menggunakan jasa titipnya untuk membeli Marry Me. Yi Si Chen juga tidak tahu kalau wanita yang mengintilinya ini adalah orang yang dia sewa.

Yin Si Chen adalah presdir sebuah mall bernama Whymall yang sebenarnya ingin membeli gaun pengantinnya Alex hanya demi mendapatkan kepercayaan Alex demi meningkatkan publisitas perusahaannya sendiri.

Si Chen tentu saja tahu kalau Xi Xi sedang memanfaatkannya, namun dia sengaja diam saja. Dia bahkan sengaja memberi beberapa informasi tentang Alex padanya saat dia menyadari Xi Xi tampak tertarik pada Alex. 

Xi Xi dengan polosnya menggunakan informasi yang dia dapatkan dari Si Chen itu untuk mendekati Alex. Dia bisa langsung akrab sama Alex. Alex bahkan memuji baju yang Xi Xi pakai yang di-desain sendiri oleh Xi Xi itu.

Namun tiba-tiba dia diamankan oleh para penjaga yang mencurigainya berkat laporan seseorang. Dan seseorang itu tak lain tak bukan adalah Si Chen. Dia sengaja melakukannya untuk menguji Xi Xi bisa mendekati Alex atau tidak.

Dan sekarang setelah mengetahui Xi Xi bisa mendekati Alex, Si Chen sok berbaik hati menawarkan bantuan untuk menyelamatkan Xi Xi dari masalah ini, yaitu menawari Xi Xi untuk menjadi pendampingnya. 

Xi Xi cukup pintar untuk mengetahui niatan Si Chen yang sebenarnya hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk mendekati Alex. Tapi baiklah, Xi Xi terpaksa menyetujuinya. Tapi sebelum itu, Si Chen terlebih dulu menyempurnakan penampilan Xi Xi dengan kalung mewah yang dibawanya.

Sebenarnya ada wanita lain yang Si Chen inginkan untuk mendampinginya di pesta ini. Sayangnya wanita itu tidak bisa datang karena masih di Perancis. Jadi terpaksalah Si Chen melakukan ini pada Xi Xi.

Mereka pun mendekati Alex bersama-sama seolah mereka adalah sepasang kekasih. Si Chen memang sengaja memakai kalung itu, karena kalung itu adalah kalung buatan mendiang istrinya Alex, tapi dia berakting seolah dia tidak tahu menahu tentang sejarah kalung ini.

Alex sama sekali tidak menyadari kelicikan Si Chen, tapi Xi Xi bisa melihatnya dengan jelas. Alex bahkan ingin Xi Xi tampil di atas catwalk memakai gaun pengantin rancangannya dan kalung rancangan mendiang istrinya itu sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang istrinya.

Tapi Si Chen dengan cepat menyela, mengklaim kalau Xi Xi tidak enak badan lalu buru-buru menjauhkannya dari Alex. Bukan ini tujuan utamanya mendekati Alex dan tidak akan dia biarkan siapa pun atau apa pun menghalangi rencananya. Dia langsung mengambil kembali kalungnya dan mengusir Xi Xi.

Tapi tentu saja Xi Xi tidak pergi. Dengan cerdiknya dia memberitahu Alex kalau kalungnya hilang waktu dia masuk toilet tadi. Takut ketahuan, Si Chen terpaksa harus mengembalikan kalung itu padanya, pura-pura seolah Xi Xi lupa kalau kalung itu dititipkan padanya sebelum dia masuk toilet tadi.

Berhasil mendapatkan perhatian Alex kembali, Xi Xi dengan cepat memanfaatkan situasi untuk membujuk Alex untuk menjual satu gaun pengantinnya padanya, dan Alex langsung setuju. Dia bahkan mengundang Xi Xi datang ke kamar hotelnya besok untuk membicarakan masalah itu.


Si Chen jelas tak senang karena rencananya malah disalip sama Xi Xi. Begitu Alex pergi, Si Chen langsung memaksa Xi Xi berdansa bersamanya. Mereka pun berdansa sambil saling menyindir.

Xi Xi mau langsung pergi setelah itu, tapi tiba-tiba dia keseleo sehingga dia jadi oleng tepat ke arah kolam renang. Si Chen berusaha menangkapnya, tapi malah tak sengaja mencium bibirnya sebelum kemudian mereka sama-sama tercebur ke kolam renang.


Akan tetapi tujuannya menyelamatkan Xi Xi sebenarnya bukan menyelamatkan orangnya, melainkan menyelamatkan kalung yang dipakai Xi Xi. Xi Xi yang awalnya ingin berterima kasih, jadi sebal dan menarik kembali ucapan terima kasihnya dan mengembalikan kalung itu lalu pergi dengan kesal.

Dari Xiao Ya, Xi Xi akhirnya tahu siapa Yin Si Chen, seorang bujangan paling terkenal di kota ini, sekaligus pengusaha muda sukses yang mendirikan mall-nya sendiri yang merupakan mall termewah, dan pria itu terkenal sebagai 'Penyihir Bisnis'. Tapi Xi Xi tak terkesan sedikit pun, apalagi setelah pertemuan mereka tadi.

Pria yang hampir ditabraknya tadi adalah Mo Zi Xin, teman masa kecilnya. Sayangnya, hanya Zi Xin yang ingat padanya. Xi Xi sama sekali tidak ingat padanya. Zi Xin bahkan memiliki boneka yang mirip dengan bonekanya Xi Xi. Itu adalah boneka buatan Xi Xi sendiri. Zi Xin adalah seorang komikus dan tanpa Xi Xi sadari, dia sebenarnya rutin membaca webtoon karya Zi Xin.

Keesokan harinya, Xi Xi masih menunggu di lobi hotel. Namun yang tak disangkanya, Si Chen ternyata diam-diam memanfaatkan kesalahpahaman Alex terhadap hubungan mereka untuk mendahuluinya. Alex memberitahu bahwa mereka baru saja selesai menandatangani kontrak kerja sama.

Xi Xi terkejut mendengarnya. Tapi keterkejutannya malah membuat Alex mengira kalau ketidaktahuan Xi Xi itu pasti karena Si Chen ingin memberikan kejutan untuk Xi Xi. Dia jadi menyesal sudah merusak kejutan Si Chen untuk Xi Xi.


Xi Xi terpaksa pergi dengan tangan kosong, rencananya mendapatkan gaun pengantin itu gagal total, dan semua ini gara-gara si Yin Si Chen. Xi Xi jadi semakin kesal saat mendengar hasil penyelidikan Xiao Yan tentang mobil yang menyalipnya malam itu ternyata adalah mobilnya Si Chen.

Dan parahnya lagi, foto mereka ciuman sebelum tercebur ke kolam waktu itu, sekarang viral di internet. Viralnya foto itu langsung membuat pacarnya Xi Xi memutuskan hubungan mereka secara sepihak.

Tapi sebenarnya si pacar brengsek itu memang sengaja memanfaatkan momen itu untuk memutus hubungan dengan Xi Xi, soalnya dia sebenarnya selingkuh. Dan Xi Xi tak sengaja mengetahuinya saat hendak makan siang bersama Xiao Ya. Kebetulan pula saat itu, Si Chen berada di restoran yang sama, menyaksikan perdebatan mereka.

Malam harinya, Xiao Ya menemani Xi Xi minum-minum di bar. Xiao Ya prihatin, mengira Xi Xi pasti sedih banget. Tapi Xi Xi tetap positif untuk move on.

Dalam mabuknya, Xi Xi tiba-tiba ingin makan sayap ayam pedas dan langsung keluar, mau cari makanan itu. Kebetulan Xiao Yang juga meninggalkan tempat duduk mereka untuk pergi ke toilet.

Dan saat kursi mereka kosong itulah, Si Chen muncul dan langsung duduk di sana, mengira itu meja kosong. Xi Xi kembali tak lama kemudian dengan membawa sayap ayamnya. Tapi gara-gara mabuknya, Xi Xi jadi mengira kalau yang ada di hadapannya adalah Xiao Ya dan langsung merutuki Si Chen sebagai penyebab segala kesialan hidupnya.

Dia bahkan teriak-teriak menyatakan akan menghancurkan Si Chen. Malu, Si Chen langsung menariknya, tali malah membuat Xi Xi berakhir di pangkuannya. Xi Xi santai saja mencari posisi enak di dadanya sambil  bergumam minta dianterin pulang.


Si Chen pun memanggil sekretarisnya untuk mengantarkan Xi Xi pulang. Tapi saat baru memasukkan Xi Xi ke mobil, Xi Xi tiba-tiba mengira kalau Si Chen adalah sayap ayam lalu menciumnya. Pfft! Nyam-nyam-nyam, tidak pedas!

Si Chen jelas kaget dan canggung karenanya, apalagi kejadian itu disaksikan langsung oleh sekretarisnya. Saat hendak memasangkan seatbelt-nya, Xi Xi malah menyadarkan dirinya ke dada Si Chen lalu meremasnya, mengira itu bantal, tapi kenapa bantalnya keras yah? Si Chen benar-benar tidak bisa bergerak gara-gara dipeluk terus sama Xi Xi.

Keesokan harinya, Xi Xi bertemu Zi Xin di restoran langganannya. Di sinilah, Zi Xin mulai mengingatkan Xi Xi akan dirinya yang merupakan teman masa kecil Xi Xi, teman yang pernah dia beri boneka sebagai penangkal hujan biar Zi Xin tidak takut sama hujan.

Zi Xin berniat menggratiskan biaya perbaikan mobilnya, tali Xi Xi keukeuh mau membayarnya kembali. Tapi dia hanya bisa mencicilnya, jadi dia sengaja membuat sebuah surat hutang. Tapi Zi Xin sungguh tidak mau menerimanya. 

Jadi dia mengalihkannya dengan mengingatkannya Xi Xi akan janjinya dulu, bahwa Xi Xi akan mengajarinya menggambar. Jadi sebagai ganti biaya perbaikan mobil, Zi Xin menuntut Xi Xi untuk mengajarinya menggambar saja. Dia sengaja tidak memberitahu kalau dia penulis komik. Dan Xi Xi langsung menyetujuinya.

 Demi membantu keluarganya yang sedang butuh uang, Xi Xi bertekad untuk mendapatkan gaun pengantinnya Alex dan menyelesaikan transaksi dengan klien misteriusnya.

Terlebih dulu dia pergi mencari Si Chen ke perusahaannya. Dan dia bisa masuk dengan mudah karena para resepsionis mengira kalau dia kekasihnya Si Chen berdasarkan foto-foto yang viral di internet itu.

Kebetulan saat dia masih menunggu, dia melihat seorang wanita berjalan masuk ke ruangannya Si Chen dengan berlenggak-lenggok bak model catwalk sambil marah-marah seolah lagi marah sama pacarnya yang brengsek. 

Tapi saat mereka keluar tak lama kemudian, dia malah melihat mereka pelukan. Dia jadi mengira kalau Si Chen tuh playboy cap badak, padahal sebenarnya kedua orang itu cuma sedang membicarakan kesepakatan bisnis.

Xi Xi sengaja meniru gaya jalan wanita tadi saat berjalan masuk ke ruangannya Si Chen dan dengan gaya sok elegan dan sok imut, menuntut Si Chen untuk memberikannya gaun pengantinnya Alex. 

Tapi Si Chen dengan dinginnya menyuruhnya membeli gaun pengantin itu 3 bulan yang akan datang di mall-nya. Karena mulai sekarang, mall-nya inilah satu-satunya tempat yang memiliki hak untuk menjual gaun pengantinnya Alex.

Xi Xi menolak menunggu, tapi dia tidak mau menyebutkan apa alasannya. Si Chen jadi mengira kalau Xi Xi ingin buru-buru menikah, tapi bukankah dia sudah putus sama pacarnya? 

 

Hah? Xi Xi heran mendengarnya, dari mana Si Chen tahu kalau dia sudah putus? Baru sadar dirinya keceplosan, Si Chen cepat-cepat menghindar dengan ganti topik dengan menyatakan bahwa dia mungkin akan bersedia memberikan gaun pengantinnya Alex secara cuma-cuma, tapi itu pun hanya pada istrinya, tapi dia tidak akan mungkin menikahi Xi Xi.

Xi Xi benar-benar kesal mendengarnya. Terkait gaun pengantin itu, Xi Xi yakin pasti bisa mendapatkannya dengan cara lain. Tapi yang paling dia permasalahkan adalah gosip hubungan mereka. Karena itulah dia menuntut Si Chen untuk mengklarifikasi gosip itu dan menghapus semua foto-foto mereka.

Tapi Si Cheng menolak. Karena jika dia melakukan itu sama saja dia membongkar kebohongan mereka pada Alex dan pada akhirnya akan membuatnya merugi. Kesal, Xi Xi sontak mengambil gelasnya Si Chen.

Si Chen refleks menahan tangannya, mengira Xi Xi mau menyiram mukanya. Tapi Xi Xi mengklaim kalau dia cuma mau minum dan langsung menenggak air itu sampai habis. Pfft!

Si Chen berdehem canggung saat dia memberitahu Xi Xi bahwa dia juga minum dari gelas itu tadi. Xi Xi jadi malu dan mau kabur, tapi malah tersandung tali sepatunya sendiri. Si Chen sigap menariknya, mereka pun berputar hingga Si Chen terjatuh menimpa Xi Xi di sofa. 

Kali ini mereka tidak berciuman, tapi kedekatan mereka kontan mengingatkan Xi Xi akan semalam, saat dia mencium Si Chen saat mabuk. Sekretarisnya Si Chen muncul saat itu, mereka pun sontak saling menjauh. Xi Xi mencoba meminta ganti rugi atas mobilnya yang Si Chen salip malam itu, tapi Si Chen malah menuduhnya menipu untuk mendapatkan uang. 

 Terang saja Xi Xi benar-benar kesal sehingga dia bersumpah akan balas dendam pada Si Chen. Hari itu juga, dia pergi menemui Alex dan meminta bantuannya.

Bersambung ke episode 3

Post a Comment

0 Comments