Sinopsis Prophecy of Love Episode 4 - 7

Rose mondar-mandir gelisah memikirkan apa sebenarnya rahasianya Khun Ying. Tepat saat itu juga, Rose melihat foto Khun Ying semasa muda bersama kakaknya.


Dia langsung melihat-lihat sebuah album foto dan mendapati sebuah undangan pernikahan. Tapi itu bukan undangan pernikahan Jenderal dengan Khun Ying, melainkan undangan pernikahan Jenderal dengan Kakaknya Khun Ying.

Rose jadi ingat akan prediksinya tentang sifat-sifat Khun Ying yang hanya mencintai satu orang tapi tidak sabaran dan gegabah. Bersama dengan orang yang dia cintai, mereka akan mencapai posisi tertinggi tapi hidup tidak semanis yang dia bayangkan. Mungkin sebentar lagi, dia akan berkonflik dengan orang terdekatnya karena masa lalu.

Rose mencoba mengingat kembali penglihatannya akan Khun Ying yang mengunjungi sebuah kuil. Sekarang Rose ingat detil kecil yang dia lewatkan. Khun Ying mengunjungi makam kakaknya.

"Jangan-jangan... rahasianya Khun Ying berhubungan dengan Nuchanart?"

 

Tiba-tiba Sek mengetuk pintu, mau memberinya makan. Rose bergegas mengembalikan album foto itu dan mengambil vas bunga. Dan begitu Sek masuk, Rose langsung menghantamnya dan kabur secepatnya.


Khun Ying mendengar suara teriakan Sek. Cemas, dia langsung mengeluarkan pistol. Tapi tepat saat itu juga, ayahnya tiba-tiba muncul dan jelas kaget melihat Khun Ying membawa senjata. Khun Ying pun melihat ayahnya ada di sini.

"Polisi sedang mencarimu dan Sek. Suamimu meneleponku dan berpikir kalau kau ada di sini. Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau menculik wanita itu? Lepaskan dia. Aku tidak akan menghancurkan hidup orang lain lagi, kumohon padamu."

"Aku tidak bisa melepaskannya. Aku harus melakukan ini. Aku tidak bisa membiarkan wanita itu menghancurkan hidupku!"

"Wanita itu tidak salah apa-apa. Kau sendirilah yang menghancurkan hidupmu sendiri."

"Ayah membantuku sebelumnya. Bantulah aku sekali lagi saja. Kumohon. Aku tidak akan membuat Ayah merasa menyesal lagi."

Rose mendengarkan semua percakapan mereka. Tapi tiba-tiba Sek mengejarnya. Rose pun bergegas melarikan diri. Khun Ying sontak panik mengejarnya.


Rose kebetulan lari melewati rumahnya Ran. Dia langsung meminta pertolongan Ran. Tapi Ran tiba-tiba ingat siapa Rose, dia peramal yang meramal tentang Rawee.

Padahal Rose bahkan tidak mengenalnya. Tapi ingatan itu kontan membuat Ran jadi kesal pada Rose. Dia langsung mendorong Rose dengan kasar dan mengunci pintunya.

Rose jadi panik, apalagi Khun Ying berhasil menyusulnya dan langsung menyeretnya pergi. Ran menyaksikan segalanya, tapi dia diam saja.


Chang akhirnya mendapatkan informasi tentang hubungan Khun Ying dengan wanita ini. Mereka adalah kakak-adik, wanita ini meninggal dunia karena tabrakan mobil 19 tahun yang lalu.

Waktu itu, Kakaknya Khun Ying sendirian di rumah sedangkan Khun Ying mengendarai mobil dari Bangkok untuk menghadiri pernikahan kakaknya dan Jenderal.

Padahal pernikahannya akan diselenggarakan keesokan harinya tapi Kakaknya Khun Ying ternyata meninggal dunia lebih dulu. Dan sampai sekarang, pelaku tabrakan itu tidak pernah ditemukan.

Tapi kalau begitu, apa hubungannya kecelakaan wanita ini dengan ramalannya Rose? Thee ingat dengan apa yang Rose ucapkan pada Jenderal kemarin, Khun Ying mendatangi sebuah kuil dan menangis di depan makam seseorang.


Kratai menduga mungkin Khun Ying merasa bersalah karena dia mencuri Jenderal dari kakaknya? Bukankah mereka langsung menikah setelah kakaknya meninggal dunia?

"Kalau cuma masalah itu, kenapa juga dia harus menculik Rose?" Protes Paul.

"Mungkin bukan cuma itu." Ujar Chang.

Barusan dia mendapat informasi aneh tentang Khun Ying. Satu-satunya saksi yang menyatakan bahwa Khun Ying tidak ada di rumah pada hari kecelakaan itu adalah Sek.

Dan setelah kecelakaan itu, Khun Ying langsung menjual mobilnya padahal mobil itu belum lama dibeli. Dan setelah kejadian itu, Khun Ying langsung pindah ke Bangkok untuk bekerja dan menikah dengan Jenderal, dan tidak pernah lagi kembali kemari.

"Mungkinkah kecelakaannya Khun Nuchanart bukan sekedar kecelakaan."

Chang memperhatikan tanggal kematiannya dan menyadari bahwa besok adalah peringatan kematian Nuchanart yang ke-20. Tepat saat itu juga, Chang ditelepon rekannya yang mengabarkan bahwa mereka sudah mendapatkan petunjuk tentang Rose.


Khun Ying membawa Rose ke pantai yang sepi dan menodongnya. Rose berusaha membujuknya untuk tidak melakukan kesalahan apapun lagi. Tadi dia mendengar Khun Ying meminta ayahnya untuk membantunya sekali lagi. Bukankah itu artinya, Khun Ying pernah melakukan hal ini sebelumnya?

"Dan kalau tebakanku tidak salah, ini berhubungan dengan Khun Nuchanart, bukan?"

Khun Ying sontak emosi, mengira Rose sudah membohonginya dan benar-benar melihat rahasia masa lalu. Rose menyangkal. Dia sungguh hanya bisa melihat masa depan. Tapi masa depan adalah buah dari apa yang kita lakukan di masa lalu.

Apa yang dia lihat mungkin saja bisa menjadi kenyataan, tapi mereka mencegahnya agar tidak menjadi lebih parah.

"Apa yang harus kulakukan? Hah?! Kejadian itu sudah 20 tahun yang lalu! Bagaimana bisa yang mati, hidup lagi?!"

Rose kaget mendengarnya. Padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi malah Khun Ying sendiri yang mengakuinya.


Ayah kesal mengomeli Sek karena terus-menerus mendukung dan membantu Khun Ying dalam segala hal. Dia tahu Sek sangat mencintai dan menghormati Khun Ying, tapi seharusnya dia mencegah Khun Ying melakukan perbuatan yang salah dan bukannya malah membantunya.

"Maaf, saya akan memanggil Khun Ying."

Tepat saat itu juga, Chang dan yang lain datang. Paul hampir saja menyerang Sek kalau saja Chang dan Kratai tidak cepat mencegahnya. Chang langsung menuntut mereka untuk mengizinkannya menggeledah rumah mereka.

Ayah jujur mengaku bahwa Rose tidak ada di sini, dia sudah melarikan diri. Tapi sebaiknya mereka bergegas mencarinya karena Khun Ying mengejar Rose tadi.

"Kalau begitu, Khun Ying merencanakan dan memerintahkan Sek untuk menculik dan menyakiti Rose? Kenapa dia melakukan itu?"


Thee menduga kalau Khun Ying menculik Rose untuk membunuhnya karena Rose mengetahui rahasianya, rahasia bahwa dialah yang membunuh kakaknya sendiri. Dia takut jika ada orang yang tahu, kasus ini akan diinvestigasi lagi.

Sek menyangkal, Khun Ying cuma mau bicara sama Rose dan memastikan Rose akan menyimpan rahasianya sampai penghujung hari ini dan selama-lamanya karena besok kasus kematian kakaknya akan daluwarsa. Mana ada yang percaya. Kalau memang cuma itu, tidak perlu pakai acara menculik Rose.

"Kasus lama akan daluwarsa besok, tapi dia malah membuat kasus baru."

"Jika Rosita tidak bisa menyimpan rahasianya, kau benar-benar berpikir kalau dia tidak akan melakukan apapun terhadap Rosita?"

Khun Ying jadi semakin histeris karena sekarang Rose benar-benar sudah mengetahui rahasianya, dia tidak bisa melepaskan Rose. Dia langsung menyeret Rose pergi, entah mau membawanya ke mana.

Tiba-tiba Rose berhasil melepaskan diri darinya dan langsung lari. Panik, Khun Ying langsung nekat melepaskan tembakan padanya.

Bersambung ke episode 5

Post a Comment

0 Comments