Sinopsis Lucky's First Love Episode 11 - 2

 Sinopsis Lucky's First Love Episode 11 - 2

Bersama-sama mereka memapah Xia Ke pulang dan membaringkannya di sofa. Xing Yun langsung mengambil selimut dari salah satu laci yang jelas saja membuat He Yu cemburu, sepertinya Xing Yun hapal betul dengan rumah ini.


Xing Yun rasa He Yu lebih sering datang ke rumah Xia Ke ini lebih daripada dia, buktinya He Yu sampai tahu password rumah ini.

"Ini rumah cowok."

"Pak Xia tidak pernah mendiskriminasikan antara pria dan wanita. Aku hanya datang untuk kerja lembur."

He Yu percaya deh, Xia Ke memang seperti itu. Dulu waktu kuliah juga dia sering mengumpulkan semua teman mereka di apartemennya untuk melakukan penelitian.


Tapi Xing Yun penasaran Xia Ke kenapa. Ini pertama kalinya Xing Yun melihat Xia Ke semabuk ini. He Yu rasa ini karena kesibukan Xia Ke yang sangat padat belakangan ini, ditambah lagi dengan kembalinya Ling Shan.

Xing Yun jelas penasaran, ada masalah apa sih antara Xia Ke dengan Ling Shan? He Yu menolak menyebarkan rahasia. Yah sudah, Xing Yun pergi saja. Dan itu sukses membuat He Yu menyerah dan langsung membeberkan kisah beberapa tahun yang lalu.

Dulu, Xia Ke dan Ling Shan pernah berselisih. Terus mereka memutuskan untuk menyelesaikan masalah dengan balap mobil. Pada akhirnya, Xia Ke menabrak Ling Shan dan membuat Ling Shan cidera serius.

Lalu setelah itu, Ling Shan menghilang dari rumah sakit tanpa pamit dan hanya meninggalkan surat cerai untuk Shen Qing yang saat itu sedang hamil. Shen Qing lalu pergi ke luar negeri, meninggalkan keluarga Xia dan melahirkan Xiao Xi di sana.

Xing Yun mengerti, Pak Xia pasti menyalahkan dirinya sendiri karena menabrak Ling Shan yang pada akhirnya membuat Ling Shan meninggalkan Shen Qing. Tapi He Yu malah sinis mendengarnya.
 

Dalam flashback, sebenarnya memang Ling Shan-lah yang bersalah. Suatu hari saat dia menjemput He Yu dari sebuah hotel, dia malah tak sengaja melihat Ling Shan keluar bersama seorang wanita lain sambil berangkulan mesra.

Terang saja Ling Shan jadi emosi dan langsung mengejar mereka. Dan begitulah bagaimana akhirnya mereka balapan di jalan raya hingga terjadilah insiden tabrakan itu.

Nenek mereka tahu apa yang terjadi sebenarnya dan bergerak cepat menutupi masalah ini dengan mengumumkan bahwa ini hanya kecelakaan. Sementara untuk selingkuhannya Ling Shan, ia memerintahkan untuk segera dipindahkan ke rumah sakit lain sebelum reporter mengetahuinya dengan imbalan uang.

Neneknya Xia Ke merasa perselingkuhan cucu menantunya adalah sebuah aib. Karena itulah dia menggunakan semua koneksinya untuk menutupi kebanarannya, bahkan Shen Qing pun tidak tahu karena Xia Ke meminta Nenek untuk merahasiakan masalah ini dari Shen Qing.

Dia hanya meminta Nenek untuk membuat alasan apapun untuk menyingkirkan Ling Shan dari hidup Shen Qing. Dia tidak masalah biarpun Shen Qing tidak akan memaafkannya nantinya. Nenek setuju.


Begitulah bagaimana kemudian ia menyelesaikan masalah dengan memberikan sejumlah properti untuk Ling Shan dengan syarat dia tidak akan lagi menampakkan muka di hadapan keluarga Xia lagi.

Ling Shan jual mahal mengklaim kalau sekarang kakinya patah dan tidak bisa bekerja cari nafkah. Nenek dengan sinisnya menawarkan tambahan dua juta yuan, dan seketika itu pula Ling Shan menyerah dan menerima penawarannya tanpa ragu.


"Jadi, sampai sekarang Shen Qing masih belum mengetahui perselingkuhan Ling Shan? Kenapa Pak Xia merahasiakannya darinya?"

"Mungkin takut Shen Qing tidak bisa menerima kenyataan dirinya dikhianati Ling Shan. Kedua orang itu tumbuh bersama dan cukup sulit bagi mereka untuk bersatu. Luka hati itu sangat menyakitkan.

Selama bertahun-tahun, Shen Qing berpikir bahwa Xia Ke lah orang yang telah menghancurkan keluarganya. Biarpun sudah lama berlalu, tapi masalah itu tetap ada di antara mereka.

"Jadi, selama ini Tuan Xia menanggung segalanya seorang diri hanya demi melindungi Shen Qing dari ingatan akan cinta pertamanya?"


"Kau pikir dia bodoh, kan? Demi seseorang yang ceplas-ceplos dan mandiri seperti Shen Qing, Xia Ke lah yang paling mengkhawatirkan bagaimana perasaannya. Mungkin karena dia kakaknya sendiri, makanya dia buta terhadap kenyataan. Seseorang yang percaya diri seperti Xia Ke, tidak sembarang wanita bisa mengendalikannya."

Xing Yun setuju kalau Xia Ke itu memang bodoh. Tapi dia juga orang yang empatis dan adil. Mereka santai sja ngobrolin Xia Ke tanpa menyadari Xia Ke sebenarnya sudah bangun.

He Yu cemburu mendengar pujian Xing Yun terhadap Xia Ke dan langsung berusaha sumbar tentang berbagai kelebihan dirinya yang jujur dan tulus dan pastinya lebih cocok untuk Xing Yun.

"Bagaimana menurutmu, Keberuntungan Kecil?"

"Jangan panggil dia begitu." Tegur Xia Ke.


He Yu langsung menyuruh Xing Yun pulang. Berhubung Xia Ke sudah bangun, jadi dia sudah tidak dibutuhkan lagi. Tapi Xing Yun masih khawatir, apalagi Xia Ke masih mual-mual. Sungguh dia tidak menyangka kalau Xia Ke memiliki moral yang tinggi. Dia lalu meninggalkan madunya untuk Xia Ke lalu pamit.

Yang tak disangka, Xia Ke juga menyuruh He Yu pergi juga dan mengantarkan Xing Yun pulang. Tumben banget hari ini dia bersikap mendukung He Yu mengejar Xing Yun.

"Apa itu tantangan? Baiklah." He Yu langsung saja pergi menyusul Xing Yun.


Tapi di tengah jalan, Xing Yun tiba-tiba ditelepon Xia Ke yang mendadak ngomongin kerjaan dan menyuruhnya untuk menjelaskan padanya tentang rencana pengujian game mereka.

Dia bahkan tak peduli biarpun Xing Yun sedang tidak membawa materinya, utarakan saja idenya. Terpaksalah Xing Yun harus memberinya laporan dadakan dan He Yu cuma bisa tersenyum geli mendengar semua itu.


Shen Qing sedang membacakan dongeng untuk Xiao Xi saat tiba-tiba saja Xiao Xi tanya apakah ibu dan ayah akan bersama lagi.

"Xiao Xi, kau menginginkan ayah, bukan?"

"Aku ingin Om Chu Nan. Kenapa Ibu tidak membiarkan Om Chu Nan main sepak bola denganku?"

"Om Chu Nan punya kehidupannya sendiri."

"Apa Ibu sudah tidak mencintainya lagi?"

"Sayang, cinta itu ada banyak jenisnya, kau akan mengerti kalau sudah dewasa nanti. Sama seperti Ibu mencintaimu tapi Ibu tidak bisa bersamamu selamanya. Memiliki seseorang dalam hatimu dan menyimpan kenangan orang tersebut dalam hatimu sembari tetap melanjutkan hidupmu juga salah satu dari jenis cinta."



Frustasi, He Yu akhirnya kembali ke bar dan curhat sama bartender. Dia sungguh idak menyangka kalau dia bakalan jadi pemeran pembantu bagi orang lain padahal selama ini dia selalu yakin dia memiliki segala kualitas jadi pemeran utama.

Semakin keseriusannya diragukan, He Yu semakin ingin bertekad untuk membuktikan dirinya beneran serius. Bahkan saat ada seorang gadis yang tiba-tiba mendekatainya, He Yu sama sekali tidak tertarik padanya dan pura-pura tak kenal.

Tepat saat itu juga, Yao Qing datang dan langsung menyelamatkan He Yu dari wanita itu dengan pura-pura ngamuk bak seorang wanita yang mencurigai kekasihnya selingkuh. Dan wajah seramnya sukses membuat wanita ketakutan dan langsung pergi meninggalkan mereka.

"Aku barusan mengantarkan Direktur Xia-mu pulang barusan. Kau terlambat."

"Aku hanya berpikir untuk mampir dan minum-minum. Bagaimana kau akan berterima kasih padaku?"

"Kalau kita kelamaan di sini, kebohongan kita akan cepat ketahuan. Ayo pergi saja. Akan kubawa kau ke tempat yang sangat, sangat, sangat spesial."
 

Dan tempat spesial yang dimaksudnya adalah restoran Jepang langganan mereka semasa kuliah dulu. He Yu sungguh tidak mengerti, semua orang bisa melihat Yao Qing menyukai Xia Ke, tapi kenapa Yao Qing tidak pernah mengutarakan perasaannya? Kalau saja dulu Yao Qing mengutarakan perasaannya pada Xia Ke, maka Yao Qing lah yang akan berakhir bersama Xia Ke (alih-alih mantannya Xia Ke).

"Kalau begitu, maka aku juga yang akan putus dengannya."

"Kau ini... Kau tidak bisa menghindari makan cuma karena kau takut tersedak."

"Aku hanya tidak suka memaksakan sesuatu."

"Jadi intinya, kau ingin menunggu cinta itu datang alih-alih mencarinya?"

"Kau minum-minum sendirian dan menolak seorang wanita. Mengingat semua tenaga yang kau habiskan untuk mencari jodoh, sepertinya kau belum mendapatkan hasil yang bagus. Menilai dari kecepatanmu, seharusnya kau sudah putus dengannya sekarang."


"Semua ini salahnya Direktur Xia, aku belum bisa memenangkannya. Kadang aku penasaran, apa menurutmu dia benar-benar tidak menyadari perasaannya sendiri atau dia hanya tidak ingin mengutarakannya?"

""Apa dia juga menyukai Xia Ke?"

"Entahlah. Eh, bagaimana kalau kita membentuk tim cinta?" Usul He Yu.

Bersambung ke part 3

1 komentar: