Sinopsis Love The Way You Are Episode 22 - 3

Sinopsis Love The Way You Are Episode 22 - 3

Asisten Ni ngotot tak memercayainya dan menuduh Dong Sheng berbohong. Dong Sheng menegaskan bahwa kalung itu sudah hilang jauh sebelum ayahnya meninggal dunia. Dong Sheng bahkan masih ingat ada ukiran nama di dalam liontin itu.


Asisten Ni langsung mengecek liontin itu dan benar-benar mendapati nama Dong Sheng terukir di bagian bawahnya. Shock, Asisten Ni sontak melempar liontin itu dan dengan histeris menuduh Dong Sheng berbohong. Xiao Nan sampai harus bertindak untuk menjauhkan Asisten Ni dari Dong Sheng.

Tapi Dong Sheng tetap baik hati seperti biasanya dan meyakinkan Asisten Ni bahwa terlepas dari apapun yang dilakukannya, Ayahnya Asisten Ni tetaplah ayah yang baik dan menyayangi anaknya.

"Ayahku bukan pencuri! Ayahku bukan pencuri! Tidak mungkin!"


"Liang Liang, inilah kebenarannya. Tapi sekarang segalanya sudah berlalu. Nak, tidak seharusnya kita hidup dengan kebencian, kita harus hidup dengan cinta yang ada di dalam hati kita."

Paman Gu lalu menyatukan tangan Dong Sheng dan Asisten Ni dan mengingatkan bahwa mereka berdua adalah saudara.

"Kau juga punya aku." Ujar Yuan Yuan. "Jika kita semua berkumpul di sini, berarti ini takdir untuk mengakhiri semuanya. Ni Hao, lupakanlah masa lalu. Mari kita mulai dari awal."

Paman Gu setuju. Segalanya sudah berlalu dan dia harap takkan ada lagi yang akan mengungkit-ungkit masalah ini. Yuan Yuan juga banyak menderita. Paman Gu berharap Yuan Yuan dan Dong Sheng akan hidup bahagia bersama.

"Kita semua harus hidup dengan bahagia." Ujar Paman Gu. Asisten Ni akhirnya mulai bisa tenang walaupun masih sedih.


Keesokan harinya, Asisten Ni datang ke kantor untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya, dia sudah tidak bisa menemani Dong Sheng seperti dulu. Tapi Dong Sheng menolak menerimanya. Mereka berdua sama-sama korban dari insiden itu, jadi Asisten Ni tidak perlu merasa bersalah.

"Apa kau tidak membenci ayahku sama sekali?"

"Tidak. Ni Hao sepertinya restoran itu lebih membutuhkanmu daripada perusahaan. Jika kau memutuskan untuk berhenti, maka kau bisa mengurus restoran itu."


Yuan Yuan lega mendengar cerita Dong Sheng. Berarti sekarang bisa dibilang segalanya sudah selesai. Kalau begitu, sekarang Yuan Yuan bisa fokus sepenuhnya untuk mengembangkan brand-nya.

Tapi Dong Sheng tidak terima ditinggalkan begitu saja. Apa Yuan Yuan punya kebiasaan untuk mencampakkannya?

"Kapan aku pernah mencampakkanmu?"

"Waktu kita baru balik dari pulau, apa kau tidak akan mau bertanggung jawab untuk itu?"

"Aku kan waktu itu sibuk. Kau mengatakannya seolah aku ini wanita jahat."

"Memangnya tidak?" Dong sheng hampir saja menciumnya, tapi ponselnya Yuan Yuan tiba-tiba berbunyi. Dari Xiao Nan yang memberitahu kalau dia sudah menunggu di bawah.

Yuan Yuan langsung pamit ke Dong Sheng. Tapi Dong Sheng tak rela ditinggal begitu saja dan langsung pasang tampang melas sambil memohon padanya untuk menemaninya 5 menit saja.

Baiklah, Yuan Yuan kasihan juga melihatnya. Tapi begitu dia bilang setuju, Dong Sheng sontak membopongnya lalu membawanya masuk kamar. Biarin aja Xiao Nan menunggu.


Saat Yuan Yuan turun tak lama kemudian, Xiao Nan sontak protes karena dia sudah menunggu selama 2 jam. Pfft! Ngapain aja sih Yuan Yuan selama 2 jam sampai tidak bisa dihubungi sama sekali?

Yuan Yuan membela diri kalau dia tuh cewek. Cewek butuh banyak waktu untuk mempersiapkan diri sebelum keluar. Mandi, mengeringkan rambut, pakai masker, pakai lotion, krim ini dan itu. Belum lagi memilih baju, tas, sepatu, dan lain sebagainya. Udahlah, ayo pergi.

 

Bahkan setelah pulang tak lama kemudian, Yuan Yuan dan Xiao Nan masih terus sibuk membahas pekerjaan emreka sampai tidak memedulikan panggilan Dong Sheng yang menyuruh mereka makan.

Bahkan saat Dong Sheng berusaha mereka untuk istirahat, Yuan Yuan langsung membentaknya. Terpaksalah Dong Sheng mengalah dan masuk kamar.


Di kantor, Dong Sheng yang masih kesal gara-gara dirinya dicuekin kemarin, tiba-tiba penasaran menanyai Yi Ren tentang perkembangan hubungan Yi Ren dengan Xiao Nan.

Tapi tentu saja Yi Ren tak nyaman dan menolak memberitahu. Lagipula, dia yakin kalau dia tidak berkewajiban untuk melaporkan masalah itu pada Dong Sheng. Dong Sheng langsung heboh. Tentu saja wajib! Yi Ren harus lebih memperhatikan Xiao Nan. Jangan sampai dia terlalu giat bekerja sampai tidak ada waktu untuk cinta.

"Apa anda sedang menguliahi saya tentang cinta?"

"Aku mendiskusikannya denganmu. Karena... aku juga mengalami masalah itu belakangan ini."

Oh, Yi Ren mengerti. Ini tentang Eva dan Xiao Nan yang sedang merintis bisnis baru mereka. Mereka pasti sibuk banget sekarang. Kalau begitu... bagaimana kalau Xiao Nan disuruh tinggal saja di rumah mereka?

"Apa itu yang kau sebut membantu?" Protes Dong Sheng.

"Setahu saya, rumahnya Eva punya 2 kamar."


Ide bagus. Tak lama kemudian, Dong Sheng sudah sibuk mempersiapkan kamar untuknya dan Eva, bahkan pakai acara mempersiapkan buket bunga, pakai parfum dan berbagai macam jenis hidangan lezat untuk mereka.

Tapi Yuan Yuan dan Xiao Nan masih saja terus mendiskusikan bisnis mereka dan mengabaikan makanan yang dia siapkan. Dong Sheng kecewa. Maka kemudian dia buru-buru menyela mereka dan usul agar Xiao Nan menginap saja di rumah ini.

Mereka kan harus mendiskusikan masalah ini sampai larut malam dan bangun pagi-pagi sekali. Terlalu melelahkan kalau harus pindah-pindah tempat. Xiao Nan jelas heran mendengarnya. Apa Dong Sheng sekarang mulai memedulikan kakak iparnya ini?

"Pekerjaanmu penting, kesehatanmu juga penting. Yuan Yuan bagaimana menurutmu?"

Yuan Yuan setuju. Lagian besok kan mereka harus pergi ke pabrik. Jadi mending Xiao Nan menginap saja di sini malam ini.


Tak lama kemudian, Dong Sheng sudah antusias menunggu di kamarnya. Tapi yang tak disangkanya, bukannya Yuan Yuan yang datang, malah Xiao Nan. Wkwkwk!

Melihat buket bunganya, Xiao Nan langsung paham hal buruk apa yang mau Dong Sheng lakukan pada Yuan Yuan. Jangan harap Dong Sheng bisa melakukannya selama dia ada di sini. Awas saja kalau dia berani melakukan hal buruk sebelum menikah. Akan dia potong kaki Dong Sheng.

"Aku tidak peduli. Terserah kau mau tidur di sini atau di sofa."

Jelas Xiao Nan tidak mau tidur di sofa dan langsung mengambil tempat di sebelahnya Dong Sheng. Tapi tak sengaja kedua pria itu berguling menghadap satu sama lain dan sontak keduanya berjengit mundur menjauh dengan dua alasan yang berbeda.


Xiao Nan ke toilet. Dong Sheng beralasan mau ambil air, padahal sebenarnya dia pindah ke kamarnya Yuan Yuan. Yuan Yuan berusaha mengusirnya dengan panik, takut ketahuan Xiao Nan. Tapi Dong Sheng tak peduli, tega sekali Yuan Yuan menyuruhnya tidur dengan pria lain.

"Kau sendiri yang menyuruhnya menginap." Yuan Yuan akhirnya paham apa maunya Dong Sheng. "Lain kali terus terang saja dan jangan bermain trik semacam ini."

Dong Sheng langsung menariknya ke dalam pelukannya, tapi Yuan Yuan ngotot menolak dengan malu-malu. Kalau Xiao Nan tahu mereka sudah melakukan itu, maka ayahnya pasti akan tahu. Kalau ayahnya tahu, beliau pasti akan menghajar Dong Sheng sampai mati.

Dong Sheng tak peduli dan langsung menarik Yuan Yuan kembali ke pelukannya.
"Aku rela dipukuli."

"Ada sesuatu yang mungkin belum kau ketahui... ayahku adalah pelatih Muay Thai." (Pfft!)


Dong Sheng akhirnya balik ke kamarnya sendiri dan tidur bersama Xiao Nan. Tapi mereka diem-dieman dengan canggung. Xiao Nan ingin ngobrol, tapi sepertinya tak ada topik pembicaraan lain selain Yuan Yuan yang bisa mereka obrolin.

Yah udah, ngobrolin Yuan Yuan aja. Tapi ujung-ujungnya mereka malah perang pamer apa saja yang pernah mereka lakukan sama Yuan Yuan sampai Dong Sheng jadi kesal, dan tak ada satupun yang menyadari Yuan Yuan sedang merekam mereka dengan senyum geli.

Bersambung ke episode 23

1 komentar: