Sinopsis Find Yourself Episode 1 - 1

Sinopsis Find Yourself Episode 1 - 1

He Fan Xing - seorang Direktur Eksekutif di perusahaan Amazing Decoration, tengah kencan buta dengan seorang pria yang blak-blakan mengomentari segala kelebihan Fan Xing: Cantik, mandiri, baik dan pasti punya banyak penggemar... lalu kenapa dia musti kencan buta?


Mengingat umur mereka yang sama-sama 32 tahun, yang itu artinya mereka sudah tidak muda lagi, pria itu tidak ingin buang-buang waktu untuk saling mengenal.

Fan Xing tentu saja tak tahu jawabannya. Dia juga heran, mungkin karena itulah tidak ada orang yang mau menikahinya. Tapi biarpun begitu, dia masih belum ingin menikah. Pria itu agak sinis mendengarnya. Sebagai wanita, Fan Xing akan dianggap perawan tua yang tidak laku.

Fan Xing masih termenung memikirkan kata-kata pria bahkan setelah pria itu pergi tak lama kemudian. Memang, setelah mencapai usia 30 tahun, peluang untuk menemukan cinta akan semakin menipis.


"Waktu telah menjadi komoditas yang paling berharga. Orang-orang selalu bilang, jangan jual mahal, menikahlah, kau sudah tidak muda lagi. Kata-kata tidak penting itu berubah menjadi gunting tajam yang bisa memotong harga diriku menjadi potongan-potongan kecil. Komentar orang lain tentang kita tidaklah menyeramkan. Yang paling menyeramkan adalah saat kita mempercayainya."

"Tapi bagi wanita yang tidak percaya, bahkan setelah melewati usia 30 tahun, mereka masih berharap dan berminat menemukan cinta dan hal-hal baik. Mereka tidak dipilih dan tidak memilih. Mereka berharap mencintai dan dicintai seseorang. Mereka adalah wanita yang memiliki keanggunan." Narasi Fan Xing saat dia dalam perjalanan dengan bus, tapi berbeda dengan saat di restoran tadi, kali ini dia tampak lebih bahagia.


Kembali ke kantor, dia mendata beberapa resume pegawai baru lalu menginstruksikan bawahannya tentang apa-apa saja yang perlu disiapkan untuk para pegawai baru.

Temannya - Song Xue, menelepon saat itu hanya untuk menanyakan tentang Fan Xing katanya mau kencan dengan Li Hao Miao malam ini. Dia tahu dari si mulut ember He Can Yang itu (adik kembarnya Fan Xing).

Dari percakapan mereka, sepertinya Song Xue dulu pernah pacaran backstreet sama Can Yang semasa mereka SMA. Tapi itu masa lalu dan sekarang dia tidak mau ada orang yang tahu kalau Can Yang adalah cinta pertamanya, dan kemarin tuh gara-gara Can Yang mabuk, Can Yang hampir saja mengungkap masa lalu kelamnya itu.

"Setidaknya kau punya cinta pertama. Aku bahkan tidak punya."

"Pasti ada peluang sekitar 50% untukmu bertemu pria gendut berbobot 90kg."

"Makasih, tapi tidak usah mengkhawatirkanku. Udah yah, dah!"


Fan Xing langsung sibuk lagi memberikan berbagai tugas untuk para bawahannya dan mengomeli Chang Huan yang tampak ngantuk, dia yakin kalau Chang Huan pasti begadang menyelesaikan desain-nya gara-gara keasyikan main game siang harinya.

Saat dia sedang fotokopi dokumen, dia mendengar beberapa pegawai wanita yang sedang bergosip. Ternyata salah satu rekan mereka - Zeng, yang biarpun baru berusia 27 tahun, akan segera menikah dengan pria yang baru dipacarinya selama 2 bulan... karena mereka akan segera punya baby.

Cong Xiao jadi iri, Zeng sudah berhasil menaklukkan medan perang, sementara dia masih bergerilya untuk mencari suami kaya. Semakin tua akan semakin menipis kesempatan untuk menikah.

Gosipan mereka lama-lama semakin menjurus ke Fan Xing yang sudah lewat umur 30 tahun tapi belum menikah juga sampai sekarang. Jangankan menikah, Fan Xing bahkan tidak pernah pacaran. Duh! Jangan sampai deh mereka jadi seperti dia. Itu buruk banget.

Mereka santai saja menggosip tentang Fan Xing tanpa menyadari Fan Xing ada di dekat mereka dan mendengar segalanya, dan jelas saja gosipan mereka itu membuatnya sakit hati.


Puas menggosip, Cong Xiao kembali ke mejanya dan langsung mendapat telepon dari seorang wanita bernama Su Li dari perusahaan partner mereka. Su Li menyuruhnya untuk memerintah pekerja magang saja untuk mengirimkan rekaman baru ke mereka, soalnya bosnya (yang dia sebut T-Rex) sedang bad mood hari ini.

Gara-gara Amazing Decoration yang mendadak mengubah rekaman iklan perusahaan mereka, T-Rex langsung terpancing emosi. Sekarang diperburuk dengan anjingnya yang hilang. Cong Xiao galau, apalagi anak magangnya justru sedang keluar untuk mengambil kontrak klien sekarang.


Tak lama kemudian, si T-Rex atau nama aslinya Ye Lu Ming, baru saja tiba di kantor dan disambut hormat oleh Su Li dan para pegawai lainnya.

Tapi tampak jelas dia memang sedang tidak mood dan menjawab sapaan Su Li dengan ketus. Dia bahkan tidak mood kerja dan terus mondar-mandir sambil ngomel-ngomel.

Tapi Su Li dengan sabar mengingatkan bahwa Lu Ming bertanggung jawab untuk iklannya Amazing Decoration. Dan pihak Amazing Decoration akan datang nanti siang untuk mengirim rekaman baru mereka.

Lu Ming jadi makin kesal karena Amazing Decoration mendadak mengubah iklan mereka padahal majalah sudah naik cetak hari ini. Ini sudah kedua kalinya Amazing Decoration melakukan ini. Suruh mereka untuk tidak mengirim rekaman lagi dan segera batalkan kontrak mereka.

"Tapi Bapak sendiri yang menyetujuinya kemarin dan memutuskan untuk membatalkannya setelah penerbitan ini."

"Benarkah? Aku tidak ingat." Cuek Lu Ming pura-pura bodoh.


Seekor anjing pudel mungil mendadak masuk ke dalam kantor dan lari ke Chang Huan. Mengambil anjing itu, Chang Huan heran siapa yang berani membawa hewan peliharaan ke kantor? Kalau ketahuan Fan Xing, mereka bakalan didenda 200 yuan loh.

Tapi yang tak disangkanya, Fan Xing mengaku kalau dialah yang membawa anjing itu dan dia sudah mendenda dirinya sendiri. Cong Xiao langsung memanfaatkan saat itu untuk meminta bantuan Fan Xing terkait pemotretan iklan mereka yang baru.


Masalahnya, barusan seorang klien menyuruhnya datang untuk rapat, sementara semua anak magang di departemennya sedang keluar, jadi bisakah Fan Xing meminjamkan anak magang dari departemen administrasi?

Fan Xing rasa itu akan sulit karena butuh izin dari atasan mereka, lagipula di departemen administasi tidak ada pegawai magang. Para pegawai lain juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Cong Xiao pantang menyerah dan terus berusaha membujuk Fan Xing dengan tampang melasnya. Oh yah! Bagaimana kalau Yuan Song saja? Pegawai magang di departemen desain pasti bisa meluangkan waktu.

Tapi saat Fan Xing mengedarkan pandangannya mencari Yuan Song, dia malah tidak menemukan keberadaan Yuan Song. Di mana Yuan Song?


Yuan Song ternyata sedang berada di kampusnya untuk menemui adik kembarnya Fan Xing - He Chan Yang, yang ternyata adalah asisten profesor di fakultas seni. Hubungan mereka tampak jelas cukup akrab bak teman karib.

Dan dari percakapan mereka, Can Yang-lah yang dulu membantu merekomendasikan Yuan Song ke perusahaan Amazing Decoration untuk magang. Yuan Song mengaku ke kampus hari ini untuk review tesis, tapi dia tidak minta izin sama Fan Xing untuk tidak masuk kantor.

"Tamatlah riwayatmu. Dia pasti akan mengingatmu. Dia sudah berjanji akan mengurusmu dan membantumu untuk mendapatkan sertifikat magang. Jadi dia akan sangat tegas padamu."

"Apa kalian benar-benar saudara kembar? Kepribadian kalian sangat berbeda. Kalau aku tahu dia sangat tegas dan akan mengawasiku seperti anak TK, aku tidak akan magang di sana."

"Benarkah? Di mataku, kau kelihatan cukup senang."

"Aku akan lebih senang kalau dia tersenyum padaku setiap hari."


Can Yang baru ingat, sepertinya mood Fan Xing hari ini sedang bagus. Jadi Yuan Song mungkin akan selamat dan mungkin cuma akan diomeli sedikit.

Hari ini mungkin Fan Xing akan jadian dengan cinta pertamanya. Sepuluh tahun yang lalu, Fan Xing dan Li Hao Miao pernah berjanji bahwa jika mereka sama-sama masih lajang setelah sepuluh tahun, maka mereka berdua akan menikah.

Fan Xing dan Li Hao Miao itu sama-sama manusia aneh, mereka cocok bagi satu sama lain. Can Yang yakin mereka akan berhasil.


Dari kantornya Chan Yang, Yuan Song mampir ke kelas tari di mana Cai Min Min sedang melatih dansa para juniornya. Tapi para gadis itu pada protes meragukan kemampuan Min Min, apalagi Min Min bilang akan ada cowok cakep. Tapi mana buktinya? Mereka tidak mau berpartner dengan para rekan pria mereka, tidak ada satu pun yang ganteng.

Tapi kemudian mereka melihat Yuan Song yang cakep abis dan langsung heboh. Dari interaksi mereka, jelas Min Min dan Yuan Song cukup akrab. Berniat mau menunjukkan kemampuan dansanya, Min Min pun langsung mengundang Yuan Song untuk berdansa dengannya.


Di kantor, Chang Huan dengan takut-takut memberitahu Fan Xing kalau Yuan Song tidak masuk kantor. Dia bilang kalau hari ini dia harus ke kampus lalu langsung ke lokasi pemotretan.

Jelas saja Fan Xing langsung mengomeli Chang Huan dan menuntutnya untuk bertanggung jawab karena Chang Huan adalah atasannya Yuan Soang. Bisa-bisanya dia tidak izin dulu. Apa Chang Huan tidak menginginkan bonus?

"Nona He, kenapa anda tidak menyuruh orang lain untuk mengurus remaja nakal itu? Aku tidak mau gajiku di potong terus." Protes Chang Huan.

"Kau memintaku untuk memecatnya?"

Tentu saja tidak. Yuan Song itu sangat berbakat dan mampu mendesain sendiri. Dia anak berbakat yang langka, tapi dia seperti angin yang sulit ditahan.

"Benar. Desain seorang anak magang telah mengalahkan desainnya seorang desainer hebat. Kalau aku jadi kau, aku akan mengundurkan diri dan pulang kampung." Sindir Cong Xiao.

Menengahi mereka, Fan Xing memutuskan untuk menawarkan dirinya sendiri untuk membantu Cong Xiao. Lagipula dia lebih bisa diandalkan daripada pegawai magang.


Fan Xing lalu mengecek daftar hadirnya Yuan Song dan langsung stres melihat absennya yang lebih banyak bolos dan datang terlambat. Fan Xing langsung meneleponnya untuk mengomelinya.

Tapi Yuan Song cuma setengah mendengarkan omelannya saking asyiknya berdansa dengan Min Min. Dia cepat-cepat mengakhiri dansanya dan santai mengklaim kalau dia sedang OTW ke lokasi pemotretan yang sudah dipesan sama Cong Xiao.

Fan Xing memerintahkannya untuk balik ke kantor saja dan melapor, tapi Yuan Song tak mendengarkannya dan ngotot mau ke lokasi pemotretan. Dia asisten desainer, jadi tentu saja dia harus membantu set lokasi pemotretan. Dia bahkan langsung menutup teleponnya sebelum Fan Xing sempat bicara lagi.

Fan Xing jelas kesal. Kalau saja dia tidak terlanjur berjanji pada Can Yang untuk mengurus Yuan Song, dia tidak akan repot-repot memedulikan Yuan Song. Menyadari Yuan Song mau ke lokasi yang sama dengannya, Fan Xing pun beranjak pergi ke sana.

Bersambung ke part 2

2 komentar: