Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 11 - 1

 Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 11 - 1

Shock dan patah hati mendengar ucapan Li Qian itu, tak sengaja pot sup itu terlepas dari tangan Ming Yue hingga pecah berkeping-keping. Kaget mendengar suara itu, Li Qian dan Zhen bergegas keluar dan mendapati Ming Yue sudah melarikan diri.


Jelas-jelas Li Qian jadi gelisah gara-gara itu. Tapi saat Zhen mengonfrontasinya dan tanya apakah dia akan terus membiarkan Ming Yue salah paham padanya, Li Qian tetap keras kepala seperti biasanya dan mengklaim bahwa lebih baik begini.

"Lebih baik membiarkan Ming Yue berpikir seperti itu. Dengan begitu, setidaknya hati kami berdua akan lebih jelas."


Ming Yue akhirnya melampiaskan sakit hati dan kesedihannya dengan minum-minum di kediamannya Kang Le dan menghantam benda-benda apa saja yang ada di atas meja sambil menggerutui Li Qian. Dia sudah mulai teler saat Li Qian mendadak muncul untuk menjemput Ming Yue.

Ming Yue kesal, "ngapain kau ke sini. Aku tidak ingin bertemu denganmu! Aku tidak mau pulang bersamamu!"

Jelas-jelas dia tampak khawatir, tapi Li Qian tetap bersikap keras dan dingin mengkritiki sikap Ming Yue seperti biasanya. Saat Ming Yue ngotot menolak pulang, Li Qian langsung menggendongnya pulang.

Dalam perjalanan di kereta kuda, Ming Yue oleng kesana-kemari sampai Li Qian harus memeganginya sambil terus mengomelinya dan melaraangnya minum arak lagi mulai besok.

"Mulai sekarang, tak ada seorang pun yang boleh mengontrolku. Aku, Li Ming Yue, akan melakukan apapun yang kuinginkan, sesukaku."

"Lalu apa yang kau inginkan sekarang?"


"Aku..." Ming Yue tiba-tiba mendekat, lalu menarik wajah Li Qian menghadapnya, dan cup~~~ mencium bibirnya.

Li Qian kaget, tapi sedetik kemudian dia mulai menyerah pada perasaannya dan membalas ciumannya... saat tiba-tiba saja Ming Yue melepaskan diri dan hueeeeek! Muntah di bajunya Li Qian. Wkwkwk!


Keesokan harinya, Que Yan keheranan mendapati bajunya Li Qian yang kemarin kena muntahan, sekarang malah dijemur sehabis dicuci entah oleh siapa tapi bau busuk muntahan masih tercium.

Padahal kemarin Li Qian sudah memerintahkannya untuk membakar pakaian itu, makanya Que Yan heran siapa yang mencuci baju ini?

Li Qian canggung memerintahkannya untuk membakar baju itu. Tapi saat dia masuk kamarnya lagi, dia mendapati ada sebaskom air yang jelas-jelas bekas air mencuci baju itu. Pfft!

Dalam flashback, ternyata tengah malam kemarin, Li Qian berjalan dalam tidur seperti biasanya dan mencuci baju itu sendiri sambil senyam-senyum gaje bahkan membauinya. Li Qian stres dengan dirinya sendiri dan langsung menyalahkan hipnotisnya Ming Yue sebagai penyebabnya.


Ming Yue bermimpi buruk tentang ucapan kejam Li Qian yang mengatainya bidak hingga Ming Yue tersentak bangun dari tidurnya sambil menggumam, "Aku bukan bidak!"

Tapi tunggu dulu! Bukankah kemarin dia minum-minum bersama Kang Le, bagaimana sekarang dia bisa ada di kamarnya? Tan Li datang saat itu membawakan sup pengar untuknya. Tapi saat Tan Li memberitahu bahwa sup pengar itu adalah suruhan Li Qian, Ming Yue langsung ngambek dan menolak meminumnya lagi.

Tan Li heran, sebenarnya Ming Yue marah sama siapa? Padahal kemarin dia membuat sup untuk Pangeran dengan gembira. Tapi kenapa setelah itu dia malah pergi minum-minum di kediamannya Kang Le... bahkan sampai muntah di badannya Pangeran.

Ming Yue kaget, "aku muntah?! Di badannya?!"

"Iya, Pangeran yang menjemput anda pulang. Mulai dari tangannya sampai dadanya, bahkan lehernya ada muntahan anda."


Tepat saat itu juga, tiba-tiba terdengar suara Que Yan yang mengumumkan kedatangan Li Qian. Ming Yue langsung panik melarang Tan Li bilang-bilang ke Li Qian kalau dia sudah bangun.

Ming Yue langsung pura-pura tidur begitu Li Qian masuk. Tapi saat Li Qian hendak menyentuh dahinya untuk mengecek suhu tubuhnya, Ming Yue malah sengaja menghindar dengan pura-pura tidur menyamping.

Li Qian jadi tahu kalau dia cuma pura-pura tidur. Tapi baiklah kalau Ming Yue tidak mau bangun, dia akan kembali saja. Que Yan tidak mengerti kenapa Li Qian mau pergi secepat ini, padahal sepanjang pagi tadi dia sangat mencemaskan Ming Yue. Bagaimana kalau dia panggilkan dokter untuk Ming Yue?

"Tidak perlu, dia baik-baik saja." Ujar Li Qian lalu pergi.


Tan Li juga heran, kenapa Ming Yue tidak mau bertemu Li Qian. Ming Yue mengklaim kalau dia hanya tidak mau saja. Tan Li mengerti kalau Ming Yue cuma tidak mau bicara.

Dia tidak tahu masalah apa yang ada di antara mereka berdua, tapi bagaimanapun, Ming Yue tetap harus tinggal di sini. Jadi Ming Yue harus berpikiran lebih terbuka. Tan Li pun pergi, meninggalkan Ming Yue yang menangis seorang diri.


Li Qian tidak bisa konsen dengan pekerjaannya gara-gara teringat ciuman Ming Yue semalam. Lama-lama dia jadi kesal sendiri dan langsung membanting bukunya, dia bahkan menolak teh yang disajikan Que Yan.

Tapi begitu melihat wajah sedih Que Yan, Li Qian akhirnya melunak dan mau juga meminum tehnya. Dia tidak sengaja membentak Que Yan.

"Pangeran, anda gelisah sejak semalam. Saya hanya ingin membantu anda. Tapi saya ini bodoh dan tidak tahu harus bagaimana."

"Kau masih mudah, bagaimana bisa kau membantuku."

"Biarpun saya masih mudah, tapi saya mengetahui segala hal di rumah ini. Mulai dari yang besar hingga yang kecil. Jadi kenapa juga saya tidak bisa membantu permasalahan anda?"

Mendengar itu, Li Qian tiba-tiba menanyakan apa pendapat Que Yan mengenai Putri, Que Yan kan biasanya dekat dengan Tan Li. Que Yan pun dengan antusias berkata kalau Putri biasanya sangat baik pada mereka, Putri bahkan sering menyuruh Tan Li untuk memberikan makanan enak buat mereka... kecuali 'seseorang' (lirik Diwu Cheng) yang tidak pernah dapat.


"Tan Li juga pernah bilang bahwa biarpun dia masih muda, tapi saya bisa mengurus rumah dengan baik, bahkan lebih baik daripada yang lain. Tan Li juga bilang..."

"Aku tidak menanyakan tentang Tan Li! Yang kutanyakan adalah bagaimana (perasaan) Putri terhadapku? Apa Tan Li tidak pernah mengatakan sesuatu tentang pikiran Putri?"

"Oh, pernah! Tan Li pernah bilang bahwa Putri selalu berpikir bahwa makanan di rumah ini tidak sesuai seleranya, makanya dia menyuruhku memasak daging sapi dan kambing. Putri juga sering pergi ke kediaman Putri Kang Le dengan membawa Tan Li, jadi Tan Li sering tidak berada di rumah."

Li Qian sampai gregetan sendiri mendengar Que Yan yang susah nyambung dengan maksudnya. Dia kan tidak menanyakan masalah itu. Que Yan bingung, jadi maksudnya Li Qian apa dong?

"Maksudku adalah... apakah dia..."

"Apa? Anda mau bilang apa?" Que Yan tak sabaran.

"Itu..."


"Putri mencium Pangeran semalam!" Teriak Cheng yang tak sabaran banget dengan lambatnya si pangeran. "Makanya Pangeran sekarang pasti punya perasaan akan hal itu, makanya Pangeran menanyakan bagaimana perasaan Putri terhadapnya."

Que Yan kaget. "Jadi begitu? Selamat, Pangeran. Semoga Pangeran dan Putri akan bersatu mulai sekarang dan segera punya keturunan."

Malu dan canggung, Li Qian sontak mengusir Que Yan. Li Qian tanya, apa Cheng juga berpikir kalau dia ada perasaan pada Ming Yue?

"Jika tidak, lalu kenapa anda sangat gelisah?"

"Ini pasti karena hipnotis."

"Putri sudah cukup lama tidak menghipnotis anda."

Li Qian baru sadar, benar juga. Tapi kenapa Ming Yue melakukan hal-hal yang membuatnya kacau? Jika Ming Yue tidak lagi menghipnotisnya, apakah dia akan berhenti memikirkan Ming Yue? Cemas karena hal itu, Li Qian langsung menyuruh Cheng untuk memanggilkan Jin Yu.


Tak lama kemudian, Jin Yu mendatangi Kang Le. Awalnya dia merayu dan menggoda Kang Le, tapi Kang Le memberitahu bahwa kemarin Ming Yue datang untuk minum-minum dengannya, Jin Yu mendadak jadi sangat penasaran dengan masalah Ming Yue.

Ming Yue datang kemari untuk minum-minum, pasti karena bertengkar dengan Li Qian. Lalu setelah dia minum arak, apa dia mengatakan sesuatu lainnya?
Kang Le heran, kenapa dia tanya-tanya tentang Ming Yue?

"Oh, a-aku penasaran."

Tapi Kang Le tak terpedaya, apa dia datang kemari karena diutus oleh Kakak ke-9 dan menyuruhnya untuk mencari tahu? Jujur saja. Terpaksalah Jin Yu mengakuinya, benar-benar tak ada yang bisa lepas dari pengamatan Kang Le.

"Tentu saja. Tipuanmu mana mungkin bisa membohongiku? Katakan, dia memintamu untuk mencari tahu tentang apa?"

"Kuberitahu kau," Jin Yu langsung membisikinya sesuatu.


Li Qian galau memikirkan apa sebenarnya arti ciuman Ming Yue waktu itu. Sebaiknya dia tanya langsung saja sama Ming Yue biar dia tidak galau terus dan mereka bisa saling memahami satu sama lain.

Tapi bahkan sebelum dia pergi, Que Yan mendadak datang mengabarkan kedatangan Hui Xin lagi. Kemarin juga dia datang kemari, tapi dia tolak atas perintah Li Qian. Tapi sekarang Que Yan tidak mungkin menolaknya lagi, Hui Xin juga bersikeras harus bertemu Li Qian hari ini.

"Kemarin dia datang kemari?"

Betul. Tapi Hui Xin cuma bertemu Putri kemarin. Li Qian sontak cemas mendengar itu dan bergegas pergi menemui Hui Xin dan to the point menanyakan kedatangannya kemarin.


Hui Xin mendadak panik dan langsung menduga kalau Ming Yue pasti sudah mengadu pada Li Qian. Dia bahkan langsung mengaku sendiri kalau dia menjatuhkan sup itu sambil beralasan bahwa walaupun sup itu tidak beracun, tapi dia ingin Ming Yue tahu kalau dia Ming Yue tidak akan pernah bisa mencelakai Li Qian.

Li Qian kesal mendengarnya, "kau menjatuhkan sup yang dibuat Ming Yue untukku? Kau sudah memenuhi harapanmu, lalu untuk apa kau datang kemari lagi hari ini?"

"Aku tidak takut apapun selain Pangeran salah paham padaku."

"Kalau kau takuta aku salah paham padamu, lalu kenapa kau salah paham pada Ming Yue? Kau tahu sup itu tidak membahayakanku, apa kau bahkan merasa bersalah sedikit saja?"

"Cinta memang egois. Cintaku padamu tulus, tolong lihatlah itu dengan baik."

"Hari ini seseorang berkata padakua bahwa aku punya perasaan pada seseorang. Itu benar-benar sesuatu yang tak pernah kualami sebelumnya. Hui Xin, kaulah yang tidak pernah melihatku dengan jelas. Aku tidak pernah mencintaimu. Pergilah, jangan datang lagi mencariku, dan jangan mendatangi Putri lagi." Ketus Li Qian lalu pergi.


Tapi Hui Xin bersikeras menolak mempercayainya dan terus meyakini kalau Li Qian jadi seperti ini gara-gara pengaruh sihir hitamnya Ming Yue.

"Aku pasti akan mendapatkanmu kembali!"

Bersambung ke part 2

2 komentar: