Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 5 - 1

 Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 5 - 1

Saat Li Qian pulang, dia mendapati kedua temannya sudah menunggunya. Jin Yu membawakan hadiah untuknya berupa beberapa bungkus obat kuat. Wkwkwk! Obat ini musti diminum tiap hari biar ada efeknya. Li Qian sebal, terima kasih tapi dia tidak butuh.



"Aduh, kita bersaudara. Katakan, bagaimana rasanya menikah?" Goda Jin Yu. "Apa kakimu merasa lemas dan pegal di mana-mana?"

"Tidak."

"Berarti kau tidak melakukannya dengan benar."

"Kalau begitu kenapa kau lelah? Sepertinya kau kurang tidur semalam?" Tanya Zhen.

Jing Yun jadi makin heboh menggodainya, mungkin Li Qian berlatih ilmu bela diri semalam suntuk yah. Kesal, Li Qian mengaku kalau dia belum seranjang dengan Ming Yue.

Jin Yu kecewa. Padahal malam pengantin itu sangatlah berharga, seharusnya Li Qian menghargainya. Yah sudahlah, obat kuat ini biar dia pakai sendiri saja.


Ming Yue pulang dengan lesu dan mengeluh kalau seluruh badannya pegal-pegal. Tan Li jadi berpikir aneh-aneh dan langsung menggodanya, Ming Yue pasti sangat kelelahan karena semalam, menikah memang begitu. Tan Li juga sering berpikir bahwa jika dia menikah, dia pasti tidak akan tidur semalam suntuk pada malam pengantinnya.

Mulai paham maksud Tan Li, Ming Yue sontak protes dan menjelaskan kalau dia dan Li Qian tidak melakukan apapun semalam. Tan Li jadi bingung, terus kenapa Ming Yue pegal-pegal dan tenggorokan gatal?

"Karena kursi itu keras dan licin, aku jadi terjatuh saat aku tidur."

"Kursi? Pangeran benar-benar keterlaluan. Malam pertama tapi dia malah menyuruh Putri tidur di kursi."


Tengah malam, Li Qian tidak tenang dalam tidurnya. Dia bermimpi melihat dirinya semasa kecil terbaring di tengah kepungan api. Dia tampak memegang sebatang bambu. Sekilas tampak ada sebuah percikan api yang timbul dari bambu itu. (Err... apa mungkin dia sendiri yang menyebabkan kebakaran itu?)

Tiba-tiba dia bangun... dan seketika itu Li Qian mendadak bangkit dari tidurnya dalam keadaan mata setengah terbuka dan tidak sadar... persis seperti malam sebelumnya.

Dia lalu berjalan keluar dari kamarnya sambil tetap bermimpi. Dalam mimpinya, Li Qian kecil melihat sosok dewasa dirinya sedang menatapnya. Lagi-lagi dia melihat seorang anak lain (entah siapa) yang berusaha menyeretnya keluar dari api... dan seketika itu pula Li Qian dewasa memimpikan Ming Yue yang berusaha menyeret pergi dari sana dengan cemas.

Li Qian kecil dan Li Qian dewasa sama-sama tak ingin pergi, tapi akhirnya mereka berhasil diseret pergi oleh Ming Yue dan si anak misterius itu.


Seketika itu pula, Li Qian tersentak bangun dari tidurnya dengan napas terengah-engah... dan lebih kaget lagi mendapatai dirinya entah bagaimana tidur di ranjangnya Ming Yue sambil menggenggam erat tangan Ming Yue.

Ming Yue yang tertidur lelap, sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi. Maka Li Qian berusaha sepelan mungkin melepaskan tautan jari-jari mereka satu demi satu biar tidak membangunkan Ming Yue.


Dia berusaha mengendap-endap keluar. Tapi dia kurang hati-hati dan akhirnya nabrak tiang. Ming Yue terbangun seketika dan Li Qian langsung kabur secepatnya sebelum ketahuan.

Tapi Ming Yue melihat sosok seseorang yang mengendap keluar dari kamarnya dan sontak dia teriak-teriak. "Pengawal! Ada pencuri!"

Li Qian tidak bisa kabur gara-gara para pengawal yang mendadak muncul. Dan tepat saat dia berbalik, Ming Yue mendadak keluar hingga mereka bertubrukan. Maka Li Qian pura-pura seolah dia baru datang gara-gara mendengar teriakan Ming Yue, di mana pencurinya?!

Para pengawal dan para pelayan langsung berbondong-bondong datang sambil mencari-cari si pencuri, tapi tentu saja mereka tidak bisa menemukan siapapun. Ming Yue heran melihat Li Qian, sedang apa dia di sini?

"Itu karena Putri berteriak. Di mana pencurinya?!"

Ming Yue tak percaya begitu saja. Li Qian bahkan tidak memakai jubahnya, masa dia langsung lari kemari begitu mendengar teriakannya?


"Putri pasti bermimpi buruk, yah? Kalau aku tahu Putri cuma bermimpi buruk, aku pasti tidak akan datang. Yang lain juga terganggu."

Belum sempat Ming Yue protes, Wu Cheng muncul dan melapor bahwa mereka sudah menggeledah seluruh kediaman ini tapi tidak menemukan pencuri. Tan Li baru muncul saat itu juga sambil bawa kemoceng dan heboh sendiri mau melindungi Ming Yue, di mana pencurinya?!

"Membuat kepanikan, dimana sopan santunmu? Lain kali tidak akan ada perkecualian!"

"Kau! Tingkah Pangeran sendiri sangat aneh!"

Li Qian buru-buru mengumumkan kalau Putri cuma mimpi buruk, bubar! Ming Yue jelas kesal, jelas-jelas dia tidak bermimpi buruk. Dia langsung memeriksa semua perhiasannya dan semuanya masih ada. Jajanan yang dia sembunyikan di bawah kasur juga tidak tersentuh.

 

Tapi saat dia memeriksa lacinya, tiba-tiba dia menemukan seutas tali baju di lantai. Dia ingat bajunya Li Qian tadi tidak ada tali pinggangnya. Apa mungkin ini tali pinggangnya Li Qian?

"Siapapun pencuri itu, kalau dia berani datang lagi, akan kuhajar dia!"


Keesokan harinya, Li Qian mempelajari buku tentang berjalan dalam tidur dan kebingungan sendiri. Orang lain berjalan dalam tidur ke dunia fantasi, tapi kenapa dia malah berjalan dalam tidur ke ranjang musuh?

Tiba-tiba Jin Yu datang, Li Qian refleks menyembunyikan buku itu di bawah buku lain. Jin Yu langsung usil menyambar buku yang paling atas dan langsung menggoda Li Qian karena ternyata buku itu tentang teknik merayu wanita. Ternyata Li Qian suka mengintip buku ini saat Kong Zhen sedang tidak ada yah.

"Mengintip apa? Aku pria yang jujur dan berbudi, aku tidak perlu mengintip."

Jin Yu tak percaya, kalau Li Qian punya pertanyaan, seharusnya Li Qian tanya saja padanya. Apa Li Qian tidak menganggapnya sebagai saudara. Belajar dari buku tuh beda dibanding pengalaman nyata.

Dia tidak sadar bahwa selama dia sumbar tentang pengalamannya itu, Kang Le diam-diam muncul dari belakangnya. Melihat itu, Li Qian dengan sengaja menantang Jin Yu untuk menceritakan pengalaman nyatanya itu.

"Kuberitahu kau, semua wanita di dunia ini bisa ditaklukkan dengan satu cara, yaitu jual mahal."


"Jual mahal apa?" Tegur Kang Le. "Pengalaman nyata apa?"

Kaget, Jin Yu sontak mundur ketakutan bak suami takut istri. "Pu-Putri... ka-kami sedang membahas ilmu perang."

Zhen baru datang saat itu. Li Qian pun langsung mengajaknya pergi dan meninggalkan Jin Yu dan Kang Le berduaan. Jin Yu yang ketakutan berusaha mengejar mereka, tapi Kang Le dengan cepat mendorongnya dan menuntut penjelasan.


Di luar, Li Qian memberitahu Zhen tentang kebiasaan barunya yang berjalan dalam tidur, sepertinya ini ada hubungannya dengan Ming Yue. Tapi alih-alih cemas seperti Li Qian, Zhen dengan bijak menyarankan agar Li Qian memanfaatkan sindrom anehnya itu untuk mengeksplor ranah kehidupan yang belum dia ketahui.

 

Li Qian bermimpi lagi, tapi mimpinya kali ini beda. Dia justru bermimpi dirinya hidup sebagai suku gurun dan janggutan... dan punya banyak anak yang sudah dewasa. Pfft!

Li Qian kaget melihat semua orang yang memanggilnya 'Ayah' itu. "Lancang! Siapa ayah kalian?! Siapa ibu kalian?!"

Lalu muncullah Ming Yue dalam keadaan hamil tua dan para pria itu memanggilnya sebagai 'Ibu'. Pfft! Li Qian bingung. Kecuali Li Qian, mereka semua sifatnya sama seperti Ming Yue, duduk bersama dan makan dengan berantakan. Ming Yue mencoba menawarinya untuk menjilat jarinya yang barusan dia pakai untuk makan, tapi Li Qian jijik.


Dia akhirnya terbangun dari mimpi aneh itu dan lagi-lagi mendapati dirinya entah bagaimana tertidur di ranjangnya Ming Yue. Pfft! Parahnya lagi, Ming Yue terbangun saat itu dan jelas kesal.

"Ternyata pencuri yang kemarin itu kau!" Ming Yue sontak menabokinya pakai bantal dengan ganas dan menendangnya sampai terjatuh dari ranjang. Ketakutan, Li Qian pun kaburrrr.


Tan Li memberikan obat pada Que Yan, ini obat buat Pangeran, soalnya tadi pagi Putri tak sengaja melukai bahu Pangeran. Dia mengklaim kalau Putri sangat menyesalinya, makanya Putri menyiapkan obat ini sendiri untuk mengompres bahu Pangeran.

Tapi tak lama kemudian, Ming Yue keluar kamar sambil menitip pesan pada Que Yan. Bilang pada Pangeran bahwa setiap malam dia diganggu oleh seseorang dan sekarang dia menderita sakit kepala hebat.

"Kalau orang itu berani menyelinap lagi, maka aku akan... menghajarnya!"


Tan Li sungguh tidak mengerti kenapa Ming Yue bersikap sekasar ini pada Pangeran. Menikah, bertemu suami setiap hari, memiliki satu orang lagi yang peduli padanya, bukankah itu bagus? Mungkin Pangeran hanya takut Ming Yue bermimpi buruk lagi, makanya Pangeran menyelinap masuk ke kamarnya.

"Tan Li, kau selalu saja memikirkan pernikahan sepanjang hari. Kalau kau ingin menikah, maka menikahlah dengan seseorang yang punya integritas. Dia melanggar kontrak setiap malam, kalau aku tidak memberinya pelajaran, entah apa yang akan terjadi nanti."

Tiba-tiba dia punya ide lalu menyuruh Tan Li untuk mengambilkannya sekarung kacang kedelai, jaring besar, tali, dan lonceng yang sangat banyak. Semuanya harus siap sebelum matahari terbenam nanti.


Que Yan mengompres bahunya Li Qian sambil memberitahunya bahwa ini disiapkan sendiri oleh Ming Yue. Li Qian tak percaya, jahitan kantong kompres itu sangat rapi dan suhu kompesnya pun pas, Ming Yue tidak mungkin bisa membuat ini. Mereka tidak perlu berusaha membantunya berbaikan dengan Ming Yue.

"Putri tidak sengaja. Mungkin Putri salah mengenali anda sebagai..."

"Sebagai apa?"

"Saya juga kurang mengerti. Jika anda ingin tidur dengan Putri, kenapa tidak berterus terang saja."

"Aku tidak mau melakukan itu!"


Ming Yue ternyata menyiapkan semua itu sebagai jebakan untuk mengantisipasi Li Qian menyelinap masuk ke kamarnya lagi. Dia menyebarkan kacang kedelainya di seluruh lantai, memasang jaring besarnya di langit-langit kamar dan memasang lonceng-lonceng di depan ranjangnya.

Tan Li agak cemas dengan semua ini, takutnya Pangeran marah nanti. Tapi Ming Yue malah senang banget membayangkan Li Qian masuk ke dalam jebakannya dan terpeleset kacang kedelainya. Dan begitu Li Qian terkurung dalam jaring besarnya, Ming Yue akan menghajarnya habis-habisan pakai kemoceng.

"Anda yakin mau melakukan itu pada Pangeran?" Cemas Tan Li.

"Kalau dia tidak menjahatiku lebih dulu, aku tidak akan berbuat begini. Kalau dia berani menjahatiku, akan kuhabisi dia!"


Yang tidak dia ketahui, Li Qian sebenarnya sedang berusaha untuk mencegah dirinya berjalan dalam tidur lagi. Dia sengaja meminum dua mangkok obat tidur lalu menyuruh Que Yan untuk mengikat seluruh tubuhnya di ranjang pakai tali tambang.

Dia bahkan memerintahkan Que Yan untuk mengunci kamarnya dari luar dengan palang kayu. Dia yakin semua kombinasi ini pasti bisa mencegahnya keluar kamar. Hmm... apakah benar-benar akan berhasil?

Bersambung ke part 2

1 komentar: