Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 13 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 13 - 3


Kedua pria itu jadi cemas dan langsung berusaha mencari Xiao Qi ke mana-mana. Tapi Xiao Qi tidak ada di seluruh rumah, teleponnya juga tidak diangkat. Bahkan sampai petang tiba, Xiao Qi masih juga belum kembali.

"Aneh sekali. Ke mana dia pergi padahal segalanya baik-baik saja?" Heran Lie.

"Baik-baik saja? Apanya yang baik-baik saja?! Kau pasti sengaja." Kesal Leng.


"Itu untuk membuatmu peduli padanya."

"Apa gunanya aku peduli padanya, dia selalu datang padamu setiap kali mengalami masa sulit."

"Itu karena kau sangat moody. Sikapmu pada orang lain selalu berubah-ubah, membuatnya jadi tidak merasa nyaman. Kak, kenapa kau selalu menyakiti wanita yang menyukaimu?"

Leng tercengang "Kau bilang dia menyukaiku?"

"Tentu saja. Kalau bukan kau, lalu apa dia suka sama aku? Yang benar saja."

 

Xiao Qi ternyata bersembunyi di bawah pohon besar. Keadaannya sama seperti dulu, tubuhnya menggigil kedinginan, ditambah lagi anginnya sangat kencang. Xiao Bu cemas dan berusaha menyaranannya untuk mencari Leng, tapi Xiao Qi ngotot menolak. Dia tidak mau menakuti mereka dengan kondisinya yang seperti ini.

Untung saja Leng cepat menemukan dan langsung cemas. Dia mau membawa Xiao Qi ke rumah sakit saja, tapi Xiao Qi menolak keras. Percuma ke rumah sakit, ini penyakit bawaan lahir, bawa saja dia ke tempat di mana takkan ada seorang pun yang bisa menemukannya.


Leng akhirnya membawa Xiao Qi ke hotel terdekat dan berusaha menghangatkannya. Seorang pegawai hotel datang membawakan baju hangat untuk Xiao Qi, tapi Xiao Qi sontak panik meminta Leng untuk tidak membiarkan siapapun menyentuhnya.

Heran melihat kepanikan Xiao Qi, Leng akhirnya mengusir si pegawai hotel. Xiao Qi memberitahu Leng bahwa kulitnya beda dari orang lain. Jika dia bersentuhan secara langsung dengan orang lain, maka dia akan jadi begini. Dia mengklaim kalau dia tidak tahu apa alasannya.

"Lalu bagaimana denganku? Kenapa kau baik-baik saja saat bersentuhan denganku?"

"Aku juga tidak tahu. Biarpun kalian berdua sama-sama memiliki kata Dingin (Leng) di nama kalian, biarpun kamar ini penuh dengan pemanas ruangan, tapi kaulah yang paling hangat bagiku. Mungkin, karena kau memiliki sesuatu yang sangat penting bagiku di dalam sini." Ujar Xiao Qi sambil menyentuh d~~a Leng.

Seketika itu pula Xiao Qi merasakan jantung Leng berdebar dan dia bisa merasakan sinyal alat komunikasinya. "Apa Fang Leng benar-benar jatuh cinta padaku?" Pikirnya.


Mengenggam erat tangan Xiao Qi, Leng mengaku bahwa dia selalu menunggu seseorang yang takkan dia lupakan. "Seperti kau yang menunggu seseorang yang takkan pernah membiarkanmu merasa kedinginan."

Tiba-tiba petir menggelegar keras, Xiao Qi sontak merangkul Leng makin erat dengan ketakutan. Leng mengaku bahwa sebelumnya, dia selalu merasa hujan adalah kutukan Tuhan padanya. Tapi kali ini beda.

"Justru sebaliknya, sekarang aku merasa kalau ini adalah anugerah. Setelah hujan reda, kita akan baik-baik saja." Ujar Leng lalu memeluk Xiao Qi.


Mereka pun tertidur saling berangkulan sementara hujan badai semakin menderu-deru di luar. Kejadian kecelakaan yang menimpa ibunya kembali dalam mimpinya, membuat Leng jadi gelisah dalam tidurnya.


Sayangnya, mereka tidak tahu kalau Allen dan Jiang Xue sudah berhasil menerobos masuk kantornya dan langsung meretas komputernya Leng. Dengan cepat dia berhasil membuka seumua data memorinya Leng tentang Xiao Qi, dan Jiang Xue langsung men-delete semuanya.


Hujan badai sudah mereda keesokan paginya. Xiao Qi keenakan meraba d~~a Leng saat tiba-tiba Leng terbangun dan langsung mendorongnya dengan kasar sampai Xiao Qi terjatuh dari kasur.

Dia benar-benar tidak ingat lagi siapa Xiao Qi dan kenapa dia bisa ada di tempat ini. Xiao Qi yang tidak tahu apa-apa, kesal menggerutuinya. Leng sendiri yang membawanya ke sini tadi malam. Leng melihat keluar jendela dan langsung sadar semalam hujan.

"Kau membawaku ke ranjang semalam, tapi jadi seperti ini keesokan harinya."

Leng sontak menyilangkan tangan d~~a dengan defensif, apa Xiao Qi melakukan sesuatu padanya semalam?

Masih belum nyambung juga dengan keanehan Leng, Xiao Qi tersipu malu memberitahu Leng tentang semalam. "Semalam kau membawaku ke ranjang, kau membantu menghangatkan tubuhku, lalu kita melihat hujan bersama-sama. Lalu kita kita di ranjang..."

"CUKUP!" Leng sontak merebutnya jasnya dari tangan Xiao Qi dengan kasar dan mengusirnya.


Xiao Qi heran, bagaimana bisa Leng jadi berubah begini. Tapi Xiao Qi belum mau pergi juga gara-gara alat komunikasinya dan langsung berpaling ke Leng kembali.

"Kapan kau akan memelukku lagi seperti semalam?"

Leng ngotot mengusirnya, tapi Xiao Qi malah tambah getol mendekat dan ingin merabanya lagi yang jelas saja membuat Leng ketakutan dan langsung menggotongnya keluar lalu membanting pintu di depan mukanya. Leng langsung menghubungi Asisten Han dan berkata kalau dia sedang bersama seorang wanita aneh.


Saat Xiao Qi keluar hotel tak lama kemudian, dia malah mendapati mobilnya Lie di luar. Ternyata dia menunggu semalaman di sini. Dia sungguh merasa bersalah karena sudah mencium Xiao Qi semalam. Apa kakaknya melakukan sesuatu pada Xiao Qi semalam? Dia khawatir banget.

"Jangan khawatir, dia tidak akan mengambil kesempatan itu. Tapi aku merasa agak aneh. Dia menatapku... seperti orang asing. Katakan, bagaimana bisa seseorang bisa berubah total hanya dalam waktu semalam?"

"Aku mengerti. Terkadang kita teman, tapi yang satunya memperlakukan yang lebih baik..." Lie mendadak mulai terpesona dan tergoda pada Xiao Qi.

Buru-buru menguasai diri, Lie langsung masuk mobil lagi dan pergi meninggalkan Xiao Qi. Xiao Qi balik aja sama kakaknya, dia harus menenangkan diri sendirian. Xiao Qi benar-benar dibuat bingung sama keanehan kedua kakak-adik itu hari ini.


Begitu Asisten Han datang, Leng langsung mengajaknya pergi. Loh, Asisten Han bingung, bagaimana dengan Lie dan Nona Chai? Dia kan datang kemari untuk menjemput mereka?

"Siapa? Aku ingat Fang Lie, tapi siapa yang kau bilang barusan, siapa Nona Chai?"

Asisten Han tak percaya mendengarnya. Leng lupa sama Xiao Qi? Jadi Xiao Qi adalah si wanita aneh yang Leng sebut tadi? Baru diomongin, Xiao Qi mendadak muncul mangagetkan Asisten Han. Tadi Lie bilang mau balik duluan, jadi dia boleh ikut mereka yah? Asisten Han setuju, tapi Leng tidak.

"Tuan Fang, saya tidak bisa menjelaskan secara detil. Tapi Xiao Qi... Nona Chai... adalah pacar anda. Dia sangat penting bagi anda. Kalau anda ingin melewati masa ini dengan selamat, anda tidak boleh meninggalkannya di sini."


Leng akhirnya membiarkan Xiao Qi nebeng mobilnya. Seperti biasanya, Xiao Qi berusaha nempel-nempel ke Leng dan menyentuhd~~anya, tapi kali ini Leng tidak suka sentuhannya dan langsung mendorongnya dengan kasar.

"Biarpun kita berhubungan, tapi jaga sikapmu! Aku tidak suka cewek gampangan."

"Kau boleh mengkritikku, tapi kenapa mengataiku orang aneh? Kalau bukan karena alat komunikasiku, aku tidak akan sebaik ini padamu."

"Kau bilang apa?"

"Karena kita semua bukan orang asing, jadi aku akan mengatakannya. Aku curiga kau memiliki sesuatu yang kucari-cari."


Xiao Qi langsung mau membuka jaketnya, tapi Leng sontak mendorongnya lalu melempar jaketnya ke Xiao Qi, mengira barang yang dicari Xiao Qi ada pada jaketnya.

"Aku tidak menginginkan bajumu, tapi tubuhmu."

Kesal, Leng langsung menyuruh Asisten Han berhenti dan dengan dinginnya mengusir Xiao Qi keluar dari mobilnya. Dia bahkan menyatakan bahwa Xiao Qi bukan pacarnya lagi mulai sekarang.

Bersambung ke episode 14

4 komentar: