Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 3 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 3 - 3

Karena bajunya sendiri bau gara-gara ketularan baunya Xiao Qi dan mengira Xiao Qi aman di kamar mandi, Leng langsung keluar untuk beli baju baru.


Xiao Qi benar-benar gelisah memikirkan waktu kirimannya yang semakin mepet. Tidak ada waktu buat mandi, Xiao Qi langsung membersihkan dirinya dengan memakai kekuatannya.

Leng baru saja keluar dari kamar pas... saat tiba-tiba saja dia melihat Xiao Qi lari keluar dengan memakai baju barunya. Pfft! Jelas saja dia bingung.


Tapi setibanya di luar, Xiao Qi mendadak membeku ketakutan gara-gara melihat banyaknya mobil yang ramai berlalu lalang di luar. Akhirnya dia berinisiatif untuk menghentikan waktu dengan kekuatan supernya. Aman! Xiao Qi pun bergegas pergi.

Leng masih kebingungan mencari Xiao Qi di dalam mall saat tiba-tiba saja dia melihat semua orang dan segala sesuatu di dekatnya membeku lagi dan jelas saja semua itu membuatnya tambah bingung.


Tapi saat dia keluar, dia malah melihat Xiao Qi satu-satunya orang yang bisa bergerak. Dia langsung lari mengejar Xiao Qi. Xiao Qi kaget, kenapa Leng masih bisa bergerak?

"Jadi ini benar-benar karenamu?"

"Hah? Nggak... aku nggak tahu." Bohong Xiao Qi lalu pura-pura membeku juga. Wkwkwk!

Jelas saja Leng tak terpedaya, sudah terlambat untuk pura-pura dan terys menuntut penjelasan Xiao Qi, ini halusinasinya saja atau beneran?

Maka Xiao Qi langsung pura-pura heboh sambil ngelihat langit. "Ada UFO!"

Leng mempercayainya dan begitu dia mengalihkan pandangannya ke langit, Xiao Qi segera menjalankan waktu lagi lalu bergegas kabur.

 

Leng langsung balik ke kamar mandi... dan mendapati Xiao Qi tampak baru mandi dengan berbalut handuk sambil menjerit heboh melihatnya nyelonong masuk. Leng langsung memalingkan pandangannya dengan bingung, Xiao Qi di sini terus sedari tadi?

"Tentu saja!"

Untung aja Leng tidak melihat tas-tasnya yang Xiao Qi sembunyikan di antara baju-baju kotornya. Leng mau apa kemari? Mau melakukan sesuatu yang tidak-tidak padanya, yah?! Ngintipin cewek mandi tuh nggak sopan! Leng kesal mendengarnya. Xiao Qi juga pernah mengintipnya mandi!


"Aku... aku... aku nggak sengaja. Terus kenapa? Itu dan ini beda dong!"

"Terus kau mau apa?"

Xiao Qi tidak akan mempermasalahkannya lagi asalkan pesanan makan siangnya tidak dibatalkan. Kesal, Leng akhirnya melempar kunci kontak mobilnya ke Qiao Yi dan memperingatkan Qiao Yi untuk tidak bilang-bilang pada siapapun tentang kejadian hari ini.

Dia berikan mobilnya untuk Qiao Yi sebagai permintaan maaf, Qiao Yi bisa menggunakannya untuk mengantarkan pesanannya. Dia lalu pergi setelah itu. Fiuh! Xiao Qi akhirnya aman.


Leng lalu pergi menemui Dokter Zhang dan menceritakan tentang kejadian barusan yang dia kira halusinasi doang. Dokter Zhang juga jadi bingung sendiri dengan halusinasinya Leng itu, sungguh tak disangka kalau halusinasinya separah ini.

Dia punya dua saran. Yang pertama, abaikan saja dan lanjutkan saja hidupnya. Cobalah untuk lebih mengontrol emosinya, jangan sampai dia terpengaruh oleh halusinasinya.

Saran kedua, terima saja. Halusinasi adalah bagian dari amnesia, itu bagian dari Leng. Jadi cobalah pelajari pola halusinasinya agar dia bisa menemukan cara untuk menyembuhkan halusinasinya tersebut.

"Dalam halusinasiku, selalu ada seorang wanita bernama Xiao Qi. Dan aku punya perasaan familier tentangnya."

"Tuh kan! Mungkin dia adalah wanita spesial bagimu."

"Aku tidak tahu apakah perasaan ini nyata atau tidak. Tapi aku juga bertemu dengan wanita lain yang juga familier bagiku. Tapi saat aku mencari di bank memoriku, aku tidak menemukan ada apapun di antara kami."

Kalau begitu, Dokter Zhang menyimpulkan bahwa wanita yang satu pastilah mewakili realitanya Leng. Sedangkan wanita lainanya mewakili alam bawah sadar Leng. Leng harus bisa menentukan mau hidup di dunia nyata atau di dunia halusinasinya. Mana yang cocok baginya, terserah dia. Leng menegaskan kalau dia tidak akan memilih. Dia tidak akan membiarkan dirinya jadi orang gila.


Xiao Qi menjemur baju barunya sambil mesam-mesem bahagia memikirkan Leng. Ternyata Leng tidak seburuk yang dia kira. Dia jadi merasa bersalah sudah menakut-nakuti Leng kemarin.

Setelah sekian lama, Xiao Bu akhirnya sadar juga dan langsung minta dijemur di bawah sinar mentari buat menghilangkan sisa wine-nya. Xiao Qi sungguh merasa bersalah padanya, semua ini gara-gara dia Xiao Bu smpai jadi seperti ini.

Xiao Bu kesal memikirkan kejadian itu, para pria di bumi jahat banget. Kali ini Xiao Qi tidak setuju, ada kok beberapa pria yang baik. Seperti misalnya Fang Lie dan Fang Leng.

Tapi tiba-tiba Xiao Bu mau eror lagi. Panik, dia buru-buru menasehati Xiao Qi untuk berhati-hati dengan pria bumi. Semakin tampan mereka, semakin mereka berbahaya. Jangan sampai mereka tahu kalau Xiao Qi tuh alien.


Xiao Qi panik berusaha menyadarkannya. Tapi tepat saat itu juga, Nyonya Chai datang dan Xiao Qi buru-buru menyembunyikan Xiao Bu di sakunya.

Melihat Nyonya Chai bawa koper, Xiao Qi mengira kalau Nyonya Chai pergi. Tapi Nyonya Chai mengaku kalau ini baju-baju yang dia belikan untuk Xiao Qi, soalnya dia perhatikan baju-bajunya Xiao Qi dikit banget.

Wah! Baik sekali Nyonya Chai, Xiao Qi mau peluk dia, tapi Nyonya Chai dengan cepat menghentikannya. Dia tidak mau terima ucapan manis. Kalau Xiao Qi ingin berterima kasih padanya, maka dia harus melakukan delivery dengan baik mulai besok.

"Kau harus membuat Tuan Fang merasakan ketulusan kita mulai dari tubuhnya hingga merasuk ke dalam hatinya."

"Tidak masalah!"

"Cobalah baju-bajumu sekarang."


Asistennya Leng melapor bahwa dia mendapatkan beberapa karya Lie yang dulu pernah terjual semasa Lie masih sekolah. Dan semua itu berhasil dia dapatkan berkat bantuan Jiang Xue. Jiang Xue juga mengundang beberapa kurator untuk membantu pameran mereka.

"Jiang Xue ini susah ditebak. Atur janji bertemu dengannya."

Si asisten melapor bahwa Jiang Xue sekarang sedang meeting bersama departemen PR mereka. kalau Leng mau bertemu, dia bisa meminta Jiang Xue tinggal lebih lama. Baiklah, Leng akan menemuinya usai video conference nanti.
 

Tak lama kemudian, Jiang Xue hampir tak sabaran menunggu Leng. Manajer Kang datang dan berbasa-basi tentang keterlibatan Jiang Xue dalam pameran ini. Sungguh tak disangka kalau Jiang Xue ternyata banyak tahu tentang pameran. Tapi...

"Apa kau dan Fang Lie saling mengenal?"

Jiang Xue pura-pura tak mengenalnya dan mengklaim kalau dia hanya tahu kalau Lie adalah adiknya Leng. Kalau begitu, bagaimana dengan Leng? Apa mereka pernah saling mengenal sebelum kencan buta mereka?

Jiang Xue menyangkal. Jika dia pernah mengenal Leng sebelumnya, apa mungkin dia bakalan memecahkan kaca mobilnya Leng?

 

Pada saat yang bersamaan, Nyonya Chai baru tiba di depan kantor dengan dandanan serba wah bersama Xiao Qi pakai mobilnya Leng. Dan jelas saja semua itu menarik perhatian para pegawai.

Tapi Xiao Qi-nya sendiri malah lagi pusing. Oh, maaf. Nyonya Chai tadi terlalu antusias nyetirnya. Tapi ajangan khawatir, Xiao Qi bisa bersantai ria setelah delivery-nya selesai.


Xiao Qi mendadak antusias dan tidak pusing lagi. Dia bersikeras mau mengantarkan semua makanan ini ke staf kantin dulu, tapi Nyonya Chai memaksanya untuk mengantarkan pesanannya Leng dulu.

Lihatlah para pegawai wanita di sini, semuanya pakai rok pendek. Mereka yakin kalau mereka sedang berusaha menarik perhatian Leng. Tapi sayangnya, Leng malah diambil oleh seorang kurir seperti Xiao Qi. Xiao Qi bingung, dia nggak ngambil apapun kok.

"Maksudku mobil ini. Walaupun Tuan Fang itu cowok yang nggak setia, tapi dia sangat murah hati pada pacarnya. Dia memberimu mobil, jelas itu artinya dia sedang mengejarmu."

"Mengejarku? Tidak bisa. Aku menyukai orang lain, biar kukembalikan kunci mobil ini padanya."


Leng masih sibuk dengan video conference-nya saat tiba-tiba saja Xiao Qi seenaknya nyelonong masuk lalu to the point meminta Leng untuk berhenti menyukainya dan mengejarnya. Pfft! Para pegawai sontak penasaran. Leng langsung panik menutup laptop-nya dengan kesal, Xiao Qi nggak lihat dia lagi kerja apa?!

"Nggak lihat," santai Xiao Qi.

"Dan kau barusan bilang apa? Aku menyukaimu?"

"Iya. Aku mengendarai mobilmu untuk mengantarkan pesanan hari ini terus mereka bilang kalau kau mengejarku."

Leng tak percaya mendengarnya, Xiao Qi kepedean amat. Dengar baik-baik. Baik dalam realita maupun dalam halusinasi, Leng tidak mau melihat Xiao Qi lagi. Syukurlah! Xiao Qi lega. Jika tidak, dia bakalan merasa terganggu.

"Biar tidak mengganggumu lagi, mulai hari ini, kau tidak perlu mengantarkan makan siang untukku. Kalau kau melihatku dalam jarak 10 mil, segeralah menyingkir."

"Baiklah. Kalau begitu, makanlah makan siangmu sekarang biar aku tidak perlu bertemu denganmu lagi."


"Sudah kubilang aku tidak mau makan sekarang. Nanti kalau sudah selesai kumakan, akan kusuruh Asisten Han mengirimnya padamu."

Tapi Xiao Qi bertekad mau melaksanakan perintah Nyonya Chai dengan baik, yaitu memastikan Leng memakan makanan ini dan langsung menyuapi Leng.

Bersambung ke episode 4

2 komentar: