Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Special Ending

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Special Ending


Setelah Mo Mo muntah-muntah waktu itu, Wei Yi bertanya-tanya kenapa Mo Mo minum pil KB itu?

"Kau mungkin belum berencana punya bayi."

"Segala tentangmu ada dalam rencanaku." Ujar Wei Yi.


Mo Mo tersenyum bahagia mendengarnya. Tapi... Apa ini yang Wei Yi teliti selama dia di Jerman? Tiba-tiba saja dia jadi pintar dalam hal-hal seperti ini.

"Iya. Aku sudah bekerja keras dalam hal 'itu' sebelum aku pergi ke luar negeri."

Mo Mo mulai bingung dengan arah pembicaraan ini. "Maksudku bukan 'itu'!"

"Terus maksudmu apa?"

"Aku mau tidur aja!"


Suatu malam, mereka lagi nonton acara masak-masak yang kontan membuat Mo Mo merengek-rengek kangen mie bekicot.


Malam harinya sebelum mereka kembali ke Cina, Mo Mo sedang memotong kukunya dan Wei Yi menadahi potongan-potongannya sambil berbohong kalau dia tidak bisa mengantarkan Mo Mo ke bandara dengan alasan kalau dia sudah kebanyakan libur.

Mo Mo kecewa. "Baiklah. Jadi, kau tidak akan kemali ke Cina setidaknya satu bulan?"

"Iya, aku akan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin."

"Tidak apa-apa. Aku akan menunggumu di rumah... suamiku."

Wei Yi kaget, Mo Mo bilang apa barusan. Tapi Mo Mo menolak mengulang ucapannya. Kata-kata yang baik tidak boleh diulang dua kali. Tapi dia akan mengatakannya lagi kalau Wei Yi mau pulang bersamanya besok.

"Sungguh cuma itu satu-satunya cara? Kurasa tidak." Wei Yi sontak mengejarnya keliling kamar.


Saat mereka pergi ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka, Mo Mo sebenarnya agak ragu. Karena saat dia keluar dari gedung ini nanti, maka dia akan resmi menyandang status wanita yang sudah menikah. Rasanya beban di pundaknya jadi sangat berat.

Wei Yi menyentil dahinya dengan geli. "Bebanku lebih berat sekarang. Ayo, masuk."


Usai foto untuk buku nikah mereka, mereka lalu mendaftarkan pernikahan mereka. Tapi saat petugas meminta mereka untuk menyerahkan KTP dan KK, Mo Mo baru ingat kalau KK-nya ada di kampung halamannya. Apa yang harus mereka lakukan?

Wei Yi santai saja mengeluarkan semua dokumen yang diperlukan, termasuk KK-ya Mo Mo. Ibunya Mo Mo yang ngirim ke dia.

Tak mau dikira kalau dia nggak ada persiapan apa-apa, Mo Mo dengan pedenya menyatakan kalau dia juga sudah mencari informasi bahwa biaya pendaftaran pernikahannya sebesar 9 yuan.

Dia langsung saja mengeluarkan uang 9 yuan pas, tapi petugas malah berkata bahwa pendaftaran pernikahan sekarang gratis. Pfft!

Mo Mo kecewa, padahal dia bahkan pergi ke bank untuk menukar uang 9 yuan. Meng Lu bilang kalau jumlah itu artinya pernikahan yang langgeng.

"Aku menghargainya... Nyonya Gu."


Mo Mo langsung berubah ceria lagi mendengar nama panggilan itu. Mereka akhirnya menandatangi dan cap jempol formulir pernikahan mereka, tertanggal 17 Januari 2019.


Mereka pulang sambil bawa belanjaan banyak banget saat tiba-tiba saja Mo Mo menuntut Wei Yi untuk belajar masak. Karena mulai sekarang, Wei Yi yang harus bertanggung jawab masak, belanja, cuci baju, ngepel, dll.

"Terus kau bertanggung jawab dalam hal apa?" Protes Wei Yi.

"Aku bertanggung jawab jadi istrimu."


Setelah bicara dengan Fu Pei dan Shan Shan, Mo Mo mengunjungi Wei Yi di lab. Zhou Lei pun bergegas pergi biar kedua sejoli itu bisa berduaan.

Mo Mo dengan antusias memberitahu Wei Yi kalau Fu Pei mau melamar Shan Shan. Wei Yi kaget, soalnya Fu Pei nggak bilang apa-apa dan cuma meminta bantuannya untuk membooking restoran.

Mo Mo langsung iri melihat restoran mana yang Fu pei booking, tempat itu katanya romantis banget banyak bunganya di mana-mana. Fu Pei juga sudah menunjukkan cincin lamarannya padanya loh.

Wei Yi sontak cemburu, "ngapain dia memperlihatkannya padamu? Itu kan bukan urusanmu."

"Cincinnya cantik banget."

"Kita juga punya cincin."

"Ada berliannya, segede ini. Biar kutunjukkan, nih lihat." Ujar Mo Mo sambil menunjukkan foto cincin itu.


"Memangnya apa yang bisa dilakukan berlian? Motong kaca?" Nyinyir Wei Yi.

"Apa kau cari masalah?"

"Emang bener kok. Berlian dan kaca cuma beda kekerasannya doang kok."

"Maksudmu apaan ngomong gitu? Bagaimana kalau kau memberiku kaca yang lebih keras daripada berlian saja?"

"Oke."


Maka Wei Yi lalu memanaskan kaca pada suhu tinggi hingga kaca itu meleleh berbentuk kecebong. Ini kaca ini adalah Tetesan Pangeran Rupert, ini adalah kaca yang jauh lebih keras daripada berlian.

Mo Mo tak percaya, bentuknya kayak kecebong gitu. Maka Wei Yi langsung menyuruhnya untuk menghantam bagian kepala tetesan kaca itu pakai palu. Mo Mo mencoba melakukannya dan benar saja, tetesan kaca itu benar-benar kuat biarpun dia menghantam bagian kepalanya berulang kali dengan cukup keras. Wah! Mo Mo kagum.


"Gimana? Lebih keren daripada berliannya Fu Pei, kan? Berlian itu cuma kebohongan marketing. (Berlian) itu cuma zat carbon."

"Berlian tuh memiliki makna romantis. Berlian adalah abadi selama-lamanya, memangnya kau tidak pernah dengar?"

"Aku juga bisa memberi arti untuk Tetesan Pangeran Rupert ini."

"Apa?"

"Cinta kita takkan bisa dihancurkan."

Mo Mo geli mendengarnya. Kalau begitu, sekarang Mo Mo mau mencoba memukul bagian ekor tetesan kaca ini. Tapi Wei Yi malah mendadak panik dan mengingatkan Mo Mo bahwa segala hal yang dilakukan di lab ini harus sesuai prosedur dan dalam pengawasan instruktur.


Wei Yi lalu menggunakan tang untuk menghancurkan tetesan kaca itu melalui bagian ekornya dan kaca itu langsung hancur berkeping-keping. Wei Yi menjelaskan kalau kaca itu hanya keras di bagian luarnya saja. Saat lelehan kaca terjatuh ke air es, maka bagian luarnya akan langsung mengeras sedangkan bagian dalamnya tidak.

"Jadi... cinta kita kita takkan bisa dihancurkan?"

"Cinta kita takkan bisa hancur... tapi kau adalah titik kelemahanku." (Pfft!)

"Itu agak cheesy."


Hari itu, mereka habis belanja bersama putra mereka. Mereka pulang bergandengan tangan mesra sementara Gu Mo Wei diseret dengan mobil maiannya sambil bawa belanjaan mereka.

Tiba-tiba Mo Wei protes meminta mamanya untuk mengambil belanjaan ini. Wei Yi dan Mo Mo sontak saling berpandangan penuh arti.

"Gu Mo Wei, kau akan menyesal loh." Wei Yi memperingatkannya tapi Mo Wei malah melet.

Jadilah Wei Yi mengambil alih belanjaan mereka sambil menyeret Mo Mo yang menguasai mobil mainannya Mo Wei. Pfft! Kasihan banget Mo Wei malah jadi terpaksa jalan kaki sekarang.

-THE END-

2 komentar:

  1. It's very very good..
    Please put your head on my shoulder season 2..

    ReplyDelete
  2. Baru nonton filmnya seru banget komedi romantic yg bisa buat penonton senyum" sendirišŸ˜

    ReplyDelete