Sinopsis I Hear You Episode 9

 Sinopsis I Hear You Episode 9

Er Duo mulai melakukan dubbing-nya di studionya Moyu. Tapi dia agak kesulitan di beberapa dialog. Dia jadi tidak enak pada Moyu.


Tapi Moyu sama sekali tidak marah padanya. Dia justru menyemangati Er Duo dan menceritakan pengalaman pertamanya dubbing dulu yang jauh lebih buruk daripada Er Duo.

 

Pada saat yang bersamaan, di studio lain, Shu Wei juga sedang rekaman biola.


Saat Er Duo keluar, dia mendapati Lu Tian ternyata masih menunggunya di depan, ingin mengajak Er Duo pulang bersamanya. Tapi Er Duo mengingatkan kalau dia akan pulang dengan Shu Wei.

Lu Tian ngotot agar Er Duo pulang bersamanya saja. Lagian kan mobilnya Shu Wei tidak tampak ada di ana-mana, jadi mending Er Duo pulang bersamanya biar lebih cepat. Er Duo tetap menolak, dia akan pulang naik bis saja kalau begitu.


Tepat saat itu juga, Shu Wei baru keluar bersama kedua anak buahnya yang memuji-muji permainan biolanya Shu Wei barusan. Tapi Shu Wei malah melihat Er Duo masih ngobrol dengan Lu Tian dan langsung menyeret Er Duo pulang bersamanya.


Dan karena Shu Wei tidak bawa mobil, mereka akhirnya naik bis. Mungkin karena tidak pernah naik bis, Shu Wei berniat mau bayar pakai uang pecahan besar. Untung saja Er Duo cepat menghentikannya dan membayarinya untuk Shu Wei.

Er Duo menjelaskan kenapa dia bisa datang bersama Lu Tian. Tapi Shu Wei cuek mengingatkan Er Duo bahwa Er Duo tidak perlu menjelaskan masalah itu padanya. Er Duo agak kecewa mendengarnya.

Tapi Shu Wei heran. Er Duo bercita-cita bisa ke Jepang dan menjadi dubber profesional, tapi kenapa dia malah menyia-nyiakan waktu? Shu Wei merasa kalau Er Duo tidak bersungguh-sungguh.

Dia melakukan hal-hal tidak perlu seperti mengajari Lu Tian. Bahkan menghadiri festival online yang justru membuat netizen jadi heboh mengomentari fotonya. Apa dia tidak berpikir kalau itu merugikan dirinya sendiri.

"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan hingga larut malam.  Tapi tidak aman seorang gadis pulang terlalu malam dan merepotkan untuk terus menerus dijemput."
 

Er Duo tidak terima komentarnya. Shu Wei terlahir dari keluarga kaya raya, dia tidak tahu seperti apa perjuangan Er Duo dalam meraih impiannya.

Dia tidak seperti Shu Wei yang punya latar belakang bagus dan punya banyak koneksi. Er Duo harus bekerja demi membiayai studinya. Sangat jarang baginya mendapatkan kesempatan seperti ini, tentu saja dia tidak boleh mengabaikannya.

Dia juga ingin pulang lebih sore, makan enak, belajar dengan nyaman, dan bukannya keluyuran tengah malam. Lagian kan dia tidak pernah meminta Shu Wei untuk menjemputnya.

"Dan jika kehadiran Lu Tian tadi membuatmu malu pada para kolegamu, aku minta maaf!"


Er Duo langsung berjalan pulang mendahului Shu Wei. Tapi tepat saat itu juga, Shu Wei menyadari kehadiran orang asing yang tengah membuntutinya.

Maka Shu Wei sengaja berjalan lebih cepat sampai orang itu kehilangan jejaknya. Dan saat orang itu mulai kebingungan mencarinya, Shu Wei tiba-tiba muncul menyergapnya dan membuka penyamaran orang itu dan ternyata dia wanita.

Bukannya takut atau kabur, wanita itu malah senang melihat Shu Wei. Dia bahkan malu-malu bak wanita kasmaran yang bahagia bertemu dengan gebetannya.

Shu Wei langsung bisa menduga kalau dialah pelaku yang mengirim boneka berlumuran darah ke Er Duo. Wanita itu kontan kesal mendengar nama Er Duo, Er Duo tidak pantas untuk Shu Wei. Shu Wei tidak boleh menyukainya.


"Kau melakukan kejahatan!" Shu Wei langsung saja menelepon polisi. Tapi wanita psiko itu malah heboh teriak-teriak seolah dia adalah korban pelecehan.


Mereka berakhir di kantor polisi tak lama kemudian, dan wanita itu ngotot menuduh Shu Wei melecehkannya. Shu Wei santai saja balik melaporkan wanita itu dan memberitahu polisi bahwa belakangan ini ada paket yang sering dikirim ke rumahnya dan isinya adalah boneka berlumuran darah. Dia yakin wanita inilah pelakunya.


Keesokan harinya, Shu Wei cepat-cepat membangunkan Er Duo karena mereka sudah hampir terlambat untuk syuting variety show di pantai. Bahkan saat mereka tiba di lokasi tak lama kemudian, mereka melihat Li Zi sudah mondar-mandir gelisah menunggu mereka.

Dalam acara kali ini, masing-masing pasangan diceri sebuah misi untuk menguji kekompakan para pasangan itu. Pastinya, cuma Er Duo dan Shu Wei yang paling nggak kompak, apalagi Shu Wei tampak ogah-ogahan banget dalam melakukan semua misinya.

Saat disuruh saling menempelkan kaki, Shu Wei malah menginjak kaki Er Duo. Waktu disuruh nempelin lutut, Er Duo cuma menyodok-nyodok lututnya Shu Wei. Apalagi waktu disuruh saling menempel bahu, mereka kesulitan melakukannya karena perbedaan tinggi badan mereka yang jauh.

Parahnya lagi, waktu disuruh saling menempelkan dahi dan hidung, Shu Wei malah tidak mau menunduk sedikitpun. Er Duo berusaha melompat-lompat untuk meraih hidungnya tapi gagal.


Jelas saja interaksi mereka itu langsung mengundang kritik para netizen. Mereka jadi curiga lagi kalau kedua orang itu adalah pasangan palsu.

Li Zi langsung kesal merutuki Shu Wei. Kalau begini terus, lama-lama bakalan berdampak pada acaranya. Xing Zhen datang saat itu, dia mengaku kalau kerjaannya sudah selesai, jadi dia datang kemari untuk belajar.

Yu Zhong langsung saja memuji-muji kemajuan pesat Xing Zhen dalam pekerjaan ini, Li Zi langsung cemburu.


Gara-gara interaksi mereka yang nggak ada kompak-kompaknya itu, ratingnya Shu Wei dan Er Duo jadi menurun. Karena itulah, mereka dihukum dengan cara disiram air seember.

Tapi Shu Wei mendadak bergerak cepat menarik Er Duo ke depannya dan melindunginya dari guyuran air itu. Dia bahkan memberikan handuknya ke Er Duo dan memakaikannya ke kepala Er Duo kayak kerudung yang kontan membuatnya tersenyum geli, Er Duo jadi kayak wanita Arab kalau begini.


Shu Wei lagi-lagi bermasalah. Insiden Shu Wei bertengkar dengan wanita yang menguntitnya waktu itu, sekarang jadi viral di internet. Wanita itu bahkan mengklaim kalau Shu Wei melecehkannya, tapi ada juga yang bilang bahwa wanita itulah yang salah. Kasus ini masih diselidiki polisi sekarang. Er Duo penasaran, apa karena kejadian ini makanya Shu Wei sering menjemputnya belakangan ini?

"Tidak juga. Itu... Yang kukatakan semalam bukan untuk memojokkanmu atau membuatmu tertekan dengan keadaanmu saat ini. Maafkan aku."

Er Duo dengan canggung berkomentar kalau insiden ini bisa berdampak buruk bagi Shu Wei. Karena biarpun kebenarannya terungkap, pasti akan ada saja berita buruk beredar.

Karena itulah, mereka harus mencari bukti secepatnya untuk membuktikan Shu Wei tidak bersalah. Shu Wei santai-santai saja, tapi tetap saja Er Duo tidak bisa tenang dan langsung nge-chat Li Zi, meminta Li Zi untuk menemaninya mencari bukti besok.


Er Duo mau masak mie dan menawari Shu Wei, dia masak buat dua orang loh. Shu Wei menolak, dia yakin kalau Er Duo pasti bisa menghabiskan dua porsi itu seorang diri, iya kan? (Pfft!)

Ibunya Er Duo sedang menghitung kas keluarga, tapi sepertinya dia mau tambahan uang lebih banyak lagi. Maka dia langsung menghubungi Er Duo dan dengan gaya lebaynya mengklaim kalau belakangan ini pandangan mata Ibu buram. Tapi Ibu kekurangan uang belakangan ini, apa Er Duo punya uang?

"Ibu butuh berapa? Yang kontraknya akan diberikan dua hari lagi."

Ibu sontak antusias meminta Er Duo untuk memberikan gajinya itu nanti. (Acara) itu menguntungkan juga... Oops, keceplosan.

"Menguntungkan? Menguntungkan apa?"

"Err... bukan, maksud ibu karena rumah sakit lagi ultah, jadi ada diskon gitu."

"Aku baru tahu kalau rumah sakit ngasih diskon."

"Ini kan bukan pertama kalinya ibu check up, makanya dikasih diskon."

Er Duo dengan polosya mempercayai ucapan Ibu. Ibu menasehatianya untuk berhati-hati dalam setiap ucapannya, apalagi saat dia syuting nanti. Soalnya dia sekarang udah jadi selebritis. Kalau dia sampai salah ngomong, itu akan berdampak buruk.


Dan tentang Shu Wei, apa dia manusia normal? Apa-apaan dengan berita yang katanya dia menguntit dan melecehkan wanita itu?

"Bu, itu cuma rumor, itu tidak benar. Kenapa Ibu langsung mempercayainya?"

Ibu tidak percaya, semua orang membicarakannya, tahu! Shu Wei itu bermasalah, sifat aslinya mulai ketahuan. Malas membicarakan ini lebih jauh, Er Duo meyakinkan kalau dia bisa mengatasinya sendiri lalu cepat-cepat menutup teleponnya.


Malam harinya, Er Duo bersama Li Zi berkeliling sekitar area TKP, berusaha mencari bukti untuk menyelamatkan Shu Wei dari tuduhan. Masalahnya, semua CCTV di sekitar TKP sudah diperiksa tapi mereka tidak menemukan apapun.

Tapi kemudian Er Duo melihat sebuah mini market. Er Duo langsung masuk tempat itu untuk mengecek CCTV-nya. Dan akhirnya, di sanalah mereka menemukan sebuah bukti saat wanita penguntit itu tampak jelas tengah membuntuti Shu Wei.


Er Duo bahkan menyebar selebaran ke beberapa mobil yang parkir di sekitar TKP, meminta bantuan para pemilik mobil untuk mengecek CCTV mobil mereka.

Melihat keseriusan Er Duo dalam menangani masalah ini, Li Zi bertanya-tanya apakah Er Duo menyukai Shu Wei? Tapi Er Duo menyangkal.

"Teman sekantorku bilang kalau kalian terlihat serasi. Kalian juga sangat menarik. Aku khawatir kau mungkin jatuh cinta padanya dan berakhir sepertiku."

"Bedalah. Kau menyukai seniormu sejak lama, itulah cinta yang sesungguhnya. Ye Shu Wei itu sangat dingin. Tapi karena kejadian ini, dia diam-diam melindungiku. Meski dia tidak mengakuinya, tapi aku tidak bodoh."


Tepat saat itu juga, ada beberapa pesepeda lewat. Er Duo langsung menghentikan mereka untuk mengecek CCTV sepeda mereka. Si pemilik sepeda yakin kalau kejadian itu tidak mungkin terekam kameranya karena dia selalu mengecek rekamannya setiap minggu.

Tapi Er Duo tak peduli dan terus menonton CCTV itu... hingga akhirnya dia menemukan apa yang dia cari dan langsung minta izin si pesepeda untuk meng-copy rekaman itu.


Puas mendapatkan bukti, kedua wanita itu langsung merayakannya dengan minum-minum di bar. Tapi Er Duo kasihan juga melihat Li Zi tampak stres. Li Zi mengakuinya, dia stres memikirkan acara ini terus, takut kalau acara ini bakalan kacau.

Waktu itu, dua pemain mereka memutuskan untuk mundur sebelum acara dimulai. Dan begitulah bagaimana kemudian Er Duo dan Shu Wei dipaksa untuk menggantikan kedua orang itu. Kalau bukan karena bantuan Er Duo dan Shu Wei, entah bagaimana nasib acara itu sekarang.

Berusaha menyemangatinya, Er Duo langsung memuji-muji Li Zi dan meyakinkannya untuk santai saja. Terlepas dari semua masalah yang dia dan Shu Wei buat, pada akhirnya, segalanya bisa teratasi dengan baik berkat usaha Li Zi, kan?

Ngomongin tentang Shu Wei, Li Zi merasa kalau Shu Wei itu sebenarya baik dan lembut walaupun luarnya dingin. Tapi bodinya keren loh, six pack lagi.


Kedua wanita itu lalu unjuk kebolehan nyanyi di atas panggung. Li Zi nyanyi lagu lawas, sedangkan Er Duo menyanyikan lagu anak-anak yang dia tujukan untuk menyemangati Li Zi. Li Zi terharu.

Setelah menghabiskan beberapa botol, kedua wanita itu akhirnya mabuk sambil ngomongin tentang pertemanan antar pria dan wanita. Li Zi yakin tidak akan ada pertemanan murni diantara pria dan wanita. Masalahnya, Yu Zhong gantungin dia, Li Zi jadi bingung posisinya di mana.


Li Zi lalu pamit ke toilet, padahal sebenarnya dia diam-diam nge-chat Shu Wei dan meminta Shu Wei untuk menjemput Er Duo di bar. Tanpa Li Zi ketahui, Er Duo sebenarnya juga nge-chat Yu Zhong dan meminta Yu Zhong untuk datang kemari menjemput Li Zi.

Bersambung ke episode 11

7 komentar: