Sinopsis About is Love Episode 18 - 3

 Sinopsis About is Love Episode 18 - 3

Dalam rapat siang itu, kepala departemennya Ming Cheng melaporkan tentang keanehan yang terjadi di departemennya belakangan ini sejak kemunculan orang baru dalam departemennya. Dia menuduh orang baru itu menjual dokumen perusahaan mereka.


Tepat saat menanyakan siapa orang baru yang dia maksud, Zhou Shi masuk membawakan kopinya Wei Qing.

"Li Ming Cheng." Ujar si Kepala Departemen yang kontan membuat Zhou Shi kaget sampai dia tak sengaja menumpahkan kopinya Wei Qing.

Wei Qing kontan emosi mengusirnya. Cemas, Zhou Shi langsung berusaha menghubungi Ming Cheng, tapi tidak diangkat.


Rapat selesai saat itu juga, Zhou Shi pun langsung masuk menemui Wei Qing dan berusaha membela Ming Cheng. Dia yakin Ming Cheng bukan orang seperti itu.

Wei Qing santai, bukti-buktinya ada di sini. Jadi Zhou Shi tidak berhak bicara tentang orang seperti apakah Ming Cheng itu.

Zhou Shi bersumpah demi dirinya sendiri kalau Kakak Ming Cheng-nya adalah orang yang baik dan jujur. Bahkan sejak kecil, Ming Cheng tidak pernah mencontek. Jadi tidak mungkin Ming Cheng melakukan hal semacam itu.

"Orang bisa berubah. Dia mahasiswa miskin, jadi dia mungkin tergoda."

"Tidak mungkin! Dia tidak mungkin begitu!"

"Kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini. Aku sudah memerintahkan Wei An untuk menyelidikinya, dan dia (Ming Cheng) diskors untuk sementara waktu."

Dan jika terbukti benar, maka dia akan memecat Ming Cheng. Kepercayaan itu sangat penting, terutama dalam karir keuangan seperti ini. Sekali kepercayaan itu ternoda, maka itu akan menghantui kita selamanya dan akan sulit bagi kita untuk bangkit.

Jika terbukti benar, maka Ming Cheng akan di-blacklist dari semua perusahaan. Zhou Shi tidak terima, kalau Wei Qing melakukan itu, maka sama saja dia menghancurkan Ming Cheng.


"Apa yang dilakukannya itu menghancurkan perusahaanku, aku bisa menanganinya sesuka hatiku. Jika bukan aku yang menghancurkannya, maka dialah yang akan menghancurkan dirinya sendiri."

"Tapi, bisakah kau memberinya kesempatan kedua? Siapa tahu dia cuma bingung?"

"Bukankah kau bilang kalau dia tidak mungkin begitu? Terus kenapa sekarang kau bilang kalau dia bingung?"

Sudahlah, tidak perlu cemas. Jika Ming Cheng sungguh tidak melakukannya, maka begitu segalanya jelas, maka Wei Qing pasti akan mempermasalahkannya lagi.

Tapi jika Zhou Shi terus mengoceh di sini, maka dia akan memanggil polisi sekaran juga untuk menangkap Ming Cheng. Zhou Shi kontan panik dan bergegas keluar.Tapi tiba-tiba dia kembali dan berteriak. "Aku yakin kau akan membuktikannya tidak bersalah!"


Zhou Shi akhirnya pulang sambil nangis sesenggukan. Apa yang harus dia lakukan? Apa yang akan terjadi kalau Ming Cheng beneran pelakunya? Dia kan masih muda, masa depannya masih panjang. Bagaimana kalau dia mengakhiri hidupnya? Bagaimana kalau dia berubah jadi orang jahat? Jangan-jangan dia akan membunuh Wei Qing?

"Sudah cukup! Lama-lama kau jadi lebay. Apa kau kesurupan jiwa akting?" Canda garing Qiu Jing.

"Aku beneran khawatir! Kapan Fei Fei datang? Kau tidak bisa menghibur orang!"


Gagal menghiburnya, Qiu Jing akhirnya mencoba menganalisa masalah ini. Menurutnya, sumber masalahnya adalah buku laporan keuangan itu. Yang waktu itu Ming Cheng tunjukkan padanya.

Dalam laporan keduangan itu ada masalah korupsi besar yang terjadi di dalam perusahaan Yun Ma. Sejumlah besar uang raib. Qiu Jing rasa, ada dua kemungkinan terkait masalah ini.

Kemungkinan pertama, apa yang dilakukan Ming Cheng ketahuan sama orang yang memalsukan laporan keuangan itu. Makanya mereka menjebak Ming Cheng sebelum mereka ketahuan.

Kemungkinan kedua, mungkin Ming Cheng benar-benar menjual laporan keuangan itu pada seseorang tapi ketahuan sama Yun Ma. Itu adalah rahasia bisnis, makanya Wei Qing menghukumnya.

Zhou Shi tak percaya dengan kemungkinan kedua, pasti kemungkinan pertama. Pasti ada orang yang sengaja menjebak Ming Cheng. Pokoknya dia akan menanyai Wei Qing besok.


Tapi menurut Qiu Jing, sebaiknya dia tidak perlu melakukan itu. Karena waktu Ming Cheng mencarinya waktu itu, Ming Cheng bahkan menyuruhnya untuk menandatangani kontrak untuk merahasiakan masalah ini. Kalau Zhou Shi mencari Wei Qing, itu sama saja membuktikan Ming Cheng memang bersalah.

Menurut Qiu Jing, bagian paling penting dalam kasus ini bukanlah Ming Cheng, melainkan Wei Qing. Coba pikir, Ming Cheng itu cuma pegawai kecil yang baru bergabung di perusahaan. Mana mungkin dia bisa mendapatkan dokumen-dokumen rahasia. Jadi pasti ada seseorang yang menyuruhnya untuk melakukan itu.

"Maksudmu, Wei Qing yang memerintahkannya melakukan itu?"

Kalau memang begitu, bukankah itu artinya mereka berada di pihak yang sama? Qiu Jing rasa tidak se-simple itu. Ada banyak orang di Yun Ma, kenapa Wei Qing meminta Ming Cheng menyelidikinya?

Baik dari segi pengalaman maupun kemampuan, Ming Cheng sama sekali bukan pilihan yang cocok untuk tugas itu. Dan dalam masalah kepercaayaan, Qiu Jing yakin kalau Wei Qing lebih memercayai Sekretaris An.


Qiu Jing rasa hanya ada satu kemungkinan kenapa Wei Qing memilih Ming Cheng, yaitu karena dia bukan orang penting dalam perusahaan. Jadi orang yang memalsukan laporan keuangan itu tidak akan mengetahui keberadaannya.

"Karena dia tidak penting, maka jika terjadi sesuatu, dia bisa dibuang. Kak Ming Cheng-mu, sepertinya dia terseret dalam badai."

Kontan saja ucapannya itu malah membuat Zhou Shi mewek makin keras, meratapi Kakak Ming Cheng.


Tapi keesokan harinya saat Qiu Jing menikmati pemandangan bintang lewat proyektornya, Ming Cheng tiba-tiba muncul lalu berbaring bersamanya. Qiu Jing kira kalau Ming Cheng bakalan bersembunyi di suatu tempat.

"Memangnya aku di sini bukan bersembunyi? Shi Shi sudah memberitahumu?"

"Dia sangat mencemaskanmu."

"Entah apakah aku akan berhasil atau tidak, itu tergantung pada hari ini."


Qiu Jing bisa menduga, ini sebenarnya jebakan yang dibuat oleh Ming Cheng dan Wei Qing, kan? Ming Cheng kaget, dari mana Qiu Jing mengetahuinya?

"Gampang ditebak kok. Apa sekarang kau sudah tahu ke mana uang itu mengalir?"

"Iya."

"Apa ada hubungannya dengan Wei Qing? Jangan lihat aku, cuma perlu putar otak sedikit untuk menduganya. Apa sekarang kau khawatir akan apa yang mungkin Wei Qing lakukan padamu?"

"Kalau kau bisa menebak sampai sebanyak itu, maka coba tebaklah apa yang mungkin akan dia lakukan padaku."

"Mana kutahu."

Sekarang ini, Ming Cheng bisa saja mengungkapkan kebenarannya atau pura-pura tidak tahu apa-apa. Tapi tentu saja cara pilihan kedua jauh lebih aman.

"Lihatlah bintang-bintang itu. Mereka tampaknya tergantung asal saja di sana. Tapi sebenarnya mereka memiliki jalan masing-masing yang harus ditempuh dan mereka tidak akan berubah arah."

Manusia juga seperti itu, setiap orang memiliki jalannya sendiri-sendiri. Qiu Jing yakin kalau Ming Cheng sebenarnya sudah memikirkan segalanya cukup lama sebelum dia melakukan ini. Dan karena dia sudah membuat keputusan, maka lakukan saja apapun yang ingin dilakukannya. Jangan ragu dan majulah dengan penuh keberanian.

"Lalu apa yang harus kulakukan seandainya aku bertabrakan dengan planet."

"Kau akan menjadi hujan meteor yang sangat cantik."


Zhou Shi menemui Sekretaris An untuk meminta bantuannya terkait masalah Ming Cheng. Dia benar-benar khawatir karena Ming Cheng bahkan tidak bisa dihubungi. Dia tidak mungkin dipenjara, kan?

"Apa kau pikir Kakak Ming Cheng-mu itu orang jahat?"

"Tentu saja tidak."

"Kalau begitu, teruslah percaya padanya. Kekhawatiranmu padanya sekarang ini, sama saja dengan kau tidak memercayainya."

Bersambung ke episode 19

3 komentar: