Sinopsis About is Love Episode 12 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 12 - 1

Menyadari Zhou Shi tidak mengenali siapa Xun Ran, Nyonya He berkata bahwa Zhou Shi akan bisa melihatnya nanti saat dia bekerja. Zhou Shi kaget, jadi maksudnya dia diterima bekerja di sini? Tapi, dia bahkan belum menjalani tes atau apapun? Apa dia benar-benar bisa bekerja di tempat kelas atas kayak begini?


Tentu saja, karena dia direkomendasikan oleh Ning Fei, itu artinya Zhou Shi sudah mengalahkan 90% kandidat lainnya. Mendapatkan kepercayaan Ning Fei jauh lebih efektif daripada melakukan tes apapun.

"Wah, tak kusangka kalau dia punya koneksi yang bagus." Batin Zhou Shi kagum.

"Pergilah bersiap-siap, kau bisa mulai bekerja besok."

"Besok? Secepat itu?"

"Kenapa? Kau ada urusan lain?"

"Oh, tidak. Saya pasti akan datang tepat waktu besok."

"Baguslah. Kalau begitu, sampai jumpa besok."

Tapi kemudian Zhou Shi baru ingat kalau sebentar lagi adalah ultahnya Ming Cheng.


Di rumah, Fei Fei terkantuk-kantuk di sofa dengan Ning Fei yang tertidur di pangkuannya. Saat Qiu Jing keluar kamar, dia malah melihat kepalanya Fei Fei oleh ke arah Ning Fei. Qiu Jing sontak menjambak rambut Fei Fei dan mencegahnya menempel ke Ning Fei.

Fei Fei jelas kesal dan langsung melabrak Qiu Jing lewat chat biar tidak mengganggu tidurnya Ning Fei. Tiba-tiba Ning Fei bangun dan entah apakah dia mendengar sesuatu karena tiba-tiba dia langsung membuka pintu untuk Zhou Shi padahal Zhou Shi bahkan belum ketuk pintu atau apapun.


Zhou Shi menghambur masuk dengan panik. Dia lupa kalau sebentar lagi ultahnya Ming Cheng dan Zhou Shi bahkan belum menyiapkan hadiah apapun.

"Padahal itu hari paling penting tahun ini dan sudah jadi tradisi setiap tahun. Bagaimana bisa aku melupakannya tahun ini?!"

"Tradisi apa?" Heran Fei Fei.

Flashback.


Dulu waktu mereka masih remaja, Zhou Shi tanya apa yang Ming Cheng inginkan untuk hari ulang tahunnya. Ming Cheng malah bilang kalau dia ingin nilai sempurna untuk matematika dan bahasa inggris.

Zhou Shi heran. "Bukankah biasanya kau selalu mendapat nilai itu? Gampang sekali kan?"

"Yang kumaksud kau!"

"Hah? Kak, apa tidak ada yang lebih mudah saja?"

Tapi Ming Cheng bersikeras menuntut Zhoi Shi untuk mendapat nilai sempurna, minimal matematika saja. Asal Zhou Shi memenuhi permintaannya ini, maka Ming Cheng janji akan mengabulkan apapun keinginan Zhou Shi selama satu bulan.

Flashback end.


Zhou Shi mengaku bahwa dia benar-benar berhasil mendapat nilai sempurna waktu itu. Tapi kemudian dia malah tenggelam di kolam (masih inget kan adegan opening drama ini?).

Makanya sejak saat itu, dia dan Ming Cheng membuat kesepakatan bahwa mereka akan saling bertukar hadiah untuk ultah masing-masing. Jika Zhou Shi bisa menebak apa yang Ming Cheng inginkan, maka Ming Cheng juga akan memberikan hadiah apapun yang Zhou Shi inginkan.

Malas mendengarkan gosipan para wanita itu, Ning Fei langsung saja meneruskan tidurnya lagi di pangkuan Fei Fei.

Zhou Shi berpikir kalau suatu hari Ming Cheng bisa menebak hadiah apa yang paling dia inginkan, maka mungkin Ming Cheng akan memberikan itu di hari ulang tahunnya. Pfft! Fei Fei mendengus geli mendengarnya.

Masalahnya sekarang Zhou Shi harus bisa menebaknya lebih dulu, tapi dia benar-benar tidak bisa menebak apa yang Ming Cheng inginkan. Qiu Jing heran, sesulit itukah?

Masalahnya, hadiah-hadiah yang selama ini Ming Cheng berikan padanya sangat aneh. Tahun kemarin saja Ming Cheng memberinya hadiah kamus bahasa Inggris. PFft! Kalau tahun ini dia tetap salah tebak lagi, mungkin Ming Cheng akan memberinya hadiah yang lebih buruk.

"Kenapa tidak tanya langsung saja ke orangnya."

"Tidak bisa, tidak ada gunanya juga."

"Kelau begitu, tanya saja sama temannya."

"Kau pikir seseorang yang nilainya buruk sepertiku bisa berinteraksi dengan murid-murid kelas A? Aku tidak bisa bergabung ke dalam komunitas mereka. Lagian sekarang ini mereka sedang bersaing mencari perhatian Zhang Ran Yu. Mereka tidak pernah menganggapku."

Kalau begitu, sepertinya Fei Fei harus bertindak nih. Katakan saja siapa yang musti Fei Fei serang lebih dulu.


Zhou Shi pesimis, apa Fei Fei bahkan pernah jadi juara 1 atau atau 3 dalam sebuah kompetisi? Komunitas semacam itu sama sekali tidak peduli penampilan karena dia harus lulus IQ untuk bisa masuk komunitas itu.

Qiu Jing tak percaya mendengarnya. Komunitas mereka kan dikit banget, berani sekali mereka membicarakan masalah IQ. Baiklah, Qiu Jing bisa membantunya. Jangankan mengetahui masalah hadiah, Qiu Jing bahkan bisa mencari informasi berapa banyak cewek yang pernah digodain Ming Cheng semasa dia masih kecil dulu.


Ran Yu lagi nongkrong di klub astronomi, tapi dia malah memperhatikan Ming Cheng sibuk sendiri main baduk dengan ponselnya. Ada apa dengan Ming Cheng belakangan ini?

"Kudengar dia menemukan teman di internet yang bisa dia ajak ngobrol. Tiap hari dia cuma main baduk."

"Siapa temannya itu?"

"Entahlah. Tapi kudengar dia wanita."

Ming Cheng kalah lagi. Dia berusaha mengajak Qiu Jing main satu ronde lagi, tapi ditolak. Qiu Jing berkata kalau dia sibuk, dan tepat saat itu juga, dia mendadak muncul di depan pintu. Ming Cheng senang melihatnya.


Qiu Jing datang untuk mendaftarkan diri soalnya waktu itu kan dia mendapat panggilan untuk bergabung di klub ini. Ran Yu mengenalinya dan langsung tak senang.

"Kau kan orang yang memanggilku berpalang apa...?"

"Galaksi spiral berpalang."

Para pria kontan panik berusaha menenangkan Ran Yu biar dia tidak marah, tidak usah dipikirin, itu cuma simbol kok. Ran Yu tetap kesal, ngapain sih Ming Cheng membiarkan orang ini bergabung?

Tentu saja karena Qiu Jing mendapat nlai sempurna di tes waktu itu. Ran Yu tak percaya, siapa tahu kalau Qiu Jing main curang.

"Kalsium oksida, antimony=Sb, CuSO4=250 (berat atom, yang juga bisa diartikan sebagai 'bodoh')."

Ran Yu nggak ngerti bahasa slang-nya itu, tapi para pria mengerti dan buru-buru menahan senyum geli mereka sambil meyakinkan Ran Yu kalau itu tidak ada artinya.

Ming Cheng pun cepat-cepat membawa Qiu Jing masuk ke kantor untuk memberinya lembar instruksi untuk anggota baru.


Para pria yakin kalau pak ketua mereka itu pasti akan memberi pelajaran pada si anggota baru. Baguslah, Ran Yu senang mendengarnya. Btw, dia nggak marah loh yah. Dia cuma tidak mau pak ketua dibodohi oleh si anggota baru. (Pfft! Iyain aja deh)


"Klub ini lumayan miskin, yah. Ketuanya bahkan tidak punya kantor pribadi." Komentar Qiu Jing.

"Kalau tidak salah, kau mahasiswi jurusan kimia Universitas Guang Hua tahun ke-3, bukan?"

"Zhou Shi yang memberitahumu?"

Tidak. Qiu Jing sepertinya tidak tahu kalau sebenarnya Qiu Jing itu lumayan populer loh. Pak dosen saja terkagum-kagum sama Qiu Jing.

Dan tentang simbol kasium oksida dan antimony yang tadi itu, lain kali jangan gunakan ilmu pengetahuan untuk hal-hal seperti ini. Bagaimanapun, sekarang mereka adalah satu klub, jadi dia harap mereka bisa bergaul dengan baik.

"Aku datang kemari bukan untuk berteman dengan mereka. Aku datang kemari karenamu."

"Aku?"


Qiu Jing tiba-tiba mendekat lalu menyudutkannya ke tembok bak cowok yang lagi ngerayu cewek. "Apa ada seorang wanita yang kau sukai sekarang ini?"

Tapi Qiu Jing perhatian, iris mata Ming Cheng tidak ada perubahan, detak jantungnya juga tidak berubah, berarti tidak ada cewek yang dia sukai. Oke, kalau begitu, Qiu Jing to the point tanya apa yang Ming Cheng inginkan sebagai hadiah ultahnya tanggal 6 nanti?

Ming Cheng mendadak gugup mengira Qiu Jing sendiri yang mau memberinya hadiah. Tapi kan status hubungan mereka saat ini belum sampai ke tahap itu. Qiu Jing nggak nyambung, memangnya Ming Cheng maunya hubungan seperti apa?

"Ha-hanya jenis hubungan dimana kita merayakan ultah bersama."

"Kalau kau yang bayar makan malamnya, aku ikut. Jadi bisakah kau jawab pertanyaanku sekarang?"


Ming Cheng dengan antusias berkata kalau dia mau satu set lengkap teleskop bintang untuk meneliti galaksi dan planet-planet. Qiu Jing tidak setuju, semua itu terlalu mahal (bagi Zhou Shi). Hadiah lain yang lebih sederhana saja.

"Model mini sistem tata surya?"

"Itu juga masih mahal. Lagian itu tida bisa didapatkan di negara ini. Aku harus meminta orang untuk membelikannya di luar negeri. Yang lain saja."

Ming Cheng terus saja minta segala sesuatu yang berhubungan dengan astronomi, tapi Qiu Jing menolak semua permintaannya yang terlalu merepotkan itu. Tidak bisakah dia memikirkan hadiah yang lebih gampang didapatkan, kalau bisa tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.


Tiba-tiba pandangana matanya jatuh ke lukisan kaligrafi di dinding. Ini Ming Cheng buat sendiri? Ming Cheng membenarkan, kadang-kadang dia memang membuat kaligrafi.

Oke. Kalau begitu, Qiu Jing memutuskan kaligrafi saja. Nanti kalau Zhou Shi tanya, Ming Cheng bilang saja kalau dia ingin hadiah kaligrafi. Pokoknya dia harus bilang begitu, ngerti?

Ming Cheng bingung. "Kenapa?"

"Tidak kenapa-kenapa. Sedangkan segala hal yang mahal dan merepotkan yang kau inginkan itu, akan kupikirkan cara untuk mendapatkannya untuknya."

"Sungguh?"

"Akan kuusahakan. Tapi aku yang akan menentukan waktu dan caranya. Kau tidak boleh keberatan."

"Oke."

Bersambung ke part 2

4 komentar: