Sinopsis How Boss Wants to Marry Me Episode 14 - 1

 Sinopsis How Boss Wants to Marry Me Episode 14 - 1

Chu Yan tiba-tiba muncul dalam keadaan hidup dan sehat walafiat dan pastinya mengejutkan seisi ruangan. Dia dan Yi Zhou lalu maju ke atas panggung. Chu Yan menyapa An Ran dengan nada sinis sebelum kemudian berdiri di sisi Xia Lin.


Yi Zhou menegaskan bahwa konferensi press ini untuk mengumumkan pernikahannya sekaligus mengklarifikasi rumor palsu tentang hubungan Chu Yan dan istrinya.

Para wartawan kebingungan, apakah ini artinya pembunuhnya Chu Yan adalah orang lain? Apakah semua ini cuma sandiwara yang dibuat oleh Chu Yan dan Xia Lin?


Chu Yan membenarkan, semua ini memang cuma sandiwara. Tapi dia dan Xia Lin menjadi pemeran utama pria dan wanitanya tanpa mereka ketahui. Sedangkan sutradara sandiwara ini adalah...

"Seseorang yang tumbuh bersamaku sejak kecil dan selalu memanggilku dengan sebutan 'kakak' selama 22 tahun... Nona An Ran."

Kontan saja para wartawan langsung heboh menanyakan kebenaran ucapan Chu Yan itu pada An Ran. An Ran panik menyangkal, dia tidak ada hubungan dengan perkara ini, dia tidak mungkin menyakiti Chu Yan. Kenapa Chu Yan tidak memercayainya?

"An Ran, jika orang lain yang bilang, aku pasti tidak akan pernah mempercayainya. Tapi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."

Flashback.


Waktu itu, ada seorang suster yang datang menyuntikkan obat ke infusnya Chu Yan. Chu Yan menyadari dia suster yang berbeda dari yang biasanya, tapi dia tidak curiga. Tapi begitu obat itu masuk ke aliran darahnya, Chu Yan dengan cepat mulai mengantuk. Saat itulah An Ran muncul.

Flashback end.



"Karena itulah, tidak akan ada seorangpun di antara kami yang akan mempercayai omonganmu."

Para wartawan sontak heboh menuntut kenapa An Ran menjebak Xia Lin dan mayat siapa yang ditemukan di rumah sakit itu? Kenapa dia kejam sekali? Kenapa dia melakukan ini? jelaskan!

Tak bisa menghindar lagi, An Ran berniat mau melarikan diri. Tapi para wartawan langsung mengerubunginya dan menghalangi jalannya. Ah Nan yang menonton siaran acara itu, jadi tambah dendam pada Yi Zhou. Dia bersumpah tidak akan membiarkan Yi Zhou seberuntung ini lain kali.

 

Di tengah keributan ini, Yi Zhou melihat Yang Tong kabur diam-diam. Yi Zhou pun langsung mengisyaratkan Wen Li untuk mengejarnya.

An Ran terus bersikeras mengklaim dirinya tidak bersalah sehingga Chu Yan sendiri yang akhirnya menjawab rentetan pertanyaan para wartawan itu.

Mayat yang ditemukan di TKP, adalah mayat yang hilang dari kamar mayat, polisi sudah mengonfirmasi masalah ini. Dan selama beberapa hari terakhir, Chu Yan disekap di sebuah gudang di pinggiran kota.

Flashback.


Saat Chu Yan tersadar, dia mendapati dirinya diikat dan dijaga dua orang pengawal. Chu Yan awalnya berusaha menakut-nakuti mereka dengan mengancam akan ada banyak orang yang mencarinya.

Tapi kedua pengawal itu santai saja memberitahu Chu Yan bahwa semua orang sudah menganggapnya mati. Jelas saja Chu Yan kaget, apa maksudnya dia sudah dikira mati?

Dia mencoba ganti strategi dengan menawarkan lebih banyak uang untuk mereka. Tapi si pengawal sinis memberitahunya bahwa bos mereka akan melipat gandakan bayaran mereka lebih daripada yang Chu Yan tawarkan.

Chu Yan terus berusaha keras melepaskan ikatannya. Dan akhirnya, kesempatan itu datang dengan sendirinya saat si pengawal itu melepaskannya hanya supaya dia bisa makan. Dia pura-pura menikmati makanannya padahal diam-diam dia mengayunkan kursi ke si pengawal. Begitulah ceritanya dia bisa kabur.

Flashback end.


Para wartawan langsung heboh kasak-kusuk menggerutui kekejaman An Ran. Xia Lin sungguh tidak mengerti apa sebenarnya salahnya sampai An Ran melakukan hal semengerikan ini demi menjebaknya?

An Ran kontan emosi mendengarnya. "Kau pikir kau itu siapa? Kalau bukan karena kau mencengkeram paksa Kak Yi Zhou, aku tidak akan pernah melirikmu!"

"Semuanya hanya demi cinta yang bukan milikmu? Kau menghancurkan dirimu sendiri seperti ini. Apa semua ini berharga?"

"Tidak masalah berharga atau tidak. Asalkan ada kesempatan 0,01% untuk menghancurkanmu, akan kulakukan!"

"Tapi pada akhirnya, Ling Yi Zhou masihlah suamiku dan Chu Yan masih temanku. Satu-satunya yang hancur dan berakhir tanpa apapun selain namanya adalah kau."


An Ran kontan maju ke arahnya, tapi Yi Zhou dan Chu Yan sigap melindungi Xia Lin dan menghalangi An Ran.

"An Ran, jangan mempermalukan dirimu lebih jauh lagi."

"Malu? Kalian semualah alasanku jadi malu!"

"An Ran! Salahkan dirimu sendiri karena membuat segalanya jadi seperti ini... bersama orang misterius yang mengendalikanmu dari belakang. Kau cuma punya satu pilihan sekarang. Katakan siapa orang itu?"

"Dia seseorang yang walaupun tanpa aku, dia tetap bisa membuat kalian semua tidak bisa hidup dengan tenang!"

Tiba-tiba polisi datang dengan membawa surat penangkapan untuk An Ran, dia dinyatakan bersalah atas tuduhan pembakaran dan penculikan. An Ran pun dibawa pergi. 

Ketua Tim Wang menyuruh Chu Yan istirahat saja sekarang, tapi besok dia harus datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya.


Yi Zhou masih mengkhwatirkan kesehatan Chu Yan, tapi Chu Yan menolak check up ke rumah sakit, dia sudah bosan di tempat itu.

Xia Lin berusaha mengajaknya pulang ke rumah mereka biar ada yang merawat Chu Yan, tapi Chu Yan juga menolak. Dia kan baru saja mendapatkan kebebasannya.

Tepat saat itu juga, Chu Yan melihat seorang wanita di depan dan jelas dia mengenali wanita itu.

"Temanku sudah menunggu, aku pergi yah, dadah!" Pamit Chu Yan.


Fei Fei penasaran karena tidak melihat Wen Li sedari tadi. Ke mana dia? Yi Zhou berkata bahwa Wen Li masih harus mengurus sesuatu. Kalau begitu, Fei Fei juga pamit pergi. Dia harus berkemas soalnya.

"Kasih tahu aku kalau kau pindahan."

"Yah, Nyonya. Dadah!"

Yi Zhou penasaran, Fei Fei mau pindah? Iya, tidak enak serumah dengan Wen Li, makanya Fei Fei akan pindah kembali ke apartemen lama mereka.


Siapakah wanita bersepeda motor yang menunggu Chu Yan di depan itu?... Marilah kita melihatnya dalam flashback.

Dalam usahanya kabur dari tempat penculikannya, Chu Yan menemukan sebuah sepeda motor nganggur di jalan. Maka Chu Yan langsung saja mengambilnya.

Tapi belum sempat menyalakannya, tiba-tiba saja si wanita pemilik motor itu datang menghentikan aksinya. "Ku siapa?!" Sengit wanita itu.

"Chu Yan! Sang superstar hebat, Chu Yan! Lihatlah wajahkuabaik-baik!" Kesal Chu Yan.

Wanita itu bingung, Chu Yan kan sudah mati terbakar? Tidak ada waktu menjelaskan, Chu Yan langsung menawarkan 100 ribu dollar untuk sepeda motornya ini.

Tapi wanita itu menolak, dia masih harus mengirim banyak kiriman. Panik, Chu Yan langsung saja mendobelkan tawarannya lalu menyeret wanita itu ke sepeda motornya dan mereka pun melaju bersama.


Tapi wanita itu heboh jejeritan dan bergerak-gerak terus sampai membuat Chu Yan kehilangan keseimbangan dan jadilah mereka berdua terlontar dari sepeda. Pfft!


Karena itulah, sekarang wanita itu menuntut Chu Yan untuk bayar dobel. Chu Yan sih tidak mempermasalahkan jumlahnya, tapi kenapa rasanya dia seperti sedang diperas yah?

"Selebritis seperti kalian kan biasaya hidup mewah, anggap saja aku lagi main Robin Hood."

"Apa yang akan kau lakukan dengan uang sebanyak itu?"

"Bukan urusanmu. Dan lagi, aku cuma terima uang tunai."

Baiklah. Tapi Chu Yan menuntut wanita itu memperlihatkan KTP-nya, dia harus mengonfirmasi identitas wanita itu. Siapa tahu dia kriminal, bisa-bisa Chu Yan bakalan dikira komplotan.


Kesal, wanita itu menunjukkan KTP-nya ke muka Chu Yan. Dia menggerakkannya dengan cukup cepat, tapi Chu Yan sempat membaca namanya adalah Tong Xiao You. Sekarang Chu Yan minta nomor wechat-nya, dia akan menghubungi Xiao You kalau dia sudah mendapatkan uangnya.

Tapi kemudian, Xiao You malah merekam Chu Yan sebagai bukti kalau Chu Yan berhutang 400 ribu dollar pada Xiao You. Chu Yan jelas kesal dan memerintahkan Xiao You untuk menghapus video itu.

Xiao You menolak, mereka kan tidak kenal akrab. Jadi buat jaga-jaga kalau-kalau Chu Yan tidak membayarnya, maka dia akan memposting video ini ke internet.


Berusaha menguasai diri, Chu Yan akhirnya mengalah. Hanya karena Xiao You menyelamatkannya, dia akan membiarkan Xiao You menyimpan video itu sebagai kenang-kenangan. Tapi...

"Jika kau mempostingnya tanpa alasan, maka akan kukejar kau sampai ke ujung dunia. Kau dengar itu?!" Ancam Chu Yan dengan muka kejamnya.

Tapi tiba-tiba saja perutnya berbunyi nyaring yang kontan membuat muka kejamnya berubah malu. Xiao You sampai ngakak mendengarnya.

Tapi yang tidak Chu Yan sangka, Xiao You tiba-tiba menyodorkan makanan padanya. Yah, walaupun itu sebenarnya itu cuma makanan sisa orderannya. Anggap saja ini hadiah darinya. Xiao You lalu pergi.


Setibanya di rumah, Yi Zhou ditelepon Wen Li yang mengabarkan kalau dia gagal menangkap Yang Tong. Yi Zhou tak mempermasalahkannya, apa Wen Li sendiri baik-baik saja? Iya, Wen Li mengaku kalau dia cuma sedikit terluka. Xia Lin cemas, ada apa lagi?

Yi Zhou merasa, An Ran dan Yang Tong hanyalah pion yang dimainkan di atas papan catur. Sepertinya masalah ini belum usai.

Xia Lin sungguh tidak mengerti. Yang mereka lakukan kan cuma menikah, tapi kenapa banyak orang yang menentangnya.

"Tidak ada hubungannya denganmu. Masalahnya ada padaku dan akhirnya ikut melibatkanmu juga."

"Ling Yi Zhou, apa mungkin kita sebenarnya tidak jodoh? Kenapa ada banyak masalah setelah kita menikah?"

"Aku tidak percaya hal-hal semacam itu. Aku hanya percaya pada diriku sendiri. Dan kau harus percaya padaku juga."

"Percaya padamu? Kalau begitu, apa sebenarnya kau sudah lama tahu kalau Chu Yan masih hidup?"

Bersambung ke part 2

3 komentar: