Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 3 - 1

Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 3 - 1


Para pria baru menyadari Xiao Zhuan menghilang. Lao Dao juga sudah berusaha menghubungi sedari tadi, tapi tidak diangkat. Dia jadi cemas, apa terjadi sesuatu padanya? Wen Long pun segera memerintahkan petugas lainnya untuk segera mencari keberadaan Xiao Zhuan.

Jin Xi baru kembali saat itu dan Han Chen membisiki yang lain untuk tidak memberitahu Jin Xi dulu untuk sementara waktu.


Jin Xi cemas jika sindikat itu marah besar dengan terlukanya L. Dengan temperamen mereka itu, dia cemas kalau mereka akan cepat-cepat membalas dendamnya.

Han Chen merasa itu bagus malah, semakin cemas mereka untuk balas dendam maka akan semakin cepat mereka mengekspos diri mereka sendiri.

Jin Xi menyadari absennya Xiao Zhuan saat itu, semua orang langsung bingung harus ngomong apa. Han Chen hampir saja mau mengatakan sesuatu, tapi ponselnya Jin Xi tiba-tiba berbunyi.


Dia mendapat sms dari A yang berkata: Kak, kau melukai L. Dia sangat marah. Dan ada banyak polisi di depan sekolah SD. Sudah cukup lama dia tidak membunuh seorang ayah. Jadi besok pagi, dia akan membunuh dua orang.

Cemas, Wen Long pun segera memerintahkan anak-anak buahnya untuk meningkatkan penjagaan. Polisi pun segera patroli di berbagai tempat dan memeriksa semua pengguna kendaraan.


Xiao Zhuan terbangun di sebuah gudang kosong dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Xiao Zhuan dengan lihainya melepaskan ikatan tangan dan kakinya dan berniat kabur. Tapi A mendadak muncul menghadangnya.

Mereka saling menatap sejenak sebelum kemudian sama-sama bergerak pada saat yang bersamaan dan saling menghajar.

Kekuatan mereka berimbang, sesaat Xiao Zhuan tampak unggul sebelum kemudian A dengan cepat mengunggulinya.

Xiao Zhuan hendak melawan, tapi tiba-tiba sebuah peluru bius menancap di d**anya dan Xiao Zhuan pun pingsan.


Sementara polisi yang lain sedang patroli di jalan-jalan. Jin Xi terus berusaha menghubungi Xiao Zhuan tapi tidak diangkat. Lama-lama Jin Xi jadi cemas, perasannya tidak enak.

"Apa Cold Face dan Lao Dao sudah bisa menghubunginya?" Tanya Jin Xi.

Han Chen kontan mengalihkan tatapannya dengan canggung dan menggelengkan kepala. Tapi sesaat kemudian, akhirnya dia memutuskan untuk jujur pada Jin Xi.

Pagi tadi, Xiao Zhuan dan Lao Dao keluar untuk melakukan investigasi. Tapi kemudian Lao Dao tidak bisa menghubungi Xiao Zhuan dan sekarang ini mereka sedang berusaha mencarinya. Jin Xi jelas kesal, kenapa Han Chen tidak memberitahunya sedari tadi?

"Kami masih belum yakin apakah kami kehilangan kontak dengannya, aku hanya tidak ingin kau cemas."

"Kau tidak mau aku cemas? Kau pikir aku tidak cemas sekarang setelah kau memberitahuku? Han Chen, kita berada di tempat terbuka, sementara Sindikat Alfabet berada dalam bayangan. Xiao Zhuan itu siapa? Dia adikku! Satu-satunya keluarga yang kumiliki! Si kunyuk itu sangat bodoh. Bagaimana kalau..."

 

Jin Xi berbalik pergi. Tapi Han Chen segera menariknya ke dalam pelukannya. "Kali ini aku yang salah. Jadi tidak masalah kalau kau memukulku atau meneriakiku. Tapi sudah cukup lama kau belum beristirahat, sebaiknya kau istirahat dulu."

"Kau pikir aku bisa tidur saat ini?" Jin Xi bersikeras mau pergi sekarang juga. Han Chen mengalah, tapi dia juga mau ikut. Mereka pun pergi menjelajahi kota sepanjang malam, tapi tanpa hasil.


Saat Xiao Zhuan kembali membuka matanya, dia malah mendapati dirinya terikat dengan sebuah bom waktu. Saat A duduk di hadapannya, Xiao Zhuan langsung bisa mengenalinya, dia pasti A.

"Kuberitahu kau, tak lama lagi surat perintah penangkapan kalian akan tersebar di seluruh kota."

A nyinyir. "Lidahmu tajam juga. Mari kita bicarakan hal penting saja, apa kau mau bicara dengan kakakku (Jin Xi) untuk yang terakhir kalinya sebelum kau mati?"

"Dasar baj*ngan kecil. Aku ini polisi. Bahkan sekalipun aku mati, itu tidak masalah. Jangan mimpi untuk menakut-nakutinya dengan mainan ini."


Xiao Zhuan langsung meludahinya yang jelas saja membuat A kesal dan langsung menamparnya. "Apa gunanya bersikap patriotis sekarang? Sebentar lagi kau akan mati. Dan lagi, aku akan menyiarkannya secara langsung sepanjang waktu. Aku akan menunggu untuk melihatmu menangis."

"Kalian semua psiko! Sekumpulan monster. Kalian bisa jadi manusia, tapi kalian memilih jadi monster!"


A santai memberitahunya bahwa bukan cuma Xiao Zhuan yang dia ikat dengan bom, Xu Si Bai juga. Dan dia menempatkan Si Bai di tempat yang berlawanan arah dengan Xiao Zhuan.

"Cuma ada satu cara untuk menonaktifkan bom itu, yaitu sidik jarinya Bai Jin Xi. Tapi waktu yang dimilikinya cuma cukup untuk menyelamatkan 1 orang. Menurutmu, siapa yang akan dia pilih?"

Kesal, Xiao Zhuan sontak memakinya dan A cuma ketawa geli. Dia sengaja meninggalkan tabletnya di sana lalu pergi.


Jin Xi terus berusaha menghubungi Xiao Zhuan tanpa hasil. Han Chen kembali tak lama kemudian dengan membawa makanan, tapi Jin Xi menolak makan. Dia tidak selera makan sama sekali, sudah siang tapi belum ada kabar sama sekali.

"Tidak ada kabar artinya kabar baik. Bagaimana kau bisa lanjut kalau kau tidak makan?"

"Aku sungguh tidak ingin makan."

"Tidak boleh. Aku memerintahkanmu (untuk makan)."


Tepat saat itu juga, Cold Face menelepon Han Chen dan melapor kalau dia sudah menemukan CCTV di dekat TKP hilangnya Xiao Zhuan dan sekarang mereka yakin kalau Sindikat Alfabet lah yang menculik Xiao Zhuan. Sayangnya mereka masih belum tahu kemana mereka pergi.


Ponselnya Jin Xi berbunyi sesaat kemudian, A mengiriminya video yang memperlihatkan keadaan Xiao Zhuan dengan bom waktu terikat di t**uhnya.

Parahnya lagi, video kedua muncul sedetik kemudian, memperlihatkan Si Bai yang juga dalam keadaan yang sama dengan Xiao Zhuan, tapi mereka berada di dua tempat yang berbeda.


Si Bai tampak diikat di depan lukisan dinding cakar iblis. Berbeda dari Xiao Zhuan yang ditempatkan di gudang tertutup, Si Bai ditempatkan di gedung kosong yang cukup terbuka. A lagi-lagi membacakan sebuah puisi.

Keberadaan paling sederhana di alam semesta.
Selalu salah berseberangan.
Simbol paling kompleks dalam hidup.
Hilang saat fajar, muncul saat petang.
Itu bisa berlangsung setiap hari, setiap tahun.

A meledeknya yang punya karir bagus hingga memutuskan bergabung ke Black Shield. Tapi apa dia pikir dengan membunuh mereka, akan menjadikannya seorang hero?

"Apa menurutmu aku seperti orang gila karena bicara pada diriku sendiri seperti ini? Seperti yang kubilang. Hanya ada sedikit waktu untuk menyelamatkan satu orang. Tapi di dalam hatinya, akankah kau lebih penting daripada Han Chen atau bahkan Zhou Xiao Zhuan? Pertunjukkan akan segera dimulai. Marilah kita tuggu dan lihat."


Jin Xi galau melihat kedua orang itu. A mengirim pesan bahwa password untuk menonaktifkan bom itu adalah jempol kanannya Jin Xi. Tapi dia hanya punya waktu untuk menyelamatkan satu orang.

Hitung mundur dimulai saat itu juga dan A hanya memberinya waktu 20 menit yang berarti bom itu akan meledak jam 7. Mereka langsung mengerti maksud surat malam itu. Hari ini juga tanggal 7. Berarti bom itu akan meledak tanggal 7, jam 7, 7 menit.

Han Chen mengajaknya bergegas sekarang. Kedua tempat itu berada kurang dari 10 km dari sini. Pasukan polisi dan tim Gegana pun segera dikerahkan menuju kedua lokasi.


Dalam perjalanan, Jin Xi terus melamun sembari memeluk ponselnya. Han Chen memberitahu Lao Dao kalau bom itu perlu sidik jari untuk dimatikan. Mereka pasti memakai scanner sidik jari sensivitas tinggi. Apa Lao Dao bisa melakukannya?

Tidak. Dia harus kembali ke kantor dan mengambil peralatan untuk itu. Tapi itu akan butuh waktu 20 menit, waktunya tidak cukup. Tapi dia membawa tim gegana bersamanya.


Ponselnya Jin Xi berdering saat itu dan Xiao Zhuan terlihat di layar. Alih-alih mencemaskan dirinya sendiri, Xiao Zhuan menyuruh mereka untuk menyelamatkan Si Bai saja.

"Xiao Bai, dengarkan aku. Kita ini detektif, Xu Si Bai hanyalah patolog forensik. Jika ada yang harus mati, orang itu harus aku. Lagipula aku ini tidak berguna, aku cuma bisa mengacau."

"Dr Xu jauh lebih berguna daripada aku. Cepat selamatkan dia. Menyelamatkannya artinya menyelamatkan jauh lebih banyak orang di masa mendatang. Cepat pergi."


Jin Xi dan semua orang berlinang air mata mendengar pengorbanan Xiao Zhuan. Han Chen memberitahu kalau di depan adalah persimpangan jalan, Jin Xi harus segera membuat keputusan.

"Sebelah kanan adalah Xiao Zhuan, sebelah kiri adalah Xu Si Bai. Kalau kau tidak mau memilih, aku akan membantumu."

"Jangan! Hentikan mobilnya!"

Han Chen dan yang lainnya kontan berhenti di depan lampu lalu lintas tepat saat lampu merah menyala. Selama beberapa waktu, mereka menunggu diam di sana menanti keputusan Jin Xi. Dan tak ada satupun yang menyadari keanehan lampu merah yang menyala terlalu lama.


Jin Xi benar-benar galau harus memilih siapa. Si Bai hanya memanggil nama Jin Xi tanpa mengatakan apapun.

Saat Jin Xi masih saja ragu, Xiao Zhuan mengaku kalau dia sebenarnya heran kenapa dia bisa terpilih ke dalam tim Black Shield. Dia baru mengetahuinya saat dia bertemu Pak Inspektur. Beliau lah yang memberitahunya arti tim Black Shield.

Pak Inspektur bilang bahwa polisi adalah perisai yang melindungi hidup warga. Lencana polisi adalah bentuk dari perisai itu. Melindungi masyarakat dari kejahatan. Jika ada kejahatan atau bahaya, kita akan membentuk perisai untuk melindungi mereka.

Apa yang akan dihadapi tim Black Shield adalah kasus-kasus yang paling menakutkan dan penjahat yang paling berbahaya. Mereka adalah perisai paling keras dan aman yang ditempatkan di garis depan untuk melawan kegelapan.

"Pengalaman memang penting. Kepintaran memang penting. Tapi yang paling penting adalah kemauan untuk selalu siap berkorban bagi yang lain. Jangan pernah kecewakan orang-orang yang harus kau lindungi."

Itulah yang dikatakan pak inspektur padanya. "Xiao Bai, percayalah padaku. Aku bisa melakukannya (berkorban). Tolong hormati keputusanku untuk mati. Aku mungkin mati, tapi jiwaku akan tetap hidup."


Jin Xi tidak mau, tidak rela membiarkan siapapun mati. Apa yang harus dia lakukan? "Katakan apa yang harus kulakukan?"

"Kita akan menyelamatkan mereka. Kita akan menyelamatkan mereka berdua."

Lao Dao mengingatkan Jin Xi kalau waktu mereka kurang 10 menit lagi. Akan sangat terlambat jika mereka menundanya walaupun cuma semenit.

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment