Sinopsis The Eternal Love Season 2 Episode 15 - 2

 Sinopsis The Eternal Love Season 2 Episode 15 - 2

Xiao Tan menggerutui dirinya sendiri di depan cermin, menyesali perbuatannya sendiri karena berc**man dengan Lian Cheng di tengah hujan.


Tidak seharusnya dia melakukannya biarpun Lian Cheng itu ganteng dan gagah banget, atau sekalipun dia tidak mampu menolaknya, setidaknya jual mahal dikit dong.

Dia bahkan kesal banget sama baju yang dipakainya semalam dan langsung melemparkannya ke lemari biar tidak jadi pemandangan mata dan beban pikiran.

"Dia selalu berkata kalau kau adalah calon istrinya, tapi ingatlah apa yang sudah dia lakukan padamu. Kau benar-benar berpikir dia mencintaimu? Kekanakan sekali!"

 

Tapi tepat saat itu juga, Lian Cheng mendadak muncul dengan wajah kesal setelah mendengarkan gerutuannya. Xiao Tan cemas, Pangeran ke-8 kah?

Jelas dia Lian Cheng modern, wajah kesalnya dengan cepat berubah melembut lalu membpong Xiao Tan sampai ke tempat tidur. Xiao Tan jelas panik, dia mau ngapain? Pergi!

"Saat kau melakukan ini, kau membuatku ingin menghentikanmu dengan c**man."

"Aku pilek. Menjauhlah dariku."


Tapi Lian Cheng malah semakin mendekatkan wajahnya dan menempelkan dahinya hanya untuk mengecek suhu tbuh Xiao Tan. Cuma demam ringan, tidak serius kok. Tapi Xiao Tan malah tampak kecewa.

"Kenapa? Kau pikir aku akan menc**mmu?"

Xiao Tan menyangkal tapi jelas dia tampak canggung. Geli, Lian Cheng dengan manisnya merapatkan selimutnya, biar Xiao Tan cepat sembuh. Xiao Tan benar-benar tersentuh dengan perhatiannya.


"Kau pasti sangat sakit sampai tidak bisa berdebat denganku. Atau... wanita kehilangan IQ saat sedang jatuh cinta?"

"Kita berdua kehujanan, kenapa hanya aku yang sakit. Karena kekebalan tbuhmu sangat kuat, sini bagi antibodi-mu denganku." Ujar Xiao Tan lalu menarik Lian Cheng mendekat hingga bibr mereka bertautan.
 

Tapi tiba-tiba terdengar suara Pangeran ke-8 dari luar. Lian Cheng pun buru-buru bersembunyi, baru setelah itu Xiao Tan menyilahkan Pangeran ke-8 masuk.

Dia dengar kalau Xiao Tan sakit, makanya dia datang membawakan sesuatu untuk Xiao Tan. Saat suhu mendingin di malam hari, Xiao Tan pegang saja benda itu untuk menghangatkan tbuhnya.

Xiao Tan canggung, apa Pangeran datang hanya untuk membawakannya benda ini? Terima kasih, tapi sepertinya dia perlu istirahat lebih banyak lagi sekarang.

Tapi belum sempat dia mengusirnya, Pangeran ke-8 mendadak menginterogasinya. Apa kemarin Xiao Tan memperhatikan hal yang tidak biasa tentang dirinya saat Xiao Tan masuk ke istana bersamanya kemarin? Xiao Tan kontan cemas dan pura-pura bodoh. Aneh bagaimana?

"Bagaimana kalau aku beritahu bahwa orang yang masuk istana bersamamu kemarin bukan aku?"

"Apa? Bukan anda? Lalu...?"

"Aku juga bingung siapa sebenarnya peniru itu. Dia bisa menipumu, bahkan ayahandaku."

Mungkin biar Pangeran tidak curiga, Xiao Tan pura-pura baru sadar ada yang beda dari si pangeran peniru itu. Si peniru itu suka menggodanya, dia juga tidak anggun seperti Pangeran.


Lian Cheng berniat pergi, tapi malah tak sengaja tersenggol hiasan dinding. Pangeran ke-8 mendengarnya dan langsung mencari asal suara. Tapi sudah tak ada siapa-siapa di sana, tapi jendelanya terbuka lebar.

Berpikir cepat, Xiao Tan pura-pura lupa kalau dia membuka jendela. Pantas saja dia sering masuk angin. Tapi Lian Cheng jelas masih curiga.


Tak lama kemudian, Yu Hao kembali dan melaporkan bahwa dia sudah melaksanakan perintah Lian Cheng. Sepertinya mereka membuat rencana untuk menjebak Liu Shang.

Lian Cheng curiga kalau Liu Shang punya rahasia besar. Maka begitu dia mendapat laporan itu, dia langsung memerintahkan Yu Hao untuk memanggil Liu Shang.


Sementara Lian Cheng menunggu kedatangannya sambil main baduk, Liu Shang berjalan menuju ruang belajarnya Lian Cheng dengan dikuntit ketat oleh para pria bercadar sepanjang jalan.

Begitu Liu Shang tiba, Lian Cheng tanpa basa-basi berusaha mengetes Liu Shan dengan menanyakan keadaan Ibu Liu Shang. Kaget, Liu Shang langsung sadar dirinya sendiri sedang diinterogasi.

Dia berusaha tetap tenang mengingatkan Lian Cheng bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia sejak dia masih kecil.

"Tak pernah kusangka kalau anak yang pernah kuselamatkan 10 tahun yang lalu, sekarang menjadi asisten kepercayaanku. Kita benar-benar ditakdirkan untuk bertemu."

"Saya tak pernah melupakan kebaikan Pangeran terhadap saya. Masih terukir jelas dalam ingatan saya, anda menyelamatkan saya di kolam Gang Gumu di sisi barat kota."

Pangeran penasaran, bagaimana Liu Shang menyelamatkan dari insiden di istana semalam? Tapi Liu Shang menolak memberitahukannya dengan alasan demi keamanan Pangeran.

"Demi keamananku... atau demi keamananmu sendiri?"

Berpikir cepat, Liu Shang pun berkata. "Saya bukan Jenderal Yu Shang, dan saya tak ingin anda mengulangi kesalahan yang sama. Saya mohon undur diri." Tapi sebelum pergi, Liu Shang berkata. "Mungkin, orang yang mengatur jebakan semalam, justru ingin situasi ini terjadi."


Yu Hao heran, Jenderal Yu Shang kan orang yang Lian Cheng perintahkan untuk dihukum mati atas pengkhianatannya dalam pertempuran di Lai Yi?

"Benar. Tapi baru belakangan ini aku sadar kalau itu adalah trik musuh untuk memecah belah kami."


Xiao Tan terburu-buru menemui Liu Shang karena dia yakin kalau Liu Shang sudah ketahuan oleh Pangeran ke-8. Cemas, dia cepat-cepat menghamparkan kain dan melempar beberapa pakaian Liu Shang ke dalamnya. Dia harus bergegas melarikan diri sebelum terlambat.

Tapi Liu Shang dengan cepat mendudukkannya. Alih-alih membungkus pakaiannya, Liu Shang malah membungkus Xiao Tan. "Aku hanya perlu membungkus ini, tidak butuh yang lain."

Terharu, Xiao Tan hampir saja mau memluknya tapi tiba-tiba terdengar suara Yu Hao teriak-teriak memanggil Liu Shang. Gagal deh plukannya, Xiao Tan kecewa.


Yu Hao datang membawakan sebuah benda perak untuk Liu Shang dari Lian Cheng. Dia juga memberitahu Liu Shang bahwa Selir Dugu tadi pagi terjatuh.

Tabib Gao sekarang sedang memeriksanya dan Kaisar juga ada bersamanya sekarang. Pangeran ke-8 mengundang Liu Shang untuk pergi menjenguk Selir Dugu bersamanya.


Xiao Tan keluar begitu Yu Hao pergi, Liu Shang benar-benar mau pergi? Cemas Xiao Tan. Wah, Liu Shang tak menyangka kalau Xiao Tan ternyata sangat peduli dengan keselamatannya.

Dih! Narsis! Dia bisa kena kanker loh kalau kebanyakan narsis. Xiao Tan cuma mengkhawatirkan kepulangannya ke dunia modern. Pergilah sekarang!


Setibanya di sana, mereka melihat Tabib Gao baru saja mengecek nadi Selir Dugu dan mengklaim kalau Selir Dugu dan bayinya baik-baik saja. Kaisar heran melihat Lian Cheng tumben-tumbennya datang untuk memberi salam pada Selir Dugu.

"Saya dengar bahwa Selir Dugu sakit. Jadi, saya membawa Tuan Liu Shang untuk memeriksa nadi Yang Mulia Selir."

Selir Dugu jelas menolak dengan alasan dia sudah diperiksa Tabib Gao. Lian Cheng tak menyerah begitu saja dan meyakinkan mereka kalau Liu Shang adalah seorang tabib jenius yang dipercayai Ibu Suri dan sangat pandai mendiagnosa penyakit dalam.


Katanya Selir Dugu tersandung dan terjatuh. Biarpun dia tidak terluka di luar, tapi mungkin saja insiden itu secara tak langsung mempengaruhi jabang bayinya. Jadi, jauh lebih untuk memeriksanya sekali lagi.

Kaisar setuju-setuju saja dan langsung membujuk Selir Dugu untuk menuruti Lian Cheng untuk jaga-jaga. Selir Dugu bersikeras menolak, dia terlalu lelah, itu justru lebih membahayakan bayinya.

Maka Liu Shang langsung saja melakukan pemeriksaan dari kejauhan. Dia memperhatikan wajah Selir Dugu kuning dan telinganya pucat. Itu adalah gejala hati tidak sehat dan sirkulasi darah yang buruk, yang artinya, kehamilannya bermasalah.

"Lalu apa saranmu?" Tanya Kaisar.

"Sirkulasi darah yang buruk disebabkan karena kurang istirahat. Untuk memastikan bayinya tetap aman..." Liu Shang ragu meneruskannya.

Tapi karena Kaisar memaksanya untuk terus bicara, Liu Shang akhirnya berkata. "Yang Mulia tidak boleh terlalu banyak melakukannya di malam hari." (Pfft!)


Kaisar jadi canggung mendengarnya. Tapi pada akhirnya, ia menuruti saran Liu Shang dan memberitahu Selir Dugu bahwa mulai sekarang, ia akan membiarkan Selir Dugu beristirahat dengan baik. Ia akan mengunjungi Selir Dugu di siang hari saja. Selir Dugu mengiyakannya saja lalu melempar tatapan tajam ke Lian Cheng.

Bersambung ke episode 16

Post a Comment

0 Comments