Sinopsis Accidentally in Love Episode 9 - 2

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 9 - 2

Qing Qing dan Fang Fang baru mau pulang saat Xin Ya cs datang untuk melabraknya dan menuduhnya tidak punya hati nurani karena menjual barang kadaluarsa pada mereka padahal mereka sudah berbaik hati mau mendukung bisnisnya Qing Qing.


Qing Qing jelas tak mempercayainya begitu saja. Mereka tidak pernah menjual produk kadaluarsa, pasti ada yang mencurigakan di sini.

"Adakah yang masih mempercayai kata-kata dari penipu sepertimu? Akan kuberitahu semua siswa tentang tindakan mengerikanmu ini sekarang juga. Bisnis kecilmu ini akan segera dihapuskan!"


Qing Qing dan Fang Fang jelas merasa aneh dengan semua ini. Apalagi semua ini datangnya dari grupnya Xin Ya. Yang sakit perut mereka dan yang mengekspos juga mereka.

Lebih anehnya lagi, Temannya Xin Ya itu bahkan tidak kelihatan sakit. Tapi snack itu memang benar dibeli dari mereka. Lalu apa yang harus mereka lakukan sekarang?

"Fang Fang, bagaimana kalau besok kita pergi ke toko Zhao dan bertanya padanya dan cari tahu dari mana kue-kue itu berasal?"

"Oke."


Keesokan harinya, Qing Qing menelepon toko itu untuk bilang kalau dia akan datang nanti. Tapi di tengah jalan, dia malah melihat Feng yang sepertinya sedang menunggunya.

Malas menghadapinya, Qing Qing berniat pergi tapi Feng malah mengejarnya dan menepuk bahunya. Sontak Qing Qing memitingnya tanpa ampun. Suasana hatinya sedang buruk, jadi mending Feng jangan cari perkara dengannya.

"Aku datang cuma ingin tanya apa kau butuh bantuan."

"Bantuan? Kumohon awasi Lan Xin Ya kecilmu itu dan jangan buat masalah denganku sepanjang hari. Dan kau juga, Si Tu Feng! Kalian semua, menjauhlah dariku! Kecuali kau cukup berani untuk menerima tinjuku di wajahmu! Mengerti?!"

"Hei! Aku ini berniat baik, kenapa kau sejahat ini?"


Qing Qing sontak memitingnya makin kuat. Niat baik dia bilang? Mereka semua sama saja, suka memaksakan kehendak sendiri pada orang lain tak peduli apakah orang itu setuju atau tidak. Dasar sombong!

Feng jadi terpancing emosi karenanya. Siapa juga yang mau mempedulikan Qing Qing? "Kau pikir kau itu siapa, putri dari negeri yang jelek?! Membantumu hanya akan mencemari wajahku!"


Tak lama kemudian, Qing Qing kembali ke kelas dengan lemas. Dia habis dari toko yang menjual snack itu dan mendapati tak ada satupun dari snack itu yang kadaluarsa karena semua snack itu diproduksi dengan tanggal kadaluarsa yang sama.

Masalahnya, semua tanda terima pesanannya hilang, jadi mereka tidak bisa melacak tanggal pembeliannya. Fang Fang yakin kalau satu sekolah sudah mendengar kabar itu. Bahkan hari ini, mereka beluam mendapat pesanan satupun.

 

Feng diam saja mendengarkan percakapan mereka. Tapi kemudian, diam-diam dia membantu Qing Qing dengan mendatangi ruang pengawas CCTV dan meminta si petugas untuk memperlihatkan rekaman ruang kelasnya.

Tapi si petugas menolak permintaannya, karena itu peraturan sekolah. Lucunya, si petugas tampak kaku dan gugup di hadapan Feng. Saat Feng berbalik mau pergi, si petugas tiba-tiba menjatuhkan ponselnya dengan tangan gemetaran... karena ternyata dia lagi nonton MV-nya Feng. Pfft! Fanboy-nya Feng ternyata.

Feng melihat itu, "kau penggemarku?"

Si petugas mendadak mewek terharu lalu berteriak meminta Feng untuk melakukan show kecil untuknya. Pfft!


Tak lama kemudian, Nan Xi mendapati Feng sedang menonton video rekaman CCTV. Sepertinya dia meneliti rekaman itu sepanjang malam, wajahnya tampak lelah dan lingkaran hitam di matanya tampak sangat besar.

Dia menjelaskan kalau itu rekaman CCTV di kelas mereka pada malam sebelum kejadian. Tampak jelas ada seseorang yang menyabotase keranjangnya Qing Qing.

"Dengan bukti ini, kita bisa membuktikan Chen Qing Qing tidak bersalah... Sebentar! Apa kau begadang semalamaan untuk melihat video ini?"

"Ti-tidak" Sangkal Feng canggung.

Nan Xi tak percaya. Feng membantu Qing Qing sebesar ini, apa ada sesuatu di antara mereka berdua? Feng tak menjawab, malah buru-buru mengalihkan topik menyuruh Nan Xi untuk merahasiakan dari Qing Qing kalau dialah yang melakukan ini.


"Sampai sekarang aku masih tidak mengerti, kau dan Chen Qing Qing bergaul dengan sangat baik. Bagaimana kalian bisa berakhir dengan pertengkaran besar seperti itu?" Tanya Nan Xi.

Tapi saat dia menoleh, dia malah mendapati Feng sudah ketiduran dengan nyenyak. Dasar! Tadi bilangnya tidak begadang semalaman, pembohong.


Nan Xi lalu mengumpulkan para anak buahnya untuk membahas kasusnya Qing Qing. Dia memperlihatkan rekaman CCTV itu yang jelas saja membuat Xin Ya cs panik.

Yah, walaupun tidak jelas apa yang dilakukan si pelaku pada malam itu, tapi ini cukup sebagai bukti bahwa Qing Qing tidak menjual produk kadaluarsa. Xin Ya jelas kesal, tapi tak ada yang bisa dilakukannya selain merengut. Qing Qing dan Fang Fang pun senang.


Di kelas, Bu Guru Chen tiba-tiba memanggil Feng ke kantornya sekarang juga. Nan Xi jadi cemas, ada apa dengan Feng. Qing Qing juga tak tahu, mungkin ada hubungannya dengan hasil ujian Feng sebelumnya.

"Oh, yah, Gu Nan Xi. Fang Fang dan aku ingin mengajakmu makan malam weekend ini sebagai ungkapan terima kasih. Apa kau ada waktu luang?"

"Oke."


Dugaan Qing Qing benar, Guru Chen memanggil Feng untuk diomeli terkait nilai ujian aritmatikanya yang sangat buruk. Parahnya lagi, bukannya menjawab soal, Feng malah menulis lirik lagu di lembar jawabannya.

Feng beralasan bahwa waktu itu inspirasinya datang tiba-tiba, makanya dia menulisnya di sana.

"Omong kosong! Si Tu Feng, kau itu seorang idol. Tapi apa itu idol? Seorang teladan, sebagai contoh. Kau punya potensi untuk masuk dalam catatan sejarah sekolah dan yang paling mengecewakan adalah bukan karena kau tidak mampu, justru kau sangat mampu tapi kau memilih untuk menyia-nyiakan kesempatan itu. Kalau kau punya waktu hari ini, pergilah ke ruang sejarah dan bacalah pencapaian alumni seniormu."


Malam harinya, Xin Ya membawa Qing Qing ke ruang sejarah dan menyuruh Qing Qing untuk membersihkan ruangan ini. Tapi... Qing Qing sendirian yang harus membersihkannya. Bekerja keraslah.

Tapi begitu Qing Qing masuk, Xin Ya dengan liciknya mengunci pintu tempat itu. Pfft! Dia tidak tahu kalau Feng juga ada di dalam.


Qing Qing benar-benar senang karena akhirnya dia bisa masuk ke ruang sejarah. Padahal selama ini dia berpikir akan sangat sulit masuk kemari, tapi ternyata Langit membantunya masuk tempat ini dengan mudah.

Tapi tiba-tiba dia melihat penampakan di bawah dan kontan jejeritan heboh hingga membuat Feng refleks jejeritan heboh juga.

"Kau membuatku ketakutan setengah mati."

"Kenapa kau ada di sini?"

Karena Guru Chen menghukumnya untuk membaca catatan sejarah sekolah. Bagaimana dengan Qing Qing sendiri, dia kenapa datang kemari? Tentu saja untuk membersihkan ruangan ini.

Kalau begitu, Feng memutuskan mau pergi saja, tapi malah mendapati pintunya terkunci. Jadilah kedua orang itu harus terkurung berduaan di sana.


Sementara Feng duduk melamun sambil menatap QIng QIng, Qing Qing sendiri duduk di seberang sambil membuka salah satu buku alumni. Di buku itulah, akhirnya dia menemukan informasi tentang ayah dan ibunya.

Tapi ada sesuatu yang paling menarik perhatiannya, ada foto Guru Chen berpose bersama ayah dan ibunya. Berarti Guru Chen mengenal kedua orang tuanya. Apa dia juga tahu banyak informasi mengenai mereka?

 

Tiba-tiba terdengar suara cicit tikus, Qing Qing kontan menjerit heboh saking takutnya. Bahkan tanpa pikir panjang, dia langsung melompat ke punggung Feng.

Berusaha menenangkan Qing Qing, Feng dengan manisnya memberikan earphone-nya ke telinga Qing Qing biar dia tidak mendengarkan suara cicitan itu lagi.

Qing Qing seketika terpesona padanya. Tapi, kapan mereka bisa keluar dari sini? Dia tidak mau tinggal di sini lebih lama lagi.

"Jangan khawatir, aku akan memanggil Gu Nan Xi."

"APA?!" Qing Qing kesulitan mendengarnya.

"AKU AKAN MEMANGGIL GU NAN XI!"


Nan Xi sedang rapat bersama Xin Ya saat Feng menelepon. Mereka berdua pun langsung melesat ke ruang sejarah untuk menyelamatkan kedua orang itu. Tapi pastinya, satu-satunya yang Xin Ya khawatirkan cuma Feng seorang.

Qing Qing langsung meminta bantuan Nan Xi untuk memapahnya, tadi dia ketakutan gara-gara tikus sampai kakinya jadi lemah.

Feng yang cemburu, langsung ketus menuntut Qing Qing untuk mengembalikan earphone-nya lalu menyuruh Xin Ya untuk membantunya juga.


Keesokan harinya, Qing Qing mentraktir Nan Xi sesuai janji. Sayangnya, Fang Fang tidak bisa ikut karena ada urusan mendadak. Nan Xi tidak mempermasalahkannya, bagus malah karena ada yang mau dia katakan pada Qing Qing.

Tapi belum sempat mengatakan apapun, tiba-tiba mereka melihat Feng datang bersama Xin Ya. Xin Ya berinisiatif mau duduk bareng mereka, Qing Qing menolak, tapi Nan Xi merasa tak enak dan mengundang mereka untuk bergabung saja.

Feng yang tampak cemburu melihat mereka berduaan, dengan sengaja sok manis membantu Xin Ya menarik kursi. Suasana di antara mereka semua benar-benar canggung.

Bersambung ke episode 10

3 komentar: