Sinopsis My Little Princess Episode 10

 Sinopsis My Little Princess Episode 10


Yang Yang tiba-tiba membuat semua orang terkejut dengan menyatakan cinta pada Nian Yu.

Semua orang langsung bersorak, kecuali Nian Yu dan Xing Chen tentu saja. Ja Na malah ketawa ngakak dan meledek Chu Yao dicampakkan Yang Yang.

 

Tidak ada jawaban dari Nian Yu. Malah keesokan paginya saat mereka mau pulang, Nian Yu lebih memilih membantu Xing Chen dan mengacuhkan Yang Yang yang kesulitan dengan barang bawaannya.

Xing Chen heran kenapa Nian Yu tidak memberi Yang Yang jawaban? Apa Yang Yang bukan tipenya? Atau Nian Yu memang tidak tertarik pada wanita?

Nian Yu hanya menanggapinya dengan mengatai Xing Chen bodoh. Tapi bagaimanapun Xing Chen senang.


Nyonya Chen mendapat laporan bahwa produk mereka gagal di pasaran. Parahnya lagi, dia tiba-tiba dikunjungi si Ketua Gangster yang terang-terangan menyindirnya dan menasehatinya untuk untuk menutup perusahaan ini saja.

Dengan begitu ,setidaknya dia akan bisa menyelamatkan beberapa uang daripada tidak punya apapun pada akhirnya.

Nyonya Chen heran apa yang sebenarnya keuntungan yang Ketua Gangster dapat dengan menyudutkannya ke keadaan kritis seperti ini. Ketua Gangster beralasan kalau dia senang saja melihat Nyonya Chen gagal sekarang.

"Kalau begitu aku harus mengecewakanmu. Aku masih punya dukungan dari Keluarga Zheng"

Ketua Gangster terus menyindir Nyonya Chen dan perusahaannya yang dia yakini pasti akan segera ditinggalkan oleh partnernya.

Nyonya Chen dengan penuh percaya diri menyatakan kepercayaannya pada partnernya, tapi sebenarnya dia gelisah setelah Ketua Gangster pergi.


Xing Chen dijemput Paman De sesampainya dia di bandara. Dia datang atas perintah Nyonya Chen untuk menjemput Xing Chen dan Chu Yao. Mereka akhirnya pergi bersama dan Nian Yu harus pergi bersama Yang Yang.


Bukannya dibawa pulang, mereka malah dibawa ke sebuah toko bridal dimana Nyonya Chen sudah menunggu mereka. Begitu mereka tiba di sana, mereka langsung didorong oleh sekumpulan tim penata rias.

Dan beberapa saat kemudian, mereka sudah berganti dalam balutan baju pengantin dan disuruh foto. Mereka terpaksa harus berpose dengan canggung. Nyonya Chen menjelaskan kalau dia membutuhkan mereka sebagai model untuk wedding collection perusahaannya.


Xing Chen jelas menolak disuruh melakukan foto pernikahan, Chu Yao juga jadi emosi mendengarnya. Tapi sebelum mereka sempat bertengkar lebih jauh, Nyonya Chen mulai menyinggung masalah Yang Yang dan dengan senyum manis mengancam mereka untuk bersikap baik agar dia tidak melakukan apapun pada Yang Yang.

Terpaksalah mereka akhirnya harus berpose sok mesra. Setelah selesai, Nyonya Chen memilih gambar yang terbaik dan memerintahkan agar foto itu dicetak dalam billboard. Chu Yao diam-diam berbisik pada Xing Chen "Ibumu jauh lebih gila darimu" (Pfft!)


Setelah sukses membujuk ibunya untuk pergi meninggalkannya berduaan dengan Chu Yao, Xing Chen panik takutnya setelah ini mereka malah akan dipaksa nikah.

Chu Yao memperingatkan Xing Chen untuk tidak bermimpi menikah dengannya, menjadi istrinya itu tidak mudah.

"Hei! Jangan kepedean! Aku sudah berhenti mengejarmu"

Chu Yao malah kecewa mendengarnya "Kenapa kau berhenti?"

"Itu tidak penting. Yang penting sekarang adalah membuat rencana untuk membatalkan perjodohan ini"

Chu Yao tidak terima. Dulu saja Xing Chen sampai memohon-mohon padanya untuk berkencan dengannya, sekarang dia malah mau membatalkan pertunangan mereka. Xing Chen memberitahu Chu Yao kalau ini demi kebahagiaan mereka berdua.

"Maksudnya? Maksudmu menikah denganku, tidak akan membuatmu bahagia? Hei! Kukasih tahu, yah. Wanita yang mau menjadi tunanganku ngantri mulai dari Beijing sampai ke Beijing. Sama panjangnya dengan garis khatulistiwa"

"Zheng Chu Yao. Kau itu bego, yah?! Waktu aku mendekatimu, kau mengacuhkanku. Sekarang saat aku berhenti mengejarmu, kau malah marah. Maumu apa? Kau mau menikah atau tidak?"

"Tentu saja..." tapi ego Chu Yao terlalu tinggi hingga dia tidak bisa mengutarakan maksudnya yang sebenarnya dan akhirnya mengklaim "Aku tidak mau menikah"

Xing Chen mempercayainya, dia bahkan yakin kalau Chu Yao sedih atas pernyataan cinta Yang Yang pada Nian Yu. Karena itulah rencananya untuk mengakhiri perjodohan mereka adalah dengan pura-pura jadi kekasih.

Dan begitu waktunya tepat, dia akan mengklaim kalau dia sudah tidak mencintai Chu Yao dan selesailah masalah mereka. Berhubung mereka tidak saling mencintai maka tidak akan ada yang bisa memaksa mereka untuk menikah.


Chu Yao memprotes idenya dan menuduh Xing Chen membuat rencana seperti itu hanya sebagai alasan untuk mengejarnya. Dia yakin kalau Xing Chen masih mencintainya.

Xing Chen tidak peduli dengan apapun yang Chu Yao pikirkan, pokoknya dia memperingatkan Chu Yao untuk bekerja sama saja dalam rencananya. Chu Yao akhirnya menyetujuinya dan mereka pun menyepakatinya dengan salaman.


Keesokan harinya di kampus, Meng Xi menunjukkan trofi kemenangan orkestra mereka dan memuji kerja keras anggota orkestra. Setelah itu, Meng Xi mengumumkan kehadiran mahasiswa baru yang merupakan orang Cina yang pernah hidup di Italia.

Masuklah si mahasiswa baru yang bernama Daniel itu. Penampilannya cupu dengan senyum lebar dan Zhou Wei langsung berpikir licik untuk menggodai anak baru itu. Ja Na langsung mengomeli pacarnya itu.

Meng Xi hendak mengakhiri pertemuan mereka. Tapi Chu Yao tiba-tiba bangkit, lalu sambil melirik Xing Chen dia berkata kalau dia punya sebuah pengumuman yang akan mengejutkan semua orang.

 

Ternyata billboard foto pernikahan Chu Yao dan Xing Chen terpampang di dinding kampus yang jelas menarik perhatian semua orang. Xing Chen kaget, kenapa foto itu ada di kampus mereka? Chu Yao beralasan kalau dia hanya merasa kampus mereka adalah pasar potensial dan sangat cocok untuk promosi wedding collection ini.

Xing Chen diam-diam memerintahkan Chu Yao untuk menurunkan foto itu. Tapi Chu Yao mengingatkan Xing Chen bahwa Xing Chen sendiri yang ingin mereka menjadi pasangan kekasih palsu agar orang-orang mengetahui pernikahan mereka.


Xing Chen melirik Nian Yu dengan tak enak. Nian Yu makin tak senang saat si anak baru yang berdiri di dekatnya, berkomentar kalau Xing Chen dan Chu Yao sangat serasi dan semua orang juga mulai kasak-kusuk menggosipkan perjodohan Xing Chen dan Chu Yao.


Chu Yao senang-senang saja. Saat dia mengantarkan Xing Chen pulang dengan mobil mewahnya, dia sengaja berhenti menghadang Nian Yu dan dengan piciknya menyindir Nian Yu karena tidak mengomentari foto pernikahannya dengan Xing Chen.

Xing Chen berusaha menghentikan ocehan Chu Yao, tapi Chu Yao malah makin bersemangat bahkan meminta Nian Yu untuk membuatkan mereka undangan pernikahan.

Nian Yu menatap Xing Chen saat dia berkomentar kalau foto itu keren dan mengucap selamat untuk mereka lalu pergi. Xing Chen benar-benar tidak suka dengan sikapnya dan langsung keluar dari mobilnya.


Nian Yu berusaha mengalihkan pikirannya dengan jalan-jalan ke mall. Tapi di sana, dia malah melihat poster besar Xing Chen dan Chu Yao lagi. Poster mereka bahkan ada di semua tempat yang Nian Yu datangi.


Pulang ke rumah, Nian Yu membuka buku diary Xing Chen dan teringat kenangan mereka bersama selama ini. Di buku diary itu, ada gambar kartun yang menggambarkan Xing Chen mau menendang Nian Yu seolah untuk menunjukkan kebenciannya. Nian Yu mengubah gambar itu hingga mereka seperti sedang berdansa.


Xing Chen mencari Nian Yu ke toko komik, tapi dia tidak ada di sana. Kecewa tidak bertemu Nian Yu, Xing Chen akhirnya memutuskan untuk baca komik saja dan bertemu Daniel. Xing Chen langsung panik, tamatlah riwayatnya kalau Daniel sampai mengetahui rahasianya yang hobi baca komik BL.

Tapi yang tidak dia sangka, Daniel sendiri malah menghampirinya untuk memohon agar Xing Chen merahasiakan rahasianya dengan menawarkan buku yang Xing Chen sukai. Mereka akhirnya sepakat untuk saling merahasiakan rahasia kecil masing-masing.

Hubungan mereka pun jadi akrab gara-gara itu sampai Xing Chen menawari Daniel tumpangan pulang. Tapi Daniel menolak dengan alasan kalau dia juga sudah dijemput.


Tapi begitu mereka berpisah, senyum Daniel yang tadinya tampak begitu manis dan ramah, langsung berubah jadi dingin. Dia lalu menelepon seseorang yang dia panggil bos dan melapor kalau dia sudah sukses menjadi temannya Xing Chen. Dia bahkan langsung membuang buku yang tadinya membuat mereka akrab itu.

Nian Yu mendapat sms dari Yang Yang yang mengundangnya untuk makan malam bersama. Nian Yu menolak, tapi dia ingin mereka bicara berdua besok di cafe dekat kampus.


Keesokan harinya, Chu Yao menyeret Xing Chen ke sebuah cafe. Xing Chen curiga kalau Chu Yao mengajaknya kencan. Tapi Chu Yao menyangkal dan beralasan kalau dia melakukan ini karena Ibunya Xing Chen mengirim orang untuk memata-matai mereka.

 

Xing Chen mempercayainya walaupun dia bingung yang mana orangnya. Hmm... kayaknya Chu Yao bohong deh. Dengan alasan itu, Chu Yao menyuruh Xing Chen untuk berakting mesra dengannya agar mereka kelihatan seperti kekasih.


Xing Chen benar-benar mempercayainya dan langsung menempel ke Chu Yao tanpa melihat senyum puas Chu Yao. Lalu tak lama kemudian, Nian Yu datang dan kaget melihat mereka. Xing Chen langsung melepaskan diri dari Chu Yao dan bingung harus berkata apa.

Tapi kemudian Yang Yang datang untuk menemui Nian Yu. Xing Chen langsung berubah sikap sok mesra bahkan berselfie ria dengan Chu Yao.

Tapi Nian Yu bahkan tidak bereaksi sesuai harapannya sampai Xing Chen jadi kesal sendiri. Dia lalu mengamati interaksi Nian Yu dan Yang Yang dan menduga kalau mereka akan berpisah, Nian Yu pasti akan menolak Yang Yang.


Di meja sebelah, Yang Yang mulai menyinggung masalah pernyataan cintanya. Nian Yu mengkonfirmasi kalau hari ini dia ingin memberikan jawaban. Dengan bimbang dia berterima kasih atas perasaan Yang Yang padanya.

Yang Yang bisa merasakan kalau dirinya akan ditolak dan langsung menolak mendengar jawaban Nian Yu sekarang. Dia bersikeras menganggap Nian Yu tidak yakin dengan keputusannya sekarang dan meminta Nian Yu memikirkannya lagi.

Lucunya, Xing Chen mendubbing setiap kata yang Yang Yang ucapkan dengan tepat seolah dia bisa membaca pikiran Yang Yang. Tapi keputusan Nian Yu sudah bulat, dia tidak bisa menerima perasaan Yang Yang.


Berusaha menahan air matanya, Yang Yang meminta Nian Yu untuk pergi duluan. Nian Yu pun pergi.

Xing Chen langsung heboh mengkritik Nian Yu lalu menyeret Chu Yao dan menyemangatinya untuk menghibur Yang Yang yang sedang bersedih sementara dia sendiri pergi mengejar Nian Yu.


Chu Yao terpaksa harus menemani Yang Yang, tapi bingung bagaimana harus menghibur Yang Yang. Dia berusaha meminta Yang Yang berhenti menangis. Tapi Yang Yang tidak bisa menahan air matanya dan terus menangis dalam dkapan Chu Yao. Yang tidak mereka sadari, ternyata memang ada orang yang membuntuti mereka dan memotret saat Yang Yang berada dalam pelukan Chu Yao.


Xing Chen bertanya kenapa Nian Yu menolak gadis manis seperti Yang Yang. Tapi Nian Yu mengacuhkannya dan hendak pergi dengan sepedanya. Xing Chen langsung naik ke belakangnya dan Nian Yu membiarkannya.

Dalam perjalanan, Xing Chen menanyakan apa yang ingin Nian Yu katakan malam itu setelah pertunjukkan. Tapi Nian Yu pura-pura lupa dan mengklaim kalau itu tidak penting. Xing Chen kecewa mendengarnya.


Setelah Nyonya Chen mendapat kiriman foto-foto mesra Chu Yao dan Yang Yang, Yang Yang pulang dan mendapati rumahnya dalam keadaan porak poranda dan ibunya terduduk lemas di lantai.

Ibu Yang Yang memberitahu kalau tadi ada beberapa orang yang datang menghancurkan restoran mereka dan memperingatkan Yang Yang untuk tidak dekat-dekat dengan Chu Yao lagi.

Yang Yang langsung menyadari masalah yang menyebabkan semua kejadian ini dan siapa pelaku yang melakukan ini pada mereka.


Dia langsung berlari ke rumah Nian Yu dengan berlinang air mata. Dia mengaduh dan menuduh Xing Chen menyuruh orang untuk menghancurkan restorannya dan mengancamnya hanya karena Xing Chen cemburu padanya yang dekat dengan Chu Yao.

Karena itulah meminta Nian Yu untuk memberitahu Xing Chen untuk tidak lagi mengganggunya karena dia dan Chu Yao tidak punya hubungan apapun. Tapi Nian Yu tidak percaya, Xing Chen tidak mungkin melakukan hal semacam itu.


Keesokan harinya, semua orang di kelas mulai nyinyir lagi pada Xing Chen. Dari Daniel lah, Xing Chen mengetahui masalah yang sebenarnya. Dia dituduh merusak restoran orang tua Yang Yang gara-gara Chu Yao.

Xing Chen tak percaya mendengarnya, mana mungkin dia akan melakukan hal semacam itu, demi Chu Yao lagi.


Chu Yao datang tak lama kemudian sambil berteriak memanggil Xing Chen. Xing Chen langsung membela diri tapi yang tidak dia sangka, Chu Yao mempercayai.

Melihat kepribadian Xing Chen, Chu Yao yakin kalau Xing Chen pelakunya maka yang akan dia sakiti pasti Yang Yang dan bukannya restorannya.

Chu Yao menduga kalau ini ulah Ibunya Xing Chen lagi. Senang karena Chu Yao mempercayainya, Xing Chen berjanji kalau dia tidak akan membiarkan keluarganya menyakiti pacarnya Chu Yao. Mereka lalu sepakat dengan salaman.


Saat pulang, Xing Chen langsung mengkonfrontasi Ibunya. Nyonya Chen sama sekali tidak menyangkalnya dan beralasan kalau dia melakukannya untuk membantu Xing Chen.

Xing Chen sangat tidak berguna sampai tunangannya mau diambil gadis itu, karena itulah dia harus bertindak.

"Lalu apakah aku harus bilang terima kasih? Aku tidak menyangka kalau ibu seburuk itu. Jangan beralasan kalau kau cuma membantuku. Aku tidak butuh bantuan semacam itu"

Apa Nyonya Chen bahkan mengerti artinya malu? Dia beralasan melakukan hal itu demi dirinya padahal jelas-jelas dia melakukannya demi bisnisnya. Sebaiknya Nyonya Chen tidak usah menganggu Yang Yang lagi. Dia bisa mengurusi urusannya sendiri.

"Tunanganmu mau direbut seorang gadis miskin. Itukah yang kau sebut mengurusi urusanmu?"

"Kau sendiri juga gagal mempertahankan priamu, bukan?" sindir Xing Chen keceplosan

Dia langsung menyesal begitu kalimat itu keluar dari mulutnya, tapi tak ayal membuat Nyonya Chen marah.

Xing Chen berkata kalau dia akan bertunangan dengan Chu Yao tapi dia memperingatkan Nyonya Chen untuk berhenti melakukan hal-hal kotor semacam ini atau dia akan menghancurkan pertunangannya dengan Chu Yao.


Tapi ancamannya itu malah membuat Nyonya Chen makin murka dan langsung menghukum Xing Chen dengan mengurungnya didalam kamar.

Hukuman semacam ini bukan pertama kalinya. Dalam flashback, Xing Chen kecil pernah beberapa kali dihukum kurungan setiap kali dia berusaha melawan Nyonya Chen.

Xing Chen berusaha mendobrak pintunya, tidak terima dihukum seperti ini lagi. Tapi tak ada seorang pun yang menolongnya.

Keesokan harinya, Xing Chen absen dari latihan orkestra. Yang Yang memberitahu Nian Yu kalau Xing Chen absen karena sakit. Nian Yu jadi cemas dan langsung pergi ke rumah Xing Chen.


Tapi dari belakang semak, dia melihat seorang tante yang sedang berusaha memanggil-manggil Xing Chen dengan cemas karena Xing Chen tak ada kabar dan tidak pula mengangkat teleponnya.

Nyonya Chen muncul tak lama kemudian dan dengan ketus berkata kalau Xing Chen baik-baik saja. Tapi dia menolak mempertemukan Ibu Xing Chen dengan putrinya karena sekarang ini Xing Chen sedang dihukum.

Ibu Xing Chen tentu saja langsung protes dan berusaha memohon agar Xing Chen dilepaskan dari kamarnya dan dihukum dengan hukuman lain saja. Tapi Nyonya Chen menolak dan mengklaim haknya sebagai Ibunya Xing Chen.

"Aku tahu kalau kau marah padaku karena mencuri Ayahnya Xing Chen darimu, iya kan? Karena itu kau mengurungnya. Walaupun kau tidak melahirkannya, tapi kau melihatnya tumbuh. Jadi jangan terlalu keras padanya"


Nyonya Chen menyangkal tuduhan Ibu Xing Chen dan mengusirnya dengan kesal.

Mendengar segalanya, Nian Yu langsung menghampiri Ibu kandungnya Xing Chen dan meyakinkan Ibu kalau dia akan menyelamatkan Xing Chen.

"Terima kasih" ucap Ibu refleks... tapi kemudian dia ingat dan langsung pura-pura tak mengenal Xing Chen lalu buru-buru pergi.

Nian Yu menerobos masuk kedalam rumah Xing Chen seperti maling dan kebetulan saat itu Paman De keluar dengan membawa kunci kamarnya Xing Chen.

Mereka hanya saling menatap saat, tapi kemudian Paman De dengan sengaja meninggalkan kunci kamar Xing Chen di lantai lalu pergi sambil pura-pura kelupaan menaruh kunci kamar Xing Chen.

Nian Yu masuk ke kamar Xing Chen dan semakin cemas mendapatinya lemas di lantai. Nian Yu langsung membopongnya ke tempat tidur.

Xing Chen menangis tak bisa mempercayai penglihatannya "Kesatria Beruang. Kau ilusi, kan? Kau tidak nyata, bukan? Aku bahkan tidak penting untukmu"

"Aku datang untuk melindungimu"

Bersambung ke episode 11

0 komentar

Post a Comment