Sinopsis Legend of Yun Xi Episode 6 - 1

 Sinopsis Legend of Yun Xi Episode 6 - 1

Sesuai perintah Kaisar, Fei Ye bersama Putra Mahkota menyambut kedatangan rombongan Putri Chu Qing Ge. Sekilas, kedua musuh itu saling bertemu pandang.


Setelah itu, Fei Ye melapor ke Kaisar yang puas mendapatkan 100.000 kuda perang yang dibawa Chu Qing Ge. Tapi menurut Fei Ye, anggaran untuk memberi makan kuda-kuda perang itu pasti akan sangat besar.

Tapi Kaisar mengklaim bahwa ia sudah memerintahkan agar kuda-kuda itu dipelihara di wilayah utara yang penuh dengan rumput segar.


"Saya khawatir itu akan membuat para warga di sana harus pindah. Mohon Paduka pertimbangkan kembali."

Tapi Kaisar bersikeras bahwa kuda-kuda ini bisa melindungi rakyat. Para warga bisa mencari nafkah di tempat lain. Tidak perlu diperdebatkan lagi.

Fei Ye terpaksa mengalah lalu pamit. Tapi Kaisar tidak membiarkannya pergi begitu saja, malah mengundangnya untuk mandi air panas bersama. Sekilas Fei Ye tampak ragu, tapi akhirnya dia menerima undangan itu.


Qi Shao dipanggil ke rumah Paman. Dia bisa menduga kalau Putra Mahkota memanggilnya pasti untuk minta bantuannya membunuh orang. Berdasarkan apa yang pernah mereka suruh untuk diselidiki, Qi Shao menyimpulkan bahwa orang yang ingin dia bunuh adalah Pangeran Qin. Putra Mahkota sungguh kagum mendengar dugaannya.

Karena itulah, Qi Shao mengaku bahwa pada hari pernikahan Fei Ye, dia mengirim Yu Zhe untuk memancing Fei Ye ke rumah Menteri Kehakiman, diam-diam membunuh seluruh keluarga Menteri Kehakiman, dan menjebak Fei Ye.

Putra Mahkota malah marah mendengarnya karena Menteri Kehakiman itu pendukungnya. Dulu saat ibunya Putra Mahkota masih hidup, keluarga Menteri Kehakiman sangat setia padanya.


Tapi Paman dengan cepat membentak Putra Mahkota dan menasehati Putra Mahkota untuk tidak terlalu memikirkan masalah sepeleh. Justru apa yang dilakukan Qi Shao itu bagus.

"Terima kasih atas pujian anda. Sekarang ini, kekuasaan Pangeran Qin semakin kuat. Saya rasa kematian Menteri Kehakiman tidaklah begitu penting bagi Kaisar."

Jika mereka ingin membunuh Pangeran Qin, mereka tidak perlu melakukannya sendiri. Cari saja seseorang yang lebih berkuasa untuk membunuh Pangeran Qin.

"Maksudmu... Ayahanda Kaisar?"

"Betul sekali. Biarkan orang lain melakukan pekerjaan kotor itu. Dengan begitu, Putra Mahkota tidak akan ketahuan. Orang itu harus seseorang dari pihak Putra Mahkota."

Putra Mahkota agak ragu dengan rencana itu. Tapi Paman sontak bertepuk tangan. Itu rencana yang bagus, lebih baik Putra Mahkota melakukan rencana itu.

Qi Shao berterima kasih atas pujian Paman dan berjanji akan menjalankan rencana ini sebaik mungkin. Tapi saat dia menunduk, diam-diam dia tersenyum licik.

 

Saat para pelayan membantu membuka baju Fei Ye dan tampaklah sebuah bekas luka bakar di bagian pinggangnya. Saat Kaisar melihat berbagai bekas luka di sekujur tubuh Fei Ye itu, ia mengklaim kalau ia merasa malu pada Fei Ye yang telah begitu menderita di medan perang demi negara mereka ini hingga tubuhnya penuh dengan bekas luka.

"Itu adalah tugas saya. Saya adalah prajurit Tian Ning sekaligus Pangeran Qin. Tentu saja saya harus berkontribusi besar (terhadap negara). Sayalah yang seharusnya malu karena telah membuat Paduka mengkhawatirkan saya."

Jasa Fei Ye sangat besar, tapi jabatannya juga sudah sangat tinggi hampir setara posisi raja, jadi tidak mungkin Kaisar menaikkan jabatannya lagi. Fei Ye juga tidak terlalu menyukai emas dan harta.


Bagaimana kalau ia menghadiahkan wilayah yang telah Fei Ye taklukkan agar Fei Ye menjadi penguasa di daerah tersebut? Mendengar itu, Fei Ye sontak berdiri. (OMG!!!! Dia b*gil beneran? Wkwkwk! *tutup mata*)

Fei Ye menolak tawaran itu dengan sopan. Tapi fokus perhatian Kaisar adalah pada bekas luka bakar yang berada tepat di atas b*k*ngnya Fei Ye. Bekas luka bakar itu jelas menarik perhatiannya, tapi ia diam saja dan segera mengalihkan topik mengajak Fei Ye main catur.


Sambil memainkan caturnya, Kaisar membahas tentang strategi perang yang intinya pasukan dengan jumlah yang lebih besar dan prajurit yang terlatih, sudah pasti akan menang.

Itu memang benar. Tapi menurut Fei Ye, akan lebih baik jika mereka membuat rencana untuk melakukan serangan dadakan. Itu strategi jitu dan hemat waktu.

Kaisar tak peduli bagaimanapun caranya, asalkan musuhnya mengakui menyerah kalah padanya. Sama seperti Qiu Barat yang sekarang ini pasti tengah mengirimkan surat perdamaian kemari.

Karena Fei Ye sudah banyak menderita dalam peperangan ini, lebih baik dia istirahat saja di rumah. Fei Ye menolak, tapi Kaisar tegas mengisyaratkannya untuk istirahat saja.

Lagipula ia yakin kalau Bei Li dan Qiu Barat takkan berani memulai perang lagi dalam waktu dekat. Sementara hal-hal yang lain, serahkan saja pada para menteri.

Saat melanjutkan caturnya, Fei Ye galau kalau harus mengalahkan Kaisar hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengalah dan mengklaim dirinya tidak pandai bermain catur.


Malam harinya, Qing Ge sudah menunggu kedatangan Kaisar yang tak kunjung datang. Pelayannya cemas karena sampai sekarang belum ada kabar apapun dari Kaisar, jangan-jangan Kaisar tidak akan datang?

"Jangan khawatir. Walaupun dia meragukanku, tapi ini baru hari pertamaku di sini. Jadi dia tetap harus datang untuk menunjukkan rasa hormatnya padaku."


Benar saja. Tak lama kemudian, Kaisar akhirnya datang. Qing Ge pun sontak bersujud hormat dan tersenyum manis padanya.

"Sudah lama aku mendengar kabar tentang kecantikanmu. Melihatmu hari ini, kau memang cantik sesuai reputasimu."

"Terima kasih atas pujian Paduka. Saya hanya wanita lemah yang harus selalu berada di sisi Paduka. Memiliki kecantikan saja tidak cukup. Saya hanya ingin menjadi bunga penghibur. Saat paduka mengkhwatirkan sesuatu, saya bisa membantu menghilangkan kekhawatiran paduka."

"Bagus kalau kau punya niat baik itu. Aku puas."

Qing Ge lalu menyajikan segelas teh untuknya. Tapi Kaisar tampak jelas curiga dan sengaja cuma mengendus aromanya tanpa meminumnya. Ia mengklaim kalau ia sangat sibuk seharian ini sampai terlambat mengunjungi Qing Ge.


"Apa kau marah?" Tanya Kaisar sambil menggenggam tangan Qing Ge.

Tapi Qing Ge langsung menarik tangannya dan menyangkal dengan sopan. Mana mungkin dia marah, dia mengerti kalau Kaisar adalah kepala negara dan punya banyak masalah untuk diurusi setiap hari.

"Paduka menyempatkan waktu untuk mengunjungi saya ditengah kesibukan Paduka, saya sungguh bahagia. Bagaimana mungkin saya marah pada Paduka?"

"Benar-benar bunga penghibur. Denganmu di sampingku, tak ada lagi yang ingin kuminta." Ujar Kaisar agak sinis.

"Kewajiban saya sebagai selir Paduka adalah berbagi beban Paduka. Selama saya ada di hati Paduka, saya... sangat senang."

Mendengar itu, Kasim tiba-tiba memberitahu Kaisar bahwa sekarang sudah tengah malam. Maka Kaisarpun pamit dengan alasan mau melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Begitu Kaisar pergi, Qing Ge langsung mengelap tangannya yang dipegang Kaisar tadi lalu menyuruh pelayannya untuk membuang saputangan itu. Pelayan cemas jika apa yang dilakukan Qing Ge tadi akan menyinggung Kaisar.

Tapi Qing Ge justru santai. Dia yakin sikapnya tadi tidak akan menyinggung Kaisar. Biarpun Kaisar bukan orang yang membunuh ayahnya, tetap saja Kaisar itu musuhnya. Jadi mana mungkin dia tidak dendam. Dia yakin kalau Kaisar juga tahu itu.

Tapi, saat Kasim bilang kalau sekarang sudah tengah malam tadi, kenapa Qing Ge tidak meminta Kaisar untuk menginap saja tadi? Karena Qing Ge tidak mau terburu-buru. Kaisar itu orang yang curigaan. Jika mereka tidak sabaran, maka Kaisar akan semakin curiga.


Semakin nekat, mereka justru akan semakin melakukan kesalahan. Yang sekarang ini harus mereka lakukan adalah menyingkirkan kecurigaan Kaisar terhadapnya. Tapi, menurut pandangan Pelayan. Kaisar sepertinya sudah terpesona oleh kecantikan Qing Ge.

"Kecantikan saja tidak akan bisa memenangkan hati pria untuk waktu yang lama. Lagipula, kau lihat sendiri tadi. Bahkan sekalipun dia terpesona oleh kecantikanku, dia tetap pergi. Yang kita hadapi ini adalah Kaisar Tian Hui, karena itulah kita harus berhati-hati."

Bersambung ke part 2

Post a Comment

5 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam