Sinopsis Unwilling Bride Episode 2 - 2

 Sinopsis Unwilling Bride Episode 2 - 2

Keesokan harinya, seorang pria datang ke kantornya Kade dan mengaku kalau dia datang untuk bertemu dengan Kade. Sikapnya sombong banget, bahkan pada Acha, dia mengancam kalau Kade akan menyesal kalau Kade tidak mau bertemu dengannya.


Pria itu mengaku dia seorang reporter freelancer atau lebih tepatnya paparazi, dan tanpa basi-basi menyodorkan sebuah amplop pada Kade yang di dalamnya ternyata berisi foto-foto mesra May dan Kade di hotel waktu itu.

Jelas tujuannya kemari adalah untuk mengancam dan memeras Kade. Kalau dia membocorkan foto-foto ini ke medsos, sudah pasti foto-foto ini akan jadi headline. Tapi kalau Kade membayarnya dengan mahal, dia akan menghapus foto-foto ini dari kameranya.

Kade tentu saja tidak percaya dengan mudah. Siapa tahu dia malah sudah membuat copy-annya. Pria itu ngotot kalau dia tidak bohong, dia akan menghapus semuanya kalau Kade membayarnya mahal.

"Kau mau berapa?"


Sementara May sedang ber-yoga ria, Acha menelepon Sekretarisnya May untuk memberitahunya tentang masalah foto-foto itu.

Saat May baru berjalan ke parkiran, tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang yang sepertinya sedang mengawasinya. May tidak melihat siapa-siapa, tapi orang itu jelas ada di sana, mengawasinya dalam kegelapan.

Ketakutan, May berniat cepat-cepat balik ke mobilnya... saat tiba-tiba saja Nackarin muncul di sana entah sejak kapan.


Hmm, apakah dia yang membuntuti May? Entahlah, tapi dia kelihatannya tidak mencurigakan dan tampak benar-benar mencemaskan May.

Saat May memberitahunya bahwa ada orang yang membuntutinya, Nackarin langsung mengecek sekitar. Tapi dia tidak melihat apapun di sana.

May jadi bingung, dia yakin kalau dia tidak berkhayal. Nackarin menduga kalau orang itu mungkin sudah pergi karena melihat May bersamanya. Sepertinya dugaannya memang benar, orang misterius itu ternyata bersembunyi di balik tiang dan langsung pergi.

"Kenapa dia mengikutiku?"

"Itu... mungkin cowok-cowok yang suka membuntuti cewek cantik. Waktu itu kau membelikanku makan malam. Dan biarpun kau tidak datang, tapi biarkan hari ini aku mentraktirmu kopi sebagai ungkapan terima kasih."


Acha mendatangi fitness center untuk mencari May, tapi May sudah pergi saat itu dan sekarang dia tidak tahu di mana May berada. Kade cemas, pokoknya mereka harus menemukan May hari ini sebelum si paparazzi itu memeras May juga.

"Kita pergi sekarang?" Tanya Acha.

"Iya. Memangnya kenapa?"

"Tidak ada. Hanya saja, apa anda lupa apa yang terdekat dari sini? Bagaimana kalau kita mampir, siapa tahu kita akan menemukannya?" Usul Acha.


Pada saat yang bersamaan. Nackarin membwaa May ke restoran keluarganya Pin. Kedua wanita itu tidak saling mengenali dan Pin santai saja menyapa kedua pengunjung baru itu dengan ramah.

Setelah Ibu Pin mencatat pesanan mereka, May heran dengan keberadaan Nackarin di fitness centernya. Sedang apa dia sini?


"Kau tidak berpikir bahwa kita 'kebetulan' bertemu di sini?"

"Tidak. Terutama dengan seseorang yang tengah berusaha untuk bernegosiasi membeli hotelku."

"Dan apakah kau tidak berpikir bahwa membeli hotel itu... cuma sebuah alasan?" Tanya Nackarin.

Tidak, May yakin kalau Nackarin benar-benar hanya menginginkan hotelnya. Kalaupun Nackarin ingin dekat dengannya, May rasa itu wajar saja. Wajar bagi seorang pria untuk mendekati dan merayu wanita cantik.

"Tapi kau bukan cuma cantik. Bagiku, kau memiliki sesuatu yang jauh lebih istimewa." Ujar Nackarin penuh arti.


Dia lalu mengambil sebuah buku jurnal dan mencoret-coret sesuatu di sana. May curiga, apakah dia sedang menulis harga untuk mengosiasikan pembelian hotelnya.

Nackarin menjawabnya dengan memperlihatkan buku jurnalnya. Ternyata dia membuat sketsa wajah May dan gambarnya benar-benar bagus. Dia mengaku kalau dia memiliki sebuah galeri seni.

"Kuharap aku akan punya kesempatan untuk memilikimu sebagai modelku."

"Bayaranku mahal. Masih mau?"

"Mendengarmu pasang harga, kuanggap kau telah memberiku kesempatan."


Karena May pesan pie bayam, Pin meminta Ruth yang saat itu sedang kerja di belakang, untuk mengambilkannya pie bayam pesanan salah satu pelanggan mereka.

Dia santai saja berjalan ke meja mereka untuk menyajikan pesanan mereka. Tapi alangkah terkejutnya dia saat melihat May sampai-sampai nampan itu terlepas dari tangannya.

Tanpa sedikitpun mencurigai apapun, Pin buru-buru meminta maaf pada May... atas apa yang dilakukan oleh 'suaminya'. May jelas marah menyadari apa yang terjadi dan langsung mengkonfrontasi Ruth. Apa dia sendiri tidak akan meminta maaf?!

Kesal, dia langsung melangkah pergi dari sana. Saat dia membuka pintu, dia malah mendapati Kade sudah berdiri di sana entah sejak kapan. Tapi May tidak mempedulikannya dan langsung pergi.


Ruth cepat-cepat keluar mengejarnya. Pin juga ingin mengejarnya, tapi langsung membeku melihat Kade di luar. Kade cuma menatapnya sekilas dengan tajam sebelum kemudian pergi mengejar May. Kejadian ini tampaknya sangat menarik perhatian Nackarin.


Ruth akhirnya berhasil mengejar May dan meminta maaf. Dia sungguh merasa buruk pada May. Tapi dia benar-benar mencintai Pin dan sekarang Pin sedang mengandung anaknya.

"Kalau kau mencintainya sebesar itu dan akan memiliki anak dengannya, lalu kenapa kau memintaku menikahimu?!"

"Karena ibuku tidak menyukai Pin."

"Apa hubungannya dengan ibumu?! Ibumu tidak suka dia, makanya kau balas dendam dengan melamarku?!"

Ruth tahu sendiri kalau hanya Ruth satu-satunya pria di dunia ini yang May percayai. Tega sekali Ruth melakukan ini padanya. Ternyata dia sama saja dengan semua pria di dunia ini.

"Semua ini salahku, tapi aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya padamu."

"Tidak perlu menjelaskan. Aku tidak mau mendengar apapun darimu lagi!"


Kade yang sedari tadi cuma diam di belakang mereka, akhirnya memutuskan untuk menyela. Dia menggenggam tangan May lalu mendorongnya masuk ke dalam mobilnya.


Dan dia terus menggenggam erat tangan May biarpun mereka sudah jauh. May berusaha memberontak, tapi Kade tak mau melepaskannya begitu saja. May harus janji dulu tidak akan membuka pintu mobil dan melompat keluar.

"Kenapa kau memaksaku masuk mobilmu?"

"Biar kau tenang. Kalau aku meninggalkanmu menangis seperti itu, mungkin saja kau akan berpikir dan melakukan sesuatu yang bodoh."

"Apa aku kelihatan seperti wanita bodoh yang akan melukai diriku sendiri hanya karena seorang pria yang mencampakkanku? Jangan menatapku dengan tatapan prihatin seperti itu."

Kade menyangkal. "Aku mengerti perasaanmu. Karena wanita yang mencampakkanku di pernikahan kami... adalah wanita yang sama yang sekarang bersama mantan kekasihmu."

May kaget mendengarnya. "Wanita bernama Pin itu... adalah pengantinmu?"


Tepat saat itu juga, Kade ditelepon Ibunya Pin. Terlepas dari masalah mereka, Kade tetap sopan padanya. Bibi merasa bersalah pada Kade, ia sebenarnya tidak bermaksud menyembunyikan fakta tentang Pin yang membawa Ruth pulang kemari. Hanya saja ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

"Saya mengerti. Saya tidak menyalahkan Bibi. Segala yang terjadi adalah karena Pin memilih jalannya sendiri."

Bibi memohon pada Kade untuk tidak marah pada Pin, apalagi memutus hubungan dengan Pin. Loh, Pin sendiri kan yang memutuskan untuk bersama Ruth, jadi tidak seharusnya Kade melibatkan diri dengan keluarga mereka lagi.

Tapi Bibi yakin kedua orang itu tidak akan bertahan lama. Sekarang ini Ruth sudah tidak punya uang, ibunya sudah memutuskan semua keuangannya. Bahkan Ruth harus membantu jadi pelayan di restoran sekarang.

Bagaimana bisa mereka membangun keluarga dengan cara seperti itu. Bibi sangat mencemaskan putri dan cucunya, hanya Kade yang bisa membantu mereka. Karena itulah Bibi mohon agar Kade tidak meninggalkan Pin.


Kade membawa May ke condo-nya. May langsung menuntut Kade untuk menjelaskan tentang wanita bernama Pin itu. Kalau Kade mau memberitahunya, dia akan memberitahu Kade tentang Ruth.

"Pin itu teman masa kecilku. Dulu rumah kami berdekatan."

"Saruth dan aku juga teman masa kecil. Ibu-ibu kami berteman baik."


Di restoran, Pin sekarang bisa lega karena Kade dan May sudah tahu tentang mereka. Jadi mereka tidak perlu menjelaskan apapun.

"Tapi aku tidak menyangka kalau Khun Kadethaen dan May saling mengenal satu sama lain. Atau mereka pernah bertemu sebelumnya?"


Kade malas membahas masalah ini lebih jauh. Dia juga tidak tertarik mengetahui apapun tentang Ruth. Tapi May ngotot mau tahu lebih banyak tentang Pin.

Apalagi Ruth bilang kalau Pin mengandung anaknya. Berarti waktu Pin mau menikah dengan Kade, dia sudah hamil duluan dong. Apa Kade tahu tentang kehamilan Pin itu?

"Aku tahu."

"Kau tahu? Lalu bagaimana bisa kau menikahinya?"

"Khun, sebaiknya kita berhenti membahas masalah ini. Bagaimanapun, mereka sudah memutuskan untuk bersama. Jadi kita tidak perlu membicarakan mereka. Lebih baik jika kita membicarakan tentang kita saja." Ujar Kade sambil menyentuh bibirnya dan menatap May penuh arti, yang jelas saja membuat May canggung memikirkan ci*man mereka.

"Tidak ada yang perlu dibahas. Aku pergi."


"Hari ini seorang paparazzi mendatangiku dengan membawa foto kebersamaan kita."

Langkah May membeku seketika. "Foto apa?"

Bersambung ke part 3

Post a Comment

4 Comments

  1. Klanjutan nya kk......mkin pnsaran ne

    ReplyDelete
  2. Ini saya kok berasa liat sinetron indonesia yg main michele ziudith sama stuart collin ya....
    Lol me...
    Abaikan....
    😅😅😅😅😅

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam