Sinopsis Lucky's First Love Episode 12 - 3

Sinopsis Lucky's First Love Episode 12 - 3

Xing Yun sama sekali tidak merasa punya bayang-bayang kelam masa lalu. Justru sebagai mantannya Chu Nan, dia sangat yakin kalau Chu Nan dan Shen Qing benar-benar saling mencintai.


Belakangan ini dia menyadari sesuatu. Kesepian seumur hidup itu memang menakutkan, tapi hidup dan menua bersama pria yang hanya akan membuatnya merasa kesepian itu lebih menakutkan.

Karena itulah Xing Yun sungguh-sunguh berharap Shen Qing menemukan jodoh yang tepat kali ini. Tapi ada satu hal yang tidak Xing Yun mengerti, kenapa Xia Ke merahasiakan masalah perselingkuhan Ling Shan dan membiarkan Shen Qing salah paham padanya selama bertahun-tahun?

Karena Shen Qing dan Ling Shan telah bersama sejak mereka masih kecil. Mereka tumbuh bersama, bersekolah dan kuliah bersama, liburan bersama lalu menikah. Ling Shan mengisi seluruh masa muda Shen Qing.

Xia Ke selalu berpikir bahwa cinta pertama yang indah, akan membuat seseorang terus berharap akan cinta seumur hidupnya. Dia tidak ingin Shen Qing kehilangan kemampuan untuk mencintai seseorang.

Apalagi waktu Ling Shan pergi, Shen Qing sedang mengandung. Dia tahu kalau nenek takkan pernah mengizinkannya untuk melahirkan bayinya, makanya dia pergi ke luar negeri untuk melahirkan Xiao Xi.

"Waktu dia membawa Xiao Xi kembali, aku lebih tidak tega untuk memberitahukan kebenarannya. Aku tidak pernah berharap dia akan berpikir bahwa Xiao Xi memiliki ayah yang brengsek."


Tapi Xing Yun tidak setuju dengan pemikirannya itu. Waktu Xia Ke menyembunyikan masalah Chu Nan darinya, dia sangat marah pada Xia Ke. Dibandingkan dengan pacaran tanpa tahu apa-apa, dia lebih suka mengetahui kebenarannya.

Menurut Xia Ke mana yang lebih menyakitkan bagi Shen Qing, mengetahui suaminya ternyata bajingan atau menyalahpahami adik tercintanya selama bertahun-tahun?

"Aku tidak pernah memikirkan hal itu. Sudahlah, itu terjadi bertahun-tahun yang lalu. Aku tidak ingin menjelaskannya."

"Baguslah Shen Qing dan Chu Nan sekarang bisa bersatu, dia tidak akan tersakiti lagi."


Chu Nan dan Shen Qing baru tiba di toko kue dan disambut oleh para pegawai yang membawakan dokumen pribadinya Shen Qing yang tadi diminta oleh Chu Nan.

Chu Nan langsung mengajaknya ke dukcapil untuk menikah sekarang juga. Tapi Shen Qing ragu dan berusaha menghindar dengan alasan capek.

"Aku tidak akan pernah membohongimu ataupun menyakitimu. Di mana pun ada kau dan Shen Xiao Xi, aku pun akan ada di situ."

Chu Nan langsung memeluknya dan meyakinkan Shen Qing bahwa dia akan selalu ada untuk mereka dan melindungi mereka. Shen Qing tidak perlu takut ataupun sedih. Dia pernah berpikir untuk melindungi Shen Qing secara diam-diam, tapi sekarang dia tidak bisa menunggu lagi.

"Aku harus bersamamu dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu dan Xiao Xi. Shen Qing, menikahlah denganku."

Terharu, Shen Qing akhirnya mantap untuk menerimanya.


Xia Ke mengantarkan Xing Yun pulang dan memperingatkannya untuk tidak menyebar gosip tentang apa yang terjadi hari ini pada orang-orang di perusahaan.

"Saya bukan penggosip."

"Memangnya kau tidak pernah bergosip?"

"Yang waktu itu kecelakaan. Baiklah, saya janji tidak akan mengungkap rahasia ini pada siapapun. Tidak pula pada Yi Yi dan Amy. Ini rahasia antara anda dan saya. Kalau begitu saya pergi pergi dulu. Sampai jumpa, Pak Xia. Hati-hati di jalan."

Xing Yun pun cepat-cepat pergi, meninggalkan Xia Ke yang sebenarnya senang dengan ucapan Xing Yun barusan, bahwa ini rahasia di antara mereka berdua saja.


Sementara itu, He Yu menemui Yao Qing di tempat latihan kendonya untuk curhat. Tapi Yao Qing malah cuek dan santai-santai saja, He Yu sampai frustasi melihat sikapnya. Bisa tidak Yeo Qing berhenti bersikap cuek dalam masalah cinta ini dan menghiburnya?

Yao Qing sontak terpancing emosi. Dia sudah berbaik hati meminjamkan mobilnya dan membiarkan He Yu mengambil alih pekerjaannya, tapi hasilnya?

Ternyata He Yu malah membiarkan Xia Ke dan Xing Yun kebut-kebutan berdua saja. Bagaimana bisa He Yu masih punya muka untuk memintanya menghiburnya? Dia sudah cukup baik untuk tidak mencacinya sebagai teman yang bodoh. Bagaimana bisa dia menghibur He Yu?

Yao Qing justru harus berterima kasih pada Xing Yun karena sudah membantu Xia Ke menyelesaikan masalah ini. Jika sampai Shen Qing menerima lamaran Ling Shan dan Xiao Xi diculik olehnya, Xia Ke pasti akan sangat menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri seumur hidupnya.


He Yu sontak bertepuk tangan dengan sinis. Yao Qing benar-benar sudah membuatnya kesal. Dia cuma peduli sama Xia Ke padahal Xia Ke tidak pernah memedulikannya.

Dan lagi, dia tuh cewek tapi hobi banget datang ke tempat ini. Apa Yao Qing pikir kalau Xia Ke masih merindukan si ahli kungfu itu? Segalanya sudah berubah, seleranya Xia Ke sudah lama berubah. Gadis yang disukai Xia Ke sekarang adalah gadis yang lembut dan imut seperti Xing Yun.

Jaman sekarang, gadis imut itu populer. Tak ada seorang pun yang tidak menyukai gadis seperti itu. Seharusnya Yao Qing mengubah sifatnya.

Kesal, Yao Qing sontak menakut-nakuti He Yu pakai pedang kayunya. Sifatnya ini memang tidak bisa diubah, tapi He Yu bisa mendefinisikan ulang tentang wanita seperti apa dia.


Xia Ke menatap buku nikahnya Shen Qing dan Chu Nan dengan muka mengernyit, apa ini maksudnya?

"Dasar bodoh, ini maksudnya Om Chu Nan sekarang jadi ayahku." Ujar Xiao Xi.

Lalu bagaimana dengan ibunya Chu Nan? Jangan bilang kalau mereka menikah tanpa mendapat persetujuan ibunya Chu Nan. Shen Qing tidak terima tuduhannya, mereka kan punya senjata rahasia.

"Senjata rahasia apa?"

"Akulah!" Seru Xiao Xi antusias.

"Putraku disenangi semua orang. Dia berhasil menaklukkan ibu mertuaku selama dia di rumah sakit. Xia Ke, sekarang aku umumkan bahwa aku telah menemukan cinta sejatiku. Mulai sekarang, kau sudah tidak perlu lagi bertanggung jawab padaku ataupun merasa bersalah padaku. Aku akan menghargai hidup yang kupilih."

"Kalau begitu aku sangat berterima kasih padamu, Chu Nan. Kuserahkan dia padamu."


Tiba-tiba Xiao Xi melihat sebuah kado berisi garage kits yang belum Xia Ke berikan pada Xing Yun. Shen Qing heran, sejak kapan Xia Ke suka mainan kartun kayak begini.

"Aku beli itu untuk orang lain." Xia Ke sontak merebutnya dan membawanya pergi.

"Aku pernah melihat banyak mainan seperti itu di kamarnya Xing Yun." Ujar Chu Nan. Mendengar itu, Shen Qing langsung mengerti situasi ini.


Mereka lalu belanja ke supermarket karena mau mengadakan pesta syukuran kecil untuk pernikahan mereka. Xiao Xi tanya apakah mbak Xing Yun juga akan datang. Shen Qing membenarkan, Xing Yun, Xia Ke dan He Yu juga akan datang.

"Xiao Xi, kau kan sangat menyukai mbak Xing Yun, bagaimana kalau dia jadi tantemu?"

"Jangan bicara omong kosong. Sepertinya Tuan He sedang berusaha untuk memenangkan hati Xing Yun."

"Begitukah? Tapi kurasa Xia Ke juga ada rasa sama Xing Yun."

"Dipikir-pikir, saat outing waktu itu, mereka berdua memang agak aneh."

"Adikku itu sangat pendiam dan memendam segalanya dalam hati, makanya aku mengundang mereka semua ke pesta syukuran kita. Aku ingin lihat apa yang Xia Ke pikirkan tentang Xing Yun."


Di Jiawo, He Yu sedang berseteru heboh dengan Direktur Qian tentang masalah promosi mereka. He Yu tidak setuju dengan jalan pintas semqacam itu, itu bisa menghancurkan opini pelanggan terhadap brand mereka.

Direktur Qian tidak terima. Justru jika promosi mereka semakin meluas, baru game-nya TIG bisa menarik perhatian konsumen dan bersaing di pasar yang sangat kompetitif ini. Jangan coba-coba menghancurkan tim mereka hanya karena dia temannya Xia Ke. Lagian TIG kan tidak kekurangan uang.

"Justru karena Xia Ke adalah temanku, aku tidak akan pernah menipu pelanggan dengan data yang membutuhkan banyak uang. Dan kuingatkan kau, Xia Ke tidak akan mudah dikelabuhi." Kesal He Yu lalu pergi meninggalkan rapat.


He Yu lalu mencoba mengajak Yao Qing untuk ikut bersamanya ke rumah Shen Qing, tapi Yao Qing menolak dengan alasan sibuk.

"Maksudmu aktivitas online besok? Aku sudah mengaturnya sejak awal. Ayo pergi."

Tapi Yao Qing lebih tertarik membahas He Yu yang belakangan ini sering cekcok sama Direktur Qian. He Yua sinis, orang itu pikirannya sempit dan selalu berpikir He Yu mau merebut posisinya. Dia yakin Direktur Qian akan cari perkara tentang proyeknya TIG ini.

Tapi He Yu terlalu malas meladeninya, ayo pergi saja. Tapi Yao Qing ngotot menolak. He Yu kesal, kalau Yao Qing terus mempertahankan sikap anehnya ini, entah kapan dia bisa mendapatkan Xia Ke.


Sementara kedua pria sibuk main game sambil sindir-sindiran tentang persaingan mereka, Xing Yun sibuk sendiri mengajari Xiao Xi menggambar. Saat Xiao Xi minta dibuatkan gambarnya Xia Ke, Xing Yun menggambar singa yang memang cocok banget dengan karakternya Xia Ke.

Berniat mau memancing reaksi adiknya, Shen Qing dengan sengaja meminta He Yu untuk membawakan buah-buahan untuk Xing Yun dan Xiao Xi. He Yu jelas langsung menerimanya dengan senang hati.

"Bagaimana bisa kau menyuruh seorang tamu untuk melakukan itu?" Protes Xia Ke.

"Aku bukan tamu. Kak Shen Qing, anggaplah aku adikmu sendiri. Aku bersedia melakukannya, tidak perlu sungkan untuk menyuruhku mengerjakan hal-hal seperti ini."

He Yu langsung pergi mengerjaan tugas dengan senang hati dan itu sukses membuat Xia Ke cemburu dan kesal.


Saat semua orang berkumpul di meja makan, He Yu dengan cepat merebut kursinya Xia Ke yang hendak duduk di sebelahnya Xing Yun dan menyuruh Xia Ke duduk di kursi seberang saja dengan alasan sebelah ini khusus untuk makanan tidak pedas. Xia Ke kan suka pedas, jadi dia duduk di seberang saja.

"Aku sedang panas dalam, aku juga tidak makan pedas." Alasan Xia Ke.

Shen Qing tak percaya, tapi Xing Yun percaya dan meyakinkan mereka kalau Xia Ke belakangan ini memang lagi panas dalam, dia bisa jadi saksi. Xing Yun akhirnya mengalah dan memberikan kursinya untuk Xia Ke.

Dia mengklaim kalau dia bisa makan makanan pedas, padahal begitu mencicipinya, dia langsung terbatuk-batuk. Melihat itu, kedua pria sontak kompak memberikan lauk tidak pedas pada Xing Yun secara bersamaan.


Tiba-tiba Shen Qing mendapat pesan dari seorang pegawainya yang lagi ketagihan game-nya TIG dan meminta Xing Yun untuk memintakan senjata game lagi pada Xia Ke.

Xing Yun menyarankannya untuk menyuruh si pegawai mengunjungi Web X untuk mendapatkan senjata game besok pagi. He Yu menjelaskan bahwa senjata game ini adalah promosi pre-sale proyek mereka sebelum game mereka diluncurkan. Jumlahnya terbatas loh, cuma 1.000 senjata yang per itemnya bisa dibeli dengan satu yuan saja.

Tapi saat Shen Qing mengecek website yang dimaksud, dia malah mendapati senjata game-nya sudah bisa didapatkan sekarang alih-alih besok. Hah? Sistemnya bermasalah?

Parahnya lagi, bukan cuma waktunya, bahkan jumlah item yang seharusnya cuma 1.000, sekarang berubah jadi 100.000. Gawat, dia semuanya dibeli hanya hanya 1 yuan, mereka akan rugi sekitar satu juta yuan. Dan sekarang sistemnya malah hang.


Setibanya di Jiawo, Yao Qing sudah menunggu mereka. He Yu langsung memberikan berbagai instruksi untuk mengatasi situasi ini, tapi Yao Qing malah bilang bahwa mereka sudah tidak perlu menyelesaikan masalah apapun.

Bersambung ke episode 13

1 komentar: