Sinopsis Lucky's First Love Episode 10 - 3

Sinopsis Lucky's First Love Episode 10 - 3

Mereka pun pergi ke restoran yang bernuansa tradisional itu. Tapi gara-gara mereka datang dengan membawa Xiao Xi, Bos pemilik restoran tempat kencan itu jadi mengira kalau mereka adalah pasutri yang membawa anak mereka kemari untuk quality time. Wkwkwk!


Xing Yun ingin menjelaskan, tapi Xia Ke tiba-tiba saja merangkulnya dan mengiyakannya saja. Dia bahkan mengklaim kalau 'istrinya' selalu ingin makan di restoran ini, hanya saja dia baru ada waktu sekarang. Bos restoran kagum, mereka berdua manis sekali. Mari, silahkan masuk.

Ada kucing di dalam restoran itu, Xiao Xi langsung antusias. Xing Yun benar-benar kagum dengan Xia Ke. Padahal restoran ini biasanya hanya melayani satu meja per hari. Booking tempat pun biasanya harus menunggu sampai 6 bulan.

"Sebaiknya kau mencatat semua perasaanmu dengan lengkap agar bisa memodifikaasi modul gamenya."

Baiklah. Tapi dia tidak mengerti kenapa meeka harus pura-pura jadi pasangan? Xia Ke dengan canggung mengklaim bahwa mereka harus melakukan ini agar mereka bisa merasakan dengan lebih baik. Jomblo biasanya tidak punya selera yang bagus dalam merasakan makanan. Benar juga. Xing Yun sungguh tak menyangka kalau bos tempat ini sangat baik.

"Catat saja perasaanmu sekarang." Tegas Xia Ke.


Jadilah Xing Yun sibuk memotret sana-sini dan mencatat ini-itu sebelum kemudian mulai menikmati makanannya. Usai makan, mereka duduk bersama di ayunan sambil menikmati pemandangan. Tempat ini memang indah, pantas saja jadi nomor satu.

"Menurutmu ini cukup romantis. Pantas saja dating Instance Zones-mu buruk banget." Nyinyir Xia Ke.

"Apa anda menyimpan banyak daftar tempat kencan romantis yang lain? Aduh, cepat beritahu saya."

"Itu tergantung mood-ku."

"Cepat sekali kau menirunya." Nyinyir Xing Yun.

"Kau bilang apa?"

"Tidak, tidak. Saya hanya merasa restoran ini sangat bagus."

"Tunjukkan catatanmu."


Menurut Xing Yun, masakan di restoran ini dimasak dengan penuh cinta. Rasanya seolah tempat biasa bisa terasa luar biasa. Apalagia ada kata-kata yang tertulis di piringnya yang membuat Xing Yun sangat tersentuh. Hidup memang untuk mengeksplor esensi cinta dibalik hal-hal sepele.

"Apa yang tertulis di piringmu?"

"Semoga kenangan-kenangan hidupmu, tidak akan meninggalkan rasa sesal."

Xia Ke sinis mendengarnya. Kalimat itu cocok untuk semua tamu yang datang kemari. Xing Yun kesal. Sekarang dia jadi curiga apakah pemahaman Xia Ke tentang romansa itu romansa beneran atau tidak.

"Berani sekali kau meragukanku dengan pengalaman cintamu yang sangat sedikit itu?"

"Apa yang tertulis di piring anda."

"Tidak ingat lagi." (Hmm, kayaknya bohong deh)


Xia Ke lalu mengantarkan Xing Yun pulang. Tapi saat dia mengantarkan Xiao Xi pulang, dia malah mendapati Shen Qing baru pulang bersama Ling Shan. Xia Ke sontak emosi melihat itu dan langsung menghajar Ling Shan.

"Sudah kubilang jangan sampai aku melihatmu lagi!"

Shen Qing jelas jelas heran mendengar ucapan Xia Ke itu, apa maksudnya dia berkata seperti itu? Ling Shan tak gentar, bahkan sekalipun Xia Ke memukulinya sampai babak belur, tapi kali ini dia akan tetap berada di sisi Shen Qing dan putra mereka.


Xia Ke sontak emosi mau menghajarnya lagi, tapi Shen Qing dengan cepat menghalanginya. Sekarang dia mulai mengerti nkenapa Ling Shan meninggalkannya selama bertahun-tahun tanpa kabar. Xia Ke dan Nenek kan yang menyingkirkan Ling Shan? Jarang-jarang Xia Ke sepakat sama Nenek.

"Dia nenekmu. Apa kau pikir kami akan melakukan sesuatu yang buruk padamu?"

"Memangnya tidak? Aku baru tahu hari ini bahwa apa yang kualami bukanlah suatu kecelakaan, melainkan nenekku dan adikku bekerja sama melakukan itu padaku dengan sengaja. Apa lagi kebohonganmu? Kenapa kau menjebakku? Kau menentang pernikahan kami. Apa kecelakaan mobil itu juga bagian dari rencanamu?"

Xiao Xi mendadak muncul di antara mereka, dengan polosnya meminta mereka berdua untuk berhenti bertengkar. Dan alangkah terkejutnya Xia Ke saat mendengar Xiao Xi memanggil Ling Shan sebagai 'Ayah'. Kesal, Xia Ke langsung pergi.


Shen Qing juga langsung membawa Xiao Xi masuk. Tapi Ling Shan tak mau pergi begitu saja dan langsung menelepon Shen Qing, berusaha meminta Shen Qing untuk memberinya kesempatan untuk menjelaskan.

Shen Qing menyerah dengan mudah dan langsung keluar lagi. Ling Shan meyakinkan Shen Qing bahwa dia tidak akan takut lagi pada neneknya Shen Qing dan Xia Ke. Dia tidak peduli apapun yang aan dilakukan neneknya Shen Qing padanyaa nanti.

"Sejak aku memutuskan melahirkan Shen Xiao Xi, aku sudah tidak punya hubungan apapun dengannya. Dia tidak akan melakukan apapun padamu."

"Shen Qing, di dunia ini, hanya kau dan Xiao Xi keluargku. Berjanjilah padaku, biarkan aku tinggal bersama kalian."

Tapi Shen Qing masih sangat rgu untuk itu dan buru-buru menghindar dengan alasan sudah larut malam. Takutnya Xiao Xi akan menangis kalau dia bangun dan mendapatinya tak ada.


Setibanya di rumah, Xia Ke mendapati He Yu sudah menunggu di dalam sambil main game. Ngapain He Yu datang kemari?

"Aku datang mencari Susan untuk mengambil dalemanku."

"Aku malas bercanda denganmu sekarang."

He Yu jelas heran melihat ekspresinya. Ada apa dengannya? Xia Ke mengaku kalau Ling Shan sudah kembali sekarang, Xiao Xi bahkan memanggilnya ayah. Berusaha menyemangatinya, He Yu meyakinkannya untuk percaya pada Shen Qing, dia wanita yang pintar kok.



Sudahlah. Sebaiknya sekarang mereka membicarakan masalah pribadi mereka berdua. Xia Ke menyukai Xing Yun, kan? Xia Ke menyangkal.

"Kalau tidak, lalu kenapa kau menentangku?"

"Aku hanya tidak ingin dia terjatuh ke dalam perangkap satu ke perangkap lainnya."

"Kali ini tidak sama. Kali ini aku beneran serius."

Xia Ke tak percaya. He Yu sungguh tidak mengerti kenapa Xia Ke meragukan ketulusan hatinya. Xia Ke menegaskan bahwa dia tidak pernah memercayai sesuatu yang tidak pernah ada.

"Aku datang kali ini untuk tanya apakah kau mencintainya. Jika iya, aku minta maaf padamu. Mari kita berkompetisi secara adil. Tapi jika tidak, kuharap kau tidak mengalangi kami dalam mencari kebahagiaan kami."

"Kau pikir kalian bisa bahagia."

"Kita lihat saja nanti."


Mood Xia Ke benar-benar buruk sampai keesokan harinya. Saat Xing Yun baru tiba di kantor, dia mendapati Xia Ke sedang memarahi salah satu pegawai. Xing Yun jelas heran, padahal kemarin mood-nya Xia Ke baik-baik saja.

"Kemarin kan minggu, kau bertemu dengannya?" Heran Yi Yi.

Tiba-tiba He Yu muncul sambil bawa bunga lagi. Xing Yun sebal melihatnya, apa pegawai Jiawo tuh tidak perlu bekerja?

"Orang sepertiku yang tampan dan berbakat mah bebas."

"Tapi aku beda. Aku sibuk banget. Jadi tolong pergi."


Tepat saat itu juga, Yao Qing datang membawakan kopi kesukaan Xia Ke. Tenyata Yao Qing juga akan ikut dalam proyek mereka. Jadi mulai sekarang, mereka akan lebih sering bertemu.
 
Karena Xia Ke ada meeting lain, jadi dia menyerahkan Yao Qing ke Amy. Dalam perjalanan keluar, dia meliat He Yu tapi dia langsung pergi tanpa mengucap sepatah kata.

Amy lalu memperkenalkan Yao Qing pada Xing Yun. Kagum melihat kecantikan dan keanggunannya, Xing Yun sontak menyapanya dengan sangat antusias dan terang-terangan memujinya.

He Yu cemburu. Dia setampan ini, kenapa Xing Yun malah tidak memujinya? Mengabaikan protesnya He Yu, Xing Yun meminta agar dia berkomunikasi langsung dengan Yao Qing saja mulai sekarang. He Yu tidak terima. Xing Yun mau mencampakkannya? Jangan harap!


Tak sengaja Yao Qing melihat patung kucing itu di meja He Yu dan seketika itu pula senyumnya menghilang. Sekarang dia mengerti kenapa Xia Ke membeli patung kucing itu. Xing Yun heran melihatnya, dia kenapa?

"Kucing keberuntunganmu sangat imut."

Xing Yun mengangkat patung itu dan langsung heran mendengar buni gemirisik dari dalamnya. Aneh sekali, dia yakin tidak pernah memasukkan koin ke dalamnya. Yao Qing tampak jelas cemburu padanya.


Xia Ke meminta pegawainya untuk menunjukkan konsep iklan game mereka. Si pegawai menjelaskan draft awalnya dirancang oleh Xing Yun dengan bekerja sama dengan He Yu. Tapi masih banyak yang harus mereka kerjakan.

Untuk rencana ke depannya, dia akan mengatur Tina dan Xiao Ke untuk membantu Xing Yun. Tapi Xia Ke punya rencana lain, pastinya tujuannya untuk menjauhkan Xing Yun dan He Yu. Dia memerintahkan agar Tina berkomunikasi langsung dengan He Yu.

Tak lama kemudian, Xing Yun memberitahukan perintah Xia Ke ini pada He Yu. Dan jelas saja He Yu tak senang, dia tahu betul apa niatan Xia Ke.

Bersambung ke episode 11

2 komentar: