Sinopsis Lucky's First Love Episode 5 - 1

Sinopsis Lucky's First Love Episode 5 - 1

Xia Ke kaget melihat Xing Yun pakai dandanan menor dan baju tidur s~~si. Xing Yun cemas melihat Shen Qing, apa dia baik-baik saja?


"Kurasa kau lebih mabuk daripada dia," sinis Xia Ke.

"Pak Xia, bagaimana makeup-nya menurut anda?" Tanya Yi Yi.

"Jelek!" Sinis Xia Ke lalu pergi membawa Shen Qing ke kamar.

Xing Yun sakit hati. Melihat bayangannya sendiri di cermin, Xing Yun bertanya-tanya apakah dia benar-benar jelek?
 

Saat Chu Nan masuk kamar tak lama kemudian, Xing Yun sudah ganti pakai babydoll dan ketawa ngakak sendiri sambil nonton TV sambil ngemil... dan langsung terbatuk-batuk canggung begitu melihat Chu Nan.

Chu Nan tampak agak terpesona melihat Xing Yun, tapi tatapannya malah membuat Xing Yun panik sendiri mengira wajahnya belepotan atau apa gitu. Mereka mendadak jadi canggung saat Chu Nan melihat baju tidur s~~si-nya Xing Yun yang dia taruh sembarangan di kursi.

"Apa aku kembali terlalu cepat jadi kau tidak punya waktu untuk bersiap-siap."

"Ti-tidak kok. Aku hanya merasa bukan diriku sendiri saat memakai baju ini. Apa aku mengecewakanmu?"

Chu Nan menyangkal, justru dia senang. "Itulah yang membuatmu manis."


Xing Yun tersipu malu mendengarnya. Tak lama kemudian, Chu Nan menuang wine untuk mereka berdua, sementara Xing Yun tegang bukan main. Chu Nan penasaran dengan apa yang pikirkan sekarang ini.

"Aku berpikir, orang tuaku pasti menyukai suasana seperti ini."

Mengingat Xing Yun tidak banyak pengalaman dalam cinta, Chu Nan rasa kalau dia belum punya banyak perasaan romantis. Maka kemudian dia mengajak Xing Yun berdansa.

Xing Yun gugup banget menjilat bibirnya terus menerus, sepertinya berharap bakalan dicium. Chu Nan tiba-tiba mendekatkan wajahnya, Xing Yun langsung merem sambil monyong.

Tapi tiba-tiba saja bayangan wajah Shen Qing berkelabat dalam benak Chu Nan hingga dia urung mencium Xing Yun dan memutuskan bahwa sebaiknya mereka menunggu sampai malam pernikahan mereka. Xing Yun jadi canggung gara-gara itu lalu buru-buru keluar kamar dengan alasan mau berenang.


Xing Yun akhirnya jalan-jalan sendirian mencari keberadaan kolam renang... saat tiba-tiba saja dia merasakan ada seseorang yang membuntutinya. Waduh! Ketakutan, Xing Yun sontak jalan lebih cepat, tapi si penguntit juga ikutan mempercepat langkahnya.

Tapi kemudian, Xing Yun tak sengaja menginjak batu dan hampir saja terjatuh. Si penguntit sigap menangkapnya. Teringat nasehat Xia Ke untuk menendang anunya jika dia bertemu orang jahat, Xing Yun sontak menendangkan kakinya untuk menendang anunya si penguntit, tapi si penguntit sigap menangkap kakinya.... dan orang itu ternyata Xia Ke.

"Pak Xia, kenapa anda tidak bilang-bilang kalau itu anda?"

"Sekarang sudah larut malam, aku penasaran kau mau berpetualang ke mana?"

"Aku mau ke kolam renang, tapi aku tersesat."

"Kau mau renang pakai baju begini? Ikut aku."


Secara bersamaan, Chu Nan dan Shen Qing keluar dari kamar masing-masing. Shen Qing ingin pergi menghindarinya, tapi Chu Nan langsung menegurnya saking cemasnya, Shen Qing abis minum-minum, dia mau pergi ke mana larut malam begini?

"Tuan Chu, itu bukan urusan anda."

"Kau tidak tahu kenapa aku melakukan ini."


Duduk bersama di kolam renang, Xing Yun memuji kecekatan Xia Ke saat menangkap kakinya tadi. Xia Ke berkata kalau itu cuma karena gerakan Xing Yun saja yang buruk.

"Anda sendiri yang mengajariku. Anda bilang cara paling mudah untuk mempertahankan diri adalah menendang itunya pria. Pikiranku lagi kacau tadi itu, cuma itu satu-satunya yang bisa kuingat."

"Kenapa kau tidak memikirkan pacarmu di saat kritis seperti tadi?"

"Tidak kepikiran. Mungkin karena Chu Nan terlalu lembut. Di saat darurat seperti tadi, pria kuat dan gagah seperti anda lebih bisa memberiku kekuatan."

"Kuberitahu kau, dia membiarkanmu berkeliaran sendirian tengah malam begini, entah dia atau kau bego."

Xing Yun tidak terima, ini namanya saling menghormati. Menurut Xia Ke, Chu Nan lebih mirip teman sepermainannya Xing Yun dibanding pacar. Apa Xing Yun menyukainya?

Tentu saja suka. Chu Nan itu baik dan sopan, dia merasa senang saat bersama Chu Nan. Bahkan selama ini dia belum pernah melihat Chu Nan marah. Mendengar itu, Xia Ke langsung usul agar mereka mengadakan percobaan.


Biasanya saat wanita jatuh cinta pada seorang pria, dia tidak akan tertarik pada pria lain. Xia Ke langsung pindah duduk di samping Xing Yun... lalu mulai mendekatkan wajahnya... dan Xing Yun seketika terpesona, dia bahkan langsung merem saat Xia Ke bergerak semakin mendekat seolah hendak menciumnya.

Padahal Xia Ke cuma menggodanya. "Kau pikir aku benar-benar mau menciummu? Kau jelas-jelas tidak mencintai Chu Nan sama sekali. Saat aku hendak menciummu, kau bahkan tidak berusaha menghindar ataupun menolakku. Kau malah ingin menerimanya."

Xing Yun menyangkal, tapi saat Xia Ke mendekat lagi, dia langsung merem lagi. Hehe. Xia Ke geli melihat reaksinya. Kalau tidak, lalu kenapa Xing Yun menutup mata? Canggung, Xing Yun ngotot menyangkal dan berusaha menjauh... tapi malah tercebur ke kolam.


Kesal, Xing Yun langsung cepat-cepat pergi darinya. Xia Ke yang cemas kalau-kalau Xing Yun tidak menemukan jalan balik ke kamarnya, bergegas mengejarnya tapi malah mendapati Chu Nan dan Shen Qing bermesraan di luar kamar mereka.

Parahnya lagi, dia melihat Xing Yun yang baru datang. Dia langsung panik melempar handuk menutupi kepala Xing Yun dengan alasan membantu mengeringkan rambutnya dan baru melepaskannya setelah memastikan kedua orang itu masuk ke kamarnya Shen Qing.

Tapi Xing Yun yang sekarang tidak nyaman balik ke kamarnya, meminta izin Xia Ke untuk pindah ke kamar lain, kamar biasa juga tidak apa-apa deh. Xia Ke setuju.


Sementara itu, pengasuhnya Xiao Xi terlalu sibuk nonton drama sampai tidak mengawasi Xiao Xi yang nekat memanjat kursi demi mengambil setoples coklat. Tapi letak toples itu terlalu tinggi hingga pada akhirnya Xiao Xi kehilangan pijakan dan  terjatuh cukup keras.


Xia Ke baru saja memberikan kunci kamar baru untuk Xing Yun saat tiba-tiba saja Shen Qing bergegas keluar bersama Chu Nan. Shen Qing panik setelah mendapat kabar kecelakaannya Xiao Xi.

Tapi saat Xia Ke hendak mengantarkannya, Chu Nan mendadak menyatakan kalau dialah yang akan mengantarkan Shen Qing. Xing Yun jelas heran melihat mereka bersama.

Chu Nan beralasan kalau keluarganya juga mengalami sesuatu dan kebetulan tadi dia bertemu Shen Qing, jadi sekalian saja dia pergi bersama Shen Qing. Tak mencurigai mereka, Xing Yun percaya-percaya saja alasannya dan bergegas mencarikan supir untuk mereka.

 

"Kuharap Xiao Xi baik-baik saja. Aku harus menelepon Chu Nan dan minta dia mengantarkan Shen Qing ke rumah sakit."

"Itu bukan urusanmu!"

"Aku kan cuma mencemaskan kakak anda."

Xing Yun akhirnya tidak jadi pindah kamar sambil bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada keluarganya Chu Nan.


Setibanya di rumah sakit, mereka malah mendapati Xiao Xi belum diobati sama sekali. Si Pengasuh melapor bahwa Xiao Xi sudah di-rontgen, kakinya patah dan harus dioperasi untuk mengeluarkan pecahan kacanya. Masalahnya, mereka belum bisa operasi karena ruang operasinya masih dipakai.

Shen Qing berusaha kuat di hadapan Xiao Xi dan menyemangati putranya itu untuk kuat dan sabar, dokter sekarang sedang mengobati orang yang lukanya lebih parah, dokter pasti akan segera datang mengobati Xiao Xi.

Berusaha menenangkannya, Chu Nan cepat-cepat menjauh untuk mencari solusi lain... lalu menelepon ibunya yang ternyata seorang dokter dan meminta Ibu untuk segera datang ke rumah sakit.


Xing Yun tidak bisa tidur gara-gara teringat saat-saat kebersamaannya bersama Xia Ke di kolam tadi dan ucapan Xia Ke. Xing Yun lalu membrowsing tentang ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta.

Di salah satu artikel disebutkan bahwa mata orang yang jatuh cinta akan bersinar-sinar saat menatap orang yang dicintainya, dia tidak akan bisa berpura-pura ataupun menyangkalnya, karena itu adalah insting.

Penasaran, Xing Yun pergi ke depan cermin lalu mencoba memelototi fotonya Chu Nan. Tapi dia bingung mata bersinar-sinar tuh yang gimana? Dia mencoba melihat matanya di cermin tapi tidak tampak ada sinar, akhirnya dia cuma berpikir kalau ini pasti cuma masalah pencahayaan.


Ibunya Chu Nan akhirnya tiba di rumah sakit dan memeriksa luka kakinya Xiao Xi sekilas, dan walaupun ia masih tidak menyukai Shen Qing, tapi ia langsung menyuruh perawat untuk menyiapkan ruang operasi.

Selama Xiao Xi dioperasi, Chu Nan menggenggam erat tangan Shen Qing dan meyakinkannya bahwa Xiao Xi pasti akan baik-baik saja. Tapi Shen Qing langsung melepaskan tangannya, dia benar-benar menyesali keputusannya, tidak seharusnya dia menginap di hotel.

"Shen Qing, ini bukan salahmu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri." Ujar Chu Nan berusaha menghiburnya.

Bersambung ke part 2

2 komentar: