Sinopsis Lucky's First Love Episode 1 - 2

Sinopsis Lucky's First Love Episode 1 - 2

Kencan butanya Xing Yun ganteng juga, namanya Chu Nan. Dia bercerita kalau dia berasal dari Sichuan, kota yang kaya akan emas dan kayu jati. Kakeknya seorang tukang kayu dan beliau lah yang memberinya nama Chu Nan.


"Nama yang bagus," puji Xing Yun berbasa-basi.

Chu Nan kaget, "kau orang pertama yang memuji namaku bagus."

"Kok bisa? Memangnya orang lain bereaksi seperti apa?"

"Kau masih belum boleh tahu."

Pfft! Xing Yun sampai canggung dibuatnya. Tapi Chu Nan setulus hati mengaku kalau dia senang dengan reaksi Xing Yun. Chu Nan mengaku kalau dia sangat sibuk bekerja, jadi kencan buta adalah cara yang paling efektif dan simple. Lalu bagaimana dengan Xing Yun? Kelihatannya dia masih sangat muda, kenapa dia melakukan kencan buta.

Sebenarnya sih alasan utamanya gara-gara tuntutan Xia Ke kemarin, tapi tentu saja Xing Yun tidak mengatakannya dan hanya beralasan kalau dia juga sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia kencan buta karena ingin berkenalan dengan teman baru.


Tiba-tiba teleponnya berbunyi dari Xia Ke. Xing Yun me-reject-nya, tapi Xia Ke malah terus menelepon tiada henti sampai Chu Nan akhirnya menyuruhnya untuk mengangkat teleponnya saja, sepertinya penting.

Xing Yun sampai tak enak padanya, akhirnya dia mengangkat teleponnya dan Xia Ke langsung marah-marah tidak terima teleponnya di-reject. Parahnya lagi, dia bahkan memaksa Xing Yun untuk balik ke kantor untuk mengubah animasi di komputer... SEKARANG! Dia kasih waktu 10 menit.

Chu Nan benar-benar pengertian dan tidak keberatan sedikitpun, mereka bisa ngobrol lagi lain kali. Dia bahkan berbaik hati mengantarkan Xing Yun ke kantornya.

Xing Yun benar-benar merasa tak enak padanya. Yang tak disangkanya, Chu Nan tiba-tiba mengajaknya untuk makan bersama kapan-kapan. Chu Nan merasa kalau mereka lumayan cocok.

"Apa boleh kita saling mengenal lebioh jauh?"

Xing Yun tercengang banget sampai dia cuma bengong dan akhirnya malah membuat Chu Nan salah paham. Tidak dijawab sekarang juga tidak apa-apa kok, Xing Yun jangan merasa tertekan.

"Bukannya aku tidak mau menjawab!" Refleks Xing Yun heboh. "Err... maksudku bukan begitu... maksudku..."


Chu Nan geli melihat reaksinya. "Aku mengerti. Masuklah. Nanti kutelepon."

"Baiklah. Hati-hati di jalan."

Xing Yun pamit, tapi dia malah nggak fokus lihat jalan dan DUK! Nabrak pintu kaca. Duh, malunya! Xing Yun buru-buru ngacir. Chu Nan geli melihat tingkah imutnya.


Yang tidak  Xing Yun ketahui, Xia Ke sebenarnya bohong. Dia sendiri malah sedang kencan buta di sebuah restoran. Err... atau lebih tepatnya dibohongi oleh seseorang dengan alasan mau ngobrolin bisnis, tapi ternyata yang ditunggu-tunggu tidak datang dan jadilah dia cuma berduaan saja dengan wanita itu.

Berusaha memulai obrolan, wanita itu bertanya penasaran, kenapa Xia Ke tampak cemas setelah menelepon tadi? Apa ada masalah di perusahaannya?

Xia Ke bercerita kalau dia membesarkan 'kucing liar' (Xing Yun maksudnya) di kantor. Tapi sekarang 'kucingnya' itu jadi bandel dan membawa kucing lain.

"Kucing liar memang tidak seharusnya dipelihara di rumah. Tapi kurasa kau tidak perlu merasa terganggu oleh masalah ini." Komentar wanita itu.

"Dia lumayan kok. Bukan hanya membawa keberuntungan, tapi juga hebat."


Masalahnya begini. Jika kucing itu membawa kucing lain, maka dia pasti akan jadi lebih bandel lalu dia akan membawa sekelompok kucing lain lagi. Dan seketika itu pula tiba-tiba dia membayangkan seorang ibu di meja sebelah yang sedang mengurus kedua anaknya, berubah jadi Xing Yun.


Lamunannya buyar dengan cepat saat dia mendapat video call dari seorang wanita cantik bernama Shen Qing. Errr... entah siapa dia. Tapi sepertinya hubungan mereka sangat akrab.

Xia Ke bahkan dengan santainya memberitahu Shen Qing kalau dia sedang ditipu untuk melakukan kencan buta. Shen Qing jadi penasaran mau lihat teman kencannya Xia Ke.

Kesal, wanita itu langsung saja merebut ponselnya Xia Ke untuk memperlihatkan dirinya pada Shen Qing dengan gaya arogan. Shen Qing santai saja mengkritiki penampilan dan makeup wanita itu.

"Apa kau sedang menilai dirimu sendiri?" Sinis wanita itu.

"Tapi aku dibuat tergila-gila padanya." Kata Shen Qing.

Wanita itu jadi mengira kalau Shen Qing adalah mantannya Xia Ke dan jadi tambah kesal karenanya. Dia bahkan mendadak berubah sinis dan ketus pada Xia Ke, menuduh Xia Ke adalah bajingan yang masih belum move on dari mantan pacarnya.


Padahal begitu dia pergi, Xia Ke memangil Shen Qing sebagai 'Kakak'. Err, jadi mereka kakak-adik? Tapi nama marga mereka kok beda yah? Mengalihkan topik dari wanita itu, Shen Qing memberitahu Xia Ke bahwa dia akan pulang selasa depan, jadi Xia Ke harus menjemputnya di bandara.


Xing Yun masih setia menunggu di kantor sambil membaca poster     mengingat ucapan Chu Nan tadi, Xing Yun bahagia, apa ini yang namanya jatuh cinta? Akankah dia akan jadi seperti para cewek yang hobi nggosipin pacarnya?

Tapi saat membaca tentang proyek terbaru iru, Xing Yun mendadak membayangkan Xia Ke meminta maaf padanya karena meremehkannya dan menghinanya. Khayalan yang membuatnya bahagia banget sampai dia ngakak sekeras-kerasnya... sampai saat dia menyadari dirinya ternyata sedang jadi tontonan beberapa rekannya yang belum pulang. Pfft! Kenapa mereka masih di sini?

"Kami diminta lembur oleh Direktur Xia. Kenapa kau balik ke sini?"

"Aku sedang menunggu Direktur Xia dan data perencanaan. Dia bilang masih ada beberapa detil animasi komputer yang perlu diperbaiki."

Para rekannya malah bingung, Xing Yun pasti salah. Direktur Xia sudah pulang sedari tadi. Ah! Jangan-jangan Direktur Xia sedang menghukum Xing Yun gara-gara tadi Xing Yun nitip absen.


Xing Yun kesal mendengarnya. Padahal dia sudah menunggu di sini selama satu jam. Xing Yun tidak terima dan langsung menelepon Xia Ke. Tanpa dia ketahui, Xia Ke sebenarnya baru tiba di lobi.

Tapi saat Xia Ke mengaku kalau dia sebentar lagi tiba di kantor, Xing Yun tak percaya. Jangan mempermainkannya terus?! Berapa lama dia harus menunggu di sini?!

Jika Xia Ke marah padanya gara-gara dia titip absen, Xia Ke kurangi aja gajinya. Mempermainkannya seperti ini sudah kelewatan.

"Kenapa sekarang kau marah? Apa kencan butamu gagal?"

Xing Yun tak percaya mendengarnya. Xia Ke tahu kalau dia sedang kencan dan Xia Ke mempermainkannya? Tapi maaf dia harus mengecewakan Xia Ke. Sekarang dia pede untuk mengikuti kontes pembuatan perencanaan transkrip karena sekarang dia SEDANG PACARAN!

Langkah Xia Ke membeku seketika. Teman-temannya Xing Yun pun kaget dan langsung mengucap selamat untuknya. Xing Yun cuma mesam-mesem canggung menerima semua ucapan selamat mereka.


Di sebuah bar, seorang pria bernama He Ye sedang bersenang-senang dengan para cewek di sana. Tapi saat cewek yang baru dipacarinya seminggu menghadiahinya kunci rumahnya, pria itu langsung ilfil dan saat juga dengan santainya dia memutuskan hubungan mereka.

Saat dia hendak pulang, dia mendapati supirnya mendadak ganti dan memutuskan untuk diantarkan ke tempat lain. Si supir penasaran dia mau ke rumah siapa? Pacarnya?

"Dia lebih penting daripada seorang pacar."

Bersambung ke part 3

2 komentar: