Sinopsis My Sunshine Episode 26

Sinopsis My Sunshine Episode 26


Dalam perjalanan mengantarkan Xin Ying pulang, Ying Hui memberitahu Xin Ying untuk mengabarinya dulu jika Xin Ying datang ke kantornya.

Xin Ying berkata bahwa datang hanya karena dia kerja lembur dan kebetulan lewat kantornya Ying Hui. Dia menduga Ying Hui mungkin sedang lembur mengingat dia seorang pekerja keras.

Ying Hui bertanya kenapa Xin Ying kerja lembur sampai pulang selarut ini tapi suaminya tidak menjemputnya?

 Saat Xin Ying hanya menjawabnya dengan wajah sedih, Ying Hui langsung mengkomplain suaminya Xin Ying. Bagaimana bisa suaminya Xin Ying malah membiarkan Xin Ying pulang tengah malam seorang diri dan parahnya lagi suaminya Xin Ying telah melakukan hal yang tidak benar dengan membiarkan Xin Ying bekerja.

Xin Ying berkata bahwa suaminya sama sekali tidak melarangnya bekerja lagipula dia memang wanita karir jadi tentu saja dia harus bekerja.

Ying Hui kurang menyetujui hal itu karena menurutnya ada wanita-wanita yang dilahirkan untuk dimanjakan, dan Xin Ying adalah salah satu wanita itu.

Mendengar itu, Xin Ying tiba-tiba menangis mengatakan bahwa sebelum bertemu Ying Hui dia merasa letih tapi perasaan itu menghilang setelah bertemu Ying Hui.

Xin Ying berkata bahwa ini semua karena pekerjaannya. Selama bertahun-tahun dia bekerja, dia merasa tidak bisa nyambung dengan rekan-rekan kerjanya. Walaupun awalnya dia bisa berteman baik dengan mereka tapi pada akhirnya dia merasa malas bicara dengan mereka lagi.

"Kurasa aku ini memang tidak baik" ujar Xin Ying

"Tidak, kau selalu luar biasa. Orang lain selalu iri padamu"


Ying Hui menyarankan jika Xin Ying tidak betah bekerja di perusahaannya yang sekarang maka sebaiknya dia pindah kerja saja. Ying Hui bahkan menawarkan bantuannya untuk mencarikan pekerjaan lain yang jauh lebih cocok untuk Xin Ying.

Ying Hui lalu menelepon Linda dan menyuruh Linda untuk menghubungi seseorang dan mencarikan pekerjaan untuk Xin Ying di sebuah perusahaan.


Keesokan harinya, Mo Sheng bangun mendahului Yi Chen. Dia hendak bangkit tapi tiba-tiba Yi Chen menariknya kembali ke kasur.

Mo Sheng berusaha melepaskan plukan Yi Chen dengan memberitahunya kalau dia mau menyiapkan sarapan tapi Yi Chen malah semakin mempererat plukannya.


Mo Sheng heran kenapa Yi Chen hari ini bertingkah seperti anak kecil? Mendengar itu, Yi Chen langsung membalik Mo Sheng menghadapnya, memeluk Mo Sheng erat-erat dan menyuruh Mo Sheng tidur lagi.

Mo Sheng akhirnya menurutinya dan mereka mulai tidur lagi. Tapi belum semenit, tiba-tiba Mo Sheng berusaha melepaskan diri. Yi Chen terbangun karenanya dan langsung menyuruh Mo Sheng untuk diam.

"Aku takut tanganmu jadi mati rasa nanti"

Tapi Yi Chen tidak peduli dan terus saja memluk Mo Sheng erat-erat karena kalau dia sampai melepaskan Mo Sheng maka bisa-bisa dia bakalan terserang flu. (Di versi novel dijelaskan bahwa Mo Sheng suka gerak-gerak kalau tidur, tidur pakai selimut tapi waktu bangun selimutnya udah gak ada makanya dia gampang terserang flu)


Saat Mo Sheng bangun, dia tidak menemukan Yi Chen di sisinya dan hari ternyata sudah siang. Saat ia keluar kamar, ia mendapati Yi Chen sedang bermain catur dengan papa He.

Mo Sheng langsung berbisik mengomeli Yi Chen karena tidak membangunkannya tapi Yi Chen hanya mengisyaratkannya untuk diam.


Mo Sheng melihat mama He sedang sibuk sendirian di dapur, maka dia memutuskan untuk pergi membantu mama He. Mo Sheng heran karena tidak melihat Yi Mei, mama He mengatakan bahwa Yi Mei kembali bekerja karena tadi ditelepon pihak TV yang menyuruhnya balik.

"Mo Sheng, kudengar dari Yi Chen kalau kau berasal dari kota ini. Apa orang tuamu juga berasal dari sini? Kapan kami bisa bertemu mereka?"


Mo Sheng jadi tidak nyaman dengan pertanyaan itu. Dia hendak menjawab dengan sejujur-jujurnya. Tapi belum sempat mengatakan apapun, Yi Chen yang tampak tegang tiba-tiba menyelanya dan menyuruhnya untuk pergi mencarikan ponselnya.


Mo Sheng kembali ke kamar dan langsung menemukan ponsel itu dengan mudah karena ponsel itu berada di meja belajarnya Yi Chen. Yi Chen pastinya melakukan itu agar dia tidak menjawab pertanyaan mama He.

Mo Sheng yakin kalau Yi Chen pasti tidak mau kalau dia membicarakan tentang ayahnya karena ayahnya pernah menawari Yi Chen sejumlah uang saat Yi Chen masih miskin dulu dan juga karena kasus korupsi yang dilakukan ayahnya. Mo Sheng sedih seandainya saja dia bisa membuktikan kalau ayahnya tidak bersalah.


Saat Yi Chen masuk kamar, dia memberitahu Mo Sheng untuk tidak berpikir yang aneh-aneh. Dia hanya tidak mau papa dan mama He akan memandang Mo Sheng dengan prasangka buruk kalau mereka sampai tahu siapa ayahnya Mo Sheng


"Mo Sheng kau harus lebih percaya padaku. Aku lebih suka jika kau tidak tahu apa-apa (tentang kasus ayahnya). Jangan terlalu banyak memikirkannya"

"Tapi jika aku tidak memikirkannya, kau akan bilang aku bodoh"

"Bisa dibilang, kau sudah cukup bijak sekarang"


Mo Sheng menemukan mainan mobil-mobilan dan pesawat di antara barang-barang bekasnya Yi Chen tapi Yi Chen bilang kalau semua itu punyanya Yi Mei. hahaha.

 

Mo Sheng lalu membuka sebuah album foto dan menemukan foto Yi Chen waktu bayi dan waktu dia memenangkan penghargaan kompetisi fisika waktu SMA. Walaupun dia kuliah hukum tapi dia sudah pintar dalam segala hal sejak kecil.

"Seandainya aku tahu, aku pasti akan sekolah di sekolah SMA-mu. Beneran loh, aku sebenarnya bisa masuk sekolah itu. Tapi waktu itu kupikir letaknya kejauhan sementara aku tidak bisa bangun pagi-pagi sekali"

"Syukurlah, kau memberiku kedamaian menjalani masa SMA" goda Yi Chen


Mo Sheng membuka album fotonya lagi dan menemukan foto masa bayi Yi Chen bersama kedua orang tuanya.

Mo Sheng langsung menatap Yi Chen dengan cemas tapi Yi Chen meyakinkannya bahwa dia baik-baik saja karena toh kematian kedua orang tuanya sudah sangat lama.


Mo Sheng menyarankan agar mereka pergi mengunjungi makam kedua orang tua Yi Chen. Yi Chen setuju tapi sedetik kemudian dia mulai menatap kepala Mo Sheng dan berkata sambil menahan tawa "Kita tunggu dulu sampai rambutmu tumbuh sedikit. Tungu sampai... sedikit lebih panjang"


Suasana ceria diantara mereka mulai jadi sendu saat Mo Sheng menceritakan tentang keluarganya yang bisa dibilang aneh.

Ibunya sendiri tidak menyukainya sejak dia kecil dan sepertinya hal itu dikarenakan ayahnya. Awalnya dia tidak pernah terlalu memikirkan masalah itu. Tapi saat dia di Amerika, terjadi sesuatu dengan ayahnya dan ibunya langsung memutuskan komunikasi dengannya.

Saat itulah, dia baru tahu kalau ayah dan ibunya sudah bercerai jauh sebelum dia berangkat ke Amerika dan tak lama kemudian ayahnya bunuh diri.

Ayahnya memutuskan untuk bunuh diri demi melindungi ibunya agar ibunya tidak sampai terlibat dengan kasusnya.


Yi Chen menggenggam tangannya saat dia berusaha menghibur Mo Sheng dan meminta Mo Sheng untuk tidak memikirkan masa lalu lagi.

Mo Sheng tersenyum mendengarnya tapi kemudian dia memukul tangan Yi Chen dan protes karena Yi Chen seperti sedang menghibur seorang teman.

"Bukannya aku tidak bahagia. Aku hanya berpikir, sekarang aku sangat bahagia tapi ibuku masih sendirian. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan"

"Kalau kau cemas, sebaiknya kita kunjungi ibumu besok pagi dan kembali ke Shanghai sore harinya" saran Yi Chen yang tentu saja langsung Mo Sheng terima dengan senang hati karena dia ingin memberitahu ibunya kalau dia baik-baik saja.


Di Shanghai, Yi Mei dimarahi atasannya karena tiba-tiba cuti dan membuat semua orang jadi kelabakan mengerjakan semua pekerjaan yang mendadak Yi Mei tinggalkan begitu saja, bahkan pihak stasiun TV pun sudah berniat untuk memberhentikan Yi Mei.

Tapi walaupun begitu, si atasan memutuskan untuk tidak tetap membantu Yi Mei dan tidak memberhentikannya karena dia sudah tahu kalau Yi Mei sedang ada masalah keluarga.

Si atasan berkata bahwa Yi Mei beruntung karena memiliki kakak dan pacar yang sangat baik yang datang langsung padanya dan menjelaskan masalah Yi Mei.


Saat Yi Mei kembali ke meja kerjanya, Yi Mei meminta maaf pada rekan kerjana karena menyebabkan masalah gara-gara cuti mendadaknya.

Rekannya sama sekali tidak mempermasalahkannya karena dia mengerti kalau Yi Mei sedang ada masalah keluarga. Yi Mei berterima kasih pada mereka semua dan berjanji akan mentraktir mereka makan.


Rekannya Yi Mei lalu mengembalikan kunci laci meja kerja yang Yi Mei tinggalkan dan menasehati Yi Mei untuk lebih berhati-hati karena di dalam laci itu adalah sebuah kalung berlian yang sangat mahal.

Yi Mei memberitahunya kalau itu kalung berlian palsu tapi rekannya itu tidak percaya. Dia yakin betul kalau kalung itu berlian asli karena ada seorang temannya yang mau menikah dan calon suaminya memberikannya mas kawin dari brand perhiasan yang sama dengan brand kalung berliannya yang ada didalam lacinya Yi Mei. Yi Mei langsung tercengang menyadari kalung berlian dari Yuan Feng itu berlian asli.


Yi Chen dan Mo Sheng pergi mengunjungi ibunya Mo Sheng tapi ternyata beliau sedang tidak di rumah. Saat mereka hendak pergi, Mo Sheng tiba-tiba melihat ibunya baru kembali dan langsung memanggilnya. Ibunya Mo Sheng tampak sangat terkejut dan cukup senang bertemu Mo Sheng.

Saat ibunya Mo Sheng melihat Yi Chen, Mo Sheng memberitahunya kalau dia sudah menikah, suaminya bernama He Yi Chen dan dia bekerja sebagai seorang pengacara.


Ibunya Mo Sheng tampak bahagia setulus hati untuk Mo Sheng tapi begitu dia mendengar nama He Yi Chen, entah kenapa ibunya Mo Sheng merasa nama itu cukup familier.


Mo Sheng meminta Yi Chen mendekat lalu memperkenalkan mereka berdua. Yi Chen menyapanya dengan sapaan sopan tapi sangat singkat dan anehnya, Yi Chen tampak tidak terlalu senang bertemu mertuanya itu.

Ibunya Yi Chen memperhatikan Yi Chen dengan seksama lalu bertanya apakah mereka pernah bertemu?

Yi Chen menjawab datar bahwa mungkin dia hanya pernah bertemu seseorang yang mirip dengannya.

Ibunya Mo Sheng menerima jawaban itu tapi dia tetap saja terus memperhatikan Yi Chen dengan penasaran sementara Mo Sheng sama sekali tidak memperhatikan keanehan suaminya dan ibunya.


Mo Sheng lalu sengaja menjauhkan Yi Chen dengan cara meminta Yi Chen mengambil kartu namanya yang ada didalam mobil.

Saat mereka berduaan, Mo Sheng langsung minta bantuan ibunya untuk menjernihkan nama baik ayahnya karena dia yakin ayahnya tidak mungkin melakukan hal sekotor itu tapi ibunya langsung menolak permintaan itu mentah-mentah karena sepertinya ayahnya Mo Sheng memang bersalah.

"Hukum itu adil dan tidak akan mengabaikan orang baik" ujar ibunya Mo Sheng

Saat Yi Chen kembali membawakan kartu namanya, Mo Sheng langsung menulis nomor teleponnya sendiri dibalik kartu namanya Yi Chen lalu memberikannya pada ibunya.


Dalam perjalanan kembali ke Shanghai, Yi Chen dan Mo Sheng saling berdiam diri, larut dalam pikiran masing-masing.

Mo Sheng  memikirkan kasus ayahnya dan tawaran Ying Hui untuk mengembalikan nama baik ayahnya sementara Yi Chen memikirkan ibunya Mo Sheng yang merasa dia mengenali Yi Chen.


Yi Mei menemui Yuan Feng untuk berterima kasih atas bantuan Yuan Feng sampai dia bisa mewawancarai Ying Hui.

Tapi tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan kalung berliannya. Yuan Feng berusaha menolak dan meminta Yi Mei untuk menganggap kalung itu sebagai hadiah ultah.

Tapi Yi Mei tidak mau menerima hadiah semahal itu. Terpaksa Yuan Feng menerima kalung itu kembali demi membuat Yi Mei merasa lebih tenang.


"Yuan Feng, maafkan aku"

"Kau tidak perlu minta maaf. Kita berdua sama-sama orang dewasa, aku tidak bisa memaksamu untuk mencintaiku. Bersatu dan putus kan hal yang sudah biasa. Baguslah kita sudah memperjelas segalanya. Lagipula kau tidak melakukan sesuatu yang membutuhkan permintaan"

"Tidak, aku ini sangat kekanak-kanakan. Aku tidak pernah serius denganmu. Selama 2 hari ini, aku memikirkan masa lalu dan merasa sangat bersalah. Kuharap kau bisa memaafkanku"


Tepat saat itu, Xiao Xiao lewat dan melihat mereka. Saat Yuan Feng menyadari kedatangannya, dia langsung cepat-cepat menyudahi pertemuannya dengan Yi Mei dan menyuruh Yi Mei pulang saja sekarang.

Anehnya, Yi Mei tampak terkejut dan agak kecewa karena Yuan Feng menyudahi pertemuan mereka begitu saja. Err... kayaknya Yi Mei sudah mau menerima cintanya Yuan Feng tapi sayang sekali Yuan Feng sudah kecantol Xiao Xiao.


Yuan Feng lalu kembali ke studio dimana Xiao Xiao sedang sibuk berpose. Saat sedang break, Xiao Xiao melihat Yuan Feng sedang duduk sendirian dengan tegang di ujung meja.

Dia langsung menghampiri Yuan Feng untuk menggodanya tentang pertemuannya dengan Yi Mei tadi.


Yuan Feng memberitahunya kalau Yi Mei datang hanya untuk mengembalikan hadiah yang pernah dia berikan. Saat Xiao Xiao melihat kotak perhiasannya, dia langsung mengomeli Yuan Feng karena Yuan Feng sama sekali tidak mengerti wanita.

Xiao Xiao memberitahu Yuan Feng bahwa dia langsung tahu apa niat Yi Mei datang menemui Yuan Feng begitu dia melihat ekspresi Yi Mei tadi, Yi Mei ingin melupakan masa lalunya dan mulai membangun masa depannya bersama Yuan Feng.


Xiao Xiao menyemangati Yuan Feng untuk balikan dengan Yi Mei. Xiao Xiao yakin jika sekarang Yuan Feng melamar Yi Mei, maka Yi Mei mungkin akan langsung menerimanya.

Yuan Feng tidak percaya, lagipula tidak mungkin dia kembali pada Yi Mei mengingat hubungan mereka berdua sekarang. Xiao Xiao langsung kesal mendengarnya dan mengingatkan Yuan Feng bahwa mereka berdua tidak pernah punya hubungan apa-apa.

Yuan Feng kesal tapi dia berusaha menahan emosinya karena dia tidak mau bertengkar dengan Xiao Xiao. Dia hendak beranjak pergi, tapi saat dia melihat baju yang Xiao Xiao pakai, dia langsung protes "Kalau kau sedang tidak difoto, tidak bisakah kau menutupinya sedikit? Tubuhmu terlalu terbuka"

"Hei, aku pakai baju atau tidak, apa urusannya denganmu? Kuperingatkan yah, jangan pernah membicarakan masalah ini lagi!"


Malam harinya, Yuan Feng termenung menatap kalung yang Yi Mei kembalikan. Tapi yang dia pikirkan bukan Yi Mei, melainkan Xiao Xiao.

Saat dulu mereka bertengkar memperebutkan kalung itu. Yuan Feng menyesal tidak memberikan kalung ini pada Xiao Xiao saja.


Yuan Feng bermimpi Xiao Xiao sangat menginginkan kalung berlian itu maka dia langsung memberikan kalung itu dengan gaya sok cool.

Xiao Xiao menerima kalung itu dengan senyum bahagia, lalu menghampiri Yuan Feng. Tapi seketika itu pula senyum Xiao Xiao langsung menghilang "Berani sekali kau memberiku sesuatu yang tidak diinginkan orang lain!!!"


Mo Sheng termenung di kasurnya seorang diri. Yi Chen keluar dari kamar mandi tak lama kemudian dan langsung memperhatikan kesedihan Mo Sheng.

Yi Chen berusaha menghiburnya dengan cara menggodanya, mengatakan kalau besok pagi Mo Sheng bekerja dengan keadaan seperti maka rekan-rekan kerjanya pasti akan salah paham mengira Mo Sheng sedih gara-gara diomeli ibu mertuanya.

Masalah ini jelas masalah besar bagi INSO, jika INSO telah melakukan praktek ilegal ini selama bertahun-tahun maka dendanya pasti akan sangat besar, ditambah lagi saham mereka pasti akan turun drastis dan mungkin saja bisa membuat INSO brangkrut.


Beberapa saat kemudian, Yi Chen termenung memikirkan kasus ini dan percakapannya dengan Jason, teman pengacaranya di Amerika... errr... tapi bisa bicara bahasa Cina dengan sangat lancar.

Jason menyarankan, jika Yi Chen ingin melakukan sesuatu pada Ying Hui maka sebaiknya dia melakukannya sekarang mumpung keadaan Ying Hui sedang lemah dan rapuh.

Yi Chen tetap cemas karena Ying Hui sangat percaya diri dengan kekuasaannya dan kekayaannya lagipula mereka belum menemukan si saksi palsu, jika dia melakukan sesuatu sekarang maka Ying Hui pasti akan curiga. Tapi Yi Chen memberitahu Jason kalau dia akan pergi ke Amerika dalam waktu dekat.



Bersambung ke episode 27

2 komentar: