Sunday, April 14, 2019

Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 2 - 1

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 2 - 1

NOTE: 
Maaf, aku salah informasi tentang nama Gu Mo Yi, jadi nama dia yang benar adalah Gu Wei Yi. Soalnya menurut subtitle episode 1 emang namanya dia Gu Mo Yi, jadi aku nurut aja sama subtitlenya. Hehe

Aku kan nonton drama ini sekalian langsung bikin sinopsisnya gitu, baru tadi aku nonton episode 2 dan 3-nya dan mendadak bingung dengan nama Wei Yi yang beda. 😁😁😁

Sinopsis Episode 2 - 1:
 

Begitu pulang ke asrama, Mo Mo langsung bercerita tentang kisah perampokannya dengan gaya leby bin alay. Dan lucunya, teman-temannya suka sekali menyela hanya untuk mengomentari hal-hal tidak penting.

Dia cerita tentang perampoknya yang naik motor, yang mereka komentari malah asap motornya yang merusak lingkungan. Niu Niu malah lebih penasaran apakah penyelamatnya Mo Mo (yang dia gambarkan bak kesatria yang turun dari surga) itu ganteng?

Entahlah, pokoknya sang kesatrianya itu menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Selesai. Hah? Gitu doang? Niu Niu kecewa, dia mau tidur aja deh.


Tak lama kemudian, Fu Pei menelepon untuk memastikannya sudah makan atau belum, dia lupa ngirim makanan ke Mo Mo tadi saking keasyikannya main di warnet.

"Aku tidak menaruh harapan padamu." Sinis Mo Mo

"Jangan marah. Ayo nanti kita makan malam bersama."

Mo Mo menolak dan langsung menutup teleponnya.


Wei Yi masuk ke lab dan lagi-lagi mendapati Prof Xu sudah menunggunya. Dia sudah bisa menduga tujuan kedatangan Prof Xu kemari, maka sebelum Prof Xu mengatakan apapun, Wei Yi menjelaskan kalau dia tidak akan menemui Prof Jiang, jadi sebaiknya Prof Xu jangan datang kemari lagi.

Prof Xu mengklaim kalau dia datang cuma karena ingin ngobrol dengan Wei Yi saja kok. Wei Yi jelas tak percaya. Dia mau melakukan eksperimen sekarang dan dia cuma punya satu goggle.

Baiklah, baiklah, Prof Xu pergi deh, tapi dia janji akan kembali lagi. Tapi begitu Prof Xu keluar, Wei Yi membuka laci yang ternyata di dalamnya ada banyak sekali goggle.
 

Fu Pei sedang main basket sama teman-temannya saat dia melihat Mo Mo lewat. Dia langsung berjalan ke arah Mo Mo yang kontan membuat Mo Mo terkesima dan teringat kembali kenangan masa SMA mereka saat Fu Pei berjalan ke arahnya dari lapangan basket persis seperti sekarang.

Flashback.



Waktu itu, Fu Pei tiba-tiba menunduk padanya, menatap lekat matanya dan berkata. "Kurasa, kita lumayan cocok, mari kita bersama setelah kita lulus." (Err, aku nggak yakin yang dia maksud bersama itu hubungan mereka atau kuliah bersama?)

Mo Mo seketika bahagia mendengarnya, tapi... hari ini kan April mop. Fu Pei berkata kalau Mo Mo setuju, maka dia serius. Tapi jika Mo Mo tidak setuju, yah anggap saja ini candaan April mop. Mo Mo akhirnya setuju dengan senyum lebar.

Flashback end.
 

Mo Mo jadi melamun memikirkan kenangan itu sampai Fu Pei harus menyodok kepalanya untuk menyadarkannya, dia mikir apa sih?

"Kau mau pergi ke mana? Kakimu kan cedera, jangan bertindak sembrono"

"Sudah hampir sembuh kok, aku ada interview sore nanti."

"Interview yang kapan hari itu?"

"Iya."

"Kau berani sekali."

"Aku tidak akan punya pekerjaan kalau aku takut."

Kalau begitu, Fu Pei akan menemaninya. Mo Mo hampir saja senang. Tapi baru sedetik ngomong begitu, mendadak Fu Pei ingat kalau dia sibuk sore nanti.

Mo Mo kecewa, dia bisa pergi sendiri kok. Tapi Fu Pei malah ngotot tidak mau membiarkan Mo Mo pergi sendirian, Mo Mo tunggu saja dia di halte bis.

"Aku tidak akan menunggumu!"

"Kau pasti akan menungguku!"


Mo Mo memang menunggunya di halte bis. Tapi lagi-lagi, Fu Pei tidak datang. Malah Wei Yi yang kemudian muncul di sana dan mengaku kalau dia datang atas permintaan Fu Pei.

Dalam flashback, Fu Pei meneleponnya dan memintanya untuk menemani Mo Mo untuk pergi interview soalnya dia ada pertandingan basket sore ini. Awalnya Wei Yi menolak dan menyuruh Fu Pei untuk menyuruh orang lain saja, tapi Fu Pei malah mengancam akan mengunggah sebuah video milter-nya Wei Yi. Tapi kalau Wei Yi mau pergi, Fu Pei janji akan menghapus video itu.

Entah video militer apa yang dia maksud, tapi ancamannya sukses membuat Wei Yi ketakutan dan begitulah bagaimana ceritanya dia datang ke halte bis sekarang.


Tapi sepertinya dia masih berusaha untuk menghindari tugas ini dan menyuruh Mo Mo untuk menelepon Fu Pei dan bilang padanya kalau Mo Mo tidak mau pergi bersama.

Tapi Mo Mo jelas tidak mau pergi sendirian apalagi setelah pengalaman buruknya waktu itu. Bis datang saat itu juga, Mo Mo berniat memberinya tempat duduk di sebelahnya, tapi Wei Yi malah memilih duduk di kursi lain.

Mo Mo masa bodo lalu memasang headsetnya untuk mendengarkan sebuah acara komedi. Tapi kemudian, Wei Yi melihat Prof Xu naik bis itu juga.


Wei Yi sontak pindah ke tempat duduknya Mo Mo lalu mengambil sebelah haedsetnya biar mereka kelihatan seperti sepasang kekasih yang sedang berbagi headset.

Bahkan saat Prof Xu mendatanginya dan menuntut jawabannya atas masalah Prof Jiang, Wei Yi malah berkata. "Prof, saya sedang pacaran sekarang. Jadi yang itu nanti saja." (Pfft!)

Jelas saja Mo Mo bingung. "Pacaran? Denganku?"

"Iya. Ada masalah?" Sengit Wei Yi.

"Hahaha. Iya, kami sedang pacaran."


Itu memang berhasil membuat Prof Xu diam... tapi cuma sebentar. Malah sekarang dia ganti menarget Mo Mo. Dia setuju-setuju saja sih tentang masalah mereka pacaran.

Tapi masalahnya, dua hari sebelumnya ada ujian seleksi yang sangat penting dan Wei Yi tidak bisa mengikuti ujian itu karena tidak membawa kartu ujiannya.

Sebelumnya Prof Xu tidak mengerti kenapa Wei Yi bisa sampai membuat kesalahan seperti itu. Tapi sekarang setelah melihat Mo Mo, dia jadi mengerti. Seseorang memang bisa membuat kesalahan saat sedang jatuh cinta dan pacaran. Apa kartu ujiannya Wei Yi ada pada Mo Mo?

"Prof, tolong jangan ganggu kami!" Kesal Wei Yi.


Tapi Prof Xu masih saja belum mau diam dan memberitahu Mo Mo bahwa mereka sebenarnya ingin memberi Wei Yi kesempatan terakhir tapi Wei Yi malah ngotot mengklaim kalau itu tidak adil bagi peserta lainnya, makanya dia menolak menemui Prof Jiang.

Wei Yi dengan cepat menyela dan menegaskan bahwa dialah yang membuat keputusan, jadi percuma memberitahukan semua itu pada Mo Mo.

Prof Jiang speechless deh, apalagi dia sudah sampai di tempat tujuannya saat itu. Tapi sebelum pergi, dia masih saja ngotot meminta Mo Mo untuk berusaha membujuk Wei Yi.


Mo Mo jadi merasa bersalah, apa hal itu terjadi karena dia mengambil tasnya Wei Yi waktu itu?

"Aku duluan yang salah mengambil tasmu, jadi ini bukan salahmu."

Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan dalam diam sambil mendengarkan rekaman acara komedi itu bersama-sama.


Setibanya di tempat tujuan, lagi-lagi Mo Mo melihat pesepeda motor yang melaju terlalu dekat dengannya. Dia kontan melompat ketakutan sampai tak sengaja menubruk Wei Yi.

Mereka tiba di sebuah gedung tak lama kemudian. Mo Mo masuk sendiri dan Wei Yi menunggu di luar. Tapi err... tempat itu kok rada mencurigakan yah?

Gedungnya sepertinya sudah tua dan kotor. Kantor advertising itu kecil, dan yang lebih mencurigakan, para pegawainya malah cuma corat-coret selebaran.

Mo Mo bahkan tidak bisa langsung wwawancara karena bos tempat itu sedang marah-marah di telepon, sepertinya dia sedang menagih hutang seseorang.


Si bos akhirnya selesai juga dengan teleponnya. Tapi begitu melihat resumenya Mo Mo, si bos malah berkomentar. "Kau tidak cocok untuk anjing." (Pfft! Maksudnya?)

"Saya tidak pelihara anjing."

"Maksudku, jurusanmu tidak sesuai dengan advertising."

"Iya, tapi saya mengikuti kelas advertising di universitas."

"Sudahlah. Katakan saja, berapa gaji yang kau inginkan?"

Baru saja Mo Mo berkata kalau dia tidak mempermasalahkan gaji yang penting pengalaman, tapi si bos malah mendadak teriak-teriak lagi sama seorang kurir dan mengacuhkan Mo Mo. Dan bahkan setelah itu, dia langsung mengusir Mo Mo.


Wei Yi sedang menulis rumus-rumus fisika saat Mo Mo keluar. Tapi sesampainya di halte bis, Wei Yi malah melihat Mo Mo menghela napas berat, wajahnya pun tampak sedih.

Mungkin ingin menghiburnya, Wei Yi berniat mengeluarkan sebungkus roti dari dalam tasnya. Tapi belum sempat melakukannya, Mo Mo tiba-tiba mengucap terima kasih karena Wei Yi sudah mau menemaninya datang kemari dan sebagai gantinya, dia akan traktir Wei Yi makan malam.

Wei Qing menolak, dia masih ada tugas yang harus diselesaikan soalnya. Mo Mo ngotot mengajaknya makan bersama. Dia serius loh. Saat sedang bad mood, lebih baik kalau dia makan.

Pernah ada seseorang yang ingin bunuh diri dengan membakar dirinya pakai bensin. Tapi kemudian dia melihat ada ubi di dekatnya. Lalu dia panggang ubi itu. Setelah memakan ubinya, orang itu menyingkirkan bensinnya lalu tidur.

"Tapi aku lagi good mood." Ujar Wei Yi (Pfft!)

Tapi akhirnya dia ngalah juga dan urung mengeluarkan rotinya.

Bersambung ke part 2

2 komentar:

Hai, terima kasih telah berkunjung. Tinggalkan komentar kalian, yah ^^