Recap Huajai Sila (Heart of Stone) Episode 4

  Recap Huajai Sila (Heart of Stone) Episode 4

Niatnya mau bikin review aja kayak yang sebelumnya, kok malah pada minta sinopsis. Wkwkwk! Aduh maaf sekali lagi. Masalahnya aku males aja bikin sinopisnya. Jadi untuk episode ini aku recap aja yah, beberapa adegan sengaja aku skip atau kupersingkat aja.

Sebenarnya aku nggak yakin bakalan lanjut atau nggak, sejauh ini aku udah nonton sampai episode 15 dan menurutku udah mulai draggy ceritanya. Biasanya kalau kayak gini, aku mulai males ngikutin dramanya. Ah, entahlah. Kita lihat saja nanti. Happy reading ^^
 

Kwan akhirnya pulang dan langsung disambut gembira oleh Min. Yah, terlepas bagaimana perlakuan keluarga tirinya padanya, Min tetap sayang dan menghormati ibu dan kakak tirinya.

Min bahkan pernah bilang ke temannya bahwa dia merasa berhutang budi pada ibu tirinya. Dia bukan anak kandung, tapi ibu tirinya mau membesarkannya. Makanya apapun yang diminta Ibu Tiri darinya, dia bersedia memberikannya.

Ibu tirinya Min memang suka sekali minta uang dan menuntut ini-itu pada Min. Dan Min tetap menurutinya walaupun dia harus bersusah payah.

Ae dan Sida (Ibu tirinya Tor/Sila) juga langsung datang untuk menyambut kedatangannya. Ae bahkan langsung melancarkan rayuannya dengan memberikan hadiah berupa gelang berlian mahal.

Awalnya memang diterima saja Kwan. Tapi kemudian, dia menyuruh Min untuk mengembalikan barang itu ke Ae. Dia tidak suka menerima hadiah secara cuma-cuma, karena takutnya dia harus mengembalikannya jauh lebih besar daripada nilai gelang berlian ini.

Hmm, benar juga sih. Tapi tetap saja Min cemas, takutnya Ibu Tiri bakalan heboh kalau Kwan mengembalikan gelang berlian mahal ini.

"Gelang kecil begini bisa membuat Ibu terkesan? Kalau dia tahu ada seseorang yang mengirimkan mobil mahl untuk menjemputku di bandara, Ibu pasti akan shock setengah mati."

Min jelas penasaran, siapa orangnya? Kwan malas membicarakannya, nggak penting juga. Pokoknya kembalikan saja gelang ini dan suruh dia pulang saja. Dia tahu betul apa maunya Ae dengan memberinya gelang itu, tapi ini namanya merendahkan harga diri Kwan.


Ae kontan emosi tingkat tinggi, harga dirinya terasa diinjak-injak. Tapi Sida malah senang dengan sikap Kwan itu, soalnya dulu Sida juga begitu.

Dia berani mengambil resiko menang atau kalah demi mendapatkan yang terbaik. Kwan bukan jenis orang yang tunduk pada uang. Dia orang yang suka pada seseorang yang mementingkannya dan menghargainya.

Sida punya ide, dia akan mengundang Kwan dan ibunya untuk menghadiri acara acara lelang perhiasan mahal. Dan di acara itu, Ae harus menawar perhiasan dengan harga tertinggi untuk Kwan. Dia harus bisa membuat semua orang di pesta, iri pada Kwan.


Masalahnya Ae bingung, bagaimana dia bisa menawar perhiasan, dia tidak punya uang gara-gara kalah judi (di kasinonya orang lain).

Note: Di review episode sebelumnya aku bilang Ae judi di kasinonya Sila dan Sila membiarkannya menang banyak. Hmm... sebenarnya adegan itu baru akan terjadi di episode 5 sih.

Ibunya tidak tahu itu, maka kemudian dia mengancam salah seorang pegawai di perushaannya untuk memberinya uang 20 juta baht dengan alasan dia butuh uang itu untuk klien.

Si pegawai itu sebenarnya ragu, apalagi Ae sebelumnya sudah mengambil uang 10 juta yang katanya untuk klien juga tapi uang yang itu bahkan belum balik juga. Bisa gawat kalau Sida sampai tahu.

Ae tak peduli dan terus ngotot meyakinkan si pugawai kalau perusahaan ini adalah perusahaannya, jadi dia tidak akan membuat perusahaan ini bangkrut. Si pegawai tak punya pilihan lain.


Tapi dia tidak tahu kalau Sila juga berencana menghadiri acara itu dengan mengundang Kwan juga. Dia mengirimi Kwan hadiah sebuah gaun malam mahal, undangan untuk menghadiri acara lelang perhiasan mahal itu, dan parfum cowok dengan disertai sebuah pesan sok romantis.

Dia mengklaim kalau parfum itu adalah wewangian kesukaannya, makanya dia berharap Kwan akan memakainya di acara itu nanti.

Tapi Kwan juga melakukan hal yang serupa terhadap hadiahnya Sila itu. Dia menolak memakai gaunnya, bahkan parfum itu dia hibahkan ke ibunya.

"Karena aku ingin pria ini tahu kalau aku bukan sembarang wanita yang akan tunduk padanya."


Sila mengetahui hal itu dari asistennya. Tapi tidak masalah. Saat dia bersiap sebelum menghadiri acara itu, dia sengaja menyemprot parfum yang sama cukup banyak.


Lalu di pesta, dia sengaja lewat di belakangnya Kwan dan sukses menarik perhatian Kwan yang sudah hapal dengan wangi parfum itu. Kwan langsung mencari-cari Sila, tapi Sila sengaja tidak langsung menampakkan dirinya.


Lelang dimulai, Kwan biasa-biasa saja melihat perhiasan-perhiasan mahal itu, tak ada yang disukainya... sampai saat dia melihat perhiasan paling mahal muncul, perhiasan berhiaskan berlian biru yang langka dan mahalnya minta ampun.

Lelang dimulai dari harga 10 juta baht. Sida langsung menyuruh Ae untuk mulai menawar dan lucunya, Ae cuma menawar 10.100.000. Pfft! Pelit amat. Sida jelas protes, tapi Ae beralasan kalau dia cuma sedang ngetes dulu.

Ada orang yang menawar lebih tinggi, terpaksa Ae harus menawar lebih tinggi lagi. Saat itulah, Sila yang sedari tadi diam saja memperhatikan mereka dari kejauhan, akhirnya mulai beraksi dan langsung menawar 20 juta baht.


Kontan saja tawarannya langsung menghebohkan semua orang. Sila sengaja menatap Kwan dengan tatapan menggoda yang kontan membuat Kwan mulai menduga-duga kalau dia adalah Sila.

Sida jelas tak senang melihatnya dan langsung memerintahkan Ae untuk mengalahkan pria itu, dia harus mendapatkan perhiasan itu. Ae ragu karena tawaran Sila itu terlalu tinggi, tapi Sida terus mendesaknya, terpaksalah Ae harus menawar lebih tinggi sedikit.


Tapi Sila terus menantang dengan menawar jauh lebih tinggi sehingga terpaksa Ae juga harus terus menawar lebih tinggi lagi dan lagi... hingga akhirnya dia menawar sampai 50 juta baht dan saat itulah Sila baru berhenti seolah dia kalah nawar padahal tidak.

Memang itu rencananya untuk membuat Ae kehilangan uang banyak. Dia lalu menelepon Mee dan menyuruhnya untuk mulai menjalankan rencananya menarik Ae ke kasinonya.

Sida puas banget, mengira putranya menang lalu pura-pura tanya apakah Ae menawar berlian biru itu untuknya? Ae menyangkal dan sok romantis mengklaim kalau berlian biru itu adalah untuk wanita spesialnya yaitu Kwan.


Sementara itu di rumah, Min terpaksa harus mengurus kamar ibunya yang acak-acakan karena pembantu mereka lagi sakit... dan saat itulah dia menemukan bungkus parfum cowok beserta pesan dari Sila yang kontan membuatnya cemas.

Dia bisa menduga kalau parfum ini pasti dikirim untuk Kwan. Masalahnya, jika Sila adalah orang yang sesuai dugaannya (Tor), maka ini bukan pertanda baik.

Sila lalu pergi. Kwan langsung pamit mau ke kamar kecil padahal dia pergi mengejar Sila. Sila menunggu di depan, tapi dia sengaja tidak mendekati Kwan dan terus bermain kucing-kucingan untuk membuat Kwan mencarinya.

Mengira dia kehilangan jejak Sila, Kwan berniat pergi dan BUK! Dia menabrak Sila yang mendadak muncul di belakangnya dan hampir saja terjatuh kalau saja Sila tidak sigap menangkapnya dan mendekapnya lama-lama dalam posisi yang romantis.


Dia bahkan pura-pura meminta maaf karena dia tidak bisa memenangkan lelang kalung berlian biru itu untuk Kwan. Kwan melepaskan diri dengan kesal, kenapa juga dia meminta maaf untuk itu?

"Jika aku berhasil memenangkan kalung itu untukmu, maka kau tidak akan marah padaku saat aku menyentuhmu seperti tadi."

Kwan tersinggung, berani sekali Sila menghinanya seperti ini. Dia tidak peduli dengan uang siapapun. Dan jika Sila menginvestigasi jadwal penerbangannya kemari, seharusnya Sila menyelidiki latar belakang keluarganya yang merupakan keluarga bangsawan.

Tentu saja Sila tahu kalau Kwan berasal dari kalangan kelas atas, makanya dia berubah pikiran untuk tidak meneruskan lelang berlian biru itu. Dia juga sengaja maina kucing-kucingan seperti ini untuk membuat Kwan mengejarnya.

Kwan tidak mengerti. Kalau memang Sila ingin mengenalnya, lalu kenapa Sila tidak mendekatinya di hadapan orang banyak? Atau jangan-jangan... Sila juga melakukan hal seperti ini pada semua wanita, makanya Sila takut mendekatinya karena dia takut kehilangan pilihan?


"Tidak. Orang sepertiku, tidak pernah memandang wanita sebagai pilihan. Jika aku menyukai seseorang, aku hanya akan menyukainya seorang."

Kalau memang begitu, lalu kenapa Sila tidak mendekatinya di hadapan publik? Sila mengaku kalau dia hanya takut kalau Kwan akan membenci pekerjaannya karena dia adalah pemilik sebuah klub malam, edangkan Kwan adalah seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan terhormat.

"Jika pekerjaanmu legal dan uang yang kau miliki adalah hasil kerja kerasmu sendiri, itu artinya kau memiliki martabat sama sepertiku."

Kalau begitu, apa itu artinya Kwan mau memandangnya sekarang? Kwan langsung pergi tanpa memberinya jawaban, tapi sepertinya rencana Sila


Asistennya Sida akhirnya mengetahui tentang Sila, tapi syukurlah yang dia ketahui hanya fakta bahwa Sila adalah pemegang saham di Devil Club dan keponakannya Bibi Mam.

Sida langsung sinis mendengar Sila ternyata keponakannya seorang pe~~~~r. Dia tahu siapa Bibi Mam karena selain pernah perang mulut dengan Bibi Mam terkait kasus Oil, Bibi Mam juga berhasil merebut penthouse yang sangat diinginkan Sida.

Sebenarnya adegan Bibi Mam dan Sida perang mulut ini tegang tapi lucu, tapi malas aja aku menjabarkannya panjang lebar.

Intinya, Sida menghina Bibi Mam dan pekerjaan rendahannya yang seorang p~~~~~r dan suka main sama suami orang. Tapi Bibi Mam balas menghina Sida dan wanita-wanita sejenisnya sebagai istri yang membosankan makanya suami-suami mereka suka jajan di luar.

Yang tidak Sida ketahui, Bibi Mam sebenarnya adalah wanita simpanan adik iparnya Sida. Adiknya Sida ini juga sama seperti kakaknya, makanya suaminya merasa tertekan dan dia tampak begitu bahagia saat bersama Bibi Mam yang lebih manis dan perhatian. Bahkan dia pula yang diam-diam membantu Bibi Mam mendapatkan penthouse itu.

Sida sebenarnya agak curiga saat tahu adik iparnya belakangan ini terlalu sibuk, tapi adiknya Sida yakin kalau suaminya tidak akan berselingkuh.


(Kembali ke acara lelang itu) Sida langsung melancarkan serangan pada Sila dengan cara memberikan informasi palsu pada polisi bahwa di pub-nya Sila ada obat-obatan terlarang.

Pub-nya Sila langsung digerebek polisi, tapi mereka tidak mendapat apa-apa karena apa yang mereka cara tidak ada. Tapi tetap saja Bibi Mam cemas.

Jik sekarang orang-orang itu menyerang pub-nya, maka suatu hari mungkin mereka akan menyerang kasinonya. Sila santai, kasionya pasti aman karena bisnisnya itu legal.

Yah, biarpun bisnis mereka ini bisnis kotor, tapi mereka tetap menghormati hukum. Sedangkan orang-orang itu, mereka melakukan bisnis yang dari luar kelihatan bersih, padahal di belakang, mereka sebenarnya bermain kotor.

"Terus? Apa kau akan meminta polisi untuk menyelidiki perusahaan mereka?"

Tentu saja tidak, itu metode yang bodoh, Sila tidak akan melakukannya. Metode efek domino lebih menyenangkan untuk dilakukan.

5 komentar:

  1. Akhirnya.... nemu juga sinopsisnya, dah lama aku nyari2 sinopsis ini drama. Makasii mba sinopsisnya 😊

    ReplyDelete
  2. Lama banget nunggunya,, dilanjut lg ya mbak jangan bosen

    ReplyDelete
  3. Lanjut kaaa semangat 💪💪😘

    ReplyDelete
  4. Lanjut aja kakk
    Tapi bagian sila sama min
    Wkwkwkwkwk

    ReplyDelete