Sinopsis I Hear You Episode 5

 Sinopsis I Hear You Episode 5


Er Duo penasaran banget dengan hubungan Li Zi dan Yu Zhong. Tapi Li Zi mengaku kalau hubungan mereka sebenarnya nggak jelas. Li Zi merasa hanya dia seoranga yang menyukai Yu Zhong, sedangkan Yu Zhong mungkin masih ragu. Jadi mereka belum bisa disebut sebagai pasangan.


"Jangan pesimis lah, gunakan trik pura-pura lemah. Kau harus berjuang, ambil inisiatif."

Li Zi tak percaya mendengarnya. Apa Er Duo sedang mengajarinya padahal Er Duo sendiri tidak punya pengalaman? Er Duo tersinggung dan langsung beranjak bangkit, orang tak berpengalaman ini akan menunjukkan sesuatu pada Li Zi.


Er Duo langsung balik ke kolam lalu pura-pura teriak-teriak kalau dia tenggelam padahal kolamnya cetek. Shu Wei orang pertama yang mendengar teriakannya.

Bahkan saking cemasnya, dia langsung saja menceburkan diri ke kolam untuk menyelamatkan Er Duo bahkan tanpa melepas baju mandi dan sandalnya lebih dulu.

Tapi baru saat dia menggendong Er Duo dia sadar kalau Er Duo ternyata cuma pura-pura. Shu Wei kontan kesal dan langsung melempar Er Duo ke kolam.


Yu Zhong dan Li Zi baru datang saat itu dan seketika itu pula Yu Zhong bisa membaca ekspresi Shu Wei. Dia marah hanya untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Er Duo jadi merasa bersalah karenanya.
 

Malam harinya saat Yu Zhong hendak masuk kamar, Er Duo tiba-tiba datang untuk menitipkan makan malam untuk Shu Wei lalu buru-buru kabur saat Shu Wei membuka pintu untuk Yu Zhong.

Tapi Shu Wei sepertinya masih ngambek dan menolak makan walaupun dia mengklaim kalau dia sudah tidak marah.

Li Zi mengirim pesan ke Yu Zhong, menanyakan reaksi Shu Wei. Er Duo benar-benar merasa bersalah nih. Yu Zhong meyakinkan kalau dia sedang berusaha membujuk Shu Wei sekarang.

Yu Zhong pura-pura lapar lalu membuka kotak makanan pemberian Er Duo itu dan mendapati ada pesan angka di dalamnya, yang bisa diartikan kalau Er Duo meminta maaf. Dia pura-pura tak mengerti apa artinya, tapi dia sungguh berharap Shu Wei dan Er Duo berbaikan kembali. Shu Wei membaca simbol itu tanpa ekspresi seperti biasanya, tapi begitu Yu Zhong pergi, diam-diam dia menyunggingkan seulas senyum tipis.

 

Dalam perjalan pulang, Er Duo ketiduran dalam posisi aayang sepertinya tidak nyaman. Melihat itu, Shu Wei dengan lembut meletakkan kepala Er Duo di bahunya.

Li Zi pun langsung memotret mereka. Yu Zhong senang dengan perkembangan mereka. Li Zi setuju. Dengan foto ini, tidak akan ada seorang pun yang curiga kalau mereka pasangan palsu.

Shu Wei bahkan selfie dalam posisi seperti itu, pakai senyum segala loh. Hehe. Tapi kemudian dia sengaja membangunkan Er Duo dan menyuruh Er Duo mengecek ponselnya.

"Kau mengambil foto lagi?! Ini tidak boleh diposting. Kukasih tahu kau, yang terakhir kali saja jelek banget, ini lebih parah lagi!"

Usai mengantarkan kedua wanita sampai rumah mereka, Yu Zhong berkomentar kalau Shu Wei dan Er Duo tampak seperti pasangan sungguhan. Apakah si gadis imut itu akan menjadi tantenya di kemudian hari?

"Fokus nyetir saja!" Dingin Shu Wei.


Melihat foto-foto kencannya bersama Shu Wei selama di hotel, Er Duo langsung nge-chat Shu Wei, minta dikirimin foto yang tadi siang.

Shu Wei tersenyum melihat foto-foto selfie yang diambilnya tadi sebelum kemudian mengirimkannya ke Er Duo. Er Duo pun kontan tersenyum melihat foto-foto mesra mereka itu.


Tapi keesokan harinya ada masalah baru lagi. Si Doktor Chen membuat video yang menyatakan kalau Er Duo dan Shu Wei itu pasangan palsu, mereka cuma pacaran untuk acara itu saja. Buktinya, Er Duo pernah kencan buta dengannya.

Li Zi jelas kesal dan langsung memberi berbagai instruksi pada seorang rekannya untuk mengatasi masalah ini dengan menemui semua media yang terlibat dan singkirkan semua berita negatifnya.



Tapi saat dia masuk ruangannya Yu Zhong, dia malah melihat Yu Zhong malah santai saja ngobrol sama seorang pegawai wanita. Li Zi sampai kesal, ini masalah serius! Kalau acara ini sampai dihentikan gara-gara masalah ini, Er Duo bisa dalam masalah.

"Jangan khawatir. Aku punya cara." Santai Yu Zhong

Rencana baru untuk meyakinkan orang-orang. Yu Zhong merasa hanya ini satu-satunya cara. Yu Zhong akan mengumumkan di weibo untuk mengekspos kehidupan cinta kedua orang itu. Dan langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah membuat kedua orang itu tinggal serumah. What?!


Er Duo galau menonton videonya si Doktor Chen itu, apalagi kemudian Li Zi datang dan langsung mengomelinya panjang lebar. Er Duo panik berusaha meminta maaf atas kecerobohannya itu, tapi Li Zi tidak mau dengar dan langsung saja mengeluarkan kopernya Er Duo lalu mengemasi baju-bajunya.

"Tidak ada pilihan lain, kau sendiri yang mau."

Mungkin mengira Li Zi mau mengusirnya, Er Duo kontan panik merengek dan memohon-mohon agar Li Zi tidak mengusirnya dari rumah ini. Dia tahu kalau dia salah. Dia rela kok melakukan apapun yang Li Zi inginkan. Mereka harus cari jalan keluar untuk masalah ini, jadi jangan mengusirnya.

"Kau harus pindah ke sana untuk menghindari munculnya masalah lain."

Hanya ini satua-satunya cara untuk meyakinkan semua orang kalau Shu Wei dan Er Duo bukan pasangan palsu. Er Duo mulai bingung, pindah?


Pada saat yang bersamaan, Yu Zhong sedang berusaha keras untuk membujuk pamannya itu untuk menyetujui idenya tinggal serumah dengan Er Duo. Dia janji deh kalau ini yang terakhir kalinya, tapi Shu Wei masih saja diam.
Yu Zhong mengingatkan bahwa jika acara ini dihentikan maka bukan cuma Shu Wei yang akan mendapat masalah, Er Duo juga. Dia akan dituntut melakukan pelanggaran kontrak dan harus membayar denda.

Dari mana Er Duo bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Jangankan pergi ke Jepang, dia mungkin harus berhutang seumur hidupnya.

"Biarpun kau tidak menyukainya, tapi dia hanya seorang gadis yang memiliki impian. Walaupun kami juga ingin mendapat uang dari acara itu, tapi bukan itu intinya. Kau bisa bantu, kan? Ayolah."

Shu Wei masih diam saja, tapi tampaknya dia sudah mulai luluh. Tapi ada syaratnya, Er Duo harus minta maaf lebih dulu. 

Tentu saja, Yu Zhong akan menyuruhnya minta maaf, ini kan memang salahnya Er Duo. Yu Zhong bahkan langsung menelepon Li Zi saat itu juga dan menyuruh Er Duo untuk meminta maaf pada Shu Wei. Tapi Er Duo malah teriak-teriak tidak terima, untuk apa dia harus minta maaf?!


Keesokan harinya, Er Duo datang ke studionya Shu Wei dengan membawa semua barangnya. Tapi Shu Wei bingung melihatnya, ngapain dia pakai topeng?

"Aku malu menatapmu."

Oh, pegawainya Shu Wei langsung paham siapa dia. Dia pacarnya pak bos, yah? Pak Bos tidak pernah membicarakannya, makanya dia tidak tahu. Shu Wei langsung kesal menyuruhnya melanjutkan pekerjaannya.


Er Duo akhirnya melepaskan topengnya dan mengikuti Shu Wei ke atas dan akhirnya dia mau juga memenuhi permintaan Shu Wei untuk meminta maaf atas kelalaiannya hingga menyebabkan masalah ini. Dia janji dia tidak akan melakukan kencan buta lagi.

"Maaf, aku salah. Tidak seharusnya kulakukan. Kau jadi terbebani karena aku. Maaf."

Tapi Shu Wei masih saja diam tak menjawabnya. Maka Er Duo juga meminta maaf atas insiden di kolam waktu itu, dan juga ucapan kasar ibunya yang mengatainya miskin, dan maaf juga karena dia pernah menuduh Shu Wei punya hubungan dengan wanita itu, dan maaf juga karena pernah menuduh Shu Wei bermuka dua dan belagu.


Baiklah, Shu Wei menerima semua maafnya. Tapi Er Duo harus ingat 3 hal. Yang pertama, dia harus bayar sewa setiap bulan dan batasnya hanya di kamarnya saja. Kedua, dia tidak boleh berkeliaran. Dan yang ketiga, dia tidak boleh ribut. Dan kalau Er Duo melanggarnya, maka dia harus membersihkan rumah.

Er Duo mengiyakan semuanya dengan lesu. Kalau begitu, Er Duo boleh pergi sekarang. Dan tentang barang-barangnya Er Duo, Shu Wei akan panggilkan taksi saja untuknya. Er Duo pergi duluan saja, nanti Shu Wei nyusul.

"Memangnya kau tinggal di mana sih?"


Tapi Shu Wei menolak menjawab dan langsung pergi. Taksi datang tak lama kemudian untuk menjemputnya. Li Zi mengiriminya voicemail penyemangat saat Er Duo dalam perjalanan ke rumah Shu Wei, meyakinkan Er Duo kalau Er Duo pasti akan baik-baik saja.

"Baik-baik apanya. Dia bahkan tidak mempedulikanku!"


Hanya ada seorang bibi tuna rungu yang sedang membersihkan halaman setibanya Er Duo di tempat itu. Tapi saat dia masuk ke dalam, dia malah mendapati Shu Wei sudah ada di sana sedang main piano di sebuah ruang yang sangat luas. Tempat itu lebih mirip sebuah aula daripada rumah. Bagaimana bisa Shu Wei sudah tiba mendahuluinya?


Shu Wei menolak menjawab dan menyuruh Er Duo untuk menunggu sebentar di sini. Dia lalu masuk entah ke mana. Terpaksalah Er Duo menunggu sendirian di tempat itu.

Li Zi menelepon lagi saat itu untuk memastikannya sudah sampai sekaligus memberitahu kalaua besok mereka akan kedatangan orang yang mau meliput mereka.

Orang itu sangat curiga dengan mereka, makanya mereka harus berhati-hati, jangan sampai ketahuan. Mereka harus bersikap seperti pasangan.
 

Saat Shu Wei kembali tak lama kemudian, dia sudah ganti baju dengan membawa sebotol air untuk Er Duo. Tapi kemudian dia melihat Er Duo membawa beberapa tanaman pot dan dia tampak kurang suka dengan hal itu.

"Percayalah padaku. Kalau ini ada di kamarku, kau tidak akan melihatnya. Ini tidak akan mengganggumu." Ujar Er Duo meyakinkan Shu Wei.

 

Shu Wei tidak mengatakan apapun dan langsung saja membantunya membawakan barang-barangnya masuk ke dalam. Tapi alih-alih masuk ke dalam rumah, Er Duo malah dibawa masuk melewati halaman belakang yang menuju ke bangunan lain dan di situlah rumah Shu Wei tinggal.

Rumah itu sangat luas, bersih dan tidak tampak ada banyak furniture sampai Er Duo berpikir kalau Shu Wei pasti baru pindah ke rumah ini. Tapi Shu Wei berkata kalau dia sudah menempati rumah ini selama 7 tahun, bahkan sebelum dia pergi ke Italia.

"Jadi seleramu lumayan juga, yah." Sinis Er Duo. "Terus di mana tempat sampahnya?"


Shu Wei langsung saja mengambil botol air kosongnya itu lalu membuangnya ke tong sampah yang ternyata ada di hadapan Er Duo tanpa dia sadari, tong sampah unik yang berbentuk kayak minuman kaleng dan tutupnya akan membuka dengan sendirinya melalui sensor gerakan. Er Duo mendadak alay bermain-main dengan tong sampah unik itu.


Shu Wei lalu mengantarkannya ke sebuah kamar yang sangat luas. Er Duo pun bergerak cepat menata barang-barangnya.


Dan karena besok akan ada wartawan yang datang untuk meliput mereka, Shu Wei pun mengajak Er Duo untuk melihat kamarnya sendiri yang luasnya dua kali lipat dari kamarnya Er Duo.

Shu Wei lalu menyuruhnya untuk memindahkan beberapa bajunya dan bantalnya kemari untuk membuat ilusi seolah mereka benar-benar pasangan yang tinggal satu atap.


Tapi saat Shu Wei mencoba memasukkan baju-bajunya Er Duo ke dalam lemarinya, dan Er Duo meletakkan bantal pink-nya di kasurnya Shu Wei, mereka sama-sama merasa aneh dengan ke-kontrasan barang-barang mereka itu.

Shu Wei kontan mengeluarkan semuanya dan melemparnya kembali ke Er Duo, balikin sana! Bawa aja perlengkapan mandinya kemari.

Bersambung ke episode 6

4 komentar: