Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 17 - 1

 Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 17 - 1

Yi Zhou dan Wen Li mnemukan mobilnya Xia Lin tergeletak begitu saja di tengah jalan. Tasnya Xia Lin masih ada tapi ponsel dan dompetnya hilang. Wen Li pun segera melaporkan penemuan mereka itu ke polisi.


Mereka langsung mengecek mesinnya dan mendapati radiatornya bermasalah. Sepertinya Xia Lin terpaksa berhenti di tengah jalan karena mesinnya kepanasan. Tapi aneh sekali. Mobilnya Xia Lin selalu dirawat secara teratur, berarti kemungkinan ada orang yang merusaknya.

 

Seseorang membuka pintu ruangan Xia Lin disekap dan ternyata dia Yang Tong yang membawakan makanan dan minuman untuknya. Xia Lin tak mempercayainya, maka Yang Tong meminumnya sedikit biar Xia Lin percaya kalau dia tidak meracuni makanan itu.

Xia Lin tanya ini di mana, tapi Yang Tong menolak menjawab. Xia Lin yakin kalau Yang Tong diperintah oleh seseorang, siapa orangnya?

"Dia akan menunjukkan diri saat waktunya tepat."

"Dia tidak bisa menunjukkan dirinya atau dia tidak berani menunjukkan dirinya?"


Yang Tong mau pergi, tapi Xia Lin tiba-tiba teringat antingnya dan menyadari anting itu hilang. Di mana anting-antingnya? Tentu saja disita Yang Tong.

Karena di anting-anting itu ada GPS locator-nya, maka Xia Lin meminta Yang Tong untuk setidaknya mengembalikan antingnya, anting-anting itu adalah hadiah dari Yi Zhou untuknya. Jangan khawatir, Xia Lin tidak akan menggunakan anting-anting itu untuk bunuh diri atau menyakiti orang lain.

Saat Yang Tong masih juga ragu, Xia Lin memohon padanya demi kebaikannya pada Yang Tong di masa lalu. Yang Tong akhirnya menyerah dan berkata kalau dia akan mengambilkan anting-anting itu untuknya.


Chu Yan dan Fei Fei menunggu dengan gelisah saat Yi Zhou dan Wen Li pulang. Sayangnya, sampai sekarang pun masih belum ada kabar tentang Xia Lin.

Karena tidak ingin membuat yang lain cemas, Chu Yan tadi bilang ke ibunya Yi Zhou dan Bibi Huang kalau Yi Zhou sudah menemukan Xia Lin dan mereka pergi merayakan ultah berdua saja. Dia juga sudah mengirim Bibi Huang untuk menemani Nenek.

Yi Zhou memerintahkan Wen Li untuk mengawasi media, tidak boleh ada yang tahu kalau Xia Lin menghilang.


Polisi datang tak lama kemudian, Ketua Tim Wang memberitahu Yi Zhou bahwa di area persimpangan itu pernah terjadi beberapa kasus perampokan dan tidak ada CCTV juga. Jadi mereka tidak bisa begitu saja menyimpulkan kalau ini adalah penculikan terencana hanya karena tangki air mobilnya kosong.

Wen Li yakin bahwa ada seseorang yang sengaja merusak mobil itu karena biasanya ada seseorang yang selalu mengecek mobilnya Xia Lin sebelum dipakai.

Pak supir sudah tahu kalau Xia Lin akan memakai mobilnya hari ini, makanya dia sudah mengeceknya lebih dulu. Tapi tiba-tiba saja dia sakit perut hingga harus dilarikan ke rumah sakit, sehingga tidak ada orang yang bisa mengantarkan Xia Lin.

Karena itulah, Wen Li menduga bahwa ada orang yang sengaja meracuni pak supir. Dia meyakinkan kalau pak supir itu bisa dipercaya karena dia sudah bekerja pada keluarga Ling selama 20 tahun lamanya.


"Ketua Tim Wang, An Ran pernah memberitahuku bahwa bukan dia yang merencanakan kecelakaan mobilku. Mungkin orang yang menghasutnya itu sedang menargetku?"

"Jadi anda mengira kalau ini juga direncanakan oleh orang itu?"

"Iya."

Tiba-tiba Wen Li mendapat notifikasi sinyal keberadaan Xia Lin yang berada cukup dekat daerah itu.



Sinyal itu terdeteksi karena tepat saat itu juga, Yang Tong mengembalikan anting-anting itu ke Xia Lin. Sayangnya, semuanya itu dilihat oleh Ah Nan melalui kamera CCTV dan jelas dia mengetahui tentang anting-anting.

Ah Nan akhirnya menampakkan diri ke Xia Lin yang jelas saja membuat Xia Lin kaget melihat si pnculiknya ternyata Ah Nan. Dan dia ternyata mengetahui tentang anting-anting itu berkat alat pendeteksi logamnya. Xia Lin langsung berusaha melarikan diri, tapi tentu saja pintu rumah itu terkunci rapat. Benar-benar tidak ada jalan keluar sama sekali.


Ah Nan langsung mengambil anting-anting itu dengan paksa dan menyuruh Yang Tong untuk menyingkirkan benda ini.

"Kau mengurungku di dalam rumahmu?"

Kaget? Sekarang ini, Yi Zhou pasti sangat panik dan mencoba memikirkan tindakan balasan bersama dengan polisi. Kalau dia tahu kalau Xia Lin sebenarnya berada di dekatnya, ekspresinya pasti luar biasa. Memikirkannya saja sudah membuat Ah Nan senang.

Xia Lin mengerti sekarang, jadi dia orang yang membantu An Ran dari belakang dan targetnya yang sebenarnya adalah Yi Zhou.

Tega-teganya Ah Nan melakukan hal ini padanya, padahal Xia Lin merasa bersalah padanya karena dia pikir kalau dia sudah salah paham terhadap Ah Nan, dia bahkan memperlakukan Ah Nan sebagai teman.

"Tutup mulutmu! Kau tidak pernah mengalami apa yang kualami, jadi kau tidak punya hak untuk menghakimiku!"


Tiba-tiba perdebatan mereka terganggu gara-gara gonggongan Eleven. Ah Nan langsung menyuruh asistennya untuk membawa Eleven pergi. Xia Lin cemas kalau Ah Nan akan melakukan sesuatu yang buruk pada Eleven.

"Menurutmu apa yang akan kulakukan pada keluargaku? Hanya saja segalanya akan menjadi lebih sulit. Aku tidak ingin dia terlibat."

"Keluarga? Kau bahkan bisa memperlakukan seekor anjing dengan begitu baik, jadi kenapa kau tidak bisa memperlakukan orang dengan lebih baik?"

"Karena manusia tidak berharga! Eleven jauh lebih setia dibanding manusia. Dia sahabat dekatku. Kau tahu kenapa dia dipanggil Eleven? Karena itu adalah hari kematian ibuku! Sudah waktunya, ini akan menjadi terakhir kalinya kau datang ke rumahku sebagai tamu."

Ah Nan dengan kejamnya menjambak rambut Xia Lin lalu menyeretnya melarikan diri bersamanya.


Yi Zhou cs bergegas keluar, tapi Yi Zhou penasaran apakah Wen Li sudah mendapatkan alamat Ah Nan yang katanya tinggal di area ini? Belum, Wen Li rasa dia mendaftarkan dirinya pakai nama lain.

Dia dan polisi lalu berpencar. Sayangnya, Yi Zhou tidak sadar kalau dia berpapasan dengan mobil Ah Nan yang membawa Xia Lin pergi.


Sinyal itu membawa mereka ke sebuah mall terdekat. Tapi di sana, mereka malah hanya menemukan antingnya Xia Lin yang dibuang di tong sampah.

Yi Zhou baru sadar sekarang kalau sinyal ini tadi bergerak keluar dari area perumahan bersamaan dengan saat mereka keluar. Seketika itu pula dia baru mencurigai mobil yang berpapasan dengan mereka tadi.

Kalau begitu, Ketua Tim Wang mengajak anak-anak buahnya untuk kembali dan menyelidiki mobil yang pergi meninggalkan area perumahan tadi.

"Ketua Tim Wang... Aku ingin bertemu seseorang dulu." Ujar Yi Zhou tiba-tiba.


Dan orang yang ditemuinya itu ternyata An Ran yang sedang dipenjara. Tanpa basa-basi dia memberitahu An Ran kalau Xia Lin diculik, apa An Ran terlibat dalam masalah ini?

An Ran sinis mendengarnya. Jika Xia Lin tidak terkena masalah, apa mungkin Yi Zhou akan menjenguknya?

"Tidak."

"Kau bahkan tidak mau repot-repot berbohong, lalu untuk apa kau datang kemari?"

"Aku tidak pernah berbohong padamu sejak kita masih kecil. Dulu aku tidak pernah berbohong, sekarang pun aku tidak akan berbohong."

"Aku tahu. Kau menyalahkanku karena berbohong padamu dan berbuat jahat padamu, tapi aku sama sekali tidak pernah menyesalinya."

"Layakkah semua itu? Jika kau amemberitahuku siapa dalangnya, aku bisa membantumu untuk mengurangi hukumanmu."


"Mengurangi hukuman? Aku bahkan membuang harga diriku, apa kau pikir aku masih mempedulikan kebebasanku?"

Justru yang An Ran inginkan sekarang ini adalah Xia Lin menghilang selamanya agar Yi Zhou bisa merasakan bagaimana rasanya cinta yang tak terbalaskan.

"Jika sampai terjadi sesuatu padanya, yang pertama kali akan kuhancuran adalah perusahaan Xing An."

"Aku ngomong sekarang juga sudah terlambat."

"Apa maksudmu?"

Bersambung ke part 2

2 komentar: