Sinopsis About is Love Episode 10 - 2

Sinopsis About is Love Episode 10 - 2

Ternyata Ibu didatangi rentenir yang entah bagaimana mendadak berhasil menemukan rumah mereka, katanya mereka melihat foto di internet. Ibu sendirian dan benar-benar ketakutan. Zhou Shi langsung bergegas pergi dengan panik. Tapi tasnya...?


Asisten Wen mendadak muncul dengan membawa tasnya yang ketinggalan, Zhou Shi pun berterima kasih dan bergegas pergi.

 

Hmm, kayaknya Wei Qing ada hubungan sama kejadian ini. Asisten An melapor kalau Zhou Shi terlalu sibuk bicara di telepon sampai dia tidak mencurigai apapun tadi.

Bagus. Wei Qing memang sengaja mengambil resiko ini karena Zhou Shi berusaha keras untuk menyingkirkannya, tapi dia harus mengikat Zhou Shi di sisinya, dan hanya ini satu-satunya cara.


Zhou Shi buru-buru berkemas. Ning Fei penasaran dia mau pergi ke mana? Pulang, terjadi sesuatu di rumahnya. Ning Fei jadi khawatir, apa masalahnya serius?

Zhou Shi tak ingin membuatnya cemas, jadi dia menyangkal dan pura-pura tersenyum. Dia cuma akan pergi selama dua hari saja kok.


Malah Fei Fei yang hampir saja keceplosan sampai Zhou Shi harus mengisyaratkannnya untuk tidak mengatakan apapun di depan Ning Fei.

"Apa kau bisa menanganinya?" Cemas Fei Fei.

"Jangan khawatir. Aku akan menanganinya. Ini bukan pertama kalinya kok."

"Kalau begitu, cepatlah pergi dan cepatlah kembali. Katakan pada kami kalau kau membutuhkan sesuatu."


Zhou Shi pun pergi. Tapi sesampainya di rumah, dia malah mendapati Wei Qing yang ada di sana menunggunya. Ngapain Wei Qing di sini?

"Menurutmu? Kau berhutang padaku sejumlah yang ada di kertas ini." Ujar Wei Qng sambil menyodorkan selembar surat hutang. Hah? Zhou Shi tidak mengerti, dia kan sudah mengembalikan semua hutangnya ke Wei Qing?

"Yang kau bayar itu tidak seberapa. Bagaimana dengan barang-barang antik yang kau pecahkan?"

"Barang-barang antik itu palsu!"

"Tetap saja itu dibeli dengan uang. Kalau kau tidak mampu mengembalikannya, maka aku akan minta ke orang tuamu."

"Ini di antara kita berdua saja. Jangan melibatkan orang tuaku."

"Kalau begitu, bayar."


Saat Zhou Shi bingung bagaimana harus menanggapinya, Wei Qing mendadak kurang ajar dengan menuntut Zhou Shi untuk membayar hutangnya dengan menggunakan tbhnya.

Dia bahkan langsung mendorong Zhou Shi ke sofa lalu mulai membukaa bajunya yang jelas saja membuat Zhou Shi jadi panik menutup matanya tapi sambil sesekali ngintip melalui celah-celah jarinya. Wkwkwk! Lalu tiba-tiba saja Wei Qing menjatuhkannya dirinya ke Zhou Shi yang kontan membuat Zhou Shi...


Tersentak bangun dari tidurnya. Fiuh! Cuma mimpi ternyata. Apa-apaan mimpi itu? Kenapa Zhou Shi malah mimpiin dirinya dan Wei Qing? iiiih! Tapi mungkin ini cuma efek psikologis gara-gara Wei Qing menc**mnya waktu itu.


Setibanya di rumah, dia malah mendapati rumahnya penuh tempelan-tempelan yang pastinya kerjaan si rentenir, mereka bahkan mengobrak-abrik seisi rumah.

Ibu sendirian menghadapi semua ini, sedangkan ayahnya Zhou Shi sudah melarikan diri. Zhou Shi tidak mengerti, bukankah mereka sudah membayar semua hutang mereka? Apa mereka punya hutang lagi?

"Kau tahu sendiri kalau ayahmu pintar membual. Sejak kau dan si bos itu muncul di berita, dia bilang ke semua orang kalau Wei..."

"Wei Qing."

"Iya, dia bilang kalau Wei Qing adalah menantunya."

Ayah akhirnya menggunakan hubungan Zhou Shi itu untuk meminjam uang lagi tanpa jaminan. Ayah sama sekali tidak berbakat jadi pebisnis, dan akhirnya segalanya gagal dengan cepat. Makanya para rentenir itu mendatangi mereka.

Mumpung para rentenir itu belum balik, sebaiknya Zhou Shi pergi saja sekarang. Zhou Shi tidak mau, kalau dia pergi, entah apa yang akan dilakukan para penjahat itu pada Ibu nanti. Bagaimana kalau mereka telepon polisi saja?

"Telepon polisi? Jangan harap!" Para rentenir itu mendadak kambali.


"Kau putrinya si tua Zhou? Lumayan juga, kau punya tampang untuk menikah ke dalam keluarga kaya." Komentar rentenir satu.

"Usaha kita kali ini tidak sia-sia. Putrinya jauh lebih kuat daripada dia." Kata si rentenir 2.

Zhou Shi jelas kesal. Dia tidak takut sedikitpun, bahkan memperingatkan mereka untuk bersikap sopan. Jika tidak, maka dia akan melawan mereka dan mereka tidak akan mendapatkan apapun.

Para rentenir itu tambah nyinyir, sepertinya dia sudah berpengalaman dengan situasi ini. Jangan khawatir, mereka datang cuma demi uang kok. Mereka tidak akan melakukan ini kalau saja ayahnya Zhou Shi tidak melarikan diri.


Karena Zhou Shi sudah datang si rentenir dua pun langsung menunjukkan surat perjanjian hutang ayahnya Zhou Shi itu. Jadi, Zhou Shi mau bayar tunai atau nyicil.

Rentenir satu nyinyir, ngapain juga nyicil, dia kan pacarnya sang bos besar Yun Ma Art yang hebat - Wei Qing. Jumlah sekecil ini, dia bisa langsung melunasinya hanya dengan menjual satu baju.

"Aku tidak punya uang, aku bukan pacarnya."

Kedua rentenir mendadak bisik-bisik dengan kebingungan. Mereka sepertinya bikin perkara karena diperintah sama Asisten An, tapi sekarang mereka bingung karena situasi ini kok beda dari apa yang diberitahukan ke mereka.


Pokoknya Zhou Shi pernah jadi pacarnya Wei Qing, dan Wei Qing tuh terkenal dermawan, para mantannya pernah mendapatkan mobil dan rumah. Tidak mungkin Zhou Shi tidak mendapatkan apapun. Dan yang paling penting, Wei Qing pasti pernah memberinya kompensasi putus hubungan kan?

"Semua tabunganku ada di tas ini, kalau kau tidak percaya, cari saja."

Para rentenir itu langsung menggeledah tasnya, tapi benar-benar tak menemukan apapun. Rentenir dua jadi tambah bingung dan langsung bisik-bisik lagi yang jelas saja membuat Zhou Shi heran, mereka bisik-bisik apa sih?


Si rentenir satu tiba-tiba punya ide lalu mereka merebut paksa tasnya Zhou Shi yang satu lagi. Mereka mengeluarkan isinya dan betapa terkejutnya semua orang saat puluhan lembar uang dan jam tangannya Wei Qing keluar dari dalam tas itu.

Zhou Shi sigap mengambil kotak jam tangan itu, dan para rentenir langsung bergembira mengambil semua uangnya. Saat itulah Zhou Shi baru sadar kalau tadi dia tidak mengecek tasnya dulu saat Asisten An mengembalikan tasnya.

Zhou Shi berusaha mengambil kembali uang-uang itu, tapi si rentenir dua langsung kasar mencengkeram tangannya sampai si rentenir satu harus buru-buru mengingatkannya untuk tidak menyakiti Zhou Shi.


Tapi mereka memperingatkan kalau ini belum lunas sepenuhnya, masih ada bunga yang harus mereka bayar dan mereka hanya akan diberi waktu satu bulan untuk melunasinya. Pacarnya kan kaya, Zhou Shi balik saja ke dia dan bermanja ria, segalanya pasti akan terselesaikan dengan mudah.

"Sudah kubilang aku bukan pacarnya."

"Aku tidak peduli kau pacarnya atau bukan, pokoknya kali akan kembali bulan depan. Kalau kau melarikan diri, tidak masalah. Pacarmu kan terkenal, kami bisa menagihnya ke perusahaannya."


Kedua rentenir itu akhirnya pergi. Ibu penasaran, apakah Zhou Shi benar-benar berhubungan dengan Wei Qing?

"Bu, susah dijelaskan. Aku akhirnya bisa putus hubungan dengannya, tapi sekarang kami malah harus terlibat lagi. Takdir buruk apa yang kumiliki dengan pria itu?"


Fei Fei melihat Ning Fei murung terus sambil menatap jendela. Dia jadi seperti itu sejak Zhou Shi pergi.

"Saat anak muda mulai memikirkan cinta, segalanya terasa puitis." Komentar Qiu Jing.

"Menurutmu dia menyukai Zhou Shi?"

"Lalu kenapa kau masih mengejarnya?"

Tapi kan Zhou Shi sudah belum bilang apakah dia menyukai Ning Fei atau tidak. Lagian naksir itu bukan cinta. Dan Fei Fei juga tidak pernah bilang kalau dia mau mengejar Ning Fei kok, dia hanya ingin berteman dengan Ning Fei. Yah, sama seperti pertemanan antara Ning Fei dan Zhou Shi... biar Ning Fei memberinya hadiah-hadiah kecil waktu dia ultah atau di hari-hari libur.

"Kau terlalu perhitungan."

"Tidak usah membicarakan tentangku lagi. Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan malam ini?" Fei Fei mulai curiga. "Jangan pikir aku tidak melihat lingkaran hitam di bawah matamu itu."


Canggung, Qiu Jing meyakinkan kalau dia cuma sibuk main baduk. Tepat saat itu juga, Qiu Jing lagi-lagi mendapat pesan dari Ming Cheng. Fei Fei heran, kenapa Qiu Jing tidak memblokir orang yang suka mengiriminya puzzle kosong ini? (Dia tidak tahu kalau orang itu Ming Cheng)

"Kenapa aku harus memblokirnya? Orang ini... sangat menarik."

Suatu hari, Ming Cheng pernah mengiriminya pesan lagi, lalu Qiu Jing membalasnya hanya dengan gambar titik hitam besar yang ambigu.

Bersambung ke part 2

6 komentar: