Saturday, April 13, 2019

Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 1 - Part 1

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 1 - Part 1

Di sebuah kamar asrama di sebuah universitas, seorang mahasiswi terbangun oleh bunyi teleponnya. Dia berniat mengangkatnya, tapi sepertinya dia masih ngantuk sampai dia malah tak sengaja menjatuhkan ponselnya ke kolong kasur, mana tuh ponsel jatuhnya dari tempat tidur susun lagi.


Err... ada untungnya juga sih ponselnya jatuh, dia jadi nemu duit 10 RMB, lumayan. Tapi di sisi lain, dia sial juga karena layar ponselnya jadi retak.

Terdengar seorang pria di telepon, dia memastikan gadis itu sudah bangun dan berkata kalau dia mau menjemputnya sekarang. Hmm, pacarnya kah?


Di meja, kita melihat gadis itu memiliki sebuah daftar (Tapi aku nggak ngerti itu daftar apa karena subtitle-nya tidak menerjemahkannya. Daftar rencana masa depannya mungkin?). Yang pasti membaca daftar itu membuat gadis itu bahagia.


Tak lama kemudian, gadis itu sudah berdandan cantik pakai gaun putih  dan tas punggung hitam. Pria itu nge-chat tak lama kemudian dan memberitahu kalau dia sudah menunggu di bawah, gadis itu pun langsung keluar kamar dengan riang sambil memperkenalkan dirinya pada kita.

"Namaku Si Tu Mo (kita panggil dia Mo Mo). Aku mahasiswi senior jurusan akuntansi, tapi aku ingin bekerja di bidang periklanan. Makanya aku belum mendapat pekerjaan."

Pria itu sudah menunggu di depan dan Mo Mo tampak sangat bahagia bertemu dengannya. "Dia Fu Pei, dia adalah... teman baikku."


Ah! Tapi Mo Mo sepertinya naksir Fu Pei. Mo Mo pun naik ke sepeda Fu Pei dan mereka pun melaju keluar kampus bak sepasang kekasih yang sedang kencan naik sepeda menuju tempat wawancara kerjanya Mo Mo.

Dalam narasinya, jelas Mo Mo memang naksir Fu Pei. "Aku selalu berpikir kalau kalau hubungan kami akan semakin dekat suatu hari nanti. Makanya aku menanti-nantikan saat itu tiba. Tapi tak disangka..."


Tiba-tiba muncul sepeda lain dari arah yang berlawanan. Kejadiannya begitu mendadak hingga kedua sepeda itu saling bertabrakan dan ketiga pengendaranya terjatuh.

Fu Pei langsung mengenali si penabrak ganteng itu, Gu Mo Yi. Tapi Gu Mo Yi cuek dan lebih mengkhawatirkan Mo Mo, apa dia baik-baik saja?

"Aku baik-baik saja, aku punya respon yang cekatan." jawab Fu Pei dengan pedenya.

"Aku tidak tanya padamu." Dingin Mo Yi.

Dan saat itulah Fu Pei baru ingat dengan Mo Mo yang sesaat dia lupakan padahal Mo Mo masih duduk di aspal. Dia berniat membantu Mo Mo bangkit, tapi ujung gaunnya Mo Mo tersangkut rantai sepeda dan ujung-ujungnya dia tidak melakukan apapun untuk membantunya.


Malah Mo Yi yang lebih perhatian dengan menunduk di hadapan Mo Mo. Dia bisa menduga kalau Mo Mo sedang buru-buru, maka dengan santai dan cueknya dia menangani masalah itu dengan cara BREEET! Menarik paksa ujung gaun Mo Mo sampai robek. Wkwkwk!


Masalah selesai, Mo Yi pun mengambil tasnya lalu bergegas pergi. Errr... tapi mereka nggak sadar kalau tas mereka bentuk dan warnanya sama persis. (Jangan-jangan ketuker nih?)


Mereka tiba di tempat wawancara tak lama kemudian. Tapi alih-alih memberi Mo Mo semangat atau semacamnya, Fu Pei malah santai main game. Bahkan kemudian dia ditelepon teman-temannya yang ngotot menyuruhnya datang ke warnet, ada gamer cewek cakep loh.

Fu Pei tidak enak kalau harus meninggalkan Mo Mo, tapi orang di seberang terus ngotot memaksanya datang dan membantunya mengalahkan si gamer cewek itu. Dia bahkan menjanjikan akan memberikan semua equipment game-nya untuk Fu Pei.

Bujukannya sukses membuat Fu Pei menyerah. Tapi dia tidak berterus terang pada Mo Mo, malah menggunakan alasan mau membelikan gaun baru untuk Mo Mo biar dia bisa pergi.

Mo Mo kecewa, tapi sepertinya hal seperti ini sudah biasa terjadi hingga dia pura-pura mempercayai alasan Fu Pei dan membiarkan Fu Pei pergi meninggalkannya. Tak lama setelah dia pergi, Mo Mo pun dipanggil masuk.


Pada saat yang bersamaan, Mo Yi masuk ke sebuah ruang kelas untuk mengikuti ujian seleksi sebuah proyek yang diadakan Profesor Jiang. Saat teman sebelahnya minta pinjam pensil ke dia, Mo Yi santai saja mengeluarkan sesuatu ke atas meja yang dia kira tempat pensil, padahal itu pembalut wanita. Wkwkwk!

Terang saja kejadian itu langsung membuat satu kelas memandang Mo Yi dengan aneh. Pengawas ujian masuk tak lama kemudian, Mo Yi kontan panik menyembunyikan benda itu laci meja.

Pak Pengawas lalu menyuruh para peserta untuk mengeluarkan kartu mahasiswa dan kartu ujian mereka. Tapi saat Mo Yi menggeledah tasnya, dia malah mendapati map berisi resumenya Mo Mo.

Saat itulah dia baru sadar kalau tadi dia salah ambil tas yang bentuk dan warnanya mirip karena kedua tas itu letaknya berdekatan.


Mo Mo duduk tegang menghadapi ketiga pewawancaranya yang sedang menilai penampilannya dan gaunnya yang sedikit robek. Tapi saat dia disuruh memperkenalkan dirinya, dia memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri.

Mereka heran kenapa Mo Mo ingin bekerja di bidang periklanan padahal dia jurusan akuntansi? Mo Mo mengaku kalau dia sebenarnya menyukai advertising.

Dia masuk akuntansi hanya karena orang tuanya berpikir kalau jurusan akuntansi bisa cepat dapat pekerjaan. Tapi setelah dia kuliah, dia tetap lebih memilih advertising, makanya dia juga mempelajari advertising dan membaca banyak buku-buku kreatifitas.

Kalau begitu, mereka meminta Mo Mo untuk memperlihatkan portfolio-nya. Masih belum menyadari ada yang salah di tasnya, Mo Mo santai saja menyerahkan sebuah map yang dia klaim karya advertising-nya yang dia lakukan untuk kampus.

Tapi saat para pewawancara membuka map itu, mereka malah mendapati isinya adalah laporan fisika tentang penelitian gaya kuantum. Pfft! Iklan macam apa ini?


Kebingungan, Mo Mo asal saja mengklaim kalau itu adalah iklan untuk sebuah game lalu buru-buru menggeledah tasnya tapi malah tambah bingung mendapati isi tasnya cuma buku-buku dan kartu ujian atas nama Gu Mo Yi.

Terang saja semua ini membuat para pewawancara jadi kesal mengira Mo Mo tidak serius dengan wawancara ini. Lebih baik dia tidak usah membuang-buang waktu mereka. Gagal deh, terpaksa Mo Mo harus pergi.


Pada saat yang bersamaan, Mo Yi beralasan kalau dia lupa membawa kartu ujiannya, tapi bolehkah dia tetap mengikuti ujian? Sayangnya tidak bisa.

Banyak mahasiswa yang ingin bergabung dengan proyeknya Prof Jiang dan biarpun semua orang tahu kalau Mo Yi mahasiswa terbaik di jurusan fisika, tapi aturan tetap aturan. Mo Yi harus mengeluarkan kartu ujiannya.

"Saya akan menyuruh seseorang untuk mengirimkannya kemari, jadi izinkan saya mengikuti ujian dulu."

"Apa dia mengantarkannya dalam waktu 5 menit?"

"Tidak."

"Kalau begitu aku tidak bisa membantu, silahkan keluar."


Kecewa, terpaksa Mo Yi harus pergi. Tiba-tiba ponsel retak yang ada di dalam tas itu berbunyi, dari Fu Pei yang tanya apakah Mo Mo sudah selesai wawancara atau belum.

"Aku tidak tahu tentang Mo Mo, tapi ujianku gagal." Kesal Mo Yi.


Tak lama kemudian, Mo Mo menerima telepon melalui ponselnya Mo Yi lalu mereka bertiga bertemu untuk melakukan pertukaran tas. Fu Pei memperkenalkan kedua orang itu pada satu sama lain terlebih dulu.

Dari ceritanya, Fu Pei dan Mo Yi ini ternyata teman sekamar di asrama dan dia sering menceritakan tentang Mo Mo, yang merupakan teman lamanya sejak SMA, pada teman-teman sekamarnya.

Fu Pei memberitahu Mo Mo kalau Mo Yi ini mahasiswa paling top dan nilai-nilainya selalu bagus. Mo Mo tersenyum ramah padanya, tapi Mo Yi datar terus mukanya.


Mo Yi malas berbasa-basi, to the point aja, kedua orang itupun bertukar tas dan Mo Yi langsung menggeledah seluruh isi tasnya sampai membuat Fu Pei agak tersinggung. Apa Mo Yi mengira Mo Mo ini pencuri?

"Sebaiknya kau mengecek tasmu juga (biar adil)." Ujar Mo Yi.

Mo Mo mencoba menggeledah tasnya, tapi... ada satu barang yang hilang. Tapi dia rasa, kalaupun Mo Yi mengambilnya, dia kan tidak membutuhkan benda itu. Fu Pei jadi penasaran, benda apa?

"Pembalut." (Pfft!)

Bersambung ke part 2

2 komentar:

  1. Baru 1 part...tp dah seru...lanjut trs..semangat..smg sehat selalu..

    ReplyDelete
  2. Lanjut terus kak...semangat ya ☺

    ReplyDelete

Hai, terima kasih telah berkunjung. Tinggalkan komentar kalian, yah ^^