Sinopsis About is Love Episode 15 - 3

 Sinopsis About is Love Episode 15 - 3

Tapi tepat saat itu juga, Ran Yu mendadak muncul mengganggu suasana dan tanya siapa yang akan kerja di Yun Ma?

"Aku."

"Kebetulan sekali, aku juga."


Hah? Ran Yu akan kerja di Yun Ma juga? Zhou Shi jelas tak senang. Ran Yu mengaku kalau dia masuk departemen administrasi. Wah, tidak disangka kalau mereka akan jadi rekan sekantor.

Fei Fei kesal melabraknya, Ran Yu tidak lihat mereka sedang makan bersama apa?! Kapan-kapan aja ngobrolnya! Qiu Jing setuju sambil nyinyir, beberapa orang tidak pernah mau menyingkir.

Baiklah, kalau begitu dia pamit. Lain kali saja ngobrolnya. Lagian mereka akan segera jadi rekan kerja, jadi mereka punya banyak kesempatan untuk bertemu.


Zhou Shi yang sedari tadi diam menahan kesal, kontan membanting sumpitnya dan bangkit dengan penuh amarah. Fei Fei dan Qiu Jing senang melihatnya. Mereka bahkan diam-diam memberinya isyarat penyemangat untuk bertindak, tunjukkan jati dirinya sebagai gadis kuat pada Ran Yu.

Ming Cheng bingung melihat wajah Zhou Shi, kenapa dia tampak tidak senang? Dan Ning Fei dengan polosnya berpikir kalau Zhou Shi mau pesan daging lebih banyak. Wkwkwk!

"Aku juga akan bekerja di Yun Ma!" Ujar Zhou Shi tiba-tiba.


Semua orang kaget mendengarnya. Jadi mulai besok, dia dan Ming Cheng juga akan jadi rekan kerja. Ming Cheng senang, kenapa Zhou Shi tidak bilang sedari tadi?

"Aku ingin memberimu kejutan."

"Kau juga kerja di sana? Di departemen apa?" Tanya Ran Yu.

Zhou Shi mendadak canggung, malu tapi terpaksa akhirnya dia harus mengakui. "Resepsionis."

Ran Yu kontan mendengus geli, sementara Zhou Shi dan teman-temannya cuma bisa menahan malu.


Tengah malam, Zhou Shi membuatkan semangkok ramen untuk Ning Fei yang hebatnya sudah lapar lagi padahal tadi dia sudah makan banyak di restoran.

Zhou Shi mengaku kalau dia ingin berhenti kerja di galeri seni. Ning Fei tahu, dia dengar kok tadi, Zhou Shi mau kerja sama Wei Qing, kan? Tapi, apa Zhou Shi akan bahagia kalau kerja di sana?

Entahlah. Masalahnya Ming Cheng akan kerja di sana dan Ran Yu juga, dia hanya ingin dekat dengan Ming Cheng.

"Kalau begitu, pergi saja." Santai Ning Fei.

"Kau setuju?"

"Itu urusanmu sendiri dan keputusanmu sendiri."


Keesokan harinya, Zhou Shi ke galeri untuk mengundurkan diri. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu untuk yang terakhir kalinya saat tiba-tiba saja dia melihat seseorang mengulurkan tangan untuk menyentuh lukisannya Xun Ran.

Zhou Shi sontak panik lari ke orang itu sambil meneriakinya untuk tidak menyentuh lukisannya, dan baru saat itulah dia melihat orang itu ternyata Xue Zi.

Xue Zi tidak ingat padanya. Zhou Shi mencoba mengingatkannya akan pertemuan mereka di pesta waktu itu, tapi Xue Zi benar-benar sudah tidak mengingatnya lagi.

Kalau tidak salah, Zhou Shi pernah melihat Xue Zi datang kemari beberapa waktu yang lalu. Tapi Xue Zi berbohong menyangkalnya dan mengklaim kalau Zhou Shi mungkin salah orang, ini pertama kalinya dia kemari kok.

"Oh, begitu. Apa anda juga menyukai lukisannya Xun Ran?"

"Iya. Lukisannya anggun dan surreal hingga (lukisannya) mampu menarik perhatian. Seolah menghadapi portal menuju dunia lain. Tapi sejujurnya, mengamati (lukisannya) tidak bagus."

"Kenapa begitu?"


"Jika kau memandang lukisannya cukup lama, kau akan merasa tertarik dan sulit melepaskan diri, seolah menatap jurang tanpa dasar, membuatmu merasa sesak napas."

"Tapi apa anda tidak memperhatikan bahwa tak peduli seberapa berkabutnya latar langit malam (lukisan) ini, lukisan langit berbintangnya tidak akan kekurangan satu hal. Hilang dan menemukannya kembali. Walaupun kedengarannya negatif, tapi itu sebenarnya harapan untuk tidak menyerah. Apa saya bicara terlalu banyak? Maaf, saya jadi mengganggu anda dari mengagumi lukisan ini."

"Tidak. Aku tak percaya bisa bertemu orang yang seleranya sama. Sepertinya kau mempelajari lukisannya Xun Ran."

"Saya tidak berani bilang kalau saya mempelajarinya, tapi saya sudah penggemarnya selama bertahun-tahun."

Sayangnya, Zhou Shi tidak pernah bertemu dengannya secara langsung. Nyonya He bilang kalau dia mungkin akan bisa bertemu dengan Xun Ran suatu hari nanti, sayangnya sekarang dia harus mengundurkan diri.

"Pergi sekarang itu keputusan yang bagus, karena tak lama lagi, galeri ini akan pindah kepemilikan." Ujar Xue Zi ambigu.


Zhou Shi penasaran apa maksudnya, tapi Xue Zi dengan cepat beralih topik kembali ke lukisan itu untuk memberitahu Zhou Shi tentang sesuatu dalam lukisan itu yang luput dari perhatian Zhou Shi.

Dia menunjuk suatu area di lukisan itu dan memberitahu Zhou Shi bahwa dalam setiap karyanya, selalu ada kata 'Ran'. Itu adalah rahasianya Xun Ran. Orang-orang yang tidak mengetahuinya, pasti akan melewatkan bagian ini.

Zhou Shi mencoba memperhatikan bagian yang ditunjuk Xue Zi itu dan seketika sadar kalau itu memang kata 'Ran'. Wah, bagaimana bisa Xue Zi mengetahuinya. Zhou Shi sudah banyak melihat karyanya Xun Ran, tapi dia tidak pernah memperhatikan hal ini.

"Aku menemukannya secara tak sengaja."

"Jadi ternyata dia Xun (mencari) Ran."

Tiba-tiba Zhou Shi mendapat telepon, maka dia pun pamit kembali ke dalam untuk mengurus pengunduran dirinya. Dan tak lama setelah itu, muncul seseorang yang mendatangi Xue Zi.


Fei Fei dan Ning Fei belanja ke supermarket tapi Ning Fei dengan santainya memasukkan semua barang yang disukainya ke dalam troli sampai Fei Fei protes. Memangnya Ning Fei sanggup menghabiskan semua makanan sebanyak ini?

"Akan kutaruh di kulkas."

"Kulkas kita tidak muat menampung makanan sebanyak ini."

"Beli kulkas baru lah." Santai Ning Fei.

"Enak amat ngomongnya, memangnya kau punya uang? Anak kecil sepertimu apa tahu berapa harga kulkas?"

Dan Ning Fei menjawabnya dengan menyerahkan kartu kreditnya yang sukses membuat Fei Fei bungkam. Baiklah, karena Ning Fei punya uang, silahkan dia beli apapun semaunya. Selama mereka masih sanggup mengangkutnya, mereka tidak perlu beli mobil.

"Beli mobil saja, cukup kok uangnya."

"Kalau kau sekaya itu, kenapa tidak sekalian saja kau beli supermarketnya?"

Ide bagus! Fei Fei sontak kesal membentaknya untuk melupakan ide gila itu, dia tidak boleh beli supermarket!


Dia lalu pisah arah dengan Ning Fei, tapi malah tak sengaja bertubrukan troli dengan He Wei. Jadilah mereka belanja bersama sambil flirting.

Sungguh tak disangka kalau mereka akan bertemu di supermarket. Fei Fei merasa kalau He Wei lebih cocok makan di restoran kelas atas alih-alih belanja sembako di supermarket.

"Apa karena kau meninggalkanku waktu itu, makanya kau sekarang memuji-mujiku?"

Tiba-tiba seseorang tak sengaja menabrak troli mereka. Dan He Wei langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk merayu Fei Fei. Berhubung tempat ini terlalu sempit untuk dua troli beriringan, jadi bagaimana kalau mereka menggabungkannya dalam satu troli saja. Dengan begitu, mereka bisa jadi lebih dekat juga. Dia bahkan langsung memindahkan semua belanjaannya Fei Fei ke dalam trolinya.

"Benar-benar pintar merayu," batin Fei Fei.

"Kenapa kau beli banyak daging?"

"Buat kucingku."


Saat Xue Zi turun kembali ke lobi galeri, dia malah melihat Xue Zi lagi ngobrol bisnis dengan Wei Qing. Dari percakapan merekalah, Zhou Shi jadi tahu kalau Xue Zi berniat mengakusisi galeri seni ini.

Xue Zi mengklaim bahwa kantor pusat perusahaannya memang menginginkan hal itu dan perannya di sini hanya sebagai pelaksana.

Wei Qing tak percaya kalau perannya Xue Zi cuma sebatas itu. Presdir perusahaan Snow memang masih belum mengumumkan siapa yang akan mewarisi perusahaannya. Tapi jika beliau tidak mempercayai Xue Zi sepenuhnya, maka tidak mungkin beliau akan membiarkan Xue Zi mengurus cabang mereka di sini.


Mengakusisi galeri kecil seperti Yun Ma art tidak perlu dilaporkan pada kantor pusat, bukan? Jadi Wei Qing yakin kalau keputusan sepenuhnya ada di tangan Xue Zi.

Xue Zi penasaran. Jika Wei Qing ingin mencegah proses akusisi ini, lalu kenapa dia tidak mencegah ibunya yang menjual sejumlah besar sahamnya? Bukankah itu cara yang lebih cepat?

Dia juga mendengar kabar bahwa Wei Qing bukan hanya berniat untuk memisahkan galeri Yun Ma art, tapi juga mengakhiri semua kontrak para seniman. Nyonya He jadi putus asa, makanya dia membuat keputusan yang kurang bijak.

"Pemrakarsa jahatnya adalah kau, Direktur Wei."

Wei Qing menyangkal. Galeri seni ini adalah cikal bakalnya Yun Ma, ini juga hasil kerja keras ayahnya. Para seniman mereka adalah harta Yun Ma yang paling berharga. Entah dari mana ibunya mendengar rumor-rumor ini. Tapi Wei Qing tidak akan membiarkan hal semacam itu terjadi.

Benarkah? Xue Zi dengar kabar bahwa seniman terbesar mereka yaitu Xun Ran dan Wei Qing, punya hubungan yang tidak baik. Wei Qing bahkan mengancam akan menjual galeri seni yang dibuka khusus untuk Xun Ran ini.

Zhou Shi benar-benar kaget mendengar hal itu sampai-sampai dia tak sengaja menyenggol meja dan membuat isinya berkelontangan. Zhou Shi terpaksa harus keluar dan menunjukkan dirinya pada mereka. Tapi dia tidak dengar apa-apa kok, dia cuma tak sengaja lewat (bohong).

Xue Zi akhirnya memutuskan untuk menyudahi percakapan mereka sampai di sini. Wei Qing mengulurkan tangan untuka menyalaminya, tapi Xue Zi malah sengaja menarik Wei Qing lalu mengelus telingannya yang kontan saja membuat Wei Qing membeku.

"Dibanding Yun Ma art, aku lebih ingin bekerja lebih dengan Direktur Wei." Goda Xue Zi lalu pergi sama sekali tidak menyadari perbuatannya itu menimbulkan ruam kemerahan di telinga Wei Qing.


Zhou Shi sontak menggodai Wei Qing gara-gara itu, tapi saat itu pula dia melihat ruam kemerahan di telinga Wei Qing. Dia jadi cemas dan berniat mau melihatnya, tapi Wei Qing dengan cepat menampik tangannya.

Bersambung ke episode 16

4 komentar: