Sinopsis King is Not Easy Episode 15

Sinopsis King is Not Easy Episode 15


Sadar betul kalau Ni Chang cuma akting, Da Xi sinis menyuruhnya untuk menghabiskan waktunya di sini untuk belajar akting. Akting nangisnya buruk banget. Bagaimana kalau Da Xi datangkan ahli akting untuk mengajari Ni Chang? Setuju, yah?!

Flashback end.


Memikirkan percakapannya dengan Ni Chang itu, Da Xi bingung tentang salah satu ucapan Ni Chang bahwa Ji Man mengetesnya. Apa maksudnya?

"Aku tak percaya dia bahkan mengungkit masalah itu. Jika bukan karena dia, kita pasti takkan pernah bertukar jiwa."

"Karena dia? Kenapa?"

Waktu itu, Ji Man pura-pura ada pemberontak menerobos masuk istana, lalu dia berusaha mengajak Ni Chang melarikan diri bersamanya. Tapi Ni Chang malah membuat-buat alasan dan kabur sendirian.

"Jadi, aku menyimpulkan kalau dia tidak benar-benar mencariku."

"Kenapa kau mengetesnya?"

"Dia bukan satu-satunya orang yang aku tes."

"Hah? Jangan-jangan kau mengetes semua orang sebelum menjadikannya selir. Kenapa? Kenapa kau memberi mereka gelar kalau kau bahkan tidak mempercayai mereka?"


Ji Man mengklaim tak ada alasan. Istana yah memang seperti itu. Da Xi jelas tak percaya, waktu Ji Man menceramahinya tentang istana, dia tidak pernah menyebut-nyebut masalah itu. Katakan, apa alasannya?

Ji Man akhirnya mengalah. "Begini kejadiannya..."

Flashback.


Suatu hari, Pangeran Regen membawa Ji Man ke sebuah rumah bordir dengan alasan untuk menambah wawasannya Ji Man soalnya sekarang Ji Man kan sudah berumur 16 tahun. Jadi sudah saatnya Ji Man punya pengalaman dengan dunia nyata.

Seketika itu pula, sekumpulan wanita penghibur turun dan mengerubungi mereka semua. Ji Man tampak tak nyaman dan gugup dikerubungi wanita sebanyak itu.


Pangeran Regen lalu menyuruh Ji Man untuk memilih wanita yang dia sukai. Ji Man bingung, tapi kemudian pandangannya jatuh pada seorang wanita yang paling menarik perhatiannya. Dia langsung memilih wanita itu tanpa ragu. Mereka lalu masuk ke sebuah kamar dan bermesraan.


Setelah kejadian itu, Ji Man semakin menyukai wanita itu dan dengan antusias menemui Ibu Suri untuk bilang kalau dia ingin menunjuk seorang selir. Ibu Suri senang-senang saja dan tanya dia berasal dari keluarga bangsawan mana.

Tapi Ji Man malah bilang kalau wanita itu cuma seorang rakyat jelata. Ibu Suri agak kecewa mendengarnya dan tanya apa pekerjaan keluarga wanita itu dan apakah latar belakang keluarga mereka bersih.

Ji Man jujur mengakui kalau Ru Mei adalah wanita penghibur di sebuah diskotik. Tapi Ji Man jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Karena itulah, Ji Man ingin menjadikannya selir.

Yang tak disangkanya, Ibu Suri tidak membantahnya. Tapi ia mengingatkan bahwa banyak wanita di luar sana yang punya maksud tersembunyi. Ibu Suri hanya tidak ingin Ji Man bersikap terlalu impulsif dan mengkhianati perasaannya yang sebenarnya.

"Kau tidak bisa menyesali keputusan yang telah kau buat sendiri."

"Terima kasih, Ibunda. Aku yakin perasaan Ru Mei padaku tulus."

"Kuharap itu benar."


Ji Man langsung kembali menemui Ru Mei dan tiba-tiba memeluk Ru Mei dengan panik. Gara-gara ucapan Ibu Suri tadi, dia berniat mengetes Ru Mei dengan mengklaim kalau keluarganya bangkrut.

Ru Mei memeluknya seolah mencemaskan Ji Man, tapi berita itu jelas-jelas membuatnya kecewa. Ji Man meyakinkannya untuk tidak cemas, dia janji kalau dia akan mengeluarkan Ru Mei dari tempat ini.


Ji Man pun pergi. Tapi saat dia kembali ke sana tak lama kemudian dengan membawa berbagai perhiasan mahal untuk membeli kebebasan Ru Mei, dia benar-benar diremehkan oleh Madam tempat itu.

Dengan sinisnya Madam menolak semua perhiasan itu dengan alasan tidak cukup dan menyarannya untuk menghentikan fantasi cintanya.


Ji Man tidak peduli dan langsung masuk ke kamarnya Ru Mei... tapi malah mendapati Ru Mei dalam pelukan pria lain. Sikap Ru Mei pun sangat berbeda dari sebelumnya. Dengan angkuhnya dia memperkenalkan klien barunya yang kaya raya itu pada Ji Man

Si klien itu langsung nyinyirin Ji Man. Dia berjanji akan memberikan kehidupan mewah untuk Ru Mei, sesuatu yang tidak akan bisa diberikan si pria miskin ini pada Ru Mei. Seharusnya Ru Mei usir si pria miskin ini. Ji Man jelas kesal dan hampir saja melabrak pria itu. Tapi Ru Mei sontak menamparnya.


Tidak terima, Ji Man langsung menarik Ru Mei keluar dari sana dan menuntut penjelasan Ru Mei. Apa perasaan Ru Mei padanya itu palsu?

Karena Ru Mei bosan hidup miskin. Jika Ji Man miskin sejak awal, Ru Mei takkan pernah repot-repot menghabiskan waktunya dengan Ji Man bahkan sekalipun dia menyukai Ji Man.

Tidak apa-apa biarpun Ji Man menganggapnya jahat dan rendahan. Tapi dia tidak ingin lagi kelaparan setiap malam dan menjalani hidup terinjak-injak.

"Aku mengerti. Tapi bukankah aku yang kau cintai?"

"Terus kenapa? Cinta adalah hal yang paling tidak berharga di dunia ini. Bisa menikmati cinta sejati itu sebuah kemewahan. Tapi orang-orang sepertiku tidak memiliki kemewahan itu. Berhentilah datang lagi. Aku tidak akan pernah mau melihatmu lagi."

"Baiklah, aku pergi. Kuharap kau tidak menyesali pilihanmu."


Tapi sebelum pergi, Ji Man memberikannya lambang giok kerajaan miliknya lalu pergi. Mengenali lambang kerajaan itu, Ru Mei pun langsung terjatuh lemas.

Flashback end.


Da Xi mengerti. Karena itulah Ji Man jadi terluka dan berhenti mempercayai cinta. Lalu apa yang terjadi pada Ru Mei setelah itu?

Yang pasti sejak saat itu, Ji Man tidak pernah kembali lagi ke rumah bordir dan tidak pernah menemui Ru Mei lagi. Tapi mungkin Ru Mei sudah mendapatkan apa dia inginkan.

Da Xi rasa, mungkin tidak begitu. Ru Mei mungkin pragmatis, tapi kan tidak semua kliennya senaif Ji Man. Da Xi menduga kalau Ru Mei pasti sangat menyesal setelah menyadari siapa Ji Man yang sebenarnya.

"Mungkin. Tapi Ibu Suri benar walaupun aku terus berusaha membuktikan ia salah."

"Apa yang beliau katakan?"


Ibu Suri bilang bahwa orang-orang seperti mereka, sulit menemukan cinta sejati. Hubungan mereka pasti akan bertemu berbagai rintangan. Mereka sendiri juga pasti akan selalu menilai orang lain. Contohnya, mereka pasti akan melihat latar belakang keluarga, kemampuan dan lain sebagainya.

"Tapi kupikir, cinta yang harus bisa memberikan keuntungan itu terlalu menyedihkan."

"Menjadi Raja itu pasti tak tertahankan."

"Tidak. Sekarang aku memilikimu. Sama sekali tidak sesulit itu."

"Kenapa?"

"Karena kau menyukaiku. Kau menyukaiku seorang dan... bukan yang lain, iya kan?"

"Jangan menyanjung dirimu sendiri. Bukannya aku tidak punya pilihan lain. Tapi karena kau sudah melihat segalanya tentangku, jadi aku terjebak bersamamu."

"Kalau begitu jangan menyukaiku."


Mereka terus saja ribut saat para selirnya Ji Man datang. Saat sapaan mereka tak mendapat jawaban, mereka terus menyapa lagi-lagi sementara Ji Man dan Da Xi ribut sendiri saling menyuruh satu sama lain untuk membalas sapaan para selir.

Ujung-ujungnya tak ada yang mau menjawab dan terpaksalah para selir itu terus mengulang-ulang sapaan mereka bak kaset rusak.


Da Xi lalu membawa mereka ke kamarnya Raja dan mengklaim bahwa budget untuk para harem itu naik drastis. Makanya Raja ingin mengecilkan budget itu. Jadi, apa mereka mau mendukung keputusan Raja?

"Dukung keputusan Raja!" Seru Shen Jia... yang sontak mendapat pelototan tajam dari pada selir.

Mereka tanya bagaimana caranya? Da Xi berkata kalau mereka bisa membuat-buat berbagai alasan dan pergi dari istana dengan sukarela.

"Pergi dengan sukarela!" Seru Shen Jia penuh semangat... yang jelas saja langsung diganjar tatapan membunuh dari para selir.


Da Xi meyakinkan bahwa mereka tidak akan pergi dengan tangan kosong. Raja janji kalau dia akan memberikan hadiah besar untuk mereka. Semacam perhiasan dan sejenisnya, mereka juga boleh membawa apapun yang mereka miliki di sini. Bagaimana?

"Jika kami tidak pergi, apa Paduka akan menghukum kami?" Tanya salah satu selir.

"Err... mungkin... tidak?"

"Kalau begitu kami tidak akan pergi. Kami suka kehidupan kami sekarang."

Biarpun biaya untuk mereka terpotong. Tapi setidaknya, di sini mereka tidak perlu bekerja dan mendapat makan 3 kali sehari. Segala yang ada di sini jauh lebih baik daripada yang mereka miliki di luar sana.

Lagipula kalau mereka pergi seperti ini, maka reputasi mereka bisa hancur. Selir yang lain setuju, mereka juga menolak pergi.

Da Xi kesal banget mendengarnya. Memangnya reputasi apa yang mereka miliki setelah segala kelicikan yang mereka lakukan? Tak ada seorangpun yang punya integritas.

Setelah para selir itu pergi, Shen Jia menawarkan bantuannya untuk bicara dengan Raja. Da Xi menolak, menangani para selir itu gampang. Tunggu saja. Dalam 3 hari, mereka pasti akan datang sendiri kepadanya.


Suatu malam, Da Xi mendadak mendatangi kamarnya Selir Jin dan menangkap basah dia sedang bermesraan dengan pria lain. Panik, Selir Jin berusaha memohon-mohon pada Da Xi untuk melepaskan mereka. Dia janji akan keluar dari istana asalkan dia tidak bilang-bilang ke Raja.

Da Xi menolak dan langsung memerintahkan pengawal untuk memenjarakan si pria lalu memaksa Selir Jin menelan racun. Hanya dengan cara inilah dia bisa menyelamatkan sedikit martabatnya. Selir Jin terpaksa menelan racunnya dan roboh seketika.


Selesai menangani Selir Jin, sekarang giliran Selir Yin. Malam itu, Da Xi memergokinya mengirim burung merpati pos keluar istana.

Tapi burung merpati itu berhasil tertangkap para prajurit dan mereka mendapati merpati itu membawa perhiasan mahal untuk dijual ke luar istana. Hari ini dia mengirim perhiasan, mungkin lain kali dia akan mengirim map istana. Karena itulah, Da Xi memerintahkan pengawal untuk memenjarakan Selir Yin.

Gara-gara tertangkapnya dua selir itu, kedua selir lainnya jadi cemas dan akhirnya memutuskan kalau mereka akan menerima perintah Ji Man dan pergi dari istana.


Shen Jia memimpin pasukan kasim membawa tubuh Selir Jin pergi dari istana. Tapi sama seperti Wu Shuang, dia juga sebenarnya tidak benar-benar mati. Begitu mereka memberinya obat penawar, Selir Jin langsung sadar.

Selir Jin jelas bingung mendapati dirinya sendiri masih hidup. Shen Jia meyakinkan bahwa Raja tidak benar-benar menginginkan Selir Jin mati. Raja yakin pasti ada alasan dibalik perselingkuhan yang dilakukan Selir Jin.

Makanya Raja menyuruh Da Xi untuk membuat seolah Selir Jin mati agar dia bisa melarikan diri. Shen Jia membekalinya dengan sebundel barang berharga dan meminta Selir Jin untuk pergi sejauh mungkin dari ibu kota dan jangan pernah kembali lagi.

Shen Jia lalu bertepuk tangan dan para pengawal langsung datang membawakan kekasihnya Selir Jin. Shen Jia berkata kalau Raja sudah memberikan izin agar mereka berdua menikah.


Shen Jia lalu memerintahkan seorang pengawal untuk memberikan sebuah kunci pada Selir Yin di penjara. Si pengawal memberinya petunjuk arah ke sebuah pintu yang akan membawanya keluar istana.

Dia meyakinkan bahwa luar pintu itu nanti, akan ada seseorang yang menunggunya. Setelah memastikan Selir Yin sudah keluar melalui pintu itu, Shen Jia pun membakar penjara itu untuk membuat seolah Selir Yin mati.


Sukses melakukan pekerjaannya, Shen Jia berbisik melaporkan semua itu pada Ji Man. Da Xi sampai penasaran, mereka bisik-bisik apa sih?

"Da Xi, kau berhasil mengeluarkan keempat selir itu dari istana. Tapi kau bertindak atas kemauanmu sendiri. Apa kau tidak takut kalau aku akan menghukummu karena memalsukan perintah Raja?"

"Lakukan saja apapun yang kau mau. Mereka semua sudah pergi, jadi kau tidak punya bukti. Apa kau tidak takut orang-orang akan menilaimu tidak adil dan tidak logis?"

"Pintar sekali kau. Gosip yang tersebara mengatakan bahwa wanita yang ada di sisi raja itu suka memaksa dan cemburuan. Dua selir mati dan dua lainnya menghilang. Apa kau tidak takut orang-orang akan menganggapmu jahat?"

"Kenapa aku musti takut? Aku memang suka memaksa dan cemburuan. Terus kenapa? Apa aku harus melihatmu dikelilingi para selirmu dan memanggil mereka saudaraku atau semacamnya?"


"Kau sangat tidak masuk akal. Kau lah yang membawa para selir itu kemari dan sekarang kau menyalahkanku?"

"Aku memang tidak masuk akal dan aku tidak suka berbagi."

"Baiklah. Apapun yang membuatmu bahagia. Aku janji mulai sekarang takkan pernah lagi membawa masuk wanita lain. Kau akan menjadi satu-satunya orang dalam hatiku dan di sisiku."

"Siapa juga yang memintamu berjanji? Lakukan saja semaumu. Aku tidak peduli."

Bersambung ke episode 16

Post a Comment

4 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam