Sinopsis Le Coup de Foudre Episode 4 - 3

 Sinopsis Le Coup de Foudre Episode 4 - 3

Qiao Yi tiba di rumah Yan Mo saat Yan Mo masih ganti baju. Tapi Qiao Yi penasaran, apakah kemarin Da Chuan ngasih minum miras itu ke Yan Mo. Da Chuan menyangkal Yan Mo sendiri yang meminumnya.


Tapi tetap saja, mereka kan masih SMA. Tidak baik kalau dia bawa miras. Apa Da Chuan merasa tidak bahagia belakangan ini? Apa terjadi sesuatu padanya?

"Mungkin aku lagi puber, makanya aku bingung."

Mendengar itu, Qiao Yi langsung memberikannya buku panduan kesehatana mental remaja yang kemarin diberikan Ayah.


Tepat saat itu juga, Yan Mo muncul... pakai kemeja putih dari yang biasanya cuma kaos putih. Qiao Yi dan Da Chuan sampai geli melihatnya.


Di rumah, Ibu lagi sibuk setrika sedangkan Ayah sedang santai nonton TV. Ibu menyuruhnya untuk memasak air, tapi Ayah malas dan berkata nanti saja setelah acara ini selesai. Bahkan saat Ibu menyuruhnya beli lampu baru, Ayah ngotot mau nyelesain nonton TV-nya.

Ibu kontan meledak ngomel-ngomel memarahi Ayah karena selama ini Ibu terus yang mengerjakan pekerjaan rumah. Apa Ayah tidak kasihan padanya?!

Tak mau kalah, Ayah langsung menggebrak meja dan memaksa Ibu duduk. Tapi walaupun kelihatannya marah, Ayah sebenarnya perhatian. Kesehatan Ibu kan kurang bagus, jadi jangan kebanyakan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau sampai terjadi sesuatu, Ayah bakalan jadi duda loh.


Ia lalu buru-buru keluar dengan alasan mau beli lampu baru. Tapi saat Guan Chao pulang tak lama kemudian, dia malah melihat Ayah lagi duduk di tangga depan rumah sambil menggalau ria. Guan Chao langsung duduk menemani Ayah. Dia bisa menduga kalau Ayah pasti lagi tengkar sama Ibu.

"Hei, kenapa yah serangga betina itu selalu menggigit serangga jantan?" Tanya Ayah.

"Karena menopouse."

"Biasanya sampai berapa lama?"

"Kudengar ada yang menderita sampai seumur hidup."

"Selama itu?... Kau menipuku. Dari mana kau barusan?"

"Kencan."

"Kencan?! Belajar nggak becus, berani sekali kau mengencari cewek?!... Cantik nggak?"


Tentu saja, dia bunga sekolah. Tapi Guan Chao tidak suka sama orang yang tidak mengenalnya. Ayah mengerti, memang tidak mudah bertemu seseorang yang bisa memahami kita. Contoh saja Ayah.

Ayah lebih muda daripada Ibu. Dulu Ayah memahami Ibu dengan baik, tapi sekarang, Ayah sama sekali tidak memahaminya. Ibu suka sekali memarahi Ayah belakangan ini. Dulu waktu mereka pertama kali menikah, Ibu tampak lemah lembut... Astaga! Ayah mendadak ingat.

"Hari ini ulang tahun pernikahan kami! Aku lupa!"

"Pantesan Ibu marah-marah. Ayah pasti tidak menyiapkan hadiah, kan?"


Ayah tiba-tiba punya ide bagus. Hadiah yang paling diinginkan wanita adalah kepatuhan. Jadi yang perlu Ayah lakukan hanyalah menuruti apapun keinginan Ibu.

"Ini adalah hadiah yang sudah kusiapkan untuk ibumu." Ujar Ayah sambil menunjukkan lampu yang baru dibelinya dengan bangga. Guan Chao cuma bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


Ayah langsung masuk rumah lalu dengan manisnya mengucap happy anniversary. Tapi Ibu masih saja diam.

"Sepertinya seseorang tidak mau bicara padaku. Sia-sia saja aku menyiapkan hadiah itu."

"Hadiah?"

"Ada di luar. Lihatlah."

Ibu akhirnya keluar kamar untuk melihat hadiahnya... dan langsung terharu (Pfft! Cuma karena lampu?). Ibu kira kalau Ayah lupa dengan ulang tahun pernikahan mereka. Maaf.

"Mana mungkin. Suamimu ini sangat memahamimu."

"Berapa lama kau menyiapkan hadiah ini?"

Hah? Ayah bingung, "tadi waktu aku keluar."


"Pembohong." Ibu tak percaya lalu mengeluarkan hadiahnya... yang berupa buku diary warna pink. Pfft! Itu kan buku diary-nya Guan Chao yang batal dikasih ke Miao Miao.

"Kau beli yang warna pink lagi, tidak malu apa. Tak kusangka ternyata kau pintar menulis."

Ayah tambah bingung. Tapi sedetik kemudian ia akhirnya mengerti siapa pelakunya. Di belakang Ibu, Guan Chao sedang menyita lampu yang tadinya mau Ayah hadiahkan ke Ibu. Ayah go with the flow aja dan langsung sumbar kalau ini mah belum mencapai level tertingginya.


Di toko, Qiao Yi bingung harus pilih dasi yang mana. Waktu dia tanya Yan Mo, Yan Mo malah jawab terserah saja. Qiao Yi akhirnya mencoba mencocokkan satu per satu hingga akhirnya dia memutuskan warna biru lah yang paling cocok untuk Yan Mo.

Dia lalu menyerahkan dasi itu untuk Yan Mo coba, tapi Yan Mo malah mengaku kalau dia tidak bisa pasang dasi. Terpaksa Qiao Yi yang harus membantu memasangkannya.

Dengan canggung dia mulai menaikkan kerah kemejanya Yan Mo, tapi dia mulai menikmatinya saat dia mengikat dasinya sambil bercerita tentang ibunya yang selalu memasangkan dasi ayahnya setiap hari kerja.


Ibunya selalu komplain kenapa Ayah tidak mau memasangnya sendiri. Tapi kemudian ayahnya mengaku padanya bahwa ia memang sengaja tidak belajar cara mengikat dasi biar bisa melihat ibu membantu memakaikannya setiap pagi. Ayah bilang kalau Ibu sangat lembut.

Dia santai saja cerita sambil senyum-senyum tanpa menyadari Yan Mo yang tampak semakin terpesona padanya. Dan itu lama-lama membuatnya jadi semakin gugup... hingga tiba-tiba saja dia melepaskan dasinya lalu kaburrrr. Wkwkwk!


Qiao Yi sampai bingung dibuatnya. Yan Mo larinya cepat banget lagi, dia sudah menghilang entah ke mana saat Qiao Yi berusaha mengejarnya. Di tengah jalan, Qiao Yi tiba-tiba melihat sebuah kaos putih gambar Tom and Jerry yang menarik perhatiannya.


Yan Mo pulang dalam keadaan linglung dan masih gugup. Saat tengah berusaha menenangkan dirinya, tiba-tiba dia tertarik melihat buku Panduan Kesehatan Mental Remaja yang tergeletak di meja.

Yan Mo langsung membuka-buka buku itu hingga pada sebuah bab yang membahas tentang tanda-tanda berbahaya di antara hubungan cowok dan cewek.

Yang pertama adalah seringnya interaksi antar kedua lawan jenis. Kedua adalah adanya rahasia dalam hubungan mereka. Ketiga adalah saat kita merasa cemburu saat orang itu berinteraksi dengan lawan jenis. Dan yang keempat adalah orang itu selalu membuatmu memikirkannya.

Pfft! Apakah semuanya itu yang dirasakan Yan Mo? Belum juga dia menenangkan perasaannya, tiba-tiba saja Qiao Yi muncul lagi di hadapannya.
 

Karena tidak jadi beli dasi, Qiao Yi akhirnya membelikan kaos gambar Tom and Jerry itu untuknya. Tapi Yan Mo malah cuma menatapnya lama dan intens sampai membuat Qiao Yi jadi canggung.

"Lelaki remaja dalam buku itu nantinya akan menjadi pria dewasa dan berubah menjadi seseorang yang sesuai harapan orang lain. Tidak mudah baginya tetap setia pada cintanya setelah dia menjadi pria. Logikanya Zhao Qiao Yi adalah jangan pernah mengutarakan pikiranmu jika kau tidak menyukai sesuatu. Dia juga mengajariku logika aneh lainnya, jangan mengutarakan pikiranmu juga jika kau menyukai sesuatu." Ujar Yan Mo dalam narasinya.

Epilog:


Malam itu saat Yan Mo mabok, Da Chuan tidak bisa tidur gara-gara Yan Mo nyerocos terus kayak burung beo. Dia bahkan membaca sebuah puisi dengan gaya dramatis sampai membuat Da Chuan stres.

"Mo! Sekarang jam dua subuh. Kita sudah main seharian dan kau mabuk. Tidak baik untuk kesehatanmu kalau kau tidak tidur sekarang."

"Itu masuk akal. Aku akan tidur." Ujar Yan Mo lalu pergi sambil melompat-lompat. Da Chuan akhirnya bisa tidur.

Bersambung ke episode 5

0 komentar

Post a Comment