Tuesday, March 19, 2019

Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 5 - 2

Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 5 - 2


Si Bai dan Xiao Ding tiba tak lama kemudian. Saat penjaga menhadang mereka, Xiao Ding terlebih dulu menunjukkan lencananya dan Si Bai langsung nyelonong masuk.

Kapal akhirnya berangkat dan pesta dimulai. A diam-diam memasukkan obat ke dalam gelas campagne lalu memberikannya ke Manager yang saat itu lagi flirting dengan Direktur He.


Seorang pria muda menyapa seorang kepsek dan memuji kehebatan kepsek dalam meningkatkan donasi yayasan anak-anak mereka.

A dengan sengaja mendekati mereka lalu menyenggol si pria muda hingga gelas yang bawanya tak sengaja tumpah ke baju kepsek dan membuat kepsek terpaksa harus ke toilet untuk membersihkan bajunya. A langsung menyusul masuk lalu menodongkan pistol ke kepsek.


R masuk ke ruang mesin dan langsung mengancam dua orang teknisi dengan pistolnya, R pun sukses menguasai ruang kontrol CCTV dan menyambungkan koneksinya dengan satelit.


Manager meletakkan gelas campagne-nya lalu pergi, mengisyaratkan Direktur He untuk mengikutinya. Mereka pun masuk kamar untuk bermesraaan, tapi si manager pingsan dengan cepat.

Direktur He sampai heran melihat manager pingsan. L mendadak muncul dari belakangnya dan langsung membekap Direktur He sampai pingsan.


Di luar, A menghampiri salah satu pegawai yayasan - Tuan Zhang yang sedang marah-marah di telepon lalu menodongnya dengan pistol.


Sementara itu, Xiao Zhuan mendapati R meretas sistem satelit komunikasi untuk mengontrol sistem transportasi kota. Xiao Zhuan langsung cemas dengan rencana R. Jangan-jangan dia...


R selesai dengan peretasannya. Sekarang giliran A muncul dan terlebih dulu dia meminta semua tamu untuk berkumpul di geladak kapal untuk menyaksikan pertunjukkan selanjutnya.

Dia lalu muncul di berbagai TV di seluruh kota dan dengan antusias berkata kalau dia punya permainan menarik yang akan dimulai sebentar lagi.


Han Chen dan Jin Xi berkeliling geladak mencari keberadaan orang-orang yang mencurigakan sampai akhirnya melihat A pakai topeng di depan. Mereka pun bergegas mengejarnya. Si Bai melihat mereka dan langsung ikut mengejar.

Di tempat lain, seorang petugas pengawas maritim panik saat menyadari kapal pesiar itu mendadak menghilang dari radar.


Han Chen dan Jin Xi terus mengejar A saat tiba-tiba bom meledak di belakang mereka. Semua orang sontak panik.

Para nahkoda kapal pun panik karena seluruh sistem komunikasi mereka terputus. Bahkan kemudi manual mereka juga tidak jalan, sistem mereka sudah diretas sepenuhnya.

 

A muncul di layar monitor kapal dan mengumumkan bahwa mereka sedang diculik sekarang ini. Semua orang sontak berlarian panik, tapi A menhadang mereka dengan ledakan lain.


Di kantor polisi, Wen Long lagi-lagi menerima laporan adanya ledakan di area lain. Tapi Xiao Zhuan melapor kalau semua itu palsu. Semua itu cuma untuk mengalihkan perhatian mereka.

Dia lalu melapor tentang R yang meretas sistem satelit kapal pesiar dan ledakan yang baru saja terjadi di kapal itu. Xiao Zhuan yakin inilah tujuan utama R meretas satelit agar dia bisa menyiarkan kejadian ini di seluruh kota.

Dia juga sudah memberitahu Han Chen dan Jin Xi tadi, entah apakah sekarang mereka berada di kapal itu atau tidak.

R tahu kalau dia sedang dilacak dan dengan sengaja berbagi informasi dengannya tentang banyaknya bom yang terpasang di jembatan yang menghubungkan pusat kota dengan dermaga untuk mencegah mereka mencari lokasi kapal itu.


Untunglah Jin Xi dan Han Chen baik-baik saja, tapi kemudian mereka mendengar suara-suara dari belakang. Mereka kontan bersiap dengan pistol-pistol mereka untuk mengecek keadaan, tapi malah mendapati mereka adalah Si Bai dan Xiao Ding yang kakinya terluka gara-gara ledakan.

"Kenapa kalian berdua bisa ada di sini?"

"Aku melihatmu dan Han Chen bergegas pergi, lalu aku menanyakannya ke Xiao Ding dan ikut dengannya untuk mencari kalian."

Mereka lalu memapah Xiao Ding ke tempat lebih aman untuk mengobati lukanya.


Wen Long heran. Sejak saat sindikat itu muncul, mereka langsung mengerahkan banyak sekali polisi untuk mencari keberadaan mereka. Tidak mungkin mereka bisa punya waktu untuk memasang begitu banyak bom di jembatan... kecuali mereka sudah memasangnya sejak sekitar 2 bulan yang lalu saat jembatan itu sedang di-maintenance.

Wen Long langsung menyuruh Xiao Zhuan terus melacak R, sementara dia sendiri menelepon seseorang dan memberinya berbagai perintah untuk menghubungi tim maritim untuk melacak keberadaan kapal dan juga menghubungi perusahaan listrik untuk mematikan listrik di seluruh kota agar Sindikat Alfabet tidak bisa menyiarkan insiden kapal itu dan juga menyuruh tim gegana ke jembatan.


Beberapa polisi datang untuk mengabarkan laporan dari tim pengawas maritim bahwa kapal pesiar itu menghilang dari radar, bahkan semua kontrol ke kapal itu sudah diblokir. Sudah pasti itu ulah R yang mengacaukan sinyal.

"Kau tetap di sini untuk menangani R, kau harus menghentikannya agar kita bisa mengontak kapal itu lagi." Perintah Wen Long lalu pergi.


Xiao Zhuan ditelepon Lao Dao tak lama kemudian. Dia dan Cold Face tadi dapat laporan tentang adanya seseorang yang mirip A. Gambaran orang itu memang mirip A, tapi dia sudah menghilang lagi.

Xiao Zhuan langsung membentaknya kesal, mereka sudah kena tipu. Sekarang ini ada banyak bom di jembatan dan Wen Long sedang menuju ke sana dan tim maritim sudah diberangkatkan untuk mencari keberadaan kapal pesiar yang menghilang dari radar itu.

Mendengar itu, Lao Dao dan Cold Face pun langsung bergegas pergi ke dermaga dan siaran TV di seluruh kota mendadak mati.


Dalam siarannya, A memperlihatkan 6 orang yang tadi mereka tangkap (L menyamar diantara ke-6 korban itu).

A mengklaim kalau ke-6 orang ini adalah orang-orang munafik yang sudah menyakiti banyak orang. Karena itulah, A akan memperlihatkan video untuk mengekspos siapa orang-orang ini sebenarnya.

"Jika ada polisi di antara para penonton, maka di video itu akan ada informasi terkait kasus 5 tahun yang lalu."


Siaran langsung berganti jadi video rekaman candid saat Direktur He, Tuan Zhang dan L mendiskusikan acara pesta ini. Mereka ngotot kalau pesta ini harus tetap berlangsung karena banyaknya keuntungan yang akan mereka dapatkan dari acara ini.

Saat Direktur He menanyakan tentang kepsek yang merupakan maskot proyek mereka ini, Tuan Zhang memberitahu bahwa kepsek ngotot menolak. Dia baru akan mau tanda tangan jika mereka memberinya meja baru untuk sekolahnya. Tapi dia menolak mempromosikan event ini.

"Jika bukan karena kita menginginkannya sebagai maskot untuk menipu orang lain bahwa ini adalah proyek amal, siapa juga yang mau bicara dengannya?!" Gerutu Tuan Zhang. Dia meyakinkan Direktur He kalau dia pasti akan menangani kepsek itu.


Dalam perjalanan ke jembatan, Wen Long tanya apakah Sindikat Alfabet meminta tebusan untuk aksi penculikan mereka? Petugas bilang tidak, sindikat itu malah belum menghubungi polisi sama sekali, mereka juga tidak menghubungi media dan tidak menuntut apapun.

Orang-orang di kapal disuruh menonton siaran dan mereka berjanji tidak akan membunuh siapapun.

Seorang anak buahnya menemukan sebuah foto kapal itu sebelum ledakan terjadi dan Han Chen terlihat di sana. Sudah pasti Han Chen dan Jin Xi ada di dalam kapal itu.

Cemas, Wen Long langsung memberi perintah untuk menghubungi tim maritim dan suruh mereka segera melakukan pencarian. Kapal itu baru berlayar beberapa kilometer, mereka pasti bisa menemukannya.


Lao Dao dan Cold Face terjebak macet gara-gara jembatan ditutup dan cuma ini satu-satunya jalan. Lao Dao ngomel-ngomel panik sampai membuat Cold Face kesal sendiri.

Cold Face memikirkan sesuatu. Saat melihat kereta lewat, mereka pun langsung bergegas ke stasiun kereta. Tapi bahkan di sana pun, mereka diberitahu bahwa hanya subway line 3 yang beroperasi hari ini.

Kereta tiba tak lama kemudian, tapi Cold Face tak segera masuk karena mungkin merasa ada yang aneh. Tapi karena Lao Dao membentaknya untuk segera masuk, Cold Face pun cepat-cepat masuk.


A kembali ruang pengawasan dan memberitahu R kalau dia sudah menyembunyikan ke-6 orang itu. R dengan antusias memberitahu kalau dia sudah mengontrol semua transportasi di seluruh kota.

"Ikan sudah memakan umpannya. Sekarang, saatnya pertunjukkan."


Jin Xi dan Han Chen berjaga sementara Si Bai mengobati kakinya Xiao Ding. Tiba-tiba A muncul lagi di layar lalu memperlihatkan ke-6 tawanannya. Satu per satu, mereka memperkenalkan identitas mereka masing-masing, termasuk L yang memperkenalkan dirinya sebagai akuntan yayasan.

Setelah itu terdengar suara ledakan walaupun dari suaranya, ledakan kali ini tidak sekeras sebelumnya. A lalu muncul kembali di layar untuk mengumumkan aturan permainan ini.

"Kalian hanya punya waktu 30 menit untuk menemukan ke-6 orang ini. Jika tidak, maka bom lain akan meledak. Waktu dimulai sekarang."


Sesampainya di jembatan, Wen Long mendapat laporan tentang para warga yang mengeluhkan listrik mati. Wen Long tidak peduli, lagipula mereka hanya akan mematikan listrik sebentar. Yang penting sekarang adalah menangkap para teroris itu.

"Dari interaksi A dengan orang-orang di kapal, sepertinya itu siaran langsung. Xiao Zhuan tadi bilang kalau R meretas sistem satelit. Kurasa itu untuk persiapan siaran langsung ini. Apa sebenarnya Yayasan Impian Anak itu?"

Petugas melapor kalau itu adalah sebuah yayasan yang didirikan sekitar 2 tahun yang lalu untuk membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu dan telah banyak membantu anak-anak kurang mampu menyelesaikan pendidikan mereka. Petugas lain melapor bahwa tim gegana sudah datang untuk mencari bom-bom itu.

Bersambung ke episode 6

0 komentar

Post a Comment

Hai, terima kasih telah berkunjung. Tinggalkan komentar kalian, yah ^^