Sinopsis Boss and Me episode 22

Sinopsis Boss and Me episode 22


Liu Liu bertanya pada Shan Shan, apakah Feng Teng tidak pernah datang ke rumah sakit karena Feng Teng tahu kalau Shan Shan masih merahasiakan hubungan mereka dari keluarganya? Shan Shan membenarkannya dan karena masalah inilah, Feng Teng sekarang marah padanya.

Menurut Liu Liu kemarahan Feng Teng sebenarnya adalah sesuatu yang baik karena kalau Feng Teng marah itu artinya Feng Teng peduli pada Shan Shan. Kalau dia jadi Feng Teng juga pasti dia akan marah pada Shan Shan. Shan Shan bertanya, apakah menurut Liu Liu keputusannya untuk merahasiakan hubungannya dengan Feng Teng dari kedua orang tuanya, itu salah?

Menurut Liu Liu, dalam sebuah hubungan memang cukup sulit untuk menjelaskan apakah tindakan Shan Shan itu salah atau benar. Tapi bagaimanapun juga, Liu Liu prihatin pada Shan Shan karena kedua orang tua Shan Shan adalah orang-orang yang sangat tradisional dan sangat berbeda dari ibunya.

Kalau kedua orang tua Shan Shan tahu Shan Shan pacaran dengan bos mereka pasti akan sangat cemas dan takut Shan Shan akan terluka karena perbedaaan status mereka yang sangat jauh dan mungkin saja kedua orang tua Shan Shan akan memaksa Shan Shan kembali ke kampung halaman mereka.


Setelah itu, Shan Shan pergi ke apartemennya Feng Yue yang selama beberapa hari ini ditempati oleh keluarganya untuk membantu pelayan disana membersihkan apartemen itu. Awalnya pelayan berusaha menolak bantuan Shan Shan tapi karena Shan Shan terus ngotot ingin membantu, akhinya pelayan membiarkan Shan Shan membantunya membersihkan apartemen itu.

Saat pelayan sedang membersihkan kamar mandi, dia langsung panik karena salah satu gelas kristal disana menghilang. Pelayan itu cemas karena gelas itu adalah gelas kristal mahal yang dibeli Yan Qing di Eropa. Kalau Feng Yue sampai tahu gelas kristal itu menghilang maka gajinya bulan depan pasti akan dipotong.


Saat Shan Shan melihat label harganya, dia langsung kaget karena harga gelas itu setengah dari gaji bulanannya. Karena gelas kristal itu menghilang di kamar yang ditempati oleh bibi Xue, Shan Shan langsung curiga pasti bibi Xue yang mengambil gelas kristal itu.


Shan Shan pun cepat-cepat menelepon keluarganya untuk menanyakan gelas kristal itu. Dan sepertinya Shan Shan tidak perlu cemas terlalu lama karena mama Xue memberitahu Shan Shan bahwa dia sudah terlebih dulu menemukan gelas kristal yang dicuri bibi Xue (karena gelas itu dipajang di lemari ruang tamu) dan dia juga sudah memaketkan gelas kristal itu.


Malam harinya, Shan Shan makan mie daging sapi seorang diri. Tapi entah mengapa kali ini Shan Shan merasa mie-nya tidak enak. Shan Shan bertanya-tanya apakah mie ini sekarang terasa tidak enak karena selama ini sudah terbiasa makan makanan mewah?

Saat dia melihat gelas minumannya, dia jadi teringat dengan gelas kristal yang dicuri bibi Xue. Shan Shan menyadari bahwa bahkan satu gelas kristal itupun mampu mengingatkannya akan perbedaan status keluarga Feng dengan keluarga Xue. Bagi keluarga Feng, gelas kristal hanyalah sebuah gelas biasa tapi bagi keluarga Xue gelas itu adalah harta benda yang berharga.

Shan Shan berniat untuk menelepon Feng Teng tapi karena dia takut kalau Feng Teng akan salah paham, akhirnya ia memutuskan untuk menelepon pada Feng Yue saja.


Feng Yue sedang makan malam bersama Feng Teng dan yang lainnya saat Shan Shan meneleponnya dan meminta maaf atas insiden pencurian gelas kristal itu. Feng Yue meyakinkan Shan Shan untuk tidak meminta maaf karena dia sama sekali tidak mempermasalahkannya karena itu cuma sebuah gelas kristal.


Feng Yue lalu memberitahu Feng Teng dan yang lainnya tentang bibi Xue yang mengambil gelas kristal di apartemennya tapi keluarganya Shan Shan sudah mengirimkan gelas itu kembali. Feng Yue sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, hanya saja dia tidak terlalu menyukai bibinya Shan Shan apalagi pacarnya Liu Liu yang bernama You Cheng Hao itu.

Begitu menyadari kalau dia keceplosan mengejek keluarganya Shan Shan, Feng Yue berusaha menjelaskan pada Feng Teng bahwa itu hanya opininya terhadap bibinya Shan Shan saja, bukan berarti dia menganggap Shan Shan orang yang sama dengan bibinya. Menurut Feng Yue, Liu Liu juga tampak agak pendiam dan sangat penurut, mungkin dia seperti itu karena pengaruh ibunya.

Feng Teng cuma terdiam dan tampak agak kesal mendengarkan semua ucapan Feng Yue. Menyadari ekspresi Feng Teng, Yan Qing pun langsung cepat-cepat menyuapkan makanan untuk menutup mulut Feng Yue.


Setelah makan malam, Feng Teng merenung di ruang kerjanya dan mengingat kembali apa yang pernah Shan Shan katakan padanya tentang Liu Liu.


[Flashback] Shan Shan memberitahu Feng Teng bahwa Liu Liu adalah seorang gadis yang sangat pintar. Tapi karena dia anak adopsi, bibi Xue selalu memperlakukan Liu Liu sebagai anak yang harus selalu menuruti perintahnya dan karenanya sering kali Liu Liu tidak bisa membuat keputusannya sendiri. Segala hal dalam hidup Liu Liu, mulai dari apa yang harus dia baca, jurusan apa yang harus diambilnya waktu kuliah dan bahkan dalam masalah cinta pun, semuanya diatur oleh bibi Xue.


Yan Qing datang untuk menjelaskan bahwa Feng Yue sama sekali tidak bermaksud buruk dengan perkataannya tadi, insiden pencurian gelas itu sama sekali tidak akan merubah pandangan Feng Yue terhadap Shan Shan. Feng Teng tahu itu karena itulah dia tidak mempermasalahkan kata-kata Feng Yue tadi.


Tapi ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Yan Qing "Apa kau pernah berpikir untuk putus dengan Feng Yue?"

Yan Qing mengaku sejujur-jujurnya bahwa dia memang pernah berpikir seperti itu. Jika dia putus dengan Feng Yue maka dia akan terlepas dari situasi yang sangat melelahkannya ini karena tapi pada saat yang bersamaan jika dia benar-benar putus dengan Feng Yue maka dia akan sangat terluka.

Karena itulah, Yan Qing tetap bertahan disisi Feng Yue walaupun dia harus menahan diri mendengarkan ocehan orang-orang yang ingin mereka putus. Yan Qing ingin membuktikan pada semua orang termasuk Feng Teng bahwa dia adalah pria yang bisa Feng Yue percayai seumur hidup. Mendengar itu, Feng Teng berharap semoga Shan Shan juga bisa menjadi berani seperti Yan Qing.


Keesokan harinya di kantor, Shan Shan kaget mendengar rekan-rekannya menggosipkan foto yang Zheng Qi upload di sosmed-nya, foto itu memperlihatkan Zheng Qi sedang berpose dengan seorang seniman wanita yang cantik. Mereka tidak menyangka Zheng Qi akan secepat ini berpaling dari Li Shu padahal baru 2 hari yang lalu Zheng Qi bilang kalau dia pacaran dengan Li Shu.


Shan Shan jadi cemas pada Li Shu, apakah Li Shu terlihat resah waktu itu gara-gara Zheng Qi melirik wanita lain? Shan Shan ingin menanyakan masalah ini pada Feng Teng tapi saat dia ingat kalau dia dan Feng Teng saat ini sedang perang dingin, akhirnya dia melupakan niatnya itu.


Zheng Qi menemui Feng Teng karena perusahaan saat ini sedang mengalami masalah penting. Ada sebuah perusahaan software bernama Bina di Seattle-Amerika yang tiba-tiba saja menuntut Windgroup atas hak paten aplikasi Life Energy yang mereka klaim sebagai milik mereka. Zheng Qi tidak terima dengan tuntutan ini dan meminta Feng Teng untuk tidak berkompromi dengan perusahaan itu karena Life Energy murni hasil kreasi dan kerja keras Windgroup. Feng Teng tahu itu dan karenanya dia meyakinkan Zheng Qi untuk tidak mencemaskan masalah itu.


Ngomong-ngomong masalah Life Energy, Feng Teng bertanya kenapa Zheng Qi meng-upload foto mesranya bersama seorang seniman wanita cantik di sosmed? Saat Zheng Qi protes karena Feng Teng membicarakan masalah pribadinya di kantor, Feng Teng pun langsung mengajak Zheng Qi keluar untuk bermain basket sambil menuntut penjelasan Zheng Qi tentang apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Li Shu?


Zheng Qi berkata bahwa saat ini dia dan Li Shu sedang dalam masa menenangkan diri masing-masing. Feng Teng heran mendengarnya karena mereka belum lama pacaran, lagipula mana mungkin Li Shu akan memaklumi foto mesra yang Zheng Qi upload itu. Dengan kesal, Zheng Qi akhirnya mengaku kalau Li Shu dan dia sebenarnya tidak pernah pacaran. Li Shu mengatakan kalau mereka pacaran hanya demi menarik perhatian Feng Teng padanya dan membuat Feng Teng cemburu.

Terlepas dari apapun yang Zheng Qi katakan tentang hubungannya yang sebenarnya dengan Li Shu, tapi Feng Teng bisa melihat kalau Zheng Qi mencintai Li Shu karena itulah Feng Teng percaya kalau Zheng Qi pasti bisa mendapatkan hati Li Shu dan membuat hubungan palsu mereka jadi kenyataan.


Pulang kerja, Shan Shan menemui Li Shu di toko buku untuk memperlihatkan foto mesra Zheng Qi bersama seniman wanita itu dan bertanya cemas apakah li Shu sudah melihat foto ini? Tapi saat Li Shu melihat foto itu, Shan Shan menyadari kalau Li Shu pasti baru melihat foto itu sekarang.

Menyadari kesalahan yang diperbuatnya dengan memperlihatkan foto itu ke Li Shu, Shan Shan langsung mengomlei dirinya sendiri dan meminta maaf pada Li Shu karena dia melakukan ini karena dia mencemaskan Li Shu. Shan Shan berusaha menenangkan Li Shu karena dia yakin kalau Zheng Qi pasti punya alasan tertentu yang membuatnya melakukan hal ini lagipula pria dan wanita foto bersama itu hal biasa.

Walaupun awalnya terlihat kaget dan kesal tapi kemudian Li Shu bersikap sok cuek dan menyatakan kalau dia tidak peduli dengan foto itu karena dia dan Zheng Qi sudah putus.


"Kenapa putus?" tanya Shan Shan kaget

Karena Feng Teng, jawab Li Shu. Dan saat Shan Shan shock mendengarnya, Li Shu menyatakan kalau dia cuma bercanda.


Tapi dia serius tentang putusnya hubungannya dengan Zheng Qi. Li Shu beralasan kalau mereka putus karena Zheng Qi masih belum menetapkan hati pada satu wanita sementara dia menginginkan seorang pria yang mampu menjalani hubungan yang stabil seperti hubungan Shan Shan dan Feng Teng. Membicarakan tentang hubungannya dan Feng Teng, Shan Shan bertanya pada Li Shu, apakah menurut Li Shu Feng Teng benar-benar pria yang baik untuknya dalam segala aspek?

"Tentu saja" jawab Li Shu "Jika tidak, apa kau merasa pada diri Feng Teng ada yang tidak cocok denganmu?"

Saat Shan Shan bingung menjawabnya, Li Shu langsung curiga jangan-jangan ada masalah antara Shan Shan dan Feng Teng tapi Shan Shan cepat-cepat menyangkalnya.


Di rumahnya, Shan Shan merenung sedih memikirkan perang dingin yang terjadi padanya dan Feng Teng selama 3 hari ini. Selama mereka prang dingin, Feng Teng sama sekali tidak menghubunginya ataupun memberinya kabar apapun. Shan Shan menyadari kalau Feng Teng pasti sangat kecewa padanya tapi apa yang harus dilakukannya agar dia bisa menjadi pendamping yang layak untuk Feng Teng? Shan Shan tidak mau bersikap seperti orang yang tidak tahu malu dengan tiba-tiba mendatangi Feng Teng dan menyatakan kalau dia tidak mau putus dan ingin terus bersamanya.


Pada saat yang bersamaan, Feng Teng seorang diri di apartemennya. Ia menatap makan malamnya dengan sedih saat ia teringat saat-saat bahagianya makan bersama Shan Shan.


Sementara itu di kediaman keluarga Feng, Feng Yue dan Yan Qing sedang menimang bayi mereka saat tiba-tiba Feng Yue menyadari ada yang aneh dengan Feng Teng dan Shan Shan akhir-akhir ini. Akhir-akhir ini Shan Shan tidak pernah datang dan setiap kali dia menyebut nama Shan Shan didepan Feng Teng, wajah Feng Teng langsung terlihat memburuk. Yang lebih anehnya lagi, setelah pulang dari Inggris Feng Teng tidak mengunjungi keluarganya Shan Shan di rumah sakit.


Menyadari hubungan Feng Teng dan Shan Shan sedang bermasalah, Li Shu bertanya-tanya kenapa hubungan mereka bermasalah sekarang saat dia sudah memutuskan untuk tidak lagi mencintai Feng Teng?


Si seniman wanita itu mendatangi Zheng Qi di apartemennya dengan membawa sebuah lukisan. Seniman itu beralasan bahwa dia datang untuk memberikan sebuah lukisan yang dia lukis khusus untuk Zheng Qi.

Dan setelah meletakkan lukisannya diatas meja, dia langsung berkeliling apartemen Zheng Qi dan memberitahu Zheng Qi bahwa dia menyukai rumah Zheng Qi ini karena segala hal di rumah Zeng Qi ini benar-benar sesuai dengan style-nya. Zheng Qi langsung tahu apa sebenarnya maksud kedatangan wanita itu tapi karena dia tidak menyukai wanita itu, Zheng Qi pun langsung cepat-cepat mengusirnya dengan cara halus.


Setelah wanita itu pergi, Zheng Qi mematikan lampu rumahnya dan termenung mengingat saat-saat bahagianya bersama Li Shu di Inggris.

Keessokan harinya di kantor, para petinggi perusahaan sedang meeting untuk mendiskusikan masalah tuntutan hukum yang dilayangkan oleh perusahaan Bina pada Windgroup. Masalah ini cukup mempengaruhi penjualan produk ponsel mereka di Amerika dan perusahaan ponsel Fullerton (partner Windgroup di Amerika) juga turut mengalami masalah. Pihak Fullerton telah memberi mereka ultimatum bahwa mereka harus menyelesaikan masalah ini dalam waktu seminggu karena Fullerton dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan produk ponsel baru.


Yan Qing menyarankan agar mereka menyelesaikan masalah ini dengan cara negosiasi saja. Tapi Zheng Qi tidak setuju, karena Life Energy adalah hasil riset dan pengembangan Windgroup sendiri dan kalau mereka bernegosiasi, itu sama artinya mereka mengaku kalau Life Energy milik Windgroup adalah hasil jiplakan. Feng Teng akhirnya memerintahkan beberapa direktur untuk segera mencari bukti-bukti yang akan mereka gunakan untuk melawan perusahaan Bina.


Kabar Windgroup digugat oleh perusahaan Bina menyebar dengan cepat pada semua pegawai termasuk Shan Shan. Rekan-rekan Shan Shan mencemaskan Zheng Qi dan hanya Shan Shan yang mencemaskan Feng Teng.


Kiriman paket berisi gelas kristal yang dicuri bibi Xue akhirnya tiba. Shan Shan pun langsung menelepon Feng Yue untuk memberitahu bahwa dia ingin mengembalikan gelas itu, Shan Shan juga ingin mentraktir Feng Yue sebagai permintaan maaf. Feng Yue yang kebetulan sedang bosan, langsung menerima tawaran itu dengan senang hati. Karena Feng Yue juga ingin shopping jadi dia menyarankan agar mereka mengajak Li Shu juga.


Saat mereka sedang shopping di mall, Yan Qing tiba-tiba menelepon Feng Yue untuk memberitahu kalau dia tidak akan bisa datang untuk menjemput mereka karena dia harus kembali ke kantor untuk mengurusi masalah tuntutan hukum itu. Feng Yue sangat kesal dengan perusahaan itu, dia yakin kalau perusahaan Bina itu adalah perusahaan penipu. Tapi Feng Yue sama sekali tidak cemas akan masalah tuntutan hukum ini, karena kalau Feng Teng masih membiarkan mereka untuk bersenang-senang itu artinya masalah ini bukan masalah besar.


Feng Yue tidak mau pulang dengan taksi dan karena Li Shu juga tidak bawa mobil, Feng Yue akhirnya menelepon Feng Teng. Feng Yue memberitahu Feng Teng kalau dia sedang shopping bersama Li Shu dan Shan Shan dan meminta Feng Teng menjemput mereka. Saat Feng Yue memberitahu mereka bahwa Feng Teng bersedia menjemput mereka, Shan Shan langsung panik ingin menghindari pertemuan dengan Feng Teng tapi Feng Yue dan Li Shu langsung menyeretnya untuk meneruskan acara shopping mereka.


Mereka mendatangi sebuah toko sepatu dimana Li Shu meminta Shan Shan untuk mencoba sepasang sepatu boot. Shan Shan pun langsung mencobanya tapi dia merasa sepatu itu sangat sesak dan sulit dilepas. Saat Shan Shan melihat ukuran sepatunya barulah dia menyadari kalau ukuran sepatu itu kekecilan 2 nomor.

Li Shu dan Feng Yue menyuruh Shan Shan untuk tidak panik dan menunggu sales datang untuk membantunya saja. Tapi Shan Shan tidak mau menunggu sales dan terus berusaha melepas sepatu boot itu dengan panik karena sebentar lagi Feng Teng akan datang.


Hmmm... ekspresinya Li Shu mencurigakan, kayaknya dia sengaja menyuruh Shan Shan mencoba sepatu boot yang kekecilan itu. Sepertinya Li Shu sengaja membuat Shan Shan bertemu Feng Teng karena saat Feng Teng menelepon Feng Yue untuk memberitahu bahwa dia sudah menunggu mereka di luar, Li Shu langsung menyuruh Feng Yue untuk meminta Feng Teng masuk dan menemui mereka di toko.


Shan Shan semakin panik saat Feng Teng mau datang ke toko. Saat Feng Teng sudah semakin mendekati toko, Shan Shan berusaha melarikan diri dengan sepatu boot itu tapi Li Shu cepat-cepat menahannya sampai Feng Teng akhirnya tiba di toko dan melihat Shan Shan hanya memakai satu sepatu boot.

"Kenapa kau hanya memakai satu boot?" tanya Feng Teng

"Boot ini kekecilan, aku tidak bisa melepaskannya"

Feng Teng pun langsung berlutut untuk melepaskan sepatu boot itu dari kaki Shan Shan.


Setelah boot itu terlepas dari kaki Shan Shan, Feng Teng pun langsung beranjak bangkit tapi Shan Shan tiba-tiba melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk Feng Teng dan bertanya, apakah Feng Teng masih marah padanya?


Feng Teng tidak mau menjawabnya malah menyuruh Shan Shan untuk melepaskan pelukannya. Saat dia berusaha melepaskan tangan Shan Shan darinya, Shan Shan malah memeluknya makin erat. Feng Teng akhirnya menyerah dan mengajak Shan Shan bicara berdua di luar saja dan menyuruh Li Shu dan Feng Yue untuk pulang duluan.


Saat mereka tiba di tempat yang sepi, Shan Shan berterima kasih atas bantuan Feng Teng barusan dan meminta maaf karena dia tidak memberitahukan hubungan mereka pada keluarganya dan rekan-rekan di kantor. Shan Shan mengaku bahwa dia melakukan itu karena dia merasa jarak diantara mereka terlalu jauh.

Shan Shan tidak pernah berpikir kalau mereka akan berpisah tapi dia tidak pernah berpikir kalau hubungan mereka akan punya masa depan. Bukan karena dia tidak yakin pada Feng Teng, dia hanya tidak yakin pada dirinya sendiri. Shan Shan selalu takut setiap kali dia mendengar rekan-rekannya menggosipkan tentang dirinya yang menurut mereka tidak pantas untuk Feng Teng.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Xue Shan Shan, jarak diantara kita akan selalu ada. Lalu apa kau akan terus tidak yakin pada dirimu sendiri?"

Shan Shan mengatakan bahwa dia sudah membuat sebuah keputusan, yaitu dia bertekad untuk lulus CPA. Shan Shan menyadari bahwa dia dan Feng Teng memiliki perbedaan yang sangat besar dalam masalah penampilan ataupun latar belakang keluarga, semua ini adalah perbedaan yang tidak akan pernah bisa Shan Shan ubah.

Tapi Shan Shan akan bekerja keras untuk meningkatkan karirnya. Walaupun dia tidak bisa menjadi orang terbaik bagi Feng Teng tapi dia akan berusaha keras untuk menjadi dirinya yang terbaik untuk Feng Teng.


Bersambung ke episode 23

Post a Comment

1 Comments

  1. min nnti setelah sinopsis ini selesai,bikin sinopsisnya best lover sama my love from the ocean dong

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam