Sinopsis Boss and Me episode 13

Sinopsis Boss and Me episode 13


Seluruh anggota keluarga Xue tengah berkumpul makan malam bersama. Saat kakek Xue memuji Shan Shan karena telah berhasil membuat banyak uang saat dia bekerja di Shanghai, bibi Xue dengan angkuhnya berkata kalau Shan Shan hanyalah orang bodoh yang beruntung saja diterima bekerja di perusahaan besar.

Saat Shan Shan memberitahu keluarganya kalau ingin pindah dari rumah Shuang Yi, mama Xue menyarankan agar Shan Shan tinggal saja bersama Liu Liu. Tapi bibi Xue langsung menolak ide itu karena Liu Liu akan segera menikah dengan Cheng Hao. Hah?

Bibi Xue dengan gaya angkuhnya memberitahu mereka bahwa orang tua Cheng Hao sudah membelikan sebuah villa mewah untuk mereka tinggali setelah mereka menikah nanti. Shan Shan sangat tercengang mendengar berita pernikahan ini dan Liu Liu tampak tak nyaman dengan pengumuman pernikahan itu walaupun dia tidak mengatakan apapun untuk membantahnya.


"Shan Shan, bagaimana denganmu, apa kau sudah punya pacar?"

Shan Shan langsung membeku mendengar pertanyaan itu. Dan saat dia cuma terdiam, papa Xue dan mama Xue langsung menjawabnya untuk Shan Shan, bahwa saat ini Shan Shan masih terlalu muda jadi dia harus berkonsentrasi dulu dengan karirnya. Tapi jawaban mereka itu malah membuat bibi Xue semakin bersemangat mengejek dan membanding-bandingkan Shan Shan dengan Liu Liu. (wiiiih... ga tahu dia kalau Shan Shan udah punya pacar yang lebih segala-galanya dari Cheng Hao)


Li Shu membawa ibunya berkunjung ke kediaman keluarga Feng. Li Shu cemas dengan kesehatan ibunya tapi ibunya tetap bersikeras tidak mau berobat ke rumah sakit.


Saat Li Shu pergi ke dapur untuk membuatkan ibunya sup jahe, ibunya Li Shu memanfaatkan kesempatan berdua dengan Feng Teng untuk bertanya tentang Zheng Qi. Feng Teng memberitahunya bahwa Zheng Qi adalah teman kuliahnya sekaligus direktur di perusahaannya, dia dan Li Shu juga sudah saling mengenal cukup lama.

Mendengar itu, ibunya Li Shu langsung berpikir untuk menjodohkan Li Shu dan Zheng Qi. Apalagi waktu ia melihat Zheng Qi mengantarkan Li Shu pulang kemarin malam, ia melihat hubungan mereka tampaknya cukup dekat. Feng Teng sangat setuju dengan ide itu, Zheng Qi adalah pilihan yang sangat tepat untuk Li Shu.

Zheng Qi masuk ke ruang tamu tepat saat dia mendengar Feng Teng tengah memberitahu ibunya Li Shu tentang berbagai kelebihannya, bahwa dia orang yang baik dan perhatian terutama pada gadis yang disukainya. Ibunya Li Shu mempercayai penilaian Feng Teng tentang Zheng Qi dan karenanya dia akan menyerahkan jodohnya Li Shu ditangan Feng Teng.


Saat Li Shu kembali dari dapur, Zheng Qi langsung mengajak Feng Teng untuk bicara berdua. Setelah mereka pergi, Li Shu langsung protes pada ibunya karena lagi-lagi membicarakan masalah ini pada Feng Teng. Ibunya Li Shu melakukan ini karena dia sudah tua dan satu-satunya yang dia cemaskan sampai sekarang hanyalah Li Shu. Ia berusaha meminta Li Shu untuk melupakan Feng Teng dan mencari pria lain saja, menurutnya Zheng Qi adalah pria yang baik. Tapi Li Shu tidak mau dengar dan langsung cepat-cepat mencari-cari alasan untuk menghindar.


Sementara itu, Zheng Qi memprotes tindakan Feng Teng yang memuji-mujinya dihadapan ibunya Li Shu padahal Feng Teng sudah tahu siapa yang disukai Li Shu. Kalau Li Shu sampai tahu Feng Teng ingin menjodohkan mereka, Li Shu pasti akan sedih. Feng Teng menyangkalnya dan berkilah kalau dia hanya menjawab pertanyaan ibunya Li Shu dan memberitahu ibunya Li Shu tentang Zheng Qi agar ibunya Li Shu mengenal Zheng Qi.


Setelah selesai makan malam, Shan Shan mengajak Liu Liu bicara berdua dan meminta penjelasan kenapa sekarang Liu Liu mau menikah dengan Cheng Hao dan bukannya putus hubungan dengannya? Liu Liu berkata kalau pernikahan ini sebenarnya ide ayahnya Cheng Hao dan ibunya.

Liu Liu sudah bilang pada ibunya kalau dia tidak setuju dengan pernikahan ini tapi ibunya malah mengatainya anak durhaka. Terlebih lagi, Liu Liu adalah anak adopsi dan ibunya membesarkannya dengan baik bahkan menyekolahkannya ke universitas ternama, karena itulah Liu Liu merasa tidak enak menolak keinginan ibunya ini.


"Liu Liu, tidak seharusnya kau menganggap situasi ini sebagai balas budi atas adopsimu. Sejak kapan kau berubah jadi sekuno ini? Lalu bagaimana dengan pendapat Cheng Hao tentang semua ini?"

Cheng Hao punya banyak pacar jadi tentu saja dia tidak mau menikah, jawab Liu Liu. Tapi ayahnya Cheng Hao mengancam kalau Cheng Hao tidak mau menikah dengan Liu Liu maka dia tidak akan membiayai hidup Cheng Hao lagi, karena itulah Cheng Hao akhirnya setuju.

Shan Shan berniat untuk membantu Liu Liu menjelaskan segalanya pada bibi Xue, tapi Liu Liu malah tertawa dan meyakinkan Shan Shan untuk tidak cemas. Dia dan Cheng Hao sudah membicarakan masalah ini, mereka berencana untuk membiarkan masalah ini berlarut-larut selama setahun dan setelah setahun berlalu mereka akan berpisah.


Mereka lalu membuka 2 buah kotak besar yang dibawa Shan Shan dari Shanghai (hadiah dari Feng Teng). Kotak yang pertama ternyata berisi lobak-lobak hasil petikan Shan Shan. Shan Shan langsung jengkel melihat lobak-lobak, apa coba maksudnya Feng Teng memberikannya lobak-lobak ini? Apa Feng Teng sengaja menyuruhnya memetik lobak-lobak itu untuk dia bawa pulang? Atau untuk mengingatkannya kalau lobak-lobak ini punya arti penting bagi mereka berdua?


Kotak kedua berisi berbagai macam hadiah-hadiah mewah untuk seluruh anggota keluarga Xue. Ipad mini untuk Tong Tong, daun teh dari Taiwan untuk papa Xue, sarang burung untuk mama Xue, ginseng untuk kakek. Saat harus menjelaskan dari mana dia bisa membeli semua barang-barang mahal ini, Shan Shan berbohong mengatakan kalau semua ini dia beli dengan harga murah berkat bantuan rekan kerjanya.


Bibi Xue pun mendapatkan hadiah, tapi setelah itu dia malah memprotes tindakan Shan Shan yang menurutnya menghabiskan banyak uang, tidak seperti putrinya Liu Liu yang memberikan semua gajinya untuk ibunya.


Keesokan harinya, Shan Shan menceritakan hubungannya dengan Feng Teng pada Liu Liu dan Shuang Yi. Shuang Yi tidak mengerti apa yang Feng Teng maksud dengan 'ayo kita coba'? Apanya yang harus dicoba? Memangnya dia pikir Shan Shan itu barang pameran untuk dicoba? Shuang Yi merasa kata-kata Feng Teng itu tidak tulus.

Tapi Shan Shan merasa kata-kata Feng Teng itu tulus. Justru kalau Feng Teng mengatakan kata-kata rayuan gombal semacam aku sangat mencintaimu atau kita akan bersama selamanya, Shan Shan akan merasa Feng Teng tidak tulus padanya.

"Feng Teng bukan orang semacam itu, aku percaya padanya" ujar Shan Shan


Shan Shan merasa semua ini bagai sebuah mimpi yang sangat indah tapi pada saat yang bersamaan dia juga merasa cemas kalau Feng Teng akan larinya darinya. Bukannya dia takut kalau Feng Teng akan mengkhianatinya atau semacamnya, dia hanya merasa kebahagiaan ini bagai sebuah mimpi yang tak nyata.

"Kuberitahu yah. Kalau dia bilang ayo coba yah coba saja. Kalau dia mau mencoba maka kau juga harus mencoba dan jika dalam masa percobaan itu kau mengetahui dia adalah pria yang hebat maka kau tidak boleh melepaskannya" saran Shuang Yi


Di kamar, Shan Shan memandangi ID tag barunya sembari memikirkan kata-kata yang pernah mama Xue ucapkan padanya bahwa seorang wanita harus memandang pria bukan dari apa yang pria itu ucapkan padanya, tapi dari apa yang pria itu lakukan padanya.


Feng Teng tiba-tiba menelepon untuk menanyakan bagaimana tahun barunya Shan Shan di rumah. Shan Shan memberitahunya bahwa tahun barunya di rumah sangat menyenangkan, dia bahkan bertemu banyak teman lama. Feng Teng penasaran, apakah liburannya Shan Shan begitu menyenangkan sampai-sampai Shan Shan tidak meneleponnya? Saat Shan Shan terdiam kebingungan, Feng Teng langsung tertawa, dia kan cuma bercanda.


"Apa keluargamu menyukai hadiah-hadiahnya?" tanya Feng Teng

"Suka, mereka sangat menyukainya. Terutama sepupuku Tong Tong. Tapi di masa depan nanti, jangan menghabiskan terlalu banyak uang, semua barang-barang itu sangat mahal"

"Kau harus membayar kembali"

"Bayar kembali? Berapa banyak aku berhutang padamu?"

"Sangat banyak... sampai kau tidak akan bisa membayar hutang ini seumur hidupmu"

"Kalau begitu aku akan membayar dengan bekerja, bagaimana?"

"Baiklah. Kalau begitu kita akan bertemu di bandara di hari ke-7 tahun baru imlek. Kau tidak boleh telat atau aku akan memotong bonus akhir tahunmu"

"Oke"


Tepat saat Shan Shan sedang membicarakan masalah hadiah dan hutang, papa Xue tak sengaja lewat didepan kamarnya dan mendengarkan pembicaraan mereka (walaupun dia tidak tahu siapa yang sedang bicara dengan Shan Shan di telepon).


Saat mereka tengah memandang hujan salju di luar jendela masing-masing, paman Wang tiba-tiba menyela untuk memberitahu Feng Teng bahwa ibunya Li Shu telah meninggal dunia.


Saat Shan Shan sedang makan bersama kedua orang tuanya, papa Xue bertanya siapa pria yang bicara di telepon dengan Shan Shan tadi? Shan Shan langsung bingung, dia yakin papa Xue tidak mungkin bisa mendengar suara pria di teleponnya, lalu bagaimana bisa papanya tahu kalau dia pria?

"Dia... rekan kerja di perusahaan tempatku bekerja. Dia menelepon untuk mengucapkan selamat tahun baru padaku. Lalu kami membicarakan masalah pekerjaan" jawab Shan Shan


Papa Xue menasehati Shan Shan bahwa jika dia ingin berteman dengan seseorang maka dia harus melihat karakter temannya itu, teman yang baik adalah teman yang benar-benar memperlakukannya baik. Jangan memandang seseorang hanya karena orang itu mampu membelikannya berbagai macam hadiah mahal.

Mama Xue juga menasehati Shan Shan supaya Shan Shan tidak berpacaran dengan pria kaya karena pria dan wanita yang berbeda status, biasanya tidak akan berakhir dengan baik. Contohnya saja Liu Liu dan Cheng Hao. Kalau Shan Shan membawa pulang seorang pria kaya seperti yang dilakukan Liu Liu, papa dan mama Xue tidak akan terlalu senang. Mendengar itu, Shan Shan akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahu kedua orang tuanya tentang hubungannya dan Feng Teng.


Gara-gara percakapan dengan kedua orang tuanya itu, Shan Shan curhat pada Shuang Yi bahwa saat ini dia sangat berharap kalau Feng Teng orang biasa-biasa saja agar segalanya bisa lebih mudah.

Shuang Yi pun sebenarnya punya kecemasan yang sama karena ayah dan ibunya sudah tahu tentang Du Fan dan mereka sangat mempermasalahkan pekerjaan Du Fan yang menurut mereka tidak punya masa depan. Shuang Yi sebenarnya mau bilang pada kedua orang tuanya bahwa Du Fan adalah pria baik dan memperlakukannya dengan sangat baik, apalagi sebagai seorang penulis novel yang setiap hari harus bekerja dari rumah, punya pacar yang punya penghasilan bulanan itu merupakan sebuah keberuntungan. Sayangnya Shuang Yi tidak berani mengatakan semua itu pada orang tuanya, dia bahkan berbohong mengatakan pada mereka kalau dia masih tinggal bersama Shan Shan.


Shan Shan sendiri heran pada Shuang Yi, kenapa dia menyukai pria seperti Du Fan padahal semua karakter pria dalam novel-novelnya selalu pria-pria kelas atas. Shuang Yi dengan santainya berkata kalau novel hanya diciptakan bagi gadis-gadis muda yang suka bermimpi, tapi dia sama sekali tidak seperti gadis-gadis muda yang bodoh itu.

Berkat ucapannya itu, Shan Shan langsung menatapnya tajam. Shuang Yi berusaha menjelaskan kalau dia berkata seperti bukan bermaksud menghina Shan Shan atau apa, dia hanya tidak bisa mendapatkan apa yang Shan Shan dapatkan makanya dia berpikir jelek tentangnya. Kalau ada pria seperti Feng Teng yang mengejarnya sudah pasti dia tidak akan melirik Du Fan.


Tak lama kemudian, Shan Shan mendapat konfirmasi tiket pesawat kembali ke Shanghai. Setelah membaca pesan itu, Shuang Yi langsung menggodanya karena sekarang status sosial Shan Shan sudah naik tinggi sampai-sampai dia yang biasanya naik kereta, sekarang malah naik pesawat.

"Pria yang suka menaklukkan tapi juga sangat perhatian adalah impian semua wanita, tapi aku tidak bisa mendapatkannya" ujar Shuang Yi iri

Shuang Yi bertanya apa yang akan Shan Shan lakukan setelah dia kembali ke Shanghai nanti? Shan Shan berencana untuk membayar kembali biaya tiket pesawatnya karena dia tidak mau orang berpikir dia pacaran dengan Feng Teng karena ada maksud lain. Shuang Yi menasehati Shan Shan untuk melakukan sesuatu yang lebih romantis sebagai pembayaran kembali tiket pesawatnya seperti memberikan hadiah valentine untuk Feng Teng.


Zheng Qi datang dengan membawa selimut dan minuman hangat untuk Li Shu tapi saat dia melihat Li Shu bersandar di bahu Feng Teng, dia akhirnya pergi tanpa mengganggu mereka.


Shan Shan kembali ke Shanghai denga tatanan rambut baru dan sebuah hadiah valentine untuk Feng Teng.


Saat tengah menunggu Feng Teng menjemputnya, ia malah tertidur. Saat Feng Teng tiba di bandaranya dan melihatnya tertidur, ia sama sekali tidak membangunkannya malah memandanginya tidur sampai Shan Shan akhirnya bangun dengan sendirinya.

"Feng Teng, apa aku bermimpi? Kapan kau datang?"

"Barusan, aku menelepon tapi kau tidak menjawab"

"Aku ketiduran jadi tidak dengar"

"Apa kau sudah puas tidur?"

"Iya"

"Kalau begitu ayo pergi"

"Tunggu, dimana..." Shan Shan kebingungan mencari hadiah valentine-nya


Saat Feng Teng menemukan hadiah yang Shan Shan bawa, Shan Shan dengan malu-malu berkata bahwa itu adalah hadiah valentine darinya. Tapi anehnya, Feng Teng terlihat tidak bahagia menerima hadiah itu. Dengan ekspresi wajah kaku, Feng Teng memberitahu Shan Shan bahwa dia tidak pernah merayakan hari valentine karena mendiang kakeknya tidak pernah mengizinkannya merayakan valentine.

Mendengar itu, Shan Shan langsung kecewa tapi ia langsung tersenyum lagi saat Feng Teng mengatakan kalau dia menyukai hadiah Shan Shan itu.


Dalam perjalanan keluar bandara, Feng Teng memberitahu Shan Shan tentang kemalangan yang menimpa Li Shu, karena itulah mulai sekarang Li Shu akan tinggal di kediaman keluarganya dan sekarang ini Li Shu sedang berada di mobil menunggu mereka.


Feng Teng menempatkan Shan Shan di kursi depan sementara dia sendiri duduk di belakang bersama Li Shu. Shan Shan mencemaskan keadaan Li Shu walaupun dia cukup bingung apa yang harus ia lakukan karena dia tidak tahu bagaimana caranya menghibur seseorang. Dalam kebingungannya, Shan Shan menawari Li Shu makanan yang dia bawa dari rumah tapi Li Shu langsung menolaknya dan Feng Teng menyuruh Shan Shan untuk makan sendiri saja.


Dalam perjalanan, Feng Teng memegang tangan Li Shu dan membiarkannya menyandarkan kepala di bahunya. Saat Shan Shan menoleh ke belakang dan melihat mereka, dia langsung mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak berpikir macam-macam karena saat ini bukan saat yang tepat untuk cemburu apalagi selama ini Li Shu selalu memperlakukannya dengan baik.


Feng Teng ingin mengantarkan Shan Shan sampai kedalam apartemennya Liu Liu, tapi Shan Shan menolaknya dan menyuruhnya untuk kembali ke mobil menemani Li Shu dan mengantarkan Li Shu pulang saja. Saat Feng Teng masih bersikeras, Shan Shan menyuruhnya untuk mampir lain kali saja sekalian dia ingin memperkenalkan Liu Liu secara resmi pada Feng Teng.

"Seharusnya aku yang menyapanya dan berterima kasih padanya karena dia telah menjaga Shan Shan ku dengan baik" ujar Feng Teng

Shan Shan langsung tersentuh mendengarnya "Sudahlah, pergi sana"


Feng Teng menemani Li Shu sampai rumah. Setelah Li Shu naik ke kamarnya, Feng Teng mengintruksikan paman Wang untuk menjaga Li Shu dengan baik karena dia harus keluar dan tidak akan makan malam di rumah.


Shan Shan sedang berjalan-jalan sendirian setelah selesai memulihkan kartu SIM-nya. Ia berpikir bahwa jaman sekarang orang hanya bisa mengingat 3 nomor telepon, nomor telepon dirinya sendiri, nomor telepon ibunya dan nomor telepon pacarnya.

Baru saja ia memikirkan pacarnya, Feng Teng tiba-tiba meneleponnya dan menanyakan keberadaannya saat ini. Saat Shan Shan memberitahunya kalau dia baru saja pergi untuk memulihkan kartu SIM-nya, Feng Teng langsung kesal karena Shan Shan pergi seorang diri padahal seharusnya dia mengantarkan Shan Shan, apalagi saat ini dia sedang dalam perjalanan untuk menjemput Shan Shan makan malam bersama.


Malam harinya, pelayan memberitahu Li Shu bahwa Feng Teng tidak akan makan malam di rumah tapi Zheng Qi baru saja datang. Mereka lalu pergi keluar untuk mencari udara segar. Zheng Qi menyayangkan tindakan Feng Teng yang meninggalkan Li Shu sendirian di rumah tapi Li Shu sama sekali tidak mempermasalahkannya karena dia sangat mengerti kalau Feng Teng adalah orang yang selalu memegang teguh prinsipnya bahkan dalam masalah percintaan.

"Bahkan sekalipun teman lamanya mengalami kesusahan, dia tidak akan meninggalkan pacarnya" ujar Li Shu

Zheng Qi menyadari pasti karena sifat Feng Teng yang seperti inilah yang membuat Li Shu tertarik padanya.



Bersambung ke episode 14

Post a Comment

1 Comments

  1. loh mbak ini kok dituliz ulang lagi? bukannya ini sdh lama sdh selesai ya? kirain tadi ini ceritanya baru. undang saya donk mbak. mbak bagus bagus ya sinopsisnya. my sunshine juga uda lama. knp ditulis ulang ya

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam