Sinopsis Legend of Yun Xi Episode 4 - 2

 Sinopsis Legend of Yun Xi Episode 4 - 2

Xi Feng menyajikan semangkok obat yang direbus berdasarkan resepnya Yun Xi pada Xi Feng yang tampaknya sudah baikan sekarang (cepet banget). Dia juga melapor bahwa keluarga Menteri Kehakiman dibunuh.


Dan saat itu terjadi, ada banyak pengawal yang melihat Fei Ye di atap. Mereka bahkan bilang kalau Fei Ye langsung melarikan diri waktu itu. Jenderal Mu yang menangani kasus ini, sudah melaporkan kasus ini pada Kaisar dan meminta izin Kaisar untuk menyelidiki Kediaman Pangeran Qin.

Tapi karena Fei Ye kemarin menikah, jadi Kaisar menyuruh Jenderal Mu untuk menyelidiki kasus ini dari tempat lain.

"Oh, yah, Pangeran. Kemarin anda diracuni saat pulang. Siapa yang melukai anda?"

"Tak pernah kusangka, gadis yang mencuri Kitab Ilmu Racun-ku, diam-diam melancarkan aksi balas dendam. Dalam perjalanan pulang, ada sekelompok pembunuh yang mencoba membunuhku."

Fei Ye rasa kalau Putra Mahkota sudah tahu kalau dialah yang menculik anak beracun itu. Karena itulah, Fei Ye memerintahkan Xi Feng untuk terus mencari informasi tentang perkembangan penyelidikan Jenderal Mu dan cari tahu siapa wanita yang memancingnya keluar pada malam pengantinnya kemarin.


Tepat saat itu juga, Nyonya Yi datang dan langsung mengecek seluruh tubuh Fei Ye dengan cemas. Ia bahkan marah-marah mengomeli Xi Feng dan menuduhnya tidak becus melindungi Fei Ye.

Fei Ye cepat-cepat mengusir Xi Feng dan meyakinkan ibunya kalau dia baik-baik saja sekarang.

"Kudengar dari penjaga kalau semalam kau pulang larut malam, kenapa kau tidak datang untuk menyapaku? Apa kau tahu cemasnya aku?"

"Aku pulang larut, aku takut mengganggu Ibu."

"Kau menghilang, bagaimana bisa aku tidur?"

Fei Ye memohon maaf setulus hati yang kontan membuat hati Nyonya Yi luluh. Yah sudahlah, yang penting Fei Ye selamat. Karena kemarin dia tidak muncul di upacara pernikahannya, maka sekarang dia harus pergi ke istana untuk mengucap terima kasih pada Kaisar.

Dia juga harus rahasiakan masalah ini. Jangan sampai orang-orang itu memiliki sesuatu yang bisa mereka gunakan untuk melawan Fei Ye. Dan apa maksudnya dengan Jenderal Wu yang ingin menyelidiki Fei Ye? Memangnya kenapa dengan Menteri Kehakiman?

"Aku dijebak. Tapi Ibu jangan khawatir. Akan kuselidiki masalah ini secara menyeluruh."

"Baiklah kalau begitu. Bersiaplah pergi ke istana."


Paman memberitahu Putra Mahkota tentang kegagalan mereka membunuh Fei Ye. Dia benar-benar punya kemampuan yang tidak biasa. Semua pembunuh yang Paman kirim, tak ada satupun yang kembali.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

Fei Ye baru kembali dan dia sudah menghukum Menteri Perpajakan. Dia sangat berani sekarang, bahkan berani menggerebek Sekte Racun. Tapi dia juga memiliki sesuatu milik mereka. Paman yakin kalau Fei Ye sudah menduga bahwa walaupun mereka mengetahuinya, mereka tidak akan berani melaporkannya pada Kaisar. Dia berada di atas angin sekarang.

"Tidak bisa. Kalau Ayahanda Kaisar sampai tahu, maka bukan hanya posisiku yang akan terancam. Paman tahu sendiri bagaimana Ayahanda dalam menangani sesuatu. Paman, Paman harus membantuku."

"Apa yang kau takutkan? Itu kan cuma Pangeran Qin. Kalau kau bahkan tidak bisa menangani Pangeran Qin, bagaimana kau akan bisa naik tahta yang dipuja-puja itu?"

Tapi jangan khawatir, Paman dulu pernah berjanji pada mendiang Ibu Putra Mahkota sebelum beliau meninggal dunia bahwa Paman akan mengabdikan dirinya untuk melindungi Putra Mahkota.

"Akan kupikirkan cara untuk membantumu melewati masa sulit ini."

Hanya saja Paman khawatir kalau Fei Ye sudah menduga bahwa merekalah dalang dibalik kasus Menteri Perpajakan. Jika Pangeran Qin memiliki bukti akan keterlibatannya dengan Menteri Perpajakan, maka Kaisar sudah pasti akan membunuh mereka.

"Jadi, dia harus mati."


Fei Ye dan Yun Xi menghadap Ibu Suri bersama-sama. Yun Xi tampak tegang, tapi dia berusaha tetap tenang saat Ibu Suri membahas radang di wajahnya yang sudah sembuh dengan alasan bahwa ayahnyalah yang menyembuhkannya.

"Pangeran ke-4, aku menjodohkanmu dengan wanita yang sangat cantik. Aku tidak memperlakukanmu secara tak adil, bukan?"

"Ibu Suri sungguh perhatian pada saya."


Tapi Ibu Suri dengar kalau kemarin Fei Ye tidak menyambut pengantinnya kemarin. Fei Ye mengaku bahwa saat itu ada seseorang yang memancingnya ke kediaman Menteri Kehakiman, orang itu meracuninya dan menyerangnya.

"Saat saya kembali, saya diobati oleh istri saya baru setelah itu saya sembuh."

"Sungguh? Siapa pelakunya?"

"Wajah orang itu tertutup. Saya tidak tahu siapa dia."

"Tidak ada petunjuk sama sekali?"

"Saya bekerja sepenuh hati demi negeri ini dan melukai perasaan beberapa orang jahat, kasus ini masih dalam penyelidikan."

"Selidikilah secara menyeluruh, aku juga ingin tahu siapa yang berani membunuh Pangeran Qin."

"Ibu Suri jangan khawatir, saya pasti akan menemukan mereka dan membuktikan aku tidak bersalah."


Ibu Suri lalu menyuruh Fei Ye untuk menghadap Kaisar, tapi Yun Xi ia suruh tetap tinggal di sana dengan alasan biar bisa ngobrol dengannya. Sekilas, Fei Ye tampak jelas ragu, tapi kemudian dia setuju lalu pergi.

Begitu Fei Ye keluar, Ibu Suri to the point menanyakan perkembangan misi yang ia berikan pada Yun Xi. Yun Xi melapor kalau dia tidak menemukan apapun di bagian depan dan belakang tubuh Fei Ye saat dia mengobatinya semalam.

"Di masa lalu, disebutkan di dalam Buku Arsip Rahasia Istana tentang lokasi tanda Pangeran Qin. Sayangnya, arsip rahasia itu sudah terbakar api dan aku tidak ingat di mana tanda itu berada. Bantu aku selidiki seluruh tubuhnya."

"Tapi..."

"Apa sulitnya? Kau istri Pangeran Qin."

Ah, kemarin Fei Ye terluka jadi mereka pasti belum malam pertama. Tapi setelah mereka melakukannya, Yun Xi akan bisa menyelidikinya. Tapi tetap saja, Yun Xi merasa kalau Fei Ye menurunkan kewaspadaannya.

"Aku tidak punya kesabaran. Kuberi kau waktu satu bulan."

"Satu bulan?"

"Kenapa? Apa kau tidak ingin melihat ibumu secepatnya."

Tapi Fei Ye belum mempercayainya sekarang ini. Yun Xi takut tidak akan bisa melakukan misinya dalam waktu satu bulan. Ibu Suri ngotot, Yun Xi pasti akan bisa menemukan cara.

Tak peduli apapun cara yang Yun Xi gunakan, pokoknya dia harus bisa mencari tahu apakah ada tanda Suku Angin di tubuh Fei Ye dalam waktu satu bulan. Semakin cepat dia menemukannya, maka dia bisa semakin cepat bertemu ibunya.


Kaisar sudah menerima laporan tentang kasus itu dan langsung menginterogasi Fei Ye perihal keberadaannya di atap rumah mendiang menteri itu pada hari pembunuhan itu terjadi. Tapi dia bilang kalau ada orang yang memancingnya keluar pada hari itu, lalu apa Fei Ye punya bukti?

"Saya sedang menyelidikinya."

"Jadi, itu artinya kau belum punya bukti?"

"Apa Paduka juga berpikir kalau sayalah yang membunuhnya?"

Sesaat, Kaisar menatapnya dengan sangat tajam. Tapi dengan cepat ia mengklaim kalau ia mempercayai Fei Ye. Tak mungkin Fei Ye membunuh menteri itu hanya karena dendam pribadi.

Tapi, Menteri Kehakiman dan Paman Perdana Menteri sangatlah dekat. Akan sulit bagi Kaisar untuk menjelaskan kasus ini pada Paman Perdana Menteri.

"Saya akan menjelaskannya, Paduka Yang Mulia."

"Baiklah. Tapi kau harus cepat. Jangan lagi menyebabkan masalah."

"Terima kasih atas kepercayaan Paduka. Tapi saya menyelidiki kasus ini dengan bekerja sama dengan Jenderal Wu."

Tapi Kaisar menolak an menyuruh Fei Ye untuk fokus pada penyelidikannya sendiri saja. Lagipula, dia kan baru menikah. Jadi seharusnya dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menemani istrinya.


"Terima kasih, Paduka. Kuhadap Jenderal Wu akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh dan membuktikan aku tidak bersalah."

"Saya akan berusaha yang terbaik." Ujar Jenderal Wu.

Fei Ye akhirnya pamit. Tapi, dalam perjalanannya keluar, dia sempat menatap si jenderal muda itu dengan curiga.


Begitu Fei Ye pergi, Kaisar memperingatkan Jenderal Wu untuk menyelidiki masalah ini secara seksama dan memastikan kebenarannya terungkap.

"Ingat baik-baik. Semuanya sama di mata hukum. Tidak usah takut. Sisanya serahkan padaku." (Benar-benar kaisar yang adil)


Yun Xi termenung di jembatan memikirkan ultimatum Ibu Suri saat seorang putri lewat di belakangnya. Yun Xi tidak menyadari kehadirannya dan itu langsung membuat Putri Chang Ping kesal karena Yun Xi tidak berlutut di hadapannya. Dia siapa?

"Aku istri Pangeran Qin."

"Jadi kau istrinya? Dengan tampang seperti ini, kau ingin mengalahkan Kakak Ming Xiang (Putrinya Jenderal Bai Li)? Bukankah kau punya radang di wajahmu?" Nyinyir Putri Chang Ping.

"Sudah sembuh."

"Kudengar, demi menikah dengan Pengeran Qin, kau melalui jalan yang panjang. Waktu yang baik (untuk menikah) sudah lewat, tapi kau tetap keluar dari tandu dan melakukan upacara pernikahan sendiri. Apa yang kau lakukan itu tidak bisa dianggap menikah dan kau berani menyebut dirimu Istri Pangeran Qin?"

Bersambung ke part 3

Post a Comment

0 Comments